
" Halo Paman salam kenal" kata Yuni dan Christian secara bersamaan.
"wah ternyata Aku mempunyai ponakan yang cantik-cantik rupanya, Kalian berdua sangat cocok"
"Terima kasih paman atas pujiannya"
"Yuni, ini istri Ricard dan yang itu ibunya Ricard" kata Tuan Andi memperkenalkan keluarga Ricard.
"Hari sudah mulai sore lebih baik kita siap-siap menyambut calon besan kita" kata Ibu Mira.
"Ia benar" Sambung ibu Tamara.
"Oh, yah betul dimana Fani?"
"Fani juga sedang bersiap-siap dikamarnya"
"Pasti Dia gugup hari ini" ucap Ibu Tamara dan mereka semua bergegas kekamar untuk mempersiapkan diri mereka.
Waktu yang di tunggu akhirnya tiba orang tua Ando datang untuk bertemu dengan orang tua Fani mereka merencanakan pernikahan dalam minggu ini.
Fani dan Ando sangat senang dan mereka sedan bersama-sama dengan Ricard menceritakan masa musa mereka.
saat semuanya sedang asyik bercerita tiba kepala Yuni terasa pusing seketika matanya menjadi gelap.
BRUUUUK Yuni terjatuh beruntung Kris dengannya dan dengan sigap Kris langsung menangkapnya.
Kristian yang panik langsung membaaa istrinya naik mobil dan membawa Yuni kerumah sakit sementara yuan Andi dan lainnya masih bingung dengan apa yang terjadi.
Ibu Tamara yang mengerti situasinya saat ini menyuruh ibu Mira tenang dan biar Dia dan Dion yang mengikuti kerumah sakit.
Fan dan Ando yang mengetahui kalau Kakak mereka pingsan menjadi panik.
"Sudah kalian lanjutkan saja ibu Tamara dan paman Dion susah mengikuti kakak kalian kita berdoa saja semoga Kakakmu baik-baik saja"
"Iya bu"
sementara di klinik terdekat dokter sedang memeriksa Yuni Kristian pun gelisah menanti kabar istrinya.
"Kris kamu yang sabar Yuni pasti baik-baik saja" kata Ibu Tamara.
"Iya terima kasih Ibu" setelah beberapa aaat menunggu akhirnya dokter keluar.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya?"
"selamat pak"
"selamat atas apa Dokter istri saya sedang sakit tapi Anda menyelamati saya maksud Anda apa ?" kata Kris yang kesal.
"Maaf pak maksud aaya selamat karena Ansa akan menjadi seorang ayah"
"Apa Doktet apa itu benar ?? Dokter tidak salah bicarakan?"
"iya pak"
"apa saya sudah boleh masuk menemui istri saya?"
"Tentu saja boleh"
Kristian pun segera masuk kedalam ruangan Ia langsung mengecup kepala istrinya dan perut sang istri.
Yuni yang mulai sadarpun heran melihat tinggah suaminya.
"sayang ini dimana?"
__ADS_1
"di klinik sayang, tadi kamu pingsan"
" aah iya Aku ingat kepalaku tadi tiba-tiba pusing, terus kamu kenapa cium-cium perutku terus sayang?"
"mulai sekarang kamu tidak boleh kerja yang berat-berat disini sudah ada Junior kita"
"Maksud kamu Aku hamil sayang?"
"Iya"
"Apa itu benar Dokter?"
"Iya ibu. sedikit lagi dokter kandungan akan tiba Dia yang akan memeriksa lebih detailnya" kata Dokter yang memeriksa.
"Baik Dokter terima kasih"
Yunipun menangis terharu mendengar apa yang di katakan Dokter.
"Sayang sebentar lagi kita mau punya bayi" Kristian pun hanya mengangguk dan mengusap airmata Yuni.
"Terima kasih sayang" ucap Kristian.
tak lama keluarga Yuni datang.
"Kak Kris ka Yuni kenapa ?" tanya Fani yang heran melihat kedua orang itu sedang menangis.
"Kalian kenapa disini? seharusnya kalian tetap dirumah kasihan orang tua Ando" kata Kris.
"Tidak apa-apa Tuan"
"Jangan panggil Aku Tuan lagi sebentar lagi kamu sudah menjadi suami dari Adik iparku panggil seperti Dia panggil Aku"
"Baik tu... Ehh maaf kakak"
"permisi" seorang Dokter datang lagi untuk memeriksa Yuni.
"Pak ini Dokter kandungan yang saya maksud"
"ooh iya baik Dokter terima kasih"
"sama-sama kalau begitu saya permisi dulu"
"Baik dokter"
"Maaf bisakah yang lainnya keluar dari ruangan saya ingin memeriksa pasien"
Ando, Fani dan yang lainnya akhir keluar dari ruangan.
"Bibi apa itu berarti kak Yuni sedang mengandung?"
"Iya sayang "
"Aah syukurlah Aku sangat bahagia semoga semunga baik-baik saja dan Aku berharap semoga kak Yuni di jauhkan dari hal-hal yang buruk"
"Amin sayang"
"Ayah dan ibumu dimana Fani ?" tanya Tuan Dion
"sedikit lagi Ayah dan ibu tiba"
tak lama pun tuan Andi bersama istrinya tiba.
"Fani bagaimana kakakmu?"
__ADS_1
"Tenang bu kakak baik-baik saja hanya saja ibu sebentar lagi akan mendapatkan cucu dari kakak"
"Benarkah?"
"iya Bu"
sementara di dalam ruangan tempat Yuni sedang diperiksa Christian dengan setia menemani istrinya tersebut.
"selamat yah Tuan istri Anda memang sedang mengandung usia kehamilannya sudah 6 minggu" kata dokter sambil melihat layar monitor kecil.
"Denyut jantungnya Normal"
"Terima kasih Dokter"
" karena ini baru awal kehamilan Saya harap Ibu Yuni jangan terlalu kecapekan atau banyak beraktivitas"
"Iya Dok" jawab Yuni.
"ini saya buatkan resep vitamin nanti di tebusnya tuan" kata dokter sambil memberikan sepotong kertas untuk Christian.
" Baiklah kalau begitu saya permisi dulu tuan"
"Iya sekali lagi terima kasih Dokter"
"Sama-sama tuan" dokter pun segera meninggalkan Cristian dan Yuni di dalam ruangan itu.
"sayang Aku nggak menyangka secepat ini Tuhan kasih kepercayaan buat kita" kata Christian
"Iya"
"Mulai sekarang kalau kamu mau apa-apa tinggal bilang yah sayang dan aku nggak ngijinin kamu kerja lagi"
"Kris selamat yah"
"Ibu, Ayah kalian semua ada disini?"
"Iya mana mungkin kami tidak kesini kami semua cemas dengan Yuni" jawab ibu Mira.
"Maaf sudah membuat kalian semua cemas" kata Yuni.
"sudah-sudah lebih baik sekarang kalian hubungi orangtuaMu Kris kasih tahu kabar bahagia ini"
"Iya bu" Kristian pun mengambil ponselnya dan segera menghubungi orangtuanya setelah selesai menghubungi Fani dan Ando menawarkan bantuan.
"Kak mana resepnya biar Aku dan Ando yang menebusnya"
"Sudah tidak usah nanti saat pulang baru sekalian Aku dan Yuni mengambilnya di apotik"
"Ya sudah kalau begitu sekarang kita sudah tahu kalau Yuni baik-baik saja kalau begitu Ibu dan yang lainnya pamit yah"
"Iya bu terima kasih" Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan klinik itu dan tertinggal cuma Christian dan Yuni.
"Sayang kamu mau makan apa biar aku suru bibi dirumah buatkan untukmu?"
"tidak sayang Aku mau pulang sekarang kerumah kita"
"iya ya sudah tunggu sebentar Aku ambilkan kursi roda untukmu"
"Kursi roda? tidak usah sayang Aku masih bisa jalan sendiri"
"Jangan membantah" walaupun ia merasa kesal namun ia tidak membantah Apa yang dilakukan oleh Christian karena ia tahu Christian tidak mau Sesuatu terjadi kepada anaknya apalagi ia sulit untuk mendapatkan keturunan.
"kita ke bagian Administrasi yah urus administrasinya dulu Setelah itu kita kebagian Apotek baru pulang ya sayang"
__ADS_1
" iya, tadi Kamu kenapa menolak bantuan dari Fani tadi sayang?"
"Aku mau anak kita ini Aku yang mengurus sendiri segala sesuatu yang berkaitan dengan Dia"