Aku Istri Yang Tak Dianggap

Aku Istri Yang Tak Dianggap
MELEMAH


__ADS_3

yuni yang mendengar perkataan sinta pun menjadi naik darah iya pun langsung berdiri dari kursi yang ia duduki dan menjambak rambut Sinta.


''Kamu bilang apa barusan?'' ucap Yuni yang terus menjambak rambut Sinta dengan sangat kuat. Kris dan Ando yang melihat Yuni bereaksi seperti pun menjadi kaget karena yang selama ini mereka tahu Yuni tidak pernah bertingkah kasar.


''Lepasin sakit tau'' ucap Sinta yang sudah kesakitan, namun yuni tetap tidak menghiraukan dan dia tambah menjambak lebih kuat lagi. Kris yang melihat Yuni melakukan hal itu ia membiarkan.


''dengar yah wanita jalang yang kau hina barusan itu tunanganku, lebih baik kau minta maaf sekarang atau ku robek mulutmu pakai garpu ini'' kata Yuni sambil mengambil garpu dan diarahkan ke mulut Sinta.


''iya-iya aku minta maaf lepasin'' ucap Sinta yang sudah kesakitan. dan Dia pun langsung pergi meninggalkan mereka, begitu Yuni melepaskan rambutnya.


''Asisten Ando tolong pastikan wanita itu tidak hadir lagi di hadapanku kalau tidak aku akan buat wajahnya cacat seumur hidupnya'' Ucap Yuni.


''Baik Nyonya''


''Kak lain kali kalau ada yang berani ngomong kaya gitu tu jangan diam aja''


''Gimana aku mau balas sayang, orang kamu yang sudah lebih dahulu, tapi aku salut loh sama kamu, Udah banyak berubah''


''Habisnya aku sudah gemas sama mulutnya yang ngomong kaya gitu''


''Ya sudah, ayo kita makan terus melanjutkan rencana kita hari'' Ucap Kris.


****


sementara Randi yang sudah tiba di rumahnya yang selama ini Ia tempati, Betapa terkejutnya Ia melihat barang-barang kepunyaannya sudah di luar rumah.


''Kalian siapa, mengapa kalian menghalangiku masuk kedalam rumah ku sendiri.


''Silahkan angkat barang kalian dan pergi dari rumah Nyonya Yuni, ini sertifikat tanah dan rumah ini tertera dengan jelas ini rumah kepemilikan atas Nyonya Yuni.


"Mas ini sebenarnya rumah kamu atau bukan sih?"


"Tidak tunggu sebentar aku apa aku bisa berbicara dengan Yuni?''


''Maaf Nyonya sedang tidak ingin di ganggu oleh siapapun''


''Tidak ku mohon tolong berikan kesempatan agar aku bisa berbicara dengan Yuni''

__ADS_1


''tidak ada tawar menawar silahkan angkat kakimu dari sini jangan sampai kami melakukan kekerasan terhadap kamu''


''Ku mohon jangan usir aku dari rumahku'' ucap Randi yang berlutut sambil memohon.


''seret Dia keluar dari rumah ini'' kata seorang Pria yang keluar dari dalam rumah tersebut.


''Ayah ku mohon Izinkan aku tinggal di sini'' ucap Randi yang berlutut memohon di kaki Tuan Andi.


''kau dengar baik-baik bajingan Aku bukan Ayahmu, Kau itu hanya benalu dalam kehidupan anakku, aku bersyukur kau sudah berpisah dengan anakku''


''Aku minta maaf Ayah, aku minta maaf karena telah salah tapi kumohon jangan usir Aku dari sini''


''Kau jangan buatku tambah marah, pengawal cepat bawah dia keluar dan jangan pernah izinkan dia dan wanita ini injakan kaki lagi ke rumah ini'' titah tuan Andi dan para pengawal pun mengikuti perintah Tuan mereka.


''Ganti semua kunci yang ada di rumah ini dan aku harap kalian tetap berjaga disini.'' ucap Tuan Andi.


sementara Randy dan Atika yang sudah di luar pagar rumah, mereka mengambil baju-baju mereka yang sudah di taruh dalam koper.


''Mas sekarang kita harus kemana?''


'' aku tidak mau kerumah orang utama aku mau pulang kerumah ibuku''


''Tika kamu itu masih istrinya Aku''


''Tidak mas, mau makan apa coba kalau aku tinggal di rumah orangtuaMu kamu sekarang nggak punya apa-apa''


Tika tolong jaga sikapMu, aku sekarang sedang dalam masalah seharusnya kamu dukung aku bukan ninggalin aku''


''Mas mau aku jaga sikapKu terus mas apa pernah menghargai aku sebagai istri, Mas aku selama ini bertahan karena mas masi kasih aku uang dan makan minumnya, tapi sekarang apa yang harus buat aku bertahan coba,mungkin bentar lagi mas udah masuk ke dalam penjara, jika waktu yang di tentukan untuk mengembalikan dana mas belum bisa''


PLAAK Randi menampar Tika.


tiga yang mendapat tamparan dari rantai pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan rendy pun tak mengajar nya karena masih sibuk dengan mengangkat barang-barang yang untuk dimasukkan kedalam mobil.


''Aku harus apa ini, Tika pasti sudah pergi ke kampungnya,Biarkan saja untuk sementara biarkan dia pulang ke kampungnya dulu sampai keadaan benar-benar tenang baru aku pergi menjemput'' ucapnya pelan.


''lebih baik untuk sementara waktu aku tinggal bersama dengan ayah dan ibu semoga ibu mau tinggal bersamaku, Yuni tidak ku sangka kamu bisa mengusirku dari rumah ini" Ucapnya sambil menatap rumah itu,"Aku harus segera ke rumah sakit, kasihan ibu sendirian di sana" sambungnya lagi yang mengingat kondisi ayah dan ibunya sekarang.

__ADS_1


******


sementara di rumah sakit keadaan tuan Tora semakin memburuk. para perawat berlarian masuk ke dalam ruangan operasi." ada apa dengan suamiku kenapa perawat perawat itu masuk ke dalam ruangan operasi dengan tergesa-gesa" ucap ibu Maria pelan.


''Ayah, ayah harus kuat, Aku harus menelpon Randi'' ibu maria pun mengangkat ponselnya dan segera menghubungi anaknya namun ia urungkan niatnya karena Ia baru ingat kalau anak dan menantunya sedang dalm masalah.


Di dalam ruang operasi ''Dokter, denyut nadi pasien melemah'' suara dari seorang yang memantau layar monitor.


sementara di alam bawa sadar tuan Tora, Ia sedang di tarikn oleh kedua cucunya untuk ikut mereka bermain, terdengar suara tawa kedua bocah itu dengan penuh riang.


''Opa... Opa...'' kedua anak itu memanggil.


''Kalian berdua sedang apa disini?''


''Ayo main dengan kami'' dan Tuan tora pun mengangguk, ''ayo opa ikut kami'' tuan tora pun ikut dengan mereka, hingga Rony dan Rani mengajak tuan tora masuk kedalam tempat yang gelap.


''Tempat apa ini kenapa gelap Roni, Rani'' ucap Tuan Tora. Ayo opa ikut kita ini tempat kita''


''Tidak opa mau ke tempat yang ada cahaya'' ketika tuan Tora memaksa berjalan ke tempat yang bercahaya di halangi oleh Rony, "Opa kami sendirian opa tidak mau menemani kami opa"lalu wajah Rony hilang.


"Tidak cucuku sudah tidak ada" dan Dia tetap berusasaha agar bisa masuk ke tempat yang ada cahayanya.


"Denyutnya kembali normal" kata seorang perawat.


Diluar ruangan oprasi ibu Maria tak hentinya mendoakan suaminya. ketika Ia sedang menanti kabar dari ruang operasi dan berharap semua dokter keluar dengan kabar bahagia Randi datang dengan wajah yang sudah tidak betul.


"Randi kamu kenapa? dimana istri kamu? apa kalian masih bertengkar?" tanya ibu Maria yang melihat anaknya.


Randi pun hanya diam Dia belum bisa menjelaskan kepada ibunya.


bersambung....


jangan lupa Like, hadiah dan votenya penggemar setiaku.


Terima kasih karena kalian memang para readers luar biasa.


love...love...love..... untuk kalian.

__ADS_1


__ADS_2