
Satu minggu sudah Matteo melakukan pemantauan proyek yang sedang perusahaannya bangun di salah satu kota metropolitan yaitu Surabaya. Tidak lupa dia selalu mengirim laporan melalui e-mail miliknya kepada Daniel.
Selama di Surabaya dia ingin sekali menghubungi Altea, tapi niat itu dia urungkan.
Dia mengingat Altea yang menjauh darinya maka dari itu dia ingin menemui Altea diam diam dan meminta penjelasannya.
Dia tidak gegabah langsung menelpon Altea meskipun dia sudah memiliki nomor ponsel wanita itu.
.
.
.
.
Jam menunjukkan pukul 13.00 , Matteo memilih jam siang untuk melakukan penerbangan kembali ke kotanya.
Dia berencana menemui Altea setelah dia tiba di kota Jakarta.
Ibra dan Daniel yang mengetahui kepulangan sahabatnya itu berencana mengajaknya makan malam di restoran milik Ibra. Dengan senang hati Matteo menerima tawaran itu.
***
Di restoran
Pukul 19.00
"Wajahmu terlihat tampan hari ini" Ibra sengaja menggoda dan menepuk punggung Matteo.
"jadi sebelumnya aku tidak tampan? Tanya Matteo ketus
"Hari ini sedikit berbeda saja ....
"Diamlah aku mau makan , Matteo langsung meraih garpu dan sendok kemudian dia memasukkan makanan kedalam mulutnya.
Matteo dan Ibra berbincang sambil menunggu Daniel datang.
Tak berapa lama pintu kaca ruang VIP terbuka muncul lah Daniel seperti biasa penampilan gagah tidak lupa kacamata hitam bertengger di hidungnya.
"maaf sudah membuat kalian lama menunggu" Daniel mendudukkan bokongnya di kursi yang bersebelahan dengan Ibra.
"Siapa yang menunggu mu? tanya Ibra dengan nada menyindir. Daniel hanya memutar bola matanya mendengar balasan dari Ibra.
"Kau libur lah dulu beberapa hari, aku tau kau lelah" Ucap Daniel sambil menoleh kearah Matteo yang sibuk memasukkan makanan kedalam mulutnya.
"Tanpa kau suruh juga aku akan libur selama 1 minggu" Ketus Matteo sambil menampilkan senyum licik. "Apa? 1 minggu? apa kau gila Daniel kesal menjawab Matteo.
"Kenapa tidak sekalian saja kau resign?
Ibra membuka suara lagi, Matteo menatap Ibra dengan tatapan tajam menghujam. "Agar kau bisa disini dan bekerja dengan wanita yang kau sukai itu" ucap Ibra sambil tersenyum menyeringai.
"Aku Sudah kubilang ,Aku tidak menyukainya, aku, hanya..."
"Mengagumi" ucap Daniel langsung memotong kalimat Matteo .
"Apa kau tidak tau mengagumi dan menyukai itu beda tipis? Seringai licik membingkai wajah Ibra dan dibalas tawa oleh Daniel.
"Beda tipis ,tapi aku masih bisa melihat perbedaan keduanya sialan!" tegas Matteo sambil menatap tajam kedua sahabatnya itu .
"Oke , aku kunci jawabanmu" ucap Ibra dengan senyum tipis.
__ADS_1
"Jika pun kau menyukainya tidak masalah,Aku akan membantumu " ucap Ibra lagi
Tak berapa lama , Altea mengetuk pintu dan masuk kedalam ruang VIP.
"Permisi pak saya mengantar pesanan anda ,silahkan"
Matteo menoleh kesamping seketika mata keduanya beradu. Namun, buru buru Altea meletakkan pesanan Daniel dan permisi keluar.
Ibra dan Daniel memang belum mengetahui jika Altea adalah wanita yang di kagumi oleh Matteo. Jika saja Ibra sudah tau jika Altea adalah gadis yang baru saja mereka perbincangkan, mungkin Ibra akan semakin menggoda Matteo.
Matteo sampai saat ini masih merahasiakan itu, dia tidak mau kedua sahabat gesrek nya itu mengetahui wanita yang mereka perbincangkan itu bernama Altea.
.
.
.
Perbincangan mereka bertiga berakhir ketika salah seorang wanita masuk dan langsung bergelayut manja dipangkuan Daniel.
"sampai ketemu lagi" Daniel melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu dan mereka keluar.
Ibra hanya mengangkat kedua bahunya ketika Matteo mengalihkan pandangannya seakan meminta Ibra membuka suara. Ibra sudah paham kemana arah tujuan Daniel membawa wanita itu.
Matteo hanya bergidik ngeri melihat lenggak-lenggok wanita itu.
Sampai satu persatu mereka meninggalkan meja dan Matteo pergi ke parkiran.
Sebelum meninggalkan meja , dia menyempatkan diri untuk mengirim pesan kepada Altea "Aku akan mengantarmu pulang nanti, Matteo "
Matteo sengaja menunggu Altea didalam mobil. Sampai akhirnya dia melihat Altea melangkah keluar, secepat mungkin dia keluar dan menemui Altea.
"Ayo, aku antar kamu pulang" Matteo dengan senyum mengembang mengajak Altea.
Matteo yang melihat Altea menghindarinya langsung meraih tangan Altea dan berusaha menariknya agar mereka berdekatan. Tapi Altea berusaha melepaskan dengan cara meronta .
"Lepaskan kak....
"Aku antar kamu pulang Alteaa ! tegas Matteo dengan nada yang sudah naik satu oktaf. Emosinya sudah tidak dapat lagi dia tahan.
Matteo serasa tidak terima ketika Altea menjauhinya tanpa alasan dan Matteo ingin meminta penjelasan dari Altea.
"Aku sudah ada janji dengan pacarku, dia akan datang sebentar lagi" Tegas Altea dengan wajah yang sedikit ketakutan
Altea ketakutan ketika Matteo menarik tangan Altea dan menahannya rasa sakit dipergelangan tangannya akibat tenaga Matteo yang kuat. Mungkin bagi Matteo tenaga yang dia keluarkan untuk menahan tangan Altea adalah tenaga biasa.
Altea ketakutan kala melihat aura wajah Matteo yang berubah, dia kembali mengingat ketika Matteo menghajar habis Mario di atas ring. Dia merasakan hawa panas disekelilingnya. Maka dengan spontan dia mengatakan jika pacarnya akan datang menjemput.
Matteo refleks melepaskan genggamannya dari tangan Altea, ketika mendengar kata pacar.
Ada rasa sesak didalam hatinya ketika dia mendapati wanita yang dia sukai ternyata sudah punya pacar.
"Baiklah, aku duluan maaf " Matteo pergi meninggalkan Altea yang masih mengatur deru nafasnya. Dengan sejuta kekesalan dia melajukan mobilnya ke club. Seperti biasa Matteo akan meluapkan kekesalannya di club atau di arena.
Seperti jatuh dari ketinggian dan membentur benda keras seperti itulah yang dia rasakan.
Dia tidak menyalahkan Altea dalam hal ini, dia hanya menyalahkan dirinya sendiri.
Jangan tanya bagaimana raut wajah Altea sekarang, raut wajah ketakutan masih membingkai wajah manisnya. Seketika dia melihat pergelangan tangannya yang memerah akibat cengkeraman Matteo, lebih tepatnya cengkeraman yang tidak disengaja Matteo.
Kemudian dia kembali berjalan untuk menghentikan kendaraan umum, namun langkahnya berhenti ketika seseorang memanggil namanya.
__ADS_1
"Masuklah" ucap pria itu sambil membuka pintu agar Altea masuk.
"Aku pak? Altea melontarkan pertanyaan bingung karena merasa canggung.
"Memang nya ada siapa lagi disini, cepat masuk aku hanya memberi 1 kali penawaran" Ucap Ibra.
Kemudian Altea masuk kedalam mobil Ibra ,dia tidak bisa menolak ketika Ibra yang meminta dia masuk.
flashback.
Ibra yang sedang ingin pulang malah memutar balik mobilnya karena dia tanpa sengaja meninggalkan acces card apartemen nya di ruangan khusus didalam restoran miliknya.
Saat dia sudah mendapat acces card nya dia kembali ke parkiran namun pandangannya berhenti ketika melihat mobil Matteo masih terparkir di lokasi VIP. Ibra melihat jam yang melingkar ditangannya dan membandingkan jam keluar mereka tadi dari restoran.
"30 menit? Ibra hanya membatin bingung.
Kemudian dia mengedarkan pandanganya ke segala arah dan pandangan nya berhenti ketika melihat Matteo sedang berbicara kepada Altea .
Sejenak dia mendekat dan bersembunyi dibelakang jejeran mobil yang terparkir untuk mendengar pembicaraan mereka. Maklum karena ini malam jadi Matteo maupun Altea tidak menyadari kehadiran Ibra menguping pembicaraan mereka.
"owh Altea adalah wanita yang kamu maksud"Ibra kembali membatin sampai akhirnya dia melihat bagaimana Altea menolak ajakan Matteo, dan bagaimana Matteo mencengkeram tangan Altea. Lebih tepatnya tanpa sengaja mencengkeram tangan Altea.
flash on.
"Dia bukan laki laki yang seperti di pikiran mu"
Ibra memecahkan keheningan mereka berdua .
Altea dari tadi memang sengaja diam, dia merasa sungkan sekali duduk berdampingan dengan bos pemilik restoran tempat dia bekerja.
"Ma.. maksud bapak? Tanya Altea ragu ragu.
Ibra yang mendengar suara Altea terbata sontak menoleh dan melihat wajah Altea.
"Cantik" satu kata yang hadir dalam benak Ibra.
Ibra memang tidak pernah memperhatikan Altea, jika bukan hal penting seperti memberikan undangan kemarin mereka jarang bertegur sapa.
"Bersikaplah seperti biasa jika sedang diluar, tidak usah formal". Ibra mencoba mencairkan suasana. Dia paham kecanggungan yang sedang dihadapi wanita yang duduk disampingnya itu.
Altea hanya mengangguk paham.
"kenapa pulang sendiri?
Ibra kembali bertanya tanpa menoleh.
"Saya memang selalu pulang sendiri pak.
"Pacar mu tidak mau menjemput?
"Aku tidak punya pacar pak, Altea menjawab dengan nada malu malu.
"apa pendengaranku yang mulai bermasalah? jelas tadi dia mengatakan kepada Matteo bahwa dia pulang dengan pacarnya" Ibra hanya membatin dalam hatinya
"Benarkah? Ibra kembali bertanya
"iya pak
Mendengar jawaban gadis yang disampingnya itu, maka Matteo menyimpulkan bahwa tadi dia berbohong untuk menghindari Matteo.
Bersambung....
__ADS_1
Episode selanjutnya segera ya...
jangan lupa like dan komen🤗