
"mama kan nanti nyusul mereka mah, papa harus meyelesaikan pekerjaan dulu" kata Tuan Rudi.
saat mereka tenga berpeluk-pelukan asisten Ando datang. "Tuan maaf saya terlambat"
"Tidak apa-apa Ando, kamu tolong yah lihat perusahaan, jika ada masalah hubungi aku"
"Iya tuan"
"Maaf Tuan ini ada hadiah dari Adik ipar anda untuk tuan dan nyonya semoga bermanfaat katanya." kata Ando sambil menyerahkan paper bag"
"Apa ini ando?" tanya Kris yang bingung.
"Nanti sampai di sana baru Tuan dan Nyonya lihat isinya, itu saran dari Adik ipar anda Tuan"
"Fani?" tanya keduanya yang bingung.
"Iya Tuan"
"Yah baiklah kalau begitu kami jalan dulu"
"Iya nak kalian hatinya" kata Tuan Andi. lalu mereka pun berjalan masuk kedalam bandara tersebut.Tuan Rudi dan yang lainnya yang menatap anak dan menantu Mereka masuk kesalam ruangan tunggu.
"Maaf Tuan Andi saya harus pergi lebih dahulu saya harus perusahaan" kata Tuan Rudi
"Baiklah hati-hati di jalan Tuan"
"Bu Mira nanti kalau ada waktu kita ketemuannya Bu"
"Iya bu"
"Asisten Ando apa kau juga mau kembali? tanya Tuan Rudi.
"Iya Tuan"
"kalau begitu kita sama-sama saja, saya juga mau mengecek peruahaan"
"Iya benar, papa lebih baik sama Ando soalnya mama lagi ada janji sama mamanua Elsa."
" Tuan Nyonya kami permisi dulu" kata Ando kepada tuan Andi dan ibu Mira.
" ya kalian hati-hati di jalan" kata tuan Andi dan akhirnya Tuan Rudi bersama istri dan asisten Ando pun pergi meninggalkan bandara tersebut.
" Ayah Jam berapa pesawat Richard sampai?"
" tunggu Bu sekitar 20 menit lagi"
" kalau begitu lebih baik kita pergi sarapan dulu tadi kan kita buru-buru takut Macet di jalan"
" Ya sudah bu ayo" kata tuan Andi yang setuju dengan istrinya lalu mereka pun menuju kafe yang berada di bandara tersebut.
semantara di ruang tunggu Yuni dan Kris duduk bersebelahan. "Sayang 20 menit lagi kita menuju pesawat" Kata Kris mengingatkan Yuni.
"iya sayang"
"Kamu senang sayang?"
"Iya aku senang banget" Ucap Yuni sambil menggengam tangan Kris dengan erat. namun tiba-tiba ponsel Yuni berdering, Yuni pun segera melihat layar benda pipih itu.
__ADS_1
"siapa yang telpon sayang?"
"Fani sayang"
"halo kak, sudah terima paperbag yang di kasih Ando belum?"
"ini" ucap Yuni sambil menunjukan paper bag itu.
"Oke pokoknya jangan di buka dulu, kalau sudah tiba di sana baru kakak dan Kak Kris boleh membuka paperbag itu"
" Iya terima kasih adikku yang baik hati" ucap Yuni.
" sama-sama kakakku yang paling cantik sedunia"
"mulai deh, ya sudah dek kakak sama kak Kris udah mau naik pesawat"
"Iya kak, salam kak kris yah"
"Iya nanti kakak sampaikan" lalu mereka berdua pun mengakhiri percakapan mereka.
" sayang kamu dapat salam tuh dari adik ipar kamu"
"Iya, Ya sudah ayo sayang" jawab Kris lalu mengajak Yuni menuju pesawat.
*****
Cindy yang kini berada di halaman rumah milik tuan Tora, Ia turun dari mobilnya dan segera mengetuk pintu rumah tuan Tora.
Tok....
tok...
tok...
saat ia ingin kembali ke mobil ada tetangga tuan tora yang menghampiri Ia. "Maaf Nona mau cari siapa?"
"saya mencari ibu Maria dan suaminya" ucapnya
"Ooh tuan Tora sedang di rawat di rumah sakit, kalau ibu Maria baru saja naik taksi sepertinya menuju ruamh sakit.
"apa ibu tahu kira rumah sakit mana?"
"saya kurang tahu, tapi tunggu sedikit lagi pasti anaknya yang laki-laki sedikit lagi akan pulang"
"Baiklah bu kalau begitu terima kasih" lalu tetangga tuan Tora pun pergieninggalkan Cindy.
"Aku lebih baik menunggu di mobil saja" ucapnya pelan dan berjalan menuju mobilnya.
********
sementara ibu Maria dan Atika di perjalanan menuju mobil. "Tika kamu kenapa wajah kamu kok pucat sayang?"
"Aku nggak tahu bu perasaan aku nggak enak dari semalam, nggak bisa tidur"
"Mungkin bawaan hamil, nanti sampai di rumah sakit lebih baik kamu ikut Randi pulang yah supaya kamu bisa beristirahat"
"Iya bu terima kasih"
__ADS_1
"kamu itu menantu ibu, ibu tidak mau melakukan kesalahan yang sama, dulu ibu terlalu jahat pada Yuni sehingga rumah tangga Yuni dan Randi jadi berantakan, kamu kalau ada masalah ceritanya sama ibu"
"Iya bu"
"Oh ya kamu itu masih punya orang tua atau tidak?"
"Aku masih punya ibu, Bu kalau ayah sudah lama meninggal waktu aku masih sekolah"
"Ibu turut berbela sungkawa ya, terus ibu kamu dimana? kenapa kamu sama Randi nggak ajak ibu kamu tinggal sama kamu?"
"Ibu nggak mau bu, ibu takut ngerepotin kadi ibu memilih tinggal di kampung"
"Kamu harus sering kunjungi ibuMu kalau ada waktu"
"Iya bu"
"Ngomong- ngomong kamu sama Cindy itu saudaraan bagaimana?"
"Cindy itu anaknya om saya bu, ayahnya sama ibu saya saudaraan, Om saya meninggal sama-sama dengan ayah saya mereka terjebak di tengah lautan ayah saya seorang nelayan dulunya, Ibunya Cindy entah pergi kemana nggak pernah balik kampung, Cindy akhirnya tinggal bersama dengan saudara ibunya karena ia lebih dekat keluarga ibunya, yang lebih kaya dari pada keluarga Ibu yang hidupnya pas-pasan"
"Jadi gitu yah ceritanya, ibu dengar cerita kamu tentang Dia ko ibu jadi mirisnya pantas aja sifat Cindy seperti itu" kata Ibu Maria, Atika pun hanya mengangguk.
"Tika kita udah nyampe rumah sakit ayo turun" ajak Ibu Maria.
"Iya bu" lalu mereka pun turun dari taksi tersebut dan berjalan masuk menuju rumah sakit.
"Randi,Nadia" sapa Bu Maria.
"ibu,Tika kalian sudah datang"
"Iya, sana cuci mukamu Nadia"
"Mas"
"Tika kamu kenapa kok wajah kamu pucat"
" Oh iya Randy Kamu pulang nanti sekalian bawa Atika, dia kurang istirahat semalam mungkin karena bawaan bayi"
" apa kamu nggak apa apa Atika?"
" Iya Mas aku nggak apa-apa hanya aku semalam gak bisa tidur perasaanku nggak enak, aku kepikiran ibu terus"
" Apa kamu sudah menghubungi Ibu?"
" sudah tapi Ibu ponselnya nggak aktif"
" coba kamu hubungi lagi mungkin tadi ibu belum bangun" kata Randy kepada Atika, Atika pun lalu mengambil ponselnya dan mencoba hubungi lagi Ibunya.
setelah beberapa saat Atika menghubungi namun ponsel ibunya tak aktif juga " Bagaimana Apakah sudah bisa terhubung?" tanya Randy kepada Atika.
" belum mas ponsel ibu belum juga aktif, aku takut terjadi sesuatu sama ibu"
Bersambung....
jangan lupa Like, hadiah dan votenya penggemar setiaku.
Terima kasih karena kalian memang para readers luar biasa.
__ADS_1
love...love...love..... untuk kalian.