Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Waktu yang sama namun situasi berbeda


__ADS_3

Altea buru buru menenteng tas kecilnya. Dia meminta bapak supir mengantarnya ke kantor Matteo.


Entah mengapa hari ini dia ingin sekali ke kantor suaminya mungkin mau melihat apa yang di kerjakan Matteo, atau Matteo sedang apa . ahh entahlah.


apa ini kantor orion? megah sekali. Sebelum masuk ke lobby dia masih terkagum melihat tampilan luar gedung pencakar langit yang entah berapa tingginya.


gimana cara orang orang membangun kantor ini ya ?


Setelah mendapatkan informasi dimana letak ruangan suaminya dia segera menekan lift dan masuk.


Tidak terima karena lift berjalan dengan lambat dia menghentakkan kakinya dengan manja. uhhh !


Hari ini dia mau protes terhadap perlakuan suaminya yang mulai kurang ajar. pulang tidak berkabar dan pergi tidak pamit.


"Tuan sedang rapat non. Tapi tidak apa apa nona masuk saja. karena ini hanya rapat internal . " Ucap salah satu kepala Divisi yang kebetulan bertemu altea.


Di depan ruangan Matteo entah mengapa dia berdua pikiran. perasaan campur aduk antara marah dan merasa bersalah nanti. Biar bagaimanapun Matteo adalah petinggi disini. Dia tidak mau sikapnya sampai membuat malu suaminya.


"Tidak apa apa aku tunggu di kursi ini saja hehehe " Altea menunjuk kursi di sebelah ruangan Matteo. kursi itu biasanya di pakai oleh manajemen operasional ketika menunggu giliran masuk ke ruangan Matteo.


Kepala divisi berlalu sambil menundukkan kepalanya.


Altea duduk sambil memikirkan hari kemarin. Wanita itu siapanya Matteo ya ?


Walau tidak mau berburuk sangka namun dia juga ingin mencari tau siapa wanita itu.


Satu jam berlalu dia melihat para petinggi sudah keluar dari ruangan Matteo. Artinya rapat sudah selesai.


Menarik sedikit senyum lega dia berjalan mau masuk keruangan suaminya.


namun urung. Karena dia mendengar di dalam masih ada suara.


Dia melirik sedikit dari pintu dan mendapati Naura sedang duduk berhadapan dengan Matteo.


Sedih bercampur emosi.


Dia sebenarnya siapa ?


Altea memilih duduk kembali di kursi yang dia duduki tadi. Menunggu wanita itu keluar. Hampir 30 menit berlalu tidak ada tanda tanda wanita itu keluar.


Gemuruh di hatinya muncul lagi. Rasa penasaran yang tidak bisa di bohongi. Jujur saja dia cemburu sekarang.


mereka sedang ngapain sih ?.


*****


Naura memperbaiki cara duduknya. Sesekali jemari lentiknya memperbaiki helaian rambut yang kemudian dia selipkan ke belakang telinga.


Sementara Matteo masih sibuk menata file yang di kirim Naura .


Sebenarnya Matteo malas berdua dalam satu ruangan dengan wanita lagi.


tapi mau bagaimana lagi ini yang entah ke berapa kalinya Matteo melihat kinerja Naura cukup di perhitungkan dalam perusahaan.

__ADS_1


Mungkin pengalaman Naura yang sudah banyak dalam dunia bisnis jadi mempermudah pengerjaan proyek walaupun dia masih kategori anak jagung dalam Orion Company.


Naura sedang curi curi pandang melihat tampilan Matteo. Di usia Matteo yang tergolong masih muda menampilkan pesona yang luar biasa fenomenal. Siapa pun wanita pasti akan terpikat dengan pesonanya.


Merasa pinggangnya mulai berdenyut denyut Matteo menutup map dan menoleh ke arah Naura. "Apa semua sudah selesai? "


Naura langsung blak-blakan mengambil cara mengatasi kepanikannya karena merasa dia kepergok memperhatikan Matteo.


"i' iya pak .. Beberapa sudah selesai tapi ada juga yang belum selesai " Naura langsung memisah berkas yang sudah selesai dan yang belum.


Matteo melihat tumpukan berkas itu menggeleng.


"Aku akan pulang . Berikan berkas yang belum siap itu kepada Mike " Matteo langsung berdiri dan membuka jasnya. Dia segera mengambil kunci mobil.


Senja ini dia ingin segera pulang dan bertemu anak dan istrinya. Seharian rasanya rindu juga. Apalagi sedari pagi tadi altea tidak mengirimkannya pesan apa pun.


Aku seperti mencium aroma aroma masalah malam ini. Gumam Matteo sambil menyelipkan ponsel mahalnya ke saku celana.


Naura yang melihat Matteo sudah mau berlalu langsung sigap berdiri. Dan mengekor di belakang Matteo layaknya sekretaris. padahal dia bulan sekretaris Matteo.


Matteo menekan tombol lift dan masuk. Namun ternyata Naura juga ikut masuk kedalam lift dengan lancangnya.


Matteo tidak menggubris. Dia seperti biasa tetap cool dengan wajah datar dan sikap dinginnya itu.


Sesampainya di lobby dia bertemu Mike. "Apa anda sudah mau pulang tuan? " Mike menunduk sopan namun matanya beralih melihat Naura. Tatapan tidak suka sudah jelas. namun Mike santai saja.


Matteo berjalan sambil mengangguk. "Kau juga pulanglah " ucap Matteo .


"Hati hati tuan. maaf saya tidak bisa mengantar anda. karena saya akan mengurus proyek baru kita malam ini juga agar lusa bisa beroperasi " . Matteo menghentikan langkahnya.


Mike pun mengangguk sopan sampai Matteo berlalu.


Ada banyak kelegaan di hatinya akhir-akhir ini proyek baru sudah banyak beroperasi dengan baik dan pastinya sudah sangat menjanjikan dan memiliki nilai yang sangat luar biasa.


Mike sendiri selalu melaporkan hal-hal atau perkembangan yang begitu luar biasa itu kepada Raymund kakek dari Matteo. Dia adalah pengikut setia Raymund sejak dulu.


Tapi bukan itu masalahnya. Mike masih melirik punggung Naura yang berlalu dengan Tuannya.


"Silahkan pulang pak. saya akan naik taksi " Ucap Naura sambil memeluk berkas di dadanya.


Matteo tidak menggubris. Dia masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya.


Naura menarik senyumnya yang hangat.


Baiklah perjalanan baru akan dimulai semoga semuanya berjalan dengan baik. Huh ! Rambutnya berkibas sekali.


Sementara itu antea baru keluar dari lift. masih berdiri di tempatnya melihat adegan di depannya.


Dia melihat Naura keluar dengan Matteo dan masuk ke dalam lift serta berjalan di lobby sampai Matteo yang menghilang dan juga melihat senyum Naura yang hangat.


Altea pun memesan taksi online ingin segera pulang.


adegan sore ini membuatnya benar-benar resah. selintas hal-hal buruk mulai membayangi pikiran-pikirannya.

__ADS_1


namun dia juga tidak langsung mau berburuk sangka karena sedikit banyaknya dia mengenal Mateo suaminya.


tapi dia juga tidak 100% yakin dengan apa yang dilihatnya hari ini.


Intinya hatinya sedang terganggu dan pikirannya sedang kacau.


dia ingin segera pulang dan menenangkan pikirannya sambil memeluk anaknya.


Bisa bisanya aku membuntuti hal yang tidak berguna hingga sore. hah ! bagaimana bisa aku jadi seperti ini.


Taksi yang dia tumpangi berjalan bersaing dengan kendaraan lain di tengah-tengah jalan yang begitu macet .


Jalanan dipenuhi dengan kendaraan-kendaraan besar kecil di ibukota.


Altea hanya duduk merenung. Menepis bayangan tentang kejadian tadi siang.


tapi mustahil !


Aku tidak boleh berburuk sangka. Dia menyandarkan punggungnya, sambil menatap lurus jalanan. Matanya fokus melihat lampu merah sepersekian detik berubah jadi kuning lalu hijau.


tittttt!!!! ribut ruah jalanan.


Suara klakson saling sahut menyahut membuat keributan di jalanan. Karena kaca mobil tertutup mungkin keributan itu tidak begitu menggangu altea.


Sama halnya sama halnya dengan Matteo dia juga sedang berjilbabku dengan setir mobil sambil memaki-maki para pengendara yang menyalip di depannya.


"Hei sialan !


aku juga mau ingin cepat sampai di rumahku !


bertemu anak istriku bukan hanya kau saja yang ingin cepat !


dasar gila!"


Matteo membunyikan klakson panjangnya agar para pedagang lampu merah minggir.


"Aaaaa. aku tidak tega membentak nya ! "


Begitulah dua orang di jalan yang sama, di waktu yang sama namun dengan mobil berbeda dalam suasana berbeda. Dan mereka tidak saling tahu menahu.


Bersambung.....


Disini aku kembali lagi para reader setiaku.


Maaf aku lama update. Kalian tau kenapa?


Ada orang yang menjiplak karyaku yang tidak seberapa ini di aplikasi lain .


Sedih bercampur emosi aku. 😐😐😐.


ada ya manusia kek gitu 😖😖


Tapi kan we. Terimakasih semuanya sudah membaca karyaku.

__ADS_1


Tetap support like dan komen. Terimakasih banyak.


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2