Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

"Jika kamu benar-benar sangat mencintai Fani aku mohon Tolong jangan sakiti dia Jangan Jadi Pecundang seperti aku sayangi dia"


" tentu aku akan menjaganya dan aku tidak akan pernah menyakitinya, jika tidak ada lagi yang anda ingin katakan Saya permisi dulu" kata Ando dan ia pun menuju ke mobilnya sementara Andre menangis tersedu melihat kepergian mereka berdua.


Setelah di mobil Andi segera menjalankan mobilnya, diperjalanan Fani hanya senyum-senyum sambil menatap Ando.


Ando yang menyadari dirinya sedang diperhatikan oleh Fani akhirnya mengeluarkan suaranya.


"Ada apa melihatku seperti itu"


"Aku bahagia terimakasih tadi siang Aku pikir bukan Aku wanita yang kamu maksud itu"


"Maaf sudah membuatmu kesal siang tadi" Fanipun tersenyum dengan jail.


"Lain kali kalau kamu buat Aku kesal lagi Aku laporin ke Kak Kris"


"jangan dong sayang bisa-bisa Aku di tendang sama kak Kris, kakak Ipar kamu itu kalau sudah marah bisa repot"


"Hahahahaha" Fani hanya tertawa terbahak.


tak lama pun mereka tiba di rumah Tuan Andi.


"Ayo sayang turun Aku antarkan kamu masuk kedalam"


"kamu yakin nggak takut sama Ayah?"


"Untuk apa harus takut tadi Aku pergi meminta izin membawamu maka pulang juga harus mengantarmu sampai kedalam"


"Ya sudah baiklah sayangku"


Ketika mereka masuk kedalam rumah ternyata Tuan Andi masih duduk bersama dengan Tuan Dion.


"Selamat malam Tuan"


"Kalian sudah pulang, duduk Ayah ingin berbicara kepada kalian berdua"


"Andi kalau begitu Aku beristirahat ini sudah larut"


"Yah, pergilah ke kamar Tamara"


Sementara Fani dan Ando pun duduk di kursi sofa.


"Ayah dapat laporan dari anak buah Ayah Jadi benar kamu sudah melamar putriku Ando?"


"Ya Tuan itu benar"


"Apa kamu benar-benar mencintai putriku?"


"Ya Tuan saya benar-benar mencintai putri Anda"


"Fani apa Kau juga mencintai pria ini?"


" Iya aku juga mencintai dia"


"Lalu kapan Anda mau melamar putri saya secara Resmi?"


"Ayah kami tunggu Kak Yuni dan Kak Kris pulang dulu"


"Apa kamu yakin Fani? bagaimana jika Ia menghianatimu seperti yang di lakukan oleh Andre?"


"Saya berjanjii Tuan saya tidak akan pernah menyakiti putri Tuan"

__ADS_1


"Baiklah buktikan janjimu itu"


"Baik Tuan jika tidak ada lagi yang di sampaikan, Saya ingin pamit Tuan ini sudah larut saya harus pulang" Tuan Andi pun mengangguk.


Ando pun mulai berdiri dari tempat duduknya.


"Ayah Aku antarkan Ando ke depan dulu"


"Ya sudah sana janhan lama-lama tidak baik anak gadis bersama pria selarut ini"


"Iya"


"Saya permisi Tuan"


"Yah, hati-hati dijalan" lalu Ando dan Fani pun berjalan menuju teras rumah.


"Sayang Aku minta maaf yah?" kata Fani.


"Maaf untuk apa?"


"itu tadi Ayah"


"Wajar sayang, suatu saat jika aku yang berada diposisi ayah kamu pasti Aku akan melakukan hal yang sama"


"Terima kasih sayang"


"tidak perlu, kalaupun tadi Ayah kamu memberi Aku tantangan pasti aku akan melakukannya untukmu, Ya sudah aku pergi dulu yah sayang kamu sana masuk istirahat"


"Iya, kamu kalau sudah sampai hubungi Aku"


"Baiklah Tuan putri".


******


"Yuni, Kris bagaimana kabar kalian selama disini? mama kangen banget loh sama kalian"


"Kita baik-baik saja mam, Mama sama papa juga bagaimana kabarnya?"


"Kita semua baik-baik saja oh ya, Kemarin mama ketemu sama ibu kamu Dia nitip ini buat kamu"


"Terima kasih mama"


"Papa bagaimana keadaan perusahaan pa?"


"Perusahaan baik-baik berjalan sesuai dengan yang diharapkan hanya saja kamu perlu mencari seseorang untuk membantu Ando Kasihan dia harus menghandle semua urusan kamu, terus kamu sudah mulai melakukan pengobatan?"


"sudah" mereka yang sedang asik berbincang tiba-tiba seorang pelayan datang memberitahukan kalau ada tamu yang ingin bertemu.


" Permisi tuan nyonya ada tamu di depan ingin bertemu dengan tuan dan nyonya"


"siapa?"


"Seorang wanita"


" Ya sudah bi suruh tunggu sebentar" pelayan itu pun kembali ke depan untuk memberitahukan kepada tamu tersebut.


"Siapa yah yang datang" tanya Mama Bela.


"Tidak tahu mama mungkin teman mama kali" sambung Kris.


"Dari pada bertanya lebih baik kita kedepan untuk melihat siapa yang datang sambung Tuan papa Rudi.

__ADS_1


Mereka pun bangun dari tempat duduk dan menuju ke ruang tamu Setibanya mereka di depan Betapa terkejutnya Mereka melihat wanita yang telah menyakiti putranya hadir kembali lagi di rumah mereka.


"Halo tante, Om apa kabar?"


"Untuk apa kamu kesini ada perlu apa??" tanya mama Bela dengan sinis.


"Saya kesini karena ingin mengunjungi tante dan om saja"


"Silahkan duduk Sovia" sambung tuan Rudi.


"Tidak perlu, jika tidak ada perlu apa-apa silahkan keluar dari rumah kami"


"Mam" tegur tuan Rudi dengan lembut ke istrinya.


"Bagaimana Sovia, tentu kamu kesini bukan hanya sekedar mengunjungi ada perlu apa sebenarnya?"


"Begini om, saya sebenarnya kesini karena saya menyesal sudah meninggalkan Kris, saya ingin kembali lagi dengan Kris"


"Maaf tapi kamu terlambat Kris sudah menikah"


"Om saya mohon kasi saya kesempatan"


"Heh kamu gila yah, dulu kamu pergi meninggalkan anakku tampa berperasaan sekarang kamu tiba-tiba datang, lebih baik kamu pergi dari rumahku sekarang" kata mama Bela yang sudah mulai emosi.


"Pelayan.. Pelayan suruh orang ini keluar"


Kris dan Yuni yang mendengar suara mama Bela yang meninggi pun pergi melihat tamu yang datang.


Pelayan pun datang dan ingin menyuruh Sovia pergi ketika Sovia berdiri namun tiba


Bruuuuk Sovia jatuh pingsan.


"Pakai drama pingsan lagi"


"Mam tenang Mam" ucap Yuni.


"Pelayan tolong angkat Dia bawa kedalam" kata tuan Rudi.


"Kris kamu tolong hubungi dokter keluarga kita"


"Baik papa" Kris pun menghubungi dokter yang dimaksud oleh ayahnya.


setelah menghubungi Kris mencari Yuni karena Ia tak melihat Yuni "Apa Dia marah lagi?"


sementara Yuni sedang bersama Mama Bela Dia berusaha menengankan mama Bela di taman.


"Mam, jangan marah-marah mam nggak baik buat kesehatan"


"Gimana mama nggak marah sayang itu perempuan benar-benar nggak punya urat malu, itu Dia pingsan paling juga drama"


"Kita tunggu sampai dokternya datang baru kita tahu mam Dia drama atau enggak"


"Sayang" suara Kris memanggil Yuni.


"Kris ingat yah mama nggak mau kalau sampai kamu buka hatimu lagi untuk perempuan itu"


"Iya, mama kan sekarang sudah ada Istrinya Kris yang cantik ini mana mungkin Kris mau menduakan Dia"


"Awas aja kalau sampe kamu mengingkari janji setia kamu, mama akan dukung Yuni"


"Iya mama, Istri aku cuma satu yaitu wanita yang ada bersama denganku sekarang ini bukan yang lain"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2