Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Pukulan Dari Juna


__ADS_3

Altea menatap bingung Matteo , Dia belum mengatakan apa apa kepada Matteo . Tapi Matteo melajukan Mobilnya ke Kampus Altea. dan Berhenti di depan Kampus.


"Tuan.... Ahh kak Matteo Tau dari mana aku Kuliah disini?" meminta penjelasan dari Matteo dia menatap Curiga kearah Matteo.


Matteo yang sudah tau Altea kuliah di kampusnya dulu Merasa gelagapan, tidak mungkin dia mengatakan dia sudah tau dari awal Bisa bisa Hancur reputasinya jika Altea Tau .


"Apa kamu lupa sedang memakai Almamater ? " balas Matteo seraya melirik sebentar kearah Altea.


Jawaban itulah salah satu penyelamat bagi Matteo,


"Oh iya Maaf, Terimakasih kak Aku masuk dulu" ucap Altea.


Matteo Memutar balik Arah mobil nya ke apartemennya, untuk mengganti Pakaiannya . Dia mengirim pesan kepada Daniel Bahwa dia datang terlambat .


Biar bagaimana juga dia adalah Karyawan di perusahaan Daniel.


Didalam Apartemen Daniel Masih bergelut dengan selimut dan Bantalnya


Dia membaca pesan dari Matteo


"Maaf aku datang terlambat hari ini,Semalam aku mabuk"


Tidak masalah Bagi Daniel , Toh dia juga tidak berencana ke Kantor Hari ini.


Dan dia mengingat tidak ada Agenda penting atau mendadak Hari ini.


"Istirahatlah Hari ini, tidak usah masuk. aku sedang berbaik hati, segala pekerjaan mu akan aku handle hari ini" isi balasan pesan dari Daniel.


Matteo yang menerima pesan tersebut Senyum dan merasa senang .


****


Flashback...


Setelah pulang dari hotel ,Ratna duduk di sofa dengan Wajah sedihnya, dia mengingat pertemuannya dengan putra kesayangannya tadi siang .


Guratan kesedihan tergambar jelas diwajahnya.


Dia masuk ke kamar dan Istirahat , Jam 00.00 WIB , David tiba dirumah setelah melakukan penerbangan dari Sidney,Australia


Dia membuka pintu kamar dan mendapati Istrinya tertidur pulas. Dia mendekat dan memberikan kecupan di dahi istrinya.


Dahinya mengkerut mendapati Pipi Ratna Basah . Tergambar jelas bahwa Ratna baru saja menangis.


***


Flash on...


Pagi hari dia bangun mendapati istrinya tengah menunggu dimeja makan Bersama dengan Diva anak perempuannya.


Diva pamit berangkat ke kampus diantar supir.


Setelah Dia menghubungi Matteo berulang kali namum HP Matteo Tidak bisa dihubungi.


"Aku berangkat dengan pak Mul saja, kak Matteo mungkin lupa dengan Tugas barunya mengantar aku setiap pagi" Gumam Diva


"Sepertinya ada yang berbeda dengan mu hari ini", Ucap David sambil meraih pundak istrinya.


"Matteo pa.... "Ucap Ratna Sendu

__ADS_1


" Kenapa lagi anak itu? tanya david datar


Ratna menceritakan kejadian saat Bertemu dengan Matteo di pertemuan Investor di Hotel.


"Jika aku yang bertemu dengan anak itu Akan ku seret dia keluar, Buat malu ! " Ucap David sambil meletakkan Garpu dari tangannya


"Pah sampai kapan harus seperti ini? harus ada yang mengalah pah..." ucap Ratna dengan Deraian Air mata yang tidak dapat dibendungnya lagi .


"Aku sudah berusaha membentuknya Jadi Emas Agar berharga, Tapi dia sendiri lebih memilih besi biar di injak injak orang"


Ucap David penuh penekanan.


"Aku sudah Rela jika diluar banyak orang yang memandang rendah aku, Tapi Jangan Anakku "


Balas Ratna sambil menghapus air matanya Dia berlalu ke kamar menghindari perdebatan Dengan Suaminya.


Sakit Rasanya Melihat istrinya menangis diusia yang sudah menginjak setengah Abad.


Hidup Bergelimang Harta tidak membuat mereka sepenuhnya bahagia.


Akibat Salah didik dan hidup bergelimang Harta itulah membuat Matteo salah mengambil Jalan.


David Merasa gagal sebagai orang tua.


"Aku berangkat pah... ucap Juna yang sedari tadi menyaksikan perdebatan orang tua nya .


"Hati Hati ... ucap sang ayah sambil menepuk bahu anak sulungnya itu .


Juna masuk ke mobil ,hendak ke Kantornya. sejenak dia mengepalkan Tangannya mengingat Air Mata ibu nya tadi pagi. Dia memutar arah,


Menahan Geramnya dia pergi ke kantor Daniel untuk menemui Adiknya Matteo . Ingin sekali dia Menghajar adiknya itu sekarang.


Akhirnya dia melacak GPS Adiknya. Melalui ponsel nya. Dia menahan Gemuruh di hatinya melihat bahwa Daniel Di Apartemen House Print.


Setelah bertanya ke Receptions ,Akhirnya dia menemukan dilantai berapa Apartemen adiknya. Dia juga terkejut mengetahui bahwa apartemen itu Atas nama Matteo Mahaprana.


Di sana tidak ada tertera status pengunjung, Tapi Pemilik.


Menaiki lift Dia tiba di depan Apartemen Matteo. Menekan Bel beberapa kali tidak ada sahutan. Setelah Beberapa lama pintu terbuka Maka tampaklah Wajah lelah Matteo.


"Ada apa ? Tanya ketus Mateo kepada kakaknya .


Sekuat tenaga juna menahan emosinya,tapi tidak bisa .


Bughh... Bugh...Bugh....


Juna menghajar Matteo dengan pukulan.


Matteo tidak membalas sama sekali. Dia masih menghargai kakaknya .


"Aku bersedia melepas Jabatan CEO itu untuk mu detik ini juga , Dengan syarat Lepaskan Masa lalu Bodoh mu ini


Jangan buat malu keluarga Mahaprana !!!! "


Ucap Juna sambil memegang kerah Baju Matteo dan menekankan Kalimatnya .


"Baguslah ..... Ucap Matteo ,sejenak Juna Melepas Cengkeramannya.


"Tapi aku Tidak butuh jabatan itu! Ucap Matteo lagi sambil memandang sinis ke Arah Juna.

__ADS_1


"Temui Mama sekarang dan meminta maaf lah ! akibat tingkah konyol mu ini mama dan papa bertengkar dan mama menangis !! kaulah penyebab nya .


"Mengapa Tidak kau saja yang meminta maaf dan mewakilkan aku Tuan Juna Mahaprana!!!"


Matteo Menekankan kalimatnya,dan memandang Juna dengan tatapan tajam bak mata pisau .


"Keluarlah ! Aku tidak Butuh Nasehat mu!


Ucap Matteo


Juna keluar menahan gemuruh dihatinya. Emosinya meluap-luap saat adiknya menolak mentah Jabatan itu .


Dengan Matteo menolak Jabatan CEO, itu artinya Matteo tetaplah jadi Matteo yang dulu .Tidak ada perubahan sama sekali.


Juna sempat berpikir Bahwa Dengan Matteo bekerja dibawah tekanan Daniel akan membuka pola pikir Matteo.Ternyata dugaannya salah.


Melajukan Mobilnya Matteo pergi ke kampus Diva, sesampainya di sana ,Matteo menangkap sosok wanita yang mengisi hari harinya akhir akhir ini. Senyum manis mengembang di wajahnya .


.


.


.


"Hai ... sapa Matteo.


Altea terkejut melihat Matteo ada di kampusnya.


"Hai Tuan matteo, Ahh Kak Mateo" sapa Altea.


"Ingin pulang ? tanya Matteo


"iya kak.. balas Altea


"Ayok aku antar, aku mau ke rumah mu" ucap Matteo seraya meninggalkan Altea yang masih menatap punggung Matteo.


Matteo membuka pintu mobil dan berdiri menunggu altea masuk.


"Berapa jam lagi ? tanya Mateo Ketus


"Seketika Altea berlari kecil dan masuk ke mobil Matteo"


Hening sejenak,


"Kakak ngapain ke rumah saya ? tanya Altea ketus


"Aku melupakan Jas dan kemejaku dikamar mu" Ucap Matteo.


Alasan itulah yang digunakan Matteo. Jika bisa jujur Matteo Nyaman berada di samping Altea,Tapi Matteo tidak menyadari itu. Dan Altea juga tidak menyadari itu.


"Aku tidak janji Pakaian mu masih ada atau tidak" ucap Altea


"Mengapa? tanya Matteo


"Mungkin Ibu sudah memasukkannya ke mesin Cuci" jawab Altea Ragu ragu.


Bersambung....


Haloo Reader...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA.... 🤗🤗🤗🤗😘😘


__ADS_2