Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Tetangga?


__ADS_3

Siang ini Altea memutuskan untuk membeli oleh oleh yang bisa di bawa pulang ke tanah air.


Satu Minggu lamanya keluarga kecil itu menghabiskan waktu di barcelona dan hari ini mereka menyepakati bahwa esok pagi mereka akan pulang.


Altea sebenarnya tidak terlalu suka berbelanja. Baginya itu hanya menghamburkan uang saja. Belilah mana yang memang di butuhkan begitu istilah yang dia depankan selalu.


Akan tetapi dia tidak mau mengecewakan Ratna mama mertuanya kemarin dia berpesan ingin dibelikan oleh oleh.


"Mama kira kira suka apa ya " Altea melihat lihat jejeran tas branded original yang berada di balik etalase kaca tebal yang tersusun rapi.


"beli saja apa yang ingin kamu beli sayang. mama pasti suka" Matteo setia berada di samping altea.


Satu tangan kekarnya menggendong Thiago dan satunya memegang tangan Altea seolah takut kehilangan.


Wanita itu mulai menebak kira kira warna apa yang di sukai mertuanya. Tapi nihil. Altea tidak bisa menebak.


"Aha....Sayang.. boleh aku beli dua? " Dia mengangkat jarinya dua sambil tersenyum kecut kearah Matteo.


"Kamu beli satu toko ini juga tidak ada masalah... " Ucap Matteo dengan santai tanpa beban. "Gunakan kartu yang sudah kuberikan... ". Dia memperbaiki posisi Thiago. Bayi itu sudah sangat aktif ketika melihat sesuatu yang menurutnya menarik. Hingga terkadang dia mulai meronta dari gendongan Daddy nya. Memainkan kedua tangan menyapa semua orang.


Baiklah baiklah... uang mu kan banyak sekali.


"Aku akan memilih sepatu untuk Thiago sebentar.." Ucap Matteo menunjuk rak sepatu branded anak anak yang tersusun rapi.


"Iya sayang" Altea melanjutkan memilih tas untuk mertuanya.


Sedangkan Matteo sudah berbalik untuk memilih sepatu untuk Thiago.


Dia dengan teliti memperhatikan sepatu mungil yang berjejer.


Ya. Semenjak Thiago lahir Matteo selalu menempatkan dirinya pada anaknya. Dia sendiri yang akan memilih baju untuk thiago. dan juga keperluan lain.


Dia akan memilih barang untuk thiago sesuai seleranya.


Harga barang yang menempel di tubuh Thiago bahkan sama nominalnya dengan barang yang menempel di tubuhnya.


Matteo suka membeli barang barang ORI yang harganya fantastis diluar akal sehat manusia hanya untuk anak laki laki kecil nya yang bahkan belum bisa berjalan.


Begitulah dia mencintai anaknya.


"Maaf tuan biarkan si kecil kita saja yang jaga " ucap dua perawat yang di kawal dengan beberapa orang.


Matteo tampak ragu. "Baiklah. Tapi kalian jangan jauh dari istri saya".


Matteo melanjutkan kesibukannya.


Anakku akan sangat tampan memakai ini..


Tampak sudut bibir Matteo membentuk senyum tipis.


Dia sudah ingin memegang ujung sepatu. Namun suara jeritan kecil terdengar dari belakangnya.


"Aich tolong aku .." Tampak seorang wanita berusaha melepaskan sesuatu di tangannya.


Matteo yang terkejut spontan memegang tangan wanita itu. Dia memeriksa telapak tangan wanita itu sedikit mengeluarkan darah.


"Hai ternyata itu kamu" Wanita itu mengibaskan rambutnya dan menatap wajah Matteo.


Tampak Matteo memperhatikan dengan Seksama.


Dimana dia pernah melihat wanita ini?


"Aku tetangga baru mu. yang kemarin menyapa mu. Kamu liburan ya kesini" . Raut wajah Matteo susah di tebak.


Namun dia membuang pelan kancing peniti yang tadi menancap di telapak tangan wanita itu.

__ADS_1


"Tetangga? "Raut wajah Matteo biasa saja.


Akhirnya dia ingat jika wanita ini pernah menyapanya di kompleks perumahan.


Matteo tampak mengangguk sebentar lalu menoleh saat Altea memanggilnya. "Sayang sudah selesai kah? dimana Thiago?" Altea melihat kanan kiri.


"Thiago disana. ". Menunjuk dua perawat bersama pengawal yang tidak terlalu jauh.


"Kamu sudah selesai?" Matteo menarik lembut tangan Altea meninggalkan wanita itu. Tidak tertarik sama sekali untuk melanjutkan percakapan meskipun dia tetangga mereka.


Tampak dari kejauhan wanita itu mengepalkan tangan. Raut wajahnya pias tanda ada yang bergejolak di dalam tubuhnya.


"Siapa dia tadi? " Altea bertanya saat mereka sudah selesai membayar tagihan belanjaan. Sepanjang jalan menuju kasir dia menahan diri untuk bertanya.


Dan pada akhirnya dia tidak tahan.


"Tetangga " ucap Matteo sekilas.


"Tetangga???? " Altea mengerutkan keningnya.


.


.


.


Altea duduk di atas tempat tidur menunggu Matteo selesai mandi. Thiago sudah tidur nyenyak.


Lagi lagi Altea mengunci ingatannya tadi saat mereka sedang membeli oleh oleh.


Bagaimana mana bisa wanita itu tadi kayak gitu sama suaminya. Apa itu tadi dia memegang tangan wanita itu. Eh bukan, Matteo yang memegang tangan wanita itu.


Altea gerah sendiri. Seperti tidak terima dengan kejadian itu.


"Matteo !!! BUKA Pintu nya !!!! "


"Sebentar sayang"


"Ngapain di kunci dari dalam ! " Karena tidak sabar Altea menarik pada handle pintu hingga lepas.


Wkwkw. Kekuatan wanita ketika marah memang beda.


Matteo yang masih berlumuran bisa sabun terlonjak kaget. "Hei ada apa? " wajah Altea memerah menahan sesuatu.


Bukan itu fokusnya. Kok bisa handle pintu patah ? .


"sini kamu ! " Matteo di tarik paksa.


Dia menghidupkan air dari keran dan mencuci tangan Matteo beberapa kali dengan sabun.


"Hei kenapa sih ? ". Altea bahkan mengambil brush kecil untuk menyikat tangan suaminya.


"Tanganmu banyak kuman !! ". Merepet kemana mana sedangkan Matteo bingung sendiri. "Harus di bersihkan dengan benar ! "


Setelah itu dia melempar sikat itu begitu saja lalu keluar.


Matteo masih berdiri mematung. Tidak tau kenapa suasana hati istrinya berubah.


Gila!


Matteo baru sadar jika Altea menyikat tangannya dengan sangat kuat hingga sisa merah bahkan terlihat di pergelangan tangan Matteo berdarah.


Kenapa dia ?


Matteo segera mengakhiri acara mandinya.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa ? " Matteo sudah memakai pakaian casual. Dengan bahan tebal.


"Tidak apa apa ! " Ketus Altea.


Matteo mengerutkan keningnya. "Kenapa sih ".


"Apa kau tidak dengar apa kubilang barusan!


"Apa telinga mu sudah tidak berfungsi? Aku kan sudah bilang aku tidak apa apa "


Altea alih alih menaikkan volume suaranya.


Bayangan jemari lentik tangan wanita itu bersentuhan dengan tangan Matteo sungguh mengusik ketenangan jiwa nya.


Aku bahkan melihat tatapannya berbeda saat menatap wajah Matteo


Karena tidak mau berburuk sangka akhirnya Altea memutuskan untuk memasukkan semua barang barang mereka kedalam koper karena besok pagi mereka akan kembali ke Indonesia.


"Baju baju mu tidak usah dibawa pulang " Ucap Matteo santai.


Seperti biasa melempar handuk ke sudut ruangan ketika selesai mandi.


"Kenapa ? " Altea menghentikan tangannya sebentar.


"Kita pasti sering sering kesini nanti" Ucap Matteo menyingkirkan semua apa yang sedang di kerjakan istrinya.


Sultan memang bebas.


Matteo sudah mendekap erat tubuh istrinya.


"Kenapa wajah cantik mu berubah jadi jelek gini ? " ucapan suaminya semakin membuat Altea semakin kesal.


"Apa kamu bilang ? "


"Aku ? Aku jelek ?? Oh baiklah. Ya ya ya. Aku memang jelek sekarang.


Maka dari itu kau malah berdua dua an tadi dengan wanita itu kan ? pegang pegang tangan... wah wah wah... mantap sekali " Altea. bahkan mempraktekkan cara berpegangan tangan tangan dengan geram di depan wajah suaminya.


Matteo semakin bingung dia belum buka suara.


Istrinya mendorong tubuhnya menjauh. "Sana kau ! " Sorot mata kesal Altea seperti ingin mengoyak habis tubuh Matteo.


"Glowing dikit langsung membelok ! dasar buaya ! "


Jujur Matteo ingin terbahak-bahak.


Dia sudah tau kenapa Altea berubah. Kenapa wanita ini marah dia sudah mulai tau arah pembicaraan nya. Pasti istrinya sedang cemburu buta sekarang.


Tapi entah mengapa Matteo seperti terhibur sendiri melihat wajah masam Altea.


Dalam hal ini dia semakin yakin jika Altea memang sudah benar benar mencintainya.


"Cemburu ya " Matteo menempelkan bibirnya di ceruk Altea. Menghisapnya dengan keras hingga tersisa stempel kemerahan.


"Lepaskan aku ! "


"Aku tidak mau ! " Matteo semakin mendekap pinggang Altea.


"Aku senang kau cemburu. " Masih menempelkan dagunya di bahu Altea. "Tapi jangan berlebihan. Itu hanya akan merugikan mu " Matteo mencium bibir istrinya dengan dalam.


"Aku hanya menolongnya tadi" Lagi lagi melanjutkan acara berciuman dengan mesra.


Bersambung....


bantu like dan komen

__ADS_1


__ADS_2