
Hari ini altea memutuskan untuk konsultasi ke dokter. Wanita muda itu sudah berada di ruang tunggu untuk menunggu nomor antrian. melihat ke kiri dan ke kanan banyak ibu ibu hamil yang juga konsultasi.
Usia kandunganku sudah masuk bulan ke 5 tapi kok perutku tidak besar ya....
Altea sempat bertanya kepada salah seorang ibu hamil 4 bulanan. Perut ibu ibu itu sudah lebih menonjol ketimbang perut Altea.
Timbul sedikit rasa khawatir dengan kondisi tubuh terutama janinnya. Dia memang minim pengalaman soal kehamilan. Karena ini adalah pertama kali dia hamil.
"Berapa usia kehamilannya mbak " Altea samar samar mendengarkan obrolan wanita disampingnya. Meskipun matanya fokus melihat pintu ruang rawat yang masih tertutup.
"Ahh baru 21 minggu mbak" Balas wanita lawan bicaranya.
"Saya kadang iri melihat wanita hamil, saya sudah menikah hampir 7 tahun tapi belum juga hamil, inilah kami berencana untuk program bayi tabung .... "
Begitulah percakapan yang tidak sengaja didengar oleh Altea.
Altea pergi kedalam toilet. Ada orang yang menikah resmi pun belum tentu langsung hamil. Lalu aku ? keajaiban sudah ada didepan mataku. Berdiri menyamping untuk melihat perutnya.
"Hai baby, Mommy sayang kamu!!" seru Altea Membelai lembut perutnya dengan perasaan hangat.
"maafkan mommy dulu tidak menyukaimu "
Altea mengulang cerita lamanya. Dulu dia tidak menerima kehamilannya. Bahkan ada kata ' gugurkan' keluar dari mulut Altea. Cukup lama dia tidak bisa menerima keadaanya.
Sampai dia memutuskan mencintai Matteo dari situ dia mulai bisa menerima kehadiran bayi mungil didalam perutnya.
Saat sedang membelai Altea membeku saat menyadari jika bayi didalam perutnya bergerak gerak. Seolah merespon apa yang dia katakan.
Menakjubkan !! Pekik Altea didalam hati. Selain membeku jantung Altea berdegup kencang.
Ini pertama kalinya dia merasakan ada pergerakan didalam perutnya. Dan ini membuatnya begitu terpana.
"Apa kau mendengar mommy bicara ? " lirihnya mengulang lagi. berharap dia mendapatkan hal yang sama.
Dan keajaiban itu terjadi lagi. tendangan yang ia rasakan lebih dahsyat!!.
Tak terasa air matanya mengalir merasakan haru yang luar biasa. Buru buru ia hapus agar tidak dilihat orang.
"Mommy akan makan banyak biar kamu tidak kelaparan...." menyadari akhir akhir ini selera makannya berkurang.
Keluar dari dalam toilet dengan penuh raut wajah sukacita.
"Sayang maaf aku terlambat " Matteo langsung menyambar tas dari tangan Altea. "Jangan bawa yang berat berat " . Deru nafasnya masih terdengar. tampaknya pria itu baru saja tergesa.
"Tidak apa apa ... antriannya masih panjang kok " ucap Altea enteng.
"apa ! mengantri ?? " Jadi dari tadi kau berdiri disini untuk mengantri. Matteo mengeraskan rahangnya. Kesal sekali dia melihat istrinya mengantri panjang di rumah sakit milik keluarganya.
...----------------...
__ADS_1
aku mana tau dia istrimu...
Direktur utama rumah sakit hanya bisa merutuki kebodohannya sendiri tidak mengenali istri pemilik rumah sakit dimana dia bekerja.
"Apa aku perlu merombak ulang kedudukan disini hah ! " Teriak Matteo di dalam ruangan direktur utama rumah sakit.
Mike yang sedari tadi hanya bisa terdiam.
Sepertinya anda begitu sayang dengan nona Altea.
"Hebat sekali kalian membuat istriku menunggu antrian panjang ! " Melemparkan kertas hingga berserak kemana mana.
"Apa rumah sakit ini sudah kehabisan omset untuk menyiapkan fasilitas??? " masih berapi api meluapkan emosinya.
Direktur utama dan beberapa jajarannya hanya tertunduk. Mereka bertiga nyaris tidak bernyawa melihat wajah sangar Matteo.
"Ibu hamil kau paksa berdiri menunggu antrian? Kau tau kan hamil itu 9 bulan, jika mereka keguguran karena kelelahan berdiri kau mau tanggungjawab ? "
"Maaf... kedepannya ini tidak terulang lagi" wakil direktur utama mewakili untuk membuka suara.
Mereka sudah tau inti dari masalah mengapa Matteo mengobrak abrik seluruh ruangan. Ternyata bukan cuma istrinya alasannya. tapi juga karena fasilitas rumah sakit yang tidak memadai hingga membuat wanita hamil berdiri mengantri.
"Dimana Altea ? " Tanyanya kepada Mike. Meraka sedang berada didalam lift setelah melayangkan protes lebih tepatnya meluapkan emosi di lantai paling atas karena melihat Altea dan ibu ibu hamil berdiri untuk mengantri.
"Nona sudah berada didalam ruangan periksa, anda bisa menemuinya sekarang " Ucap Mike.
"Baiklah. katakan kepada mereka agar menyiapkan banyak ruangan periksa" Mata Matteo menatap ibu ibu hamil yang masih berdiri.
Sorot kalimatnya seolah mengatakan jangan sampai ada kejadian ibu hamil mengantri panjang. begitu mungkin.
Melihat Altea mulai bergerak lebih lambat saja karena perut buncit kadang membuat Matteo tersiksa.
"Baiklah kita mulai pemeriksaan nya. " Dokter Bagas namanya salah satu dokter spesialis kandungan terbaik di rumah sakit tersebut.
"Apa ada keluhan ? " Dr. Bagas memulai dengan tahap tanya jawab keluhan terlebih dahulu.
"Tidak ada dokter" Altea menjawab pertanyaan sesuai dengan apa yang dia alami.
"Baik, mari berbaring kita akan melihat perkembangan janinnya" Salah satu perawat wanita membantu Altea berbaring.
Bagas menyingkap sedikit baju atasan Altea agar bisa menjangkau seluruh perut wanita itu. namun belum juga tangannya menyentuh baju Altea ,Matteo sudah mencegah. "Mau kau apakan istriku ! " tatapnya tajam.
"Jauhkan tangan nakal mu itu " Matteo tidak terima. Ada tangan lain mendarat di kulit mulus Altea. padahal itu murni adalah prosedur.
"Saya hanya akan memeriksa keadaan pasien dan...
"Dan apa ! dan kau akan mengambil kesempatan untuk menyentuh istriku? " Tanya Matteo penuh penekanan.
Dr. Bagas menarik sedikit garis senyumnya. paham kemana pikiran Matteo berkelana. Geli rasanya jika ada suami posesif berlebihan.
__ADS_1
"Sayang... kalau dokter tidak menyentuhku lalu bagaimana dokter tau baby baik baik saja atau bukan ? " Altea tak kalah naik pitam. Rasanya dia begitu malu. Ini pertama kali Matteo menemani Altea ikut memeriksakan kehamilan tapi sudah langsung membuat onar.
Kapan kau akan bisa seperti manusia normal pada umumnya.
"Memeriksa ya memeriksa saja tidak perlu pegang pegang" Pekiknya menatap tajam Dr.Bagas.
Yang ditatap hanya bisa menghela nafas. Kok bisalah ada manusia seperti mu pikirnya. itu hanya dipikirannya saja ya. mana berani dia mengeluarkan suara.
Sekali dia bicara saja bisa bisa langsung masuk ICU nantinya, lawannya Matteo. Tidak perlu lagi dijelaskan darimana dia mengenal Matteo.
Perdebatan selesai setelah Altea berhasil meyakinkan Matteo. Melalui sorot matanya dia tetap mengisyaratkan agar Dr.bagas jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Mari lihat ke layar " Dr. bagas menunjuk layar lebar yang menampilkan posisi bayi dalam perutnya.
"Tubuh janin sudah menyerupai bayi yang siap lahir, artinya perkembangannya tergolong sempurna. Namun ukurannya masih sangat kecil. Beratnya berkisar antara 500 gram dengan panjang kurang lebih 27 cm."
Matteo mengamati layar dengan mata berbinar. Tampak di layar tersebut ada makhluk sedang meringkuk. Matteo yakin itu pasti anaknya. "Anakku " gumamnya.
"Semua organ sudah terbentuk sempurna, dan saya pastikan jika jenis kelaminnya adalah Laki laki "
"Apa? laki laki ? " Tanya Matteo sambil menampilkan senyum manisnya.
" benar, bayi anda laki laki " ucap dokter.
"Bayi kami! bukan bayiku saja!" ketus Matteo sensitif.
"Ah maaf, itu maksud saya. Dan saya pastikan keadaanya baik baik saja. untuk menambah pertahanan pasien nanti saya meresepkan vitamin " tutur Dr. Bagas
"Lalu kapan kapan dia akan keluar ? "
Tanya Matteo sinis, matanya mengisyaratkan agar dokter jangan berlama lama menyentuh istrinya.
Dr. Bagas menutup kembali baju atasan Altea.
"MASIH LAMA SAYANG ! INI BARU UMUR 5 BULAN. AKU KAN SUDAH BILANG HAMIL ITU USIANYA 9 BULAN !!! " Altea tidak sabar melihat tingkah Matteo yang selalu memancing keributan.
"Aku hanya memastikan sayang, mana tau dia bisa keluar lebih cepat lagi. Kan lebih baik ..." Ucapnya membantu Altea turun dari brankar.
Dokter hanya bisa menggelengkan kepala. Dalam hati tertawa.
Sepanjangan karier kedokterannya baru kali ini ia menghadapi suami pasien yang dosis posesifnya terlalu over. Menyebalkan satu kata untuk Matteo.
"Kau mau anakku lahir prematur ???? " tatap Altea tajam.
"Prematur?" Matteo menelan ludahnya.
"Apa sejenis makhluk pemangsa yang mengerikan begitu ?" tanya Matteo bergidik ngeri.
"Itu PREDATOR !!" ucap Altea memutar bola mata malas. Ingin sekali dia menyeret Matteo keluar sekarang.
__ADS_1
Bersambung!!!