
Pagi hari sekitar jam 08.00 Wib.
Berita pertengkaran Matteo dengan Alexander langsung tercium oleh pihak keluarga.
Bagaimana tidak berita itu langsung menyebar dengan cepat dari berbagai sumber.
Rata rata media memberitakan pertengkaran Matteo dan Alex akibat seorang wanita.
Ada juga media yang mengaitkan nama perusahaan Mahaprana Group dan Orion Company karena Matteo adalah anak dari pemilik Mahaprana Group, dan juga cucu dari pemilik Orion Company.
Matteo bukanlah orang sembarangan, karena statusnya adalah putra kedua dari pasangan pengusaha David Smith Mahaprana dan Ratna Devitta Orion.
Setidaknya 15% saham Mahaprana Group sudah otomatis dipegang oleh Matteo, meskipun belum ada serah terima dari sang ayah, Namum namanya sudah pasti tercatat di atas catatan ahli waris nomor 2 setelah Juna kakaknya.
Jadi wajar saja jika media akan selalu menyorot aksi negatif atau pun positif dari Matteo.
Bahkan beberapa media yang sengaja membesarkan berita itu dengan mengkaitkan nama Dirga Mahaprana selaku ayah Alex .
Sudah pasti ini akan membuat efek samping yang merugikan perusahaan. Image perusahaan yang dijaga dengan baik tiba tiba tercemar begitu saja karena ulah Matteo dan Alex .
David selaku owner perusahaan berencana mengadakan konferensi pers untuk membersihkan namanya dengan menghadirkan Matteo dan Alex.
Dirinya tidak mau jika sampai berita ini akan memicu reaksi negatif dari kalangan kalangan pebisnis lainnya. Terlebih dengan klien mereka diluar.
Namun ide itu dibantah oleh Ratna dan Juna putranya, karena mereka tau hubungan Matteo dan Alexander sepupunya dari dulu tidak baik.
Mereka tidak mau jika sampai Matteo salah bicara pada pelaksanaan konferensi pers yang mengakibatkan semua jadi semakin berantakan.
Mereka memilih untuk mempertimbangkan keputusan David dan tidak memperpanjang masalah, lebih baik mereka memilih mendiamkan saja agar berita itu tidak semakin menyebar.
David Smith selaku ayah Matteo sangat geram dengan tingkah putranya yang semakin menjadi jadi.
"Apa perlu aku mengurung anak itu di penjara agar berubah! " terdengar suara geram David memenuhi ruangan kerja nya. "Nanti mama akan bicara padanya pa" Ratna setia menetralkan emosi suaminya itu.
"Jika dia bertengkar dengan alasan yang logis saya masih bisa memberikan toleransi"
"Masalah perempuan saja diperdebatkan!
David berkacak pinggang sambil mengurut dahinya yang mulai berdenyut. Dirinya benar benar tidak habis pikir melihat kehidupan putra keduanya itu.
"Jangan jangan anak itu adalah anak yang tertukar di rumah sakit " David menggerutu meluapkan kekesalannya, dia tidak bisa menemukan sifat siapa yang dituruni Matteo dari keluarga Mahaprana.
Ratna secara tidak sadar meraih koran dari atas meja, dan perlahan membacanya dengan raut wajah yang sulit diartikan
Di halaman depan koran terpampang nama perusahaan mereka lengkap dengan alamat dan nama pemilik.
Dirinya kemudian membaca sampai halaman belakang, dan menemukan foto ketika Matteo dan Alex saling serang dengan kata kata.
Namun pandangan Ratna fokus ke wajah gadis yang ada di gambar itu.
Dia memutar ingatannya tentang seorang gadis yang dia temui di kampus Diva.
"Ini Altea bukan? , Apa mereka ribut karena Altea ? " Ratna hanya membatin dalam hatinya.
Kemudian dia memutuskan menemui Matteo ke apartemen putranya itu. Berbekal alamat yang diberikan Juna putra sulungnya, Ratna dan supir pribadi keluarganya langsung menuju apartemen Matteo.
__ADS_1
Saat memasuki apartemen dia mengingat jika Minggu lalu juga dia melihat Matteo keluar dari apartemen ini bersama dengan Altea.
"apa hubungan mereka sudah sejauh itu?
Ketika Ratna sudah tiba di lobby dia menemui resepsionis untuk memastikan jika dia tidak salah alamat.
Para petugas langsung menyapa hangat kedatangan Ratna karena mereka tau jika Ratna bukan orang sembarangan.
Masuk kedalam lift , kemudian dia menekan angka 20 ,setelah lift terbuka dia menekan bel berkali kali.
"Siapa yang datang pagi sekali" Matteo menggerutu. Awalnya dia berpikir jika itu adalah Daniel atau Ibra, karena mereka yang biasa datang ke apartemen.
Maka dia memutuskan keluar hanya menggunakan celana boxer seperti biasa dan membiarkan dadanya terekspos.
Tanpa mengintip dari lubang ,dia langsung membuka pintu ,dirinya benar benar terkejut mendapati Ratna ibunya dengan tatapan tajam.
"Mama ngapain kesini"
"Kenapa tidak sekalian kau keluar dengan telanjang ha!, bangga sekali kamu memamerkan barang kecil mu itu ! " Ratna menaikkan suaranya karena kesal melihat penampilan putranya itu.
"ich.... Matteo spontan menutupi bagian bawahnya dengan tangan.
Secepat kilat dia berbalik ke kamar dan meraih pakaian nya. Setelah memastikan penampilannya sudah rapi ,dia keluar memakai celana Jogger dan kaos oblong putih.
Dari kejauhan dia melihat ibunya sudah duduk di sofa sambil memangku tas Luis Vuitton kecil miliknya.
"Mama ada apa kemari?
Matteo mendaratkan bokongnya di sofa.
Matteo membaca koran itu sejenak, namun dia tidak menunjukkan reaksi apa apa .
Dia bahkan menampilkan senyum tanpa dosanya.
"Aku pikir ada hal penting yang mau mama sampaikan " Matteo membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya di sofa karena merasa ngantuk.
"Mama lagi bicara dengan mu Matteo !
Ratna meninggikan suaranya karena kesal.
"Ia ia ahh, buruan mama mau bilang apa ? .. Matteo bangun dan kembali duduk menatap wajah ibunya.
"Kamu ada masalah apa sih dengan Alex, makanya kalian harus bertengkar seperti itu?
"Benar benar bikin malu ! , Sekarang permasalahan kalian apa nak ?
"Masalah wanita? Ratna memberondong banyak pertanyaan sekaligus.
Mendengar kata wanita Matteo langsung menengadah. "Tidak ma, Altea tidak ada kaitannya disini" Matteo menggulung koran itu dan menyingkirkannya ke tempat sampah.
"Lantas karena apa ? Karena geng mu itu lagi?
Ratna masih melayangkan pertanyaan dengan nada tinggi.
"Ma.. udah deh berhenti membahas hal ini, ini semua urusan ku bukan urusan mama atau pun papa"
__ADS_1
Matteo dengan nada kesalnya mengambil bantal dan membuatnya menjadi sandaran.
"Dengar ya Matteo, Alex itu sepupu kamu! meskipun hubungan mama atau papa kurang baik dengan orangtuanya, bukan berarti kamu ataupun juga Juna dan Diva ikut ikutan bertengkar ! "
Ratna berseru dan menekankan semua kalimatnya, agar Matteo paham .
Matteo hanya berdecak dan memejamkan kembali matanya karena malas menanggapi ucapan ibunya.
"Mama mau kamu selesaikan masalahmu dengan Alex secepatnya, jika kamu tidak mampu biar mama sama papa yang turun tangan, dan kamu tau konsekuensinya jika papa mu turun tangan bukan?"
"Aku sudah bilang , ini bukan urusan mama dan papa! Ini urusanku! " Matteo kembali membuka matanya karena kesal mendengar mamanya membawa nama papa nya.
"Kau dan Alex sedarah Matteo ! Didalam nadi kalian mengalir darah yang sama yaitu Darah Mahaprana! "
" Jadi masalah mu dengan Alex adalah masalah mama dan papa juga , kamu paham? "
Ratna dengan panjang lebar meluapkan kekesalannya kepada putranya itu. Rahang Matteo seketika mengeras.
"Mama sudah selesai bukan? jika sudah sebaiknya mama pulang! Matteo berbicara sambil menahan emosinya.
"satu lagi, mama juga akan menyingkirkan siapa wanita yang ada di koran itu, mama tidak mau kau mengikuti jejak Daniel yang suka bermain wanita " Ratna berdiri ingin segera pulang.
Mendengar kalimat terakhir ibunya Matteo bangun dan langsung mencekal tangan ibunya.
"Mama tidak bisa menyakiti Altea ! , dia tidak tahu apa apa, akan ku bunuh siapa saja yang mencoba menyakiti nya , tidak ada pengecualian "
Matteo menekankan kalimat dan mengepalkan kedua tangannya.
"Jadi namanya Altea ? Mama akan cari tahu penyebab nya " Ratna kembali menenteng tasnya dan bersiap keluar, Namum Matteo kembali mencekal tangannya.
"Mama jangan coba coba membawa nama Altea, atau....
"Atau apa ? apa kau sedang mengancam mama? Ratna berbalik dan menatap putranya itu dengan tatapan menantang.
"Jika mama merasa terancam, jangan sakiti Altea ! tidak ada yang bisa menyakitinya " Suara Matteo meninggi dan memenuhi seluruh ruangan itu.
Ratna hanya menghiraukan Putranya itu dan segera keluar. "mengapa kau jadi seperti ini nak" . Ratna yang sedang berada di lift sekuat tenaga menahan gejolak didalam hatinya.
Dirinya benar benar hancur melihat tingkah putranya itu yang semakin leluasa membantahnya. Tak terasa air matanya tumpah ruah membasahi pipi cantiknya yang mulai menua.
Rasa sesak dan bersalah campur aduk memenuhi ruang rindu yang begitu dalam untuk putranya itu.
Dirinya benar benar rindu Matteo kecil yang dulu selalu mengekor kemana pun dia pergi.
Bahkan saat Matteo kecil hendak tidur dirinya harus stand by menggaruk punggung putranya itu .
Sikap manja yang dulu perlahan hilang dan sirna di telan waktu. Karena Matteo dulunya manja maka orangtuanya selalu menuruti kemauan nya dan ternyata itu menjadikannya berubah seperti sekarang.
Bersambung....
Episode selanjutnya segera saya liris ya reader
semoga kalian suka.
Bantu like dan komen 🤗
__ADS_1