
''Anda seharusnya sadar anda sudah menikah lagi dan Jangan mengganggu Nyonya Yuni lagi'' ucapan Ando dengan tegas sambil menarik kerah baju dari Randy untuk keluar dari ruangan tersebut dengan bantuan para pelayan restoran.
''Lepaskan Aku, Aku hanya ingin menanyakan kondisinya'' ucap Randi dengan teriak, sementara Atika yang sedang menunggu Randi di mobil pun terkejut melihat Randi yang sedang di tarik oleh Ando.
Dan Atika pun turun dari mobil Randy untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi kenapa sampai Randy ditarik-tarik seperti itu.
sementara di dalam restoran," Kak ayo kita pergi dari tempat ini'' ucap Yuni dan Kris pun mengangguk berdiri lalu memegang tangan Yuni untuk berjalan ke arah keluar.
ketika tiba mereka di luar Atika pun juga sampai di tempat Randy.
''Yuni, tolong beri aku waktu sedikit untuk berbicara'' ucap Randi.
''Kak, bawa aku kemobil aku tidak mau berbicara dengannya lagi'' Ucap Yuni sambil memeluk lengan Kris. dengan Sigap Cristian pun langsung menggendong tubuh Yuni ala bridal style.
''Ando kami menunggu di mobil'' ucap Kris dan langsung membawa Yuni masuk kedalam mobilnya.
''Jadi itu yang nama Yuni, cantik sekali pantas mas Randi tidak bisa melupakannya'' Gumam Atika dalam hati.
''Mas sudah Mas wajah kamu sudah memar seperti itu Kamu masih ngotot ingin berbicara dengan mantan istri kamu'' kata Atika.
''urus tuh suami kamu'' Ucap Ando dan langsung pergi meninggalkan Randi dan Atika.
''Mas kamu nggak apa?" Tanya Tika.
''Aaaaggh'' kesal Randi.
''Mas cukup kamu nggak lihat apa banyak orang yang melihat kamu'' kata Atika, Randy yang menyadari kalau semua orang sedang menatapnya ia langsung pergi masuk kedalam mobilnya, dan disusul oleh Atika.
''Dari mana mereka tahu kalau aku sudah menikah dengan Tika apa jangan-jangan mereka mengikuti aku selama ini tapi untuk apa?'' Gumamnya dalam hati.
''Mas itu mereka sebrnarnya siapa?'' tanya Atika.
''Wanita tadi adalah Yuni mantan istriku, dan laki-laki yang menggendong yang tadi itu adalah kekasihnya sedangkan yang tadi menghajarku itu adalah asisten dari laki-laki itu'' kata Randy kepada Atika.
''Jadi itu yang namanya Yuni, terus mas mau ngapain bicara sama Dia?''
''Aku mau menanyakan kabarnya, Aku baru melihat Dia, ternyata dia sudah sadar dari komanya'' ucap Randi.
******
__ADS_1
Di mobil Kris, Yuni terlihat diam tak mengeluarkan suaranya.
"Yun, habis ini kamu mau kemana?, mau ke kantor papa kamu atau mau pulang?'' tanya Kris.
''Kak, tolong antarkan aku ke panti Asuhan yang kak Kris. Tau Aku mau memberikan semua barang milik anak-anak ke panti asuhan''
''Baiklah kalau begitu kita ke panti asuhan yang biasa mama pergi saja'' Yuni pun mengangguk tanda setuju.
''Yun, Maaf tapi kenapa kamu ingin memberikan semua barang-barang anak-anak ke panti kan itu bisa jadi kenang-kenangan buat kamu?''
''setiap melihat barang-barang milik anak aku pasti merasa sedih sekali,dan dari pada barang-barang milik mereka tidak ada yang menggunakan lebih baik akan disumbangkan saja kak''
beberapa menit perjalanan akhirnya mereka tiba di Panti asuhan KASIH IBU Kris pun turun dari mobilnya lalu Yuni.
''selamat Datang Tuan'' sambut seorang pengurus panti yang bernama Ibu Cecilia.
''Terima kasih'' balas Kris.
''Kak, tunggu aku suru pak supir untuk menurunkan barang-barang milik anak-anak'' lalu Yuni pun menuju ke mobilnya dan memberitahukan kepada supirnya.
''Ando jam berapa kita meeting di kantor? apa bisa kamu yang tangani? aku ingin menemani Yuni di sini dan sepertinya mama juga di sini''
''Baiklah kalau begitu kamu pakai mobil saja nanti aku bareng mama saja, dan terima kasih Ando''
''Sama-sama tuan kalau begitu saya permisi'' kata Ando dan Kris pun mempersilahkan.
''Sayang, kenapa Asisten Ando pergi?'' tanya Yuni.
''Ada meeting di kantor sebentar lagi yang harus ditangani'' ucap Kris dan Yuni pun mengangguk.
''Ayo Yun, ada mama disini'' kata Kris
''Benarkah? Aku senang kalau ada mama disini, Aku ada temannya'' ucap Yuni.
''iya Itu mobilnya, ya sudah kalau begitu ayo kita masuk'' Ajak Kris ke Yuni.
''Mari silahkan masuk Tuan, Nyonya Bela juga sedang bersama dengan anak-anak di dalam'' ajak Ibu Cecilia.
''Iya ,Bu'' jawab Kris dan mereka pun mengikuti Ibu Sisilia dari belakang, dan ketika mereka tiba di dalam ruangan yang penuh dengan suara tawa anak-anak.Tampa sada air mata Yuni menetes, Kris yang melihat kekasihnya menangis langsung memeluluk Yuni.
__ADS_1
''Hei kamu kenapa sayang?'' ucap Kris yang menyeka air mata Yuni.
''Aku ingat anak-anak,dulu di saat aku sedih mereka selalu menghiburku dengan tingkah mereka yang lucu-lucu,saat aku baru pulih kalian mengatakan kalau mereka baik-baik saja aku begitu gembira dan berusaha agar cepat pulih, dan ketika kalian membawaku ke makam anak-anak Aku benar-benar hancur ketika mengetahui kenyataan itu'' ucap Yuni
''Maafkan Kami sayang, Kami benar-benar hanya ingin kamu sembuh tidak ada maksud untuk merahasiakan hal itu, jangan sedih lagi lihat ada banyak anak-anak yang sedang menatapmu sayang, ssstts sssst'' ucap Kris yang menyeka terus air mata Yuni.
Yuni pun akhirnya mulai tenang dan Ibu Bela yang melihat anak dan calon menantunya sedang berpelukan, langsung berjalan dan mendekat.
''Kalian ada disini juga?'' ucap Mama Bela.
''Iya mam'' jawab Kris.
''Yuni, kamu kenapa nangis sayang?apa anak mama menyakitiMu?''
''Enggak kok mam, Yuni cuma ingat anak-anak Yuni''
''Ooooh iya sayang, ayo ikut mama kita kesana main sama anak-anak'' dan mereka pun berjalan menuju anak-anak itu.
''Mam sudah dari tadi disini?'' tanya Kris.
''Iya, habisnya di rumah mama kesepian jadi mama kesini saja''
''Oma-oma tante cantik dan om ganteng ini siapa?'' tanya seorang anak kecil berusia 5 tahun yang berlari menghampiri Ibu Bela.
''Debora sayang, ini namanya Om Kris dan Tante Yuni, mereka berdua anak-anak oma'' Ucap Ibu Bela.
''Halo sayang siapa nama kamu'' Ucap Yuni sambil berjongkok.
''Debora Tante'' Ucapnya.
"Permisi Nyonya, saya harus menjemput Tuan Andi, Apa Nyonya mau ikut saya sekalian ? tanya pak Supir.
''saya masih mau disini pak, silahkan jemput Ayah, Nanti saya hubungi jika saya mau pulang.''
''Tidak usah pak nanti saya yang antar Yuni pulang'' kata Kris.
''Baiklah kalau begitu saya permisi Tuan, Nyonya." kata pak supir dan ia pun pergi meninggalkan tempat itu. sementara Yuni tetap bercengkrama bersama dengan Debora.
bersambung...
__ADS_1