
"Tumben aku tidak muntah " desah Altea merasa senang sambil tersenyum memandang dirinya didepan cermin di dalam kamar mandi. Dia mengingat mulai dari pertama kali dia dinyatakan positif hamil setiap pagi dia harus tersiksa akibat mual yang kadang berlebihan.
Bahkan di kampus juga dia selalu menggunakan masker agar penciumannya terlindungi kadang mencium aroma sesuatu saja bisa membuat perutnya langsung bergejolak. Kehamilan Altea memang masih berada di tahap yang sensitif selama trimester pertama umumnya disebabkan oleh perubahan sekresi hormon yang terus berjalan sesuai siklus kehamilan.
Matteo yang setia menunggu didepan pintu kamar mandi merasa cemas karena Altea tidak juga keluar. "Altea apa sudah selesai? "
"Sudah ..." Altea keluar sambil meletakkan handuk kedalam keranjang kain kotor, "Aku tidak mual " Altea tersenyum cerah mengalahkan mentari pagi yang memancarkan sinarnya.
"Benarkah ? " tanya Matteo ragu ragu.
"iya " Altea menganggukkan kepalanya berkali kali.
.
.
.
.
Meja makan sudah terlihat ramai Juna dengan setelan kantor sudah duduk di samping Aurel sedangkan pasangan David dan Ratna tampak menuruni anak tangga dan juga Diva yang membantu pelayan menyiapkan sarapan pagi.
"Pagi ma... pagi papa... " Diva menyapa kedua orangtuanya. "Pagi " David mengecup pucuk kepala Altea kemudian duduk di kursi paling ujung sebagai kepala keluarga.
"Altea kenapa belum turun ya , apa aku panggil saja ma? " Diva melirik jam di pergelangan tangan dan ini sudah waktunya sarapan pagi.
"Biar saja , mungkin mereka masih istirahat kakak mu Matteo pasti masih kelelahan " ujar Ratna membalikkan piring dan mengisi sarapan untuk suaminya.
"Kak Matteo sudah pulang ma ? kapan ?? " Tanya Diva juga membalikkan piringnya.
"Tadi malam pas kamu sudah tidur " Ucap Ratna.
"Makan dulu sarapan mu " David menegur Diva yang masih sibuk mengobrol dengan Ratna. Seperti biasa David tidak suka melihat siapa pun mengunyah makanan sambil bicara.
Diva hanya mengangguk karena menyadari kesalahannya......."iya pa"
Belum berapa lama tampak Matteo dan Altea juga turun, Matteo menarik kursi untuk Altea dan untuk dirinya.
"Pagi ma , pa " ucap Altea menyapa kedua mertuanya dengan sopan, sambil duduk disebelah Matteo.
"Pagi sayang.. " Ratna mewakili suaminya membalas sapaan Altea.
Ini pesanan mu den" Wanita paruh baya memberikan nampan berisi makanan khusus.
__ADS_1
"Terimakasih bibi " Matteo menerima nampan dan memindahkan makanan tersebut ke atas piring Altea. Dia memang sengaja meminta pelayan menyiapkan masakan khusus untuk Altea dengan resep berbeda karena kemarin dia membaca artikel mengenai nutrisi ibu hamil.
Matteo mengisi piring Altea dengan nasi putih sedikit, kemudian menambahkan potongan ikan salmon yang sudah direbus dengan kaldu sayur ditambahi dengan bumbu-bumbu favorit, sehingga tampak daging salmon begitu lembut dan lezat.
Tidak lupa salad kentang , dengan sayuran hijau dan juga beberapa batang asparagus sebagai pelengkap.
David dan Ratna saling memandang melihat Matteo mengisi piring Altea dengan asupan yang berbeda. Ini adalah pemandangan menakjubkan yang pernah mereka saksikan diatas meja makan. Jika saja Juna yang melakukan itu kepada Aurel mungkin mereka tidak akan heran.
Matteo fokus pada Altea, dia tidak menghiraukan siapa saja yang menatapnya dengan tatapan aneh. Persetan dengan tatapan begitu isi hati Matteo.
"Makanlah " .... Matteo menyodorkan dua piring yang dipenuhi dengan berbagai jenis lauk dan sayuran.
Altea membulatkan kedua bola matanya melihat dua piring begitu penuh dengan berbagai jenis sayuran dan juga potongan ikan salmon.
"ini " Menatap Matteo dengan tajam " apa kau pikir aku kerbau yang bisa menelan semua ini?? ucap Altea merasa malu.
"Ini untuk mu dan ini untuk baby kita diperut mu jadi kau makan dua porsi " ucap Matteo santai tanpa sadar semua mata tertuju kepada mereka berdua.
Terbiasa dengan sikap Matteo yang dingin serta gampang meledak ledak. Juna begitu geli dengan kekonyolan adiknya pagi ini.
"Iya tapi tidak dua piring juga " Altea tersenyum penuh arti agar Matteo mengerti.
"Sudah makanlah, biasanya kau kan makan 5 piring " ucap Matteo polos mengingatkan kejadian seminggu lalu di pasar tradisional.
Altea dengan wajah sudah memerah menahan malu. Altea menjauhkan satu piring akan tetapi Matteo dengan santai mendekatkan kembali.
"Aku tidak sanggup memakan ini " keluh Altea mulai merasa kesal.
"Makan saja semampu,nanti aku makan jika tidak habis " Matteo menyudahi perdebatannya dengan Altea karena merasa sinyal dingin Altea mulai muncul.
Ratna hanya tersenyum kecil melihat tingkah pasangan yang sebentar lagi menjadi orang tua tetapi masih terlihat seperti anak anak.
Meja makan kembali hening, mereka sibuk dengan sarapan masing masing , sesekali terlihat Juna membuka ponselnya untuk melihat pesan masuk.
"Sayang aku mau itu " rengek Aurel manja sambil menunjuk steak daging.
Juna seperti biasa selalu dingin namun tetap mendekatkan steak ke depan Aurel.
Matteo sudah selesai dengan sarapannya segera berdiri dan bergegas ke dapur. Memanaskan air dengan sabar diatas panci untuk membuatkan segelas susu untuk Altea. Dia sengaja memasak air manual setelah membaca artikel kesehatan untuk ibu hamil.
"Sini saya bantu den"
"Tidak usah bibi " ucap Matteo, dia tidak mau kehilangan momen untuk menaklukkan hati Altea.
__ADS_1
Ya ampun den, ternyata den Matteo begitu perhatian sama non Altea, semoga non Altea sehat selalu sampai lahiran. gak terasa sebentar lagi anak nakal yang selalu melawan dulu akan segera menjadi orang tua , saya mah senang senang aje melihat perubahan den Matteo. Batin bibi surti yang dulunya adalah pengasuh Matteo kecil.
Matteo kembali ke meja makan dengan segelas susu dan meletakkannya di depan Altea. "minum susu milik mu " ucap Matteo.
Melirik Matteo sebentar kemudian pandangan beralih ke piring. Aku tidak bisa menghabiskan makanan aneh mu ini , kira kira seperti itu arti lirikan Altea. Dia begitu segan dengan kedua mertuanya jika sampai dirinya membuang buang makanan, itu pantang di keluarga mahaprana.
Matteo yang paham segera duduk kembali.
Apa!
Kau tidak benar benar memakannya nya kan !!!
Meraih sendok dari tangan Altea kemudian memakan makanan sisa istrinya sampai habis tanpa merasa jijik atau terbebani sedikit pun.
100 % menyebalkan.... aaaaa kau mempermalukan ku sialan !!
Dasar gila
Batin Altea kesal melihat Matteo memakan sisa makanannya..
"Jangan lupa minum susu milik mu" Matteo mengingatkan Altea sambil berdiri mengangkat ponselnya yang berdering.
Aku tidak mau !!!
Akan tetapi tangan Altea mulai terulur dan menenggak habis susu yang disiapkan Matteo.
Meja makan mulai sepi, setelah satu persatu mereka pamit menjalani rutinitas pagi, Juna ke kantor, diva ke kampus David sudah pastilah selaku ada urusan.
"Sayang apa kau masih mual pagi pagi ? " Tanya Ratna membuka obrolan dengan Altea.
"biasanya sih iya , tapi tadi pagi tidak ada ma " ucap Altea tersenyum bahagia.
"Benarkah" Ratna tersenyum.
"Apa Matteo memperlakukan mu dengan baik ? " dengan ragu Ratna bertanya. Sebenarnya tanpa mendengar jawaban Altea dia sudah tau jika Matteo memperlakukannya dengan baik akan tetapi dia sebagai orang tua perlu mendengar Altea secara langsung.
"Baik ma " Ucap Altea singkat.
Mendengar jawaban Altea ada perasaan lega didalam hatinya.
"tidak ada yang bisa menebak isi pikiran suami mu, tetapi mama lihat dia begitu banyak berubah. Mama harap kamu sabar dengan Matteo " Ratna menatap Altea.
Altea hanya mengangguk dalam hati dia berperang dengan perasaannya. Dia juga sebenarnya melihat perubahan kecil dari pria itu.
__ADS_1