
Bersama keheningan malam altea merenung di balkon rumahnya. pikiran jernihnya sedikit ternoda atau sedikit keruh mengingat topik pembicaraannya dengan claris mantan pacar Matteo tadi siang.
Aku tidak boleh berpikir macam macam sebelum tau semua kebenaran.
Melihat langit yang di hiasi bintang-bintang pikiran altea hanyalah kepada Matteo. sedang apa dia sekarang?
Apa yang dilakukan beberapa hari ini?
apa dia merindukanku juga seperti aku merindukannya?
Apa dia sedang bersama perempuan lain?
Perbedaan waktu di luar negeri ke Indonesia memang sangat menghambat komunikasi altea dengan suaminya.
Altea memang tidak pernah mendengar masa lalu Matteo yang buruk dikaitkan dengan wanita . Masa lalu Mateo yang dia ketahui hanyalah Apa yang dia lihat selama ini karena memang begitulah kenyataannya Mateo bukan seperti kedua sahabatnya Daniel atau Ibra yang suka menjajah wanita.
Namun sebagai seorang wanita biasa, akhir akhir ini Altea sering memikirkan hal itu, mengingat Matteo adalah orang berada, belum lagi postur tubuh Matteo yang begitu sempurna bukan tidak mungkin Banyak wanita yang di luar sana mengincarnya.
Mengakhiri kegiatannya diluar altea menghampiri tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di sana seperti biasa dia akan merilekskan pikirannya diatas tempat tidur.
Namun sesaat ponsel altea berdering ternyata yang menelpon adalah ibu mertuanya.
"Halo sayang.. apa mama mengganggu?"
"Tidak ma. "
"Baguslah. begini sayang besok Mama akan menjemput kamu kita akan mencari gaun, diva dan kakak mu Aurel juga ikut " ucap Ratna dari sambungan telepon.
"Gaun ? gaun untuk apa ma ? " tanya Altea bingung.
"Sudah... besok mama jelaskan ya. "
"Baiklah ma "
Altea pun menutup sambungan teleponnya Dan meletakkan ponsel diatas nakas kemudian dia memejamkan matanya.
...----------------...
Hari ini adalah hari weekend altea memutuskan tidak pergi ke kampus setelah memeriksa jadwal mata kuliah nya tidak ada.
Karena teringat dengan ucapan ibu mertuanya tadi malam, Altea segera bersiap-siap.
Dan benar saja dugaannya, Diva Aurel dan ibu mertuanya sudah datang menjemputnya.
"Halo ma.. ayo masuk dulu " Altea melebarkan pintu.
"Halo sayang... tidak usah kita langsung jalan saja ayo. "
"Apa kabar kakak " didalam mobil Altea membuka suara untuk menyapa kakak iparnya.
"Aku baik Al " Jawab Aurel, mata Aurel tertuju melihat perut Altea yang sudah mulai membulat.
Beruntung sekali anak kampungan ini !
"Kita ke butik langganan mama saja, memang sih mama sudah mendapatkan beberapa rekomendasi beberapa gaun tapi alangkah baiknya kita memilih langsung " Ucap Ratna .
"Iya ma, tapi kita makan dulu kek .. lapar nih " celutuk Diva mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
"Iya setelah kita memilih gaun kita makan "
saat sedang mengobrol dengan terdengar suara ponsel altea dari dalam tas berbunyi nyaring. Altea buru-buru mengangkat ponsel agar tidak mengganggu kakak iparnya dan mertuanya yang sedang mengobrol.
"Halo sayang... " ternyata Suaminya Matteo yang menghubunginya lewat Video call.
"Hai.. " altea tersenyum lega melihat wajah tampan suaminya memenuhi layar ponsel sudah dari kemarin dia ingin sekali menghubungi Matteo karena rindu ,namun dia selalu mengurungkan niatnya karena takut mengganggu Matteo.
"Kau cantik hari ini " Melihat senyum Altea yang begitu tulus membuat Matteo tergila-gila.
Wajah Altea langsung pias. Tolong jangan memujiku aku malu sialan !
"Hei kenapa diam sayang " Matteo terus bersuara dari seberang sana.
"Kau ribut sekali.. nanti aku hubungi lagi ya " Altea merasa tidak enak hati karena ada kakak ipar dan Mertuanya.
"Kenapa ?? Apa kau tidak merindukan ku !!" Yang di sana sudah mulai panik naik pitam.
"Bukan seperti itu, aku sedang dijalan ma.. "
"Mau kemana ??? dengan siapa !! "
"Jawab !! " Matteo langsung nyosor. pikiran Matteo berkecamuk membayangkan dengan siapa Altea dan mau kemana? secara ini kan weekend, Matteo tau jelas jadwal kuliah Altea. pikirannya sudah dipenuhi dengan hal-hal buruk.
Altea kemudian memutar kamera ponsel untuk memperlihatkan sedang bersama siapa dia sekarang. "Sudah jelas? " tanya Altea .
"Aku yang mengajak" Apa kau keberatan ? bila iya aku akan menghapus namamu dari daftar keluarga " Ratna tertawa kecil menjahili Matteo.
"Apa mama bilang ???? " Terdengar Matteo menaikkan volume suaranya.
"Hahaha " dari kursi kemudi terdengar Diva tertawa.
Oh jadi untuk ulang tahun perusahaan. altea
"oh begitu, baiklah aku titip Altea . Jangan sampai dia kelelahan, kalau sampai istriku kenapa kenapa aku akan menuntut mama " tegas Matteo, namun dibalas tawa oleh Ratna.
Saat Altea memutar kamera tadi Matteo sudah mulai panik melihat Aurel kakak iparnya. Ternyata Ratna ibunya juga ikut akhirnya Matteo lega.
"Baiklah aku matikan ya. nanti aku hubungi kamu lagi " Ponsel sekarang sudah ditangan Altea.
"Iya sayang.. cium dulu " Matteo mengarahkan pipinya ke layar ponsel.
Namun Altea buru buru mematikan, karena tidak mau adegan konyolnya dilihat oleh mertua dan iparnya. Mau diletak dimana wajahku nanti pikir Altea.
.
.
"Kak Matteo kapan pulangnya Al ? " Diva melirik Altea dari kaca spion.
"Aku tidak tau " lirihnya
Ratna mengeratkan genggaman tangannya karena melihat Altea sedih. Dia tau bagaimana perasaan Altea sekarang, karena dulu, dia juga sering ditinggal David saat dia hamil karena desakan pekerjaan. "Matteo akan pulang secepatnya percayalah "
"Iya ma... "
Setelah tiba di butik Altea ternganga melihat banyak gaun gaun mewah berjejer rapi terpajang di balik lemari kaca.
__ADS_1
Masuk kedalam fitting room, Altea mencoba satu gaun maroon sederhana yang menurutnya cantik namun ternyata tidak muat karena terhalang di perut. "tidak muat " lirihnya.
"Coba yang lain Al. ini kan masih banyak mau aku bantu cari " Diva
"Tidak tidak.. kamu lanjut saja mencari gaun mu " tolak Altea halus.
"Kamu coba yang ini dulu, pasti muat " Aurel tiba tiba datang membawa gaun dan memberikan kepada Altea.
Altea mengerutkan keningnya melihat gaun yang direkomendasikan oleh Aurel. Tampak gaun itu berkerah lebar namun tidak berlengan dan terkesan norak. Belum lagi di punggungnya hanya di tutupi tile.
Altea bergidik ngeri membayangkan dia mengenakan gaun tersebut.
"Ayo coba dulu " Aurel langsung membantu Altea membuka kancing baju dengan senyum menyeringai. "Cepat coba " desak Aurel sedikit memaksa. "Ini cocok untuk mu " Aurel tersenyum penuh arti.
Cocok dengan kau yang kampungan !
"Baiklah " Altea akhirnya mencoba gaun rekomendasi dari kakak iparnya, karena merasa tidak enak hati menolak.
Udah baik baik anak orang merekomendasikan malah ditolak itu namanya tidak menghargai. Batin Altea meronta.
Semoga tidak muat.
aku tidak mau memakai gaun horor seperti ini hihihi.
Saat gaun sudah menempel ditubuhnya, Altea memperhatikan penampilannya di depan cermin. kenapa jadi cantik begini ? . Memutar mutar tubuhnya Altea menarik senyum tipis.
Aurel membulatkan matanya melihat penampilan Altea. Pasalnya gaun itu menempel sempurna mengikuti lekuk tubuh Altea. Gaun berwarna peach tersebut terlihat serasi dengan warna kulit putih Altea.
"Makasi kak gaunnya , ternyata muat.. aku suka " Altea tersenyum kegirangan.
"Tapi aku lihat lihat...warnanya sedikit mencolok, kamu ganti yang lain saja deh.. " Aurel sudah bersiap untuk membantu Altea melepaskan gaun yang masih menempel ditubuh Altea.
Diva yang sudah menemukan gaun pilihannya masuk kedalam fitting room, namun matanya memicing melihat Altea . " Wah kamu cantik sekali Al ..."Memeriksa semua bagian tubuh Altea , dan membuat Aurel refleks mengurungkan niatnya melepaskan gaun yang dikenakan Altea.
"Perutmu juga tidak nampak " Diva juga terlihat kegirangan.
"geraikan rambutmu biar ini tertutup " menunjuk tile di belakang, Diva langsung membantu Altea melepaskan jeday rambut.
"Nah kek gini kau cantik sekali Al " Diva masih memuji.
"Kalau kak Matteo melihat mu seperti ini beuhh... langsung lah kau disantap manis " Diva mengerlingkan matanya dengan tertawa licik.
Wajah Aurel langsung pias. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan penuh amarah. Niatnya merekomendasikan gaun norak untuk membuat Altea malu saat ulang tahun perusahaan nanti malam ternyata malah kebalikannya.
"Terimakasih Kak aku suka gaunnya " Altea dengan segala kepolosan yang hakiki berkali kali kegirangan mengucapkan terimakasih dan itu membuat Aurel semakin palak, namun Aurel tetap tersenyum. "iya sama sama " .
"Ayo kalian sudah siap? kenapa lama? kalo tidak ada yang cocok biar kita cari di tempat lain " Teriak Ratna dari depan ruang fitting .
"Iya iya sebentar mam..." Diva menarik tangan Altea dan Aurel . "Ayo kak cepat "
"Tunggu, kakak gak beli gaun untuk kakak juga ?? " Tanya Altea polos melihat Aurel tidak memegang apa apa.
Seketika Aurel membulatkan matanya. Tersadar jika dia ternyata belum memilih gaun untuknya. "Tunggu sebentar ".
Buru buru Aurel memilih salah satu gaun yang dirasa cocok tanpa mencobanya terlebih dahulu. Terlalu sibuk untuk mengurusi Altea membuat lupa memilih gaun untuknya. "menyebalkan " gumam Aurel.
Setelah selesai membeli gaun, mereka makan terlebih dahulu di sebuah restoran terdekat. Setelah Drama Diva meluluhkan hati Ratna yang merengek rengek seperti anak kecil minta makan diluar karena bosan dengan menu dirumahnya yang harus mengikuti selera ayah.
__ADS_1
Bersambung