
sementara pagi ini di kantor polisi Ando yang di minta tolong Kris untuk datang ke kantor polisi untuk menanyakan yang pasti kejadian tentang Nadia dan pelaku penabarakan tersebut
"Selamat pagi pak saya dari pihak keluarga Lie ingin menanyakan tentang pelaku penabrakan tersebut" kata Ando.
"Oh mari pak begini pagi ini akan melakukan penakapan pada Saudari Cindi, Cindi sekarang adalah orang yang memimpin orang para pengedar obat-obat terlarang, kemarin salah satu anak buahnya tertangkap dan mengatakan kalau bos besar mereka sudah meninggal dan yang menggati bos mereka adalah wanita yang bernama Cindi"
"itu berarti wanita ini bukan wanita yang biasa saja? Dia mempunya banyak jaringan apa bapa perlu bantuan untuk menangkap Dia kami siap membantu"
"terima kasih kalau begitu mari ikut bersama" kata polisi tersebut, Ando pun menyetujui.
*****
Cindy yang sedang duduk disofa yang tersedia dikamar menanti Randi yang mulai terbangun Randi dalam dua hari ini tubunya selalu di suntik obat-obatan.
"Cindy aku kenapa badanku terasa berat?" kata Randi yang mulai sadar dari tidurnya.
"kamu tenang Mas nanti kamu akan terbiasa"
"Maksud kamu apa Cindy?" tanya Randi yang masih belum mengerti dengan ucapan Cindi.
"Nanti kamu akan tahu, ayo sekarang bangun Mas kita harus keapartemenku"
"Cindy tunggu dimana Atika dan Ibunya kamu nggak apa-apakan mereka?"
"Mereka sudah diurus oleh anak buahku dan jangan harap kamu bisa ketemu lagi dengan Atika"
"Maksud kamu apa Cindi? kamu sudah janji padaku kamu akan melepaskan Atika jika aku menuruti semua keinginanmu"
"Aku nggak pernah janji Mas, dan aki sudah melepaskan Atika dan ibunya tapi alu melepaskannya kedalam jurang" kata Cindi Randi yang mendengar kata-kata dari Cindi pun mengepalkan tangannya Ia pun bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke arah Cindi yang memainkan ponselnya.
Randi yang menaruh tangannya di leher Cindi, Cindi yang berpikir Randi akan menciumnya ternyata salah Randi malah m**c*k*k leher Cindi, Ia berusaha melepaskan tangan Randi namun ia juga tak bisa melepaskan karena tenaga yang ia miliki tak sebanding dengan Randi.
Randi bagai orang yang kerasukan Ia tetap kekeh dengan semua kekuatan yang Ia miliki, setelah beberam menit tubuh Cindy sudah tak melakukan pergerakan lagi.
"Apa yang sudah aku lakukan" Ucapnya yang melihat Cindi sudah tak bernyawa lagi, tangannya bergetar napasnya memburu.
"Aku, harus segera pergi dari tempat ini tapi bagaimana caranya? di luar sana banyak anak buahnya yang berjaga, Lebih baik aku manfaatkan ponsel milik Cindy" kata Randy.
__ADS_1
Randy pun akhirnya melihat ke arah luar dan memanfaatkan ponsel milik Cindy untuk menyuruh anak buahnya pergi dari tempat itu.
setelah Ia mengirimkan pesan kepada anak buah Cindi dan melihat semua pergi dari tempat itu ia berusaha pergi dari tempat itu.
namun sayang tempat itu telah di kepung oleh pihak kepolisian bahkan anak buah Cindi sudah di tangkap, Randi yang berusaha kabur pun akhirnya ditangkap.
setelah di tangkap Ia Ia di bawah ke kantor polisi Ando yang ikut bersama-sama dengan kepolisian pun
"Aku tidak menyangka kejadian yang menimpa mantan suami nyonya Yuni" batin Ando.
"Pak apa saya bisa bertemu dengan Pak Randi?"
"Silahkan mari saya antarkan" mereka pun berjalan menemui Randi setelah beberapa menit menunggu akhirnya Randi datang menemui mereka.
"Maaf pak bisa kita bicara sebentar" kata Ando.
"apa yang kamu mau bicarakan, apa nyonyamu ingin menghinaku?"
"bukan seperti itu, Nyonya dan tuan sudah berangkat ke luar negeri dari kemarin mereka tidak tahu soal kejadian ini, hanya saja saya turut prihatin dengan kejadian yang menimpa keluarga anda"
"Baik pak Randi saya akan bicarakan kepada nyonya Yuni, apa masih ada yang tuan ingin sampaikan?"
"Katakan kepada ia juga bahwa anak angkatnya sekarang menjadi incaran jadi suruh Dia berhati-hati"
"Maksud anda Rein dari mana anda tahu soal Rein apa anda yang ingin menculik Rein?"
"bukan Aku tapi ada seorang pria yang bernama Sandro"
"Baik pak terima kaaih atas informasi ini"
"Ando tolong kamu sampaikan kepada Yuni jangan sakiti keluargaku, biarkan ayah, ibu dan adikku bahagia"
"apa anda tidak tahu kalau adik anda telah di tangkap dan di masukkan kedalam tahanan?"
"Maksud anda apa?"
"Nona Nadia telah membunuh seorang pria dan Dia berkata kalau pria itu adalah pelaku penabrakan putra dan putri anda"
__ADS_1
"apa? aku tidak tahu sama sekali,aku tidak bisa berbuat apa-apa sejak aku tahan oleh Cindi, setiap kali aku sadar aku selalu di suntik"
"Ya, Dia menyuntikan obat-obat terlarang dan berdosis tinggi ke tubuh anda, maaf pak Randi saya harus permisi masih ada urusan yang harus saya kerjakan" Ando pun pergi meninggalkan tempat itu sementara Randi di bawah masuk kembali kedalam tahanan.
Ando yang sudah di mobilnya berusaha menghubungi Kris dan Yuni, setelah beberapa saat menghubungi akhirnya Kris mengangkat telponnya.
"Maaf mengganggu waktu anda Tuan"
"Ya Ando tidak apa, apa ada masalah dengan perusahaan Ando?"
"Bukan tuan tapi pak Randi"
"Ada apa dengan pria itu?
"Begini tuan pak Randi telah di tangkap oleh pihak kepolisian karena telah membunuh Cindi, Sebenar ada yang beliau sampaikan kepada nyonya Dia meminta tolong agar kedua orang tuanya jangan di sakiti dan memyuruh berhati-hati karena anak angkatnya Rein sedang menjadi target pencilikan oleh seorang pria yang bernama sandro"
"Baiklah terima kasih Ando, begini saja Ando kamu urus semua biaya rumah sakit orang tua Randi dan kamu berikan mereka Uang untuk mereka membuka usahanya lagi dan katakan jangan pernah ganggu keluarga Yuni lagi"
"Baik tuan akan saya lakukan"
"Baik Ando terima kasih" mereka pun menghakhiri percakapannya.
Ando segera menuju kerumah sakit tempat tuan tora di rawat.
"permisi saya mau ke ruangan tuan Tora beliau di rawat di kamar yang mana?" tanya Ando ke seorang resepsionis.
"Belia di rawat di kamar melati nomor 7 pak"
"baiklah terima kasih"
Ando pun berjalan menuju kamar tuan tora setelah tiba di kamar tuan Tora. Ia melihat ibu Maria dan tuan Tora. "permisi tuan dan nyonya"
"maaf anda siapa?" tanya ibu Maria.
"perkenalkan saya asisten tuan Kris dan Nyonya Yuni"
"ada perlu apa?" tanya tuan Tora dengan nada yang dingin.
__ADS_1