Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Kesalahan yang sama


__ADS_3

Matteo membuka pintu mobilnya dengan tidak bersemangat, perasaan hancur kembali menenggelamkan dirinya didalam luka yang tidak berdarah.


Di satu sisi dia terluka melihat Altea menangis ,namun di sisi lain dia harus sadar jika Altea menangis karena dirinya.


Matteo menundukkan kepalanya diatas setir mobil, sesekali dia memejamkan matanya berharap logikanya bekerja.


"Aku harus bagaimana "


Dia kemudian menghidupkan mobil namun dia tidak menginjak pedal gas. Logikanya mengatakan bahwa dia harus tenang terlebih dahulu.


Akhirnya dia hanya duduk dengan tatapan kosong , rasanya separuh jiwa yang dia miliki hilang begitu saja. Untuk kedua kalinya dia jatuh kedalam kesalahan yang sama dan korbannya orang yang sama juga.


Sesekali matanya menangkap pemandangan lalu lalang petugas parkiran yang sibuk menata mobil agar terlihat rapi.


Dia bahkan meninggalkan pekerjaannya tanpa memberitahu atasannya hanya untuk mengejar Altea, namun hasilnya nihil malah jadi minus.


Sejenak Matteo memperbaiki posisinya.


Dia mengajak logikanya bekerja sama namun tampaknya logikanya beluk maksimal.


Akhirnya Matteo memilih tidur dengan perasaan hancur dia berharap yang terjadi hari ini adalah mimpi.


Setelah bergelut dengan mimpinya dia bangun dan melihat jam menunjukkan pukul 17.00.


Itu artinya dia tidur didalam mobil selama 7 jam.


Dia mengusap mata dan mengedarkan pandangannya melihat sekeliling. "Ternyata bukan mimpi" gumam Matteo.


Setelah berargumen dengan pikirannya sendiri akhirnya Matteo memutuskan untuk pulang dengan perasaan hancur.


Sebelum dia melajukan mobilnya terlebih dahulu ia menenggak air mineral untuk memulihkan kesadarannya.


"Siapkan aku lawan malam ini, kalau bisa 5 orang sekaligus " ucap Matteo melalui sambungan telepon kepada Gio.


Matteo kemudian mematikan ponsel dan kembali menambah kecepatan mobilnya.


Berjibaku dengan padatnya nya lalu lintas dia mulai membelah jalanan yang begitu membosankan.


Pukul 18.00 Matteo tiba di apartemen miliknya ia segera turun dan kemudian naik ke lantai 20.


Matteo menempelkan kartu akses miliknya, namum tidak terdengar ada bunyi dia menebak jika didalam apartemennya ada seseorang.


Akhirnya dia mendorong pintu dan dugaannya tepat, Daniel sudah ada di sana. "Mau apa kau disini? tanya Matteo sambil melempar jasnya tanpa tau mendarat dimana.


"Aku datang untuk memastikan mu masih hidup atau sudah meninggal " Ucap Daniel santai.


Daniel memang sudah berpuluh kali menghubungi nomor ponsel Matteo tapi tidak ada jawaban, seketika dia teringat dengan kejadian dua minggu lalu.

__ADS_1


Matteo meninggalkan Daniel di ruang tamu tanpa merasa bersalah sedikit pun, dirinya bahkan tidak membahas atau meminta maaf karena tidak masuk bekerja hari ini.


Daniel akhirnya menyusul Matteo kedalam kamar , dia mendengar percikan air dari dalam kamar mandi. Kemudian dia memilih merebahkan diri diatas kasus king size milik Matteo sambil menunggu pria itu.


"Apa kau sudah tidak berselera lagi melihat wanita sialan ! " ucap Matteo terkejut melihat Daniel tiba tiba berada di kamarnya.


"Aku masih normal ! tegas Daniel.


"Lalu untuk apa kau disini aku mau ganti baju bodoh " Ucap Matteo .


"Apa kau malu memperlihatkan ukuran kecil senjata mu itu " ucap Daniel terkekeh sambil membalikkan badannya mengambil posisi tengkurap.


"Aset ku terlalu berharga untuk diperlihatkan sialan ! Matteo melempar handuk bekasnya setelah ia selesai memakai boxer. Handuk itu pun mendarat tepat di kepala Daniel.


"Apa sudah selesai?" tanya Daniel, namun dia tidak mendengar suara sahutan.


Akhirnya dia membalikkan tubuhnya dan mendapati kamar itu kosong , rupanya Matteo sudah keluar dari kamar ketika Daniel masih tengkurap. " Sial" Daniel melempar handuk bekas Matteo ke lantai.


Daniel keluar dari kamar Matteo, dia melihat sahabatnya itu sedang memakai sepatu, melihat tampilannya saja Daniel sudah tau kemana arah tujuan Matteo sebentar lagi.


Segera dia menghubungi Ibra agar menyusul ke Arena. Setelah memutuskan sambungan teleponnya dia mengirim pesan WhatsApp kepada Ibra "Bawa Altea ke arena" .


Matteo mengambil helm dan segera keluar dari apartemen tanpa mempedulikan Daniel.


Hanya dalam beberapa menit dia tiba di arena. Di sana dia langsung disambut oleh Gio dan gengnya. "tunjukkan mana lawanku" Ucap Matteo dengan raut wajah mengerikan


"Itu bos ... " Gio menunjuk 5 orang yang sedang duduk di pinggiran ring sambil berteriak mendukung jagoannya yang sedang bertarung.


Matteo kemudian tersenyum menyeringai " Menu mu malam ini kurang greget" ucap Matteo datar kemudian berlalu kedalam ruang ganti.


Daniel tiba setelah beberapa menit kemudian, dia langsung mendatangi Gio dan menyapa anggota geng . Meskipun Daniel bukan komplotan geng motor Matteo namun dia juga disegani oleh Gio dan anggota geng lainnya karena dirinya adalah sabahat dari Matteo selaku ketua mereka.


Pergaulan Matteo memang sangat sengit, punya 2 sahabat konyol namun kaya dan geng motor yang diketuai olehnya.


Tampak Matteo keluar dari ruang ganti dan segera naik ke atas ring, di dalam ring dia sudah ditunggu oleh kelima penantang yang siap menyalurkan emosinya masing masing.


Matteo memang betul-betul menyalurkan emosionalnya malam ini hanya membutuhkan waktu 10 menit kelima penantang itu terkapar begitu saja.


Matteo masih tetap berada di atas ring seolah menunggu penantang lain. Dan benar saja penantang baru naik.


.


.


"Mana Altea ? tanya Daniel yang melihat Ibra datang sendirian.


"Aku tidak berhasil meyakinkan Altea" ucap Ibra.

__ADS_1


"Apa kemampuan mu menggoda wanita sudah turun? tanya Daniel.


"Kalau menggoda wanita untuk menikmati surga dunia aku rajanya, tapi masalahnya Altea bukan seperti wanita macam itu" Kekeh Ibra.


Gio dan Daniel hanya mengangkat kedua bahunya seolah pasrah. Dengan keadaan seperti ini tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan aksi gila Matteo.


Ibra dan Daniel memang sudah menonton berita konyol Matteo ketika di bandara tadi pagi .


Maka dari itu Daniel meminta Ibra agar membawa Altea , dengan harapan Altea bisa menghentikan aksi gila Matteo ,karena dia tau jika Altea lah penyebab Matteo seperti ini.


.


.


.


Matteo masih bertarung di atas ring membabi buta menghajar para penantang, dia tidak menghiraukan wajah dan tangannya yang sudah berlumuran darah.


Ibra dan Daniel hanya diam melihat aksi bodoh Matteo yang semakin meningkat. Berkali kali mereka mencoba menghentikan Matteo tapi tidak berhasil.


"Matteo hentikan" teriak Altea dari pinggir ring.


Ibra, Daniel dan Gio sontak menoleh " Altea " ucap mereka secara bersamaan.


Matteo juga tak kalah terkejut mendengar suara lembut memanggil namanya "Altea " gumam Matteo.


Matteo buru buru turun dari ring dan segera mendekati Altea " Untuk apa kau kesini" tanya Matteo. "Ayo pulang" Altea hanya mengucapkan dua kalimat.


"Iya... tunggu sebentar" Matteo segera pergi ke ruang ganti. Dua menit kemudian Matteo sudah keluar, "Ayo " ucap Matteo sambil tersenyum kepada Altea.


Melihat pemandangan itu Gio dan gengnya saling memandang, Ibra dan Daniel juga demikian.


"Ternyata seekor singa bisa takluk kepada kucing betina" sahut Daniel.


"Ternyata obat penawarnya adalah Altea" ucap Gio.


"Oalah bos bos...... " sahut anggota geng lainnya.


Masing masing dari mereka mengungkapkan keheranan melihat Matteo yang tiba tiba patuh terhadap seorang wanita.


Bersambung...


Hai reader episode selanjutnya tetap pantengin terus ya...


besok aku Up.


Bantu like dan komen.🤗👍

__ADS_1


__ADS_2