Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Aku mau ketemu Ayahmu


__ADS_3

Matteo merapikan meja dan menenggak habis teh dari gelas yang ada di atas mejanya kemudian memasukkan ponsel kedalam saku dan segera menyambar kunci mobil.


"Mau pulang bareng? Daniel bertanya sambil melangkah mendekat kearah Matteo.


"kau bertanya dengan ku? Matteo malah melayangkan pertanyaan balik kepada Daniel karena dia baru pertama kali ini mengajak Matteo pulang sama.


"Apa kau merasa disini ada lagi orang selain kau dan aku? Daniel menyerang Matteo dengan kalimat tajam karena dia tidak habis pikir dengan sahabat konyol nya itu.


"Terimakasih, aku tidak butuh tumpangan darimu" Matteo melewati Daniel begitu saja berjalan kearah lift dan menekan panah bawah.


Sebenarnya Daniel hanya berbasi basi dengan sekretarisnya itu, karena memang seperti itulah mereka selalu saling mengoceh.


Setelah keluar dari lift, Matteo melajukan Mobilnya ke apartemen miliknya.


Sesampainya Di apartemennya dia membuka kulkas dan mengambil sekaleng minuman untuk menyegarkan tenggorokannya.


Setelah itu dia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dengan mengisi bath up dia kemudian menuangkan aroma terapi kedalam air itu kemudian dia berendam.


Dia kembali memutar ingatannya tentang Ibra di club. "apa Ibra menyukai Altea?"


Seketika dia mengepalkan tangannya. "Bagaimana bisa Ibra mengantar Altea pulang semalam? pikiran Matteo dipenuhi dengan rasa yang berkecamuk, mengingat bagaimana sisi kehidupan Ibra. Dia tidak rela jika Altea jatuh kedalam pelukan Ibra.


Matteo juga menyadari jika Altea adalah bawahan Ibra sudah pasti Altea akan menurut dan patuh terhadap atasannya sama seperti dia kepada Daniel.


Arrghh....


"Akan ku bunuh anak itu jika sampai berani menyakiti Altea" Matteo bergumam dengan tangan mengepal, seketika dia berdiri menyambar handuk dan melilitkan handuk itu dipinggang nya.


Dengan telaten dia memakai setelan kasual nya . Tujuannya adalah menemui Altea langsung. Dia tidak bisa berlama lama membiarkan Altea menjauhinya begitu saja.


Menyambar kembali kunci mobil dari atas meja dia kembali keluar dari apartemennya dan pergi ke restoran tempat Altea bekerja.


"Kau disini? Ibra yang sedang berjalan pulang berpapasan dengan Matteo. Seketika emosi Matteo memuncak melihat wajah Ibra.


"Mana Altea " Matteo langsung bertanya to the point. "Ini masih jam operasional" Ibra menjelaskan dengan nada datar karena melihat guratan emosi di wajah Matteo.


"Lalu?" Matteo bertanya sambil memasukkan sebelah tangannya kedalam saku celana jeans untuk merogoh ponsel miliknya untuk melihat jam karena dia lupa memakai jam tangan miliknya, sejenak dia melirik jam masih menampilkan angka 21.15.


"Apa kau bodoh? tidak tau arti jam operasional?

__ADS_1


Ibra tidak habis pikir dengan Matteo yang tidak paham maksud jam operasional.


"ck... pergilah aku bosan melihat mu disini" Matteo berdecak dan berlalu begitu saja sambil mengedarkan pandangannya mencari Altea.


"kau mengusirku dari restoran ku? Ibra kembali bertanya karena merasa tidak terima jika Matteo menyuruhnya pergi.


Matteo tidak menggubris pertanyaan Ibra , dia hanya sibuk mengedarkan pandangannya mencari Altea, kemudian senyum manis menghiasi pipi nya ketika melihat Altea dari kejauhan yang sedang tertawa dengan rekan kerjanya.


"manis" Matteo bermonolog dengan dirinya sendiri dan memberikan pujian untuk Altea.


Jika dilihat dari postur tubuh ,Altea memang sangat menarik diusianya yang baru menginjak 22 tahun, Tinggi 160 cm, kulit putih mulus, langsing, ditambah lagi giginya yang gingsul menambah kesan manis ketika dia tertawa atau senyum lebar.


Imut , cantik dan menarik itulah deskripsi Altea dimata Matteo.


Matteo memilih duduk sambil melihat Altea dari jauh dia tidak mau mengganggu jam kerja Altea, karena takut Altea akan semakin menjauhinya.


Saat hendak pulang Altea menangkap seseorang yang sepertinya dia kenali.


"itu k**ak Matteo bukan? " Altea memperhatikan jelas dan yang dilihatnya benar benar Matteo .


"apa memang dia selalu makan disini" Altea kembali bergumam dalam hatinya, sampai suara ngejreng menghentikan gumaman nya.


Kemudian mereka berlalu begitu saja meninggalkan Altea yang menahan geram.


"Apa dia sengaja menarik ku keluar untuk menyaksikan kemesraannya dengan pacarnya itu? Altea meluapkan kekesalannya sambil menendang nendang pasir .


"Kau pulang denganku " tiba tiba suara Matteo mengejutkan Altea. Refleks Altea mundur namun kakinya tidak sempurna mendarat membuat badannya oleng, spontan Matteo menahan pinggang Altea sebelum terjatuh.


Sejenak pandangan mereka beradu membuat detak jantung Altea seakan memompa darahnya dengan cepat melihat manik mata Matteo. Dari awal dia memang mengakui jika Matteo tampan tapi sekedar mengakui saja.


"Maaf" Matteo kemudian melepas tangannya.


"Ayo masuk" Matteo membukakan pintu mempersilahkan Altea masuk, namun Altea tidak kunjung masuk, dia masih sibuk dengan lamunannya.


"Apa kau takut dengan ku" Matteo menyadari jika Altea menolak meskipun dia tidak mengatakan apa apa seperti biasa ."Tidak" Altea kemudian membuka suara. "Lalu? menunggu Ibra ? Mendengar kata Ibra Altea langsung menyatukan kedua alisnya.


"tidak ,tidak seperti itu" Altea melangkah dengan hati hati kemudian masuk kedalam mobil Matteo. "Boleh aku bertanya sesuatu?


Matteo bertanya tanpa melihat kearah Altea.

__ADS_1


"boleh kak, ada apa" Altea hanya menjawab dengan datar.


"Apa Ibra adalah pacar mu?


"Tidak kak... Dia atasanku" Altea menjawab dengan gelagapan.


"Semalam kamu bilang pulang dengan pacar"


Matteo mengucapkan kalimat sambil menahan sesak di dadanya.


"ta...ta...tapi bukan begitu kak" Altea bingung menjelaskan bagaimana Ibra mengantar dia pulang semalam.


"apa kamu sedang membohongiku?


"maaf " Altea menundukkan kepalanya karena menahan malu ketahuan berbohong.


"kenapa meminta maaf?" Dengan tenang Matteo mencoba bertanya meskipun dia sudah tau jika Altea sudah membohonginya.


"Ayah melarang ku dekat dengan mu..


Dengan lirih Altea mengucapkan sepenggal kalimat yang dia simpan didalam hatinya akhirnya tanpa sengaja membukanya.


Matteo diam dia memahami situasi yang dihadapi wanita yang duduk disebelahnya itu.


"Karena itu kamu menjauh? Matteo melirik Altea yang menundukkan kepala sambil meremas ujung rok nya, kemudian dengan pelan Altea menganggukkan kepalanya. Matteo sejenak menatap keluar sambil menghembuskan nafasnya .


"apa yang dikatakan Ibra benar. Matteo membenarkan ucapan Ibra di dalam hatinya.


Mobil Matteo berhenti, "terimakasih kak" kemudian Altea turun dengan cepat,namun dia melihat Matteo juga turun dari mobilnya.


"sebaiknya kakak segera pergi" namun Matteo semakin mendekat , "aku mau ketemu ayahmu"


"Untuk apa ? Altea tidak paham dengan pria yang baru saja mengantarnya ini, dia benar benar bingung. "emang salah? Matteo dengan santai menjawab Altea dan berjalan ke pintu.


Dengan cepat Altea mendahului Matteo sambil merentangkan tangannya untuk mencegah Matteo masuk "Sebaiknya kakak pulang sekarang, Altea mengucapkan kalimat dengan nada memohon, tapi dihiraukan oleh Matteo.


Hai reader ikuti terus ya...


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN😁

__ADS_1


__ADS_2