
Menggandeng tangan istrinya ,Matteo berjalan tegap memasuki hotel tempat dimana Perusahaan Mahaprana milik ayahnya sedang merayakan ulangtahun.
Sorot mata Matteo masih menunggu tanda panah lift yang berkedip dengan angka angka yang perlahan terlewati. Kenapa lift ini lama sekali huh. Desah Matteo melalui hembusan nafasnya.
"Apa kita sudah terlambat? "Altea mengedarkan pandangannya kesegala arah.
"Tidak ada kata terlambat..Ayo " Pandangan Matteo tertuju kepada kedua orangtuanya didampingi oleh kakaknya Juna dan istrinya Aurel. Mereka sudah berdiri di depan sambil menerima ucapan selamat dari para undangan.
"tegakkan kepala mu ,kau istri Matteo Mahaprana ! " Bisik Matteo didepan telinga Altea.
Tidak boleh ada sejarah yang mencatatkan istriku menunduk tidak percaya diri dihadapan banyak orang.
"Aku pikir kau takut dipenjara karena leherku patah " Ayolah kau pernah mengatakan hal itu padaku kan ? haha pasaran sekali bahasa mu . begitu maksud sindiran Altea dengan entengnya.
"Aku memang sedang berada di penjara" Matteo merangkul pinggang altea. "Tapi berdua dengan mu "
Mata altea memicing. "Penjara dengan ku? "
"iya penjara cinta " Mengedipkan mata genit dengan senyum sumringah.
Terdengar Altea cekikikan membayangkan dari mana berasal ilmu gombal Matteo yang tidak berguna ini. Aku bukannya senang tapi malah geli. Hiks....
Matteo dan Altea berjalan menghampiri Juna kakaknya. " Selamat kak ".
"Terimakasih, selamat juga untuk pencapaian terbaikmu dari luar negeri.. kakak bangga dengan mu " Juna merangkul tubuh Matteo.
"Selamat pa " Matteo menghampiri kedua orangtuanya yang sudah dari tadi melihat keakraban Juna dan Matteo.
"Terimakasih " David juga merangkul tubuh Matteo kemudian memberinya tepukan di bahu.
"Papa senang kau dan Istrimu akhirnya datang " tampak tatapan David penuh arti.
"Baiklah aku dan Altea mencari tempat duduk dulu " Matteo mengedarkan pandangannya.
"Berdirilah bersama papa disini " Sorot mata penuh permohonan.
"Maaf pa, anggap saja aku sudah disini..Altea tidak bisa kelelahan "
Kata kata yang tidak pernah keluar dari mulut Matteo. Biasanya dia akan membantah dengan kata kata telak.
"Tidak apa apa sayang... kamu disini temani papa saja. aku disitu duduk sama Diva " Menunjuk meja yang dihuni oleh diva sendiri.
Altea paham jika suaminya perlu berdiri di samping David karena dia adalah adalah putra kedua David. Bagian penting dari keluarga Mahaprana.
"Baiklah " Matteo mengantar altea agar istrinya duduk bersama dengan Diva di meja yang sudah disiapkan khusus keluarga mahaprana.
Tahapan demi tahapan acara berlangsung meriah. David selaku owner atau pemegang kendali penuh perusahaan mahaprana mengambil kesempatan untuk memperkenalkan secara resmi anak-anaknya di depan publik. Tidak lupa David juga memperkenalkan altea sebagai menantu keduanya.
Ini adalah pertama kali altea diperkenalkan secara resmi ke publik. Meskipun awalnya Matteo tidak setuju istrinya diperkenalkan ke publik dengan alasan takut membebani altea dengan statusnya.
Namun karena melihat sorot mata penuh permohonan dari David akhirnya Matteo mengizinkan setelah pertimbangannya karena lambat-laun pada akhirnya altea juga akan diperkenalkan.
David juga terang terangan mengumumkan bahwa mereka sedang menantikan cucu pertama dari pasangan putra keduanya Matteo Avhdio mahaprana dan menantunya Chelsea altea firmino.
Altea yang mendengarkan itu begitu terharu menyadari jika dirinya berasal dari kalangan biasa namun diterima baik oleh keluarga mahaprana, terlebih dengan anak yang sedang bersemayam di perutnya.
.
.
.
__ADS_1
.
Merasa kantong kemihnya penuh Altea pergi ke toilet setelah menitipkan tasnya kepada Diva. "Mau aku temanin ? "
"Gak usah aku sendiri bisa kok "
"ya sudah aku tunggu ya" Diva kembali menikmati hidangan diatas meja.
.
.
.
.
"Kau tidak menepati janji mu!!! "
Altea yang sedang merapikan anak rambutnya di depan cermin toilet terkejut mendengar suara familiar dari belakangnya.
"Clarish ?? Kau disini ? " Mundur beberapa langkah karena melihat tatapan mengerikan dari clarish tampak wanita itu menarik senyum-senyum licik.
"Ternyata kau senang ya menari diatas penderitaan orang lain " Suara penuh sindiran. Clarish berjalan mengitari altea sambil memainkan rambut altea dengan jarinya kemudian dia menatap dengan sorot mata tajam menghujam.
"Aku tidak mengerti maksud mu..." Altea masih berusaha tenang.
"Hah !!! Tidak mengerti ? bagian mana yang tidak kamu mengerti ? " Tertawa licik .
"Kau sudah berjanji untuk meninggalkan Matteo, lalu kenapa kau diperkenalkan ke publik? " Clarish membelakanginya.
"Aku tidak bisa melakukannya sekarang karena aku hamil " Mata Altea mulai berkaca kaca.
"Gugurkan kandungan mu !! " Suara Clarish terdengar datar.
"Hahaha !!! " Tertawa menggelegar ! "
"apa kau tidak berpikir jauh ? suatu saat nanti kau pasti akan terkuak hamil diluar nikah dan terpaksa menikah dengan matteo " Clarish melipat tangannya. Wanita itu terlihat cantik penuh misteri. Tatapan penuh kemenangan terpampang jelas diwajahnya.
"Aku .. aku tidak hamil di..... "
"Tidak apa ? Tidak mau mengaku jika kau hamil diluar nikah ??? " Clarish kembali memainkan rambut Altea kemudian ia kembali lagi menyandarkan punggungnya dengan lipatan tangan.
"Itu bukan anak yang kau harapkan bukan ! "
"Bahkan Matteo menikahi mu karena anak itu , Aku tau kau tidak mencintai Matteo, selain masa lalunya yang buruk satu hal yang perlu kau tau Dia Milikku !!!" memprovokasi dengan licik .
"Ka kau tau dari mana? " Altea terbata bata, tidak menyangka jika Clarish mengetahui kebenaran tentang kehamilannya. Aib yang mati matian dia simpan rapi ternyata sudah bocor.
"Karena yang seharusnya di posisi mu sekarang adalah Aku ! " Bentak Clarish membuat Altea terjungkal.
"Harusnya Malam itu yang di tiduri Matteo dan aku yang mengandung anaknya" suara penuh emosi yang membara, membuat nyali Altea menciut.
"Apa maksudmu??? " Altea mengumpulkan semua keberaniannya.
"Aku sudah bekerja keras membuat Matteo Hilang kesadaran malam itu agar dia meniduri ku dan aku hamil anaknya dan apa yang terjadi ? kau malah datang merusak semuanya !!!! " Ucapan clarish berapi api menyudutkan Altea.
"Hilang kesadaran ??? " Bingung seperti orang bodoh.
insiden mengerikan yang menimpa dirinya dan membawa perubahan yang signifikan terhadap kehidupan Altea ternyata menyimpan banyak pertanyaan yang belum terjawab.
"Aku yang mati matian memasukkan obat perangsang kedalam air putih Matteo agar dia tidur denganku tapi apa ?? kau malah datang menyerahkan dirimu dan membuatku tersingkir ! Kau wanita penggoda yang licik !!! "
__ADS_1
Tubuh Altea terkulai lemas mendengar kobaran kemarahan Clarish. Luka yang sudah sembuh karena cintanya kepada Matteo seolah berdarah lagi.
Akulah yang salah !!
Perasaan Altea semakin teriris dengan kenyataan pahit masalalu. Ingin rasanya Altea menangis sekarang. Kenyataan saat ini lebih pahit dari kejadian yang menimpaku didalam hati Altea membatin.
Aku tidak boleh lemah, sudah cukup air mata yang mengering selama ini menangisi hal yang tidak pantas. Aku tidak boleh terpancing. Altea menguatkan dirinya dengan penuh semangat.
"Dan sekarang kau menikmati semuanya !
"hasil kerja kerasku ! " Clarish tersenyum penuh kemenangan melihat raut wajah Altea seolah merasa bersalah.
"Kau senang sekarang bukan ? "
"Tentu ! " Altea spontan menegakkan kepalanya. Tidak lupa dia juga menarik senyum tipis.
Clarish menelan salivanya ternyata wanita yang terlihat lemah lembut ini tidak gampang terprovokasi.
"Kalau begitu aku mengucapkan terimakasih banyak atas kerja keras mu ....." Menyeka Air mata.
"Karena kerja keras mu aku bisa menikahi Matteo, pria baik yang mempunyai segalanya Harta,,tahta, cinta semuanya dia punya! " Altea tersenyum cerah mengalahkan sinar terik matahari.
"Kau jembatan penghubung antara aku dan suamiku !!! " Imbuh Altea dengan senyum menyeringai.
"Apa kamu bilang ! " Clarish bersiap menjambak rambut Altea, wanita ini perlu di kasi pelajaran harusnya.
"Terimakasih untuk semuanya nona Clarish, aku tidak akan melupakan kebaikan anda " Altea buru buru keluar meninggalkan Clarish.
"Tunggu !!! " Clarish menarik paksa lengan baju Altea hingga menampakkan sedikit belahan dada nya.
"lepaskan aku " Altea meronta dan berteriak namun Clarish langsung menutup mulut Altea dengan telapak tangannya.
"Kau harus diberi pelajaran sialan!! " Menjambak keras rambut Altea, kemudian menyudutkan wanita hamil itu ke tembok.
Altea tidak mau kalah dia kemudian menendang perut Clarish dan membenturkan kepala wanita itu hingga dahi Clarish terbentur mengenai keran wastafel. "auch... "
"Kau !! " Clarish kembali menarik rambut Altea dan mendaratkan tamparan keras mengenai pipi Altea.
Dan terjadilah peristiwa Jambak menjambak hingga pintu toilet terbuka karena Altea menendang tubuh clarish hingga wanita itu terbuntang.
"Kurang ajar !!! " Bangkit lagi tidak mau kalah. Namun Altea juga tidak selemah itu menyerah dia kembali menyerang Clarish seolah belum puas melihat wanita itu meringis.
"Altea !!! " Juna yang sedang berada di toilet pria penasaran dengan suara suara benturan dari toilet wanita.
Pertengkaran itu berakhir setelah Juna meminta beberapa petugas menyeret Clarish keluar. "Tom ... proses wanita itu ! " Pinta Juna kepada sekretaris pribadinya.
.
.
"terimakasih kak " Altea menunduk karena merasa malu kepergok bertengkar.
"Pantas saja Matteo begitu menggilai mu ternyata kalian sama sama petarung " Juna membuka suara tanpa menoleh namun terlihat dia menarik senyum tipis.
Juna dibuat terkejut melihat adegan Altea berani jambak jambakan dengan keadaan hamil. Bukan apa iya kan, Juna terbiasa melihat Altea yang polos lugu dan juga pemalu.
"Kamu dari mana saja sayang? aku mencari mu " Matteo mengatur deru nafasnya karena berjalan tergesa ke sana kemari.
"Berikan dia hadiah, istrimu baru saja memenangkan pertarungan yang hebat tapi di toilet bukan di arena " Ucapan Juna seperti sindiran namun terlihat lagu Juna menarik senyumnya sedikit.
"Apa ??? " Matteo juga tidak kalah terkejut.
__ADS_1
Bersambung...