
Pesawat telah mendarat, Matteo bersama dengan Gio dan Mike turun dan segera keluar menuju parkiran.
Mobil yang yang dikemudikan oleh Gio melaju dengan kecepatan sedang, diperjalanan Matteo menyempatkan diri membaca artikel mengenai kehamilan.
"Kita mampir ke minimarket " perintah Matteo tanpa melihat kearah gio atau pun mike matanya fokus pada layar ponsel sambil tersenyum-senyum.
"Untuk apa ke minimarket bos ? "
"Jangan banyak tanya ! " Ketus Matteo.
Setibanya di minimarket Matteo turun terlebih dahulu. Matteo melihat para petugas minimarket sudah mulai closing area karena memang jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB. "Maaf pak penjualan hari ini sudah di tutup " ucap salah satu supervisor yang sedang mengawasi anggotanya.
Matteo tidak menggubris dia terus berjalan menyusuri baris demi baris hingga dirinya sampai di rak susu. Matteo membaca satu persatu isi kandungan dalam susu yang tertulis di lebel produk tersebut, memilih milih sebentar lalu memasukkan yang menurutnya cocok kedalam troli.
.
.
.
"Kalian pulanglah " Ucap Gio kepada Mike.
Kini mereka sudah tiba di depan kediaman Mahaprana setelah mengetahui dari orang tua Altea tentang keberadaan istrinya.
"Baik sampai bertemu besok " ucap Mike menundukkan kepalanya.
Matteo langsung berjalan mendekati pintu utama rasanya dia tidak sabar lagi bertemu dengan Altea setelah satu Minggu terpisah oleh jarak dan waktu.
Dia sering ingin menghubungi Altea diwaktu senggangnya, akan tetapi karena perbedaan waktu Eropa dengan Asia membuatnya takut mengganggu tidur Altea.
"Halo den sudah pulang ? "
"Sudah bi, mama papa ada didalam ? "
"Ada di dalam den , silahkan atuh " Ucap salah satu pelayan yang cukup dekat dengan Matteo.
"Sayang kau sudah pulang nak ? " Ratna antusias mendekati Matteo.
"Altea mana ma ? " Tanya Matteo tanpa menggubris pertanyaan sang ibu. " Ada di kamar mu nak " ucap Ratna sambil tersenyum.
"Apa dia sudah makan malam ? "
"Sudah sayang , sana susul dia pasti merindukan mu " goda Ratna mengelus rambut putranya.
__ADS_1
Tanpa basa-basi Matteo segera melangkah menyusul Altea. Mengetok pintu terlebih dahulu kemudian memutar handle dan segera masuk.
"Matteo " lirih Altea terperanjat melihat Matteo masuk.
"Aku tidur di sana nanti " Matteo menunjuk sofa di sudut ruangan, dia paham dengan keterkejutan Altea apa lagi jika bukan dengan perasaan takut dengannya maka dari itu dia memilih mengalah.
"Ini untuk mu ,bukalah ..... aku mau mandi dulu" Matteo menyerahkan sebuah kotak kecil ketangan Altea setelah itu dia segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Altea bingung tapi perlahan Altea menyentuh kemudian membuka kotak tersebut dan menemukan.... "cantik " sebagai seorang wanita Altea terkagum melihat perhiasan mungil itu satu detik senyum tipis terpancar dari wajahnya, akan tetapi dia dengan cepat menutup kembali kotak kecil itu dan meletakkannya di atas nakas karena tau siapa pemberi barang itu.
Matteo sudah keluar dari kamar mandi dia segera berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian.
Kenapa dia tidak tau malu buka baju di depan ku, dasar !
Altea memiringkan tubuhnya untuk menghindari pemandangan tubuh Matteo yang hanya di tutupi handuk sepinggang.
"Al, kau sudah tidur? " Matteo mendekat. "Belum" ucap Altea dari balik selimut.
"Kenapa kau menutup wajahmu seperti itu " tanya Matteo. "tidak apa apa ! " ketus Altea seperti biasa.
"Nanti kau tidak bisa bernafas, aku tidak mau duda di usiaku sekarang " goda Matteo.
"Hishh " Altea sontak menyibak selimut yang menutupi wajahnya dan menunjukkan ekspresi kesalnya menatap ke arah Matteo sambil mengerucutkan bibirnya.
Matteo hanya tersenyum kecil melihat tingkah Altea, pasalnya saat kesal seperti ini wajah Altea tampak menggemaskan dan itu membuat Matteo bernafas lega, dia lebih senang melihat Altea kesal seperti ini dari pada diam diam seperti kemarin.
"Apa semua laki laki seperti itu, gak dia atau kak Albert sama saja !!! " gerutu Altea beranjak dari tempat tidur dan memungut handuk yang teronggok di lantai kemudian memasukkan kedalam keranjang.
Beberapa saat kemudian tampak Matteo masuk sambil memegang nampan berisi segelas susu hangat.
"ini kamu minum sebelum tidur " Matteo mendekatkan nampan ke depan Altea.
"Aku tidak suka susu putih" tolak Altea berusaha mengalihkan pandangannya, tapi percayalah didalam hati dia cukup meleleh melihat wajah tampan Matteo yang semakin perhatian kepadanya.
"Malam ini kamu minum ini dulu, besok aku akan mengganti dengan varian coklat atau yang lain " Matteo duduk tepat disebelah Altea.
"Tapi ..... " melihat gelas berisi susu kemudian melirik Matteo.
"Anak didalam rahim mu tidak akan bertumbuh dengan baik kalau kekurangan nutrisi " Membujuk Altea adalah hal paling menantang untuk Matteo pasalnya wanita itu selalu melakukan penolakan dengan alasan macam macam.
Perlahan Altea meraih gelas dan menenggak habis susu tersebut, Altea merasakan manis lemak di area lidah dengan aroma vanilla yang terkandung didalam susu rasanya sedikit berbeda dari susu yang biasa dia konsumsi.
Matteo mengusap permukaan bibir Altea dengan ibu jarinya untuk menghilangkan sisa susu yang belepotan.
__ADS_1
Altea hanya menunduk karena tersipu malu. "Terimakasih " ucap Altea pelan tapi masih terdengar.
"Apa kau tidak menyukainya? " Matteo melihat leher Altea kemudian melirik kotak perhiasan yang dibelinya berada diatas nakas.
"Kalau kau tidak suka aku akan menggantinya dengan yang lain , yang lebih cantik tentunya." Matteo meraih kotak tersebut.
"ah tidak aku menyukainya, cantik kok cantik " Altea langsung menyambar, dia sudah hapal dengan ide gila Matteo yang kadang diluar akal sehat manusia.
Bisa bisa nanti kalau dia bilang tidak suka Matteo langsung membeli semua isi toko perhiasan dan mempersilahkan Altea memilih.
"Lalu kenapa kamu tidak memakainya ? "
"memangnya ada orang memakai perhiasan sebelum tidur ? " jawab Altea berusaha menantang untuk menghilangkan kegugupannya.
"Itu artinya kau tidak suka " Ucap Matteo.
"Aku sudah bilang bukan aku su.... " Matteo menempelkan jari telunjuknya di depan bibir Altea, Kemudian menarik tangan Altea menuju cermin.
Matteo perlahan membuka kotak perhiasan tersebut, wanita itu bagaikan tersihir oleh sesuatu dia perlahan menyibak rambutnya ke kiri untuk mempermudah Matteo melingkarkan kalung itu di lehernya.
"Jangan menjauhiku dengan alasan yang sama,itu membuatku terluka ......
"Aku mencintaimu Al " bisik Matteo didepan gendang telinga kanannya.
"Cup .... Matteo memberanikan diri mengecup pucuk kepala Altea sekali, lalu dia segera mendekati sofa di sudut ruangan dan memejamkan matanya, tanpa menyadari jika Altea masih mematung sambil memegang jantungnya yang meronta ronta minta keluar dari didalam sana. Mulutnya tertutup rapat dan tidak bisa melayangkan protes atas kelancangan Matteo mengecupnya.
Matteo meluruskan kedua kakinya dan meraih bantal untuk dijadikan sandaran kepala, matanya sudah terpejam sedari tadi. Rasa lelah disiksa rindu yang dia tahan selama seminggu sepertinya terbayarkan meskipun jauh dari keinginannya akan tetapi dia begitu senang setidaknya Altea tidak bersikap dingin lagi.
Matteo sadar jika wanita yang sudah dia peristri itu adalah wanita yang berbeda dan sulit ditebak apa maunya, maka dari itu dia hanya bisa belajar untuk memahami Altea dengan pendekatan pendekatan yang dia lakukan ala kadarnya.
Untuk sekarang dia hanya berusaha untuk selalu ada di sisi Altea dan calon anaknya, memastikan bahwa wanita itu tidak kekurangan apa pun, persoalan perasaan biarlah waktu yang akan menjawab toh juga Altea sudah miliknya sekarang, mereka terikat dengan pernikahan yang sah Dimata hukum dan agama.
Altea sudah berbaring diatas tempat tidur, dia sengaja memiringkan tubuhnya agar bisa memandang wajah Matteo.
Tidak ada yang tau isi pikiran wanita itu, akan tetapi tampak dari pelupuk matanya keluar cairan bening, dia terus memandangi wajah Matteo yang terpejam sambil tangannya memegang diamond kalung yang menempel di lehernya.
BERSAMBUNG
hai reader.... Review hari ini agak lelet.
Tapi jangan lupa seperti biasa tinggalin jejak kalian ya...
Like , vote ,dan komen !
__ADS_1
🤗👌
Thank you !