
"Katakan pada ayah jika Matteo tidak kecelakaan" Ilham berbicara dengan Altea disudut ruangan.
Altea enggan membuka suara dia melihat ada kemarahan di wajah ayahnya.
"Tadi pagi ibu mu mengatakan kau sedang pergi menemui Feren di bandara, siangnya ayah mendapat berita Matteo ada masalah di bandara dan media itu menyeret namamu dan Rafael"
Deg Altea menelan ludahnya dengan kasar, dia tidak menyangka bahwa kejadian di bandara tenyata sampai kepada orangtuanya.
Tampak Ilham menghela nafas kemudian melanjutkan analisisnya...
"Tadi setelah ayah pulang kerja ibu mu mengatakan kau pergi menemui Rafael, awalnya ayah yakin tapi setelah mendapat telepon bahwa kau menemani Matteo dirawat di RS karena kecelakaan ayah jadi curiga, apalagi luka yang ada di sekujur tubuh Matteo bukan luka kecelakaan.
Apa yang sedang kau sembunyikan nak? Tidak biasanya kau seharian sibuk tidak jelas, ayah tidak memarahi mu" Ilham mencoba berbicara dengan kepala dingin namun serius kepada Altea.
"Maafkan aku ayah" Altea menundukkan kepalanya rasanya dia sedang dihakimi karena kesalahan besar.
"Aku terpaksa berbohong " ucap Altea lirih.
Ilham kemudian mendekap tubuh putri semata wayangnya itu dengan erat. "Apa yang terjadi katakan" Ilham mengelus rambut Altea dengan sayang.
Dengan berat hati Altea akhirnya menceritakan semua kejadian yang sebenarnya terjadi.
Mulai dari pertengkaran Matteo dan Rafael di bandara, hingga malam sadis yang mengakibatkan Matteo harus dirawat dirumah sakit akibat benturan keras di bagian dadanya.
"Ayah bukan tipe orang yang suka mengurusi kehidupan orang lain, tapi jika itu menyangkut dirimu ayah tidak bisa tutup mata" Ilham melepas dekapannya dan menatap wajah putrinya.
"Apa kau pacaran dengan Matteo atau Rafael?
"Tidak ayah,aku tidak pacaran " Altea menggelengkan kepalanya, Ilham sejenak menelisik bola mata Altea untuk mencari kebohongan namun sepertinya tidak menunjukkan ada hal mencurigakan.
"Lalu apa penyebab Matteo dan Rafael bertengkar? " Ilham melirik sekilas keatas bed tempat Matteo dirawat.
"Aku tidak tau ayah, dia datang dan langsung menyerang Rafael saat itu" Altea menceritakan bagaimana Matteo datang dengan wajah mengerikan.
"Ayah harap mulai besok kau harus mendapat izin dulu dari ayah jika ingin pergi keluar diatas jam 7 malam" Ilham kembali menatap wajah Altea seakan menegaskan. "Baik ayah"
"Satu lagi, jangan biasakan berbohong tentang apa pun, ketika kau suatu saat berkata jujur nanti ayah bisa jadi tidak mempercayaimu lagi" Ilham menekannya kata mempercayaimu.
"Maaf ayah, aku terpaksa berbohong aku takut ayah marah atau malah memaksaku pulang jika aku jujur penyebab Matteo masuk rumah sakit " Altea tidak dapat menahan air matanya karena merasa jika dia sudah kehilangan kepercayaan ayahnya.
"Apa ayah pernah memarahi mu menolong orang? Ilham kembali menarik Altea ke dekapannya.
Altea menggeleng sambil menghapus air matanya, "Tapi ayah menyuruhku menjauhi Matteo maka dari itu aku takut "
"Ayah tidak memintamu menjauhi Matteo nak, ayah menyarankan dirimu menjaga jarak" Tampak Ilham kembali menghela nafasnya.
"Aku mau tau alasan ayah " Altea akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang bergelut didalam hatinya.
__ADS_1
"Tidak banyak, mungkin yang ayah ketahui sama dengan yang kamu ketahui tentang Matteo nak" Ilham kembali melepas dekapannya.
"Ayah hanya ingin yang terbaik untuk mu" Ilham menambahkan kalimatnya.
Ilham berjalan untuk melihat keadaan Matteo, dari ujung brankar dia menatap wajah Matteo yang dihiasi lebam warna ungu dan sudah mulai membengkak.
"Ayah yakin dia pemuda yang baik dan tangguh, tapi ayah kurang yakin dia bisa menemukan jati dirinya" ucap Ilham sambil membenarkan selang infus Matteo yang melilit.
Ilham menatap lekat tubuh dan wajah Matteo yang terbaring di atas brankar. "Semoga dirimu bisa bangkit nak" .
"Apa aku terlalu buruk di matamu? Batin Matteo.
Matteo sebenarnya sudah sadar mulai dari Ilham tiba, namun karena efek nyeri di sekujur tubuhnya membuat Matteo susah untuk membuka mata.
Meskipun matanya tertutup, dia merekam semua pembicaraan Altea dengan Ilham melalui sorot pendengarannya.
Dia sangat terkejut ternyata Ilham juga mengetahui sisi buruk Matteo walau pun tidak sepenuhnya. Dan ini akan menjadi beban tersendiri baginya untuk mendapatkan Altea.
Disisi lain Matteo benar benar sangat kagum dengan sosok Ilham sebagai orang tua. Dalam situasi seperti ini Ilham masih bisa mengesampingkan egonya.
Dia bahkan datang menjaga Matteo di rumah sakit yang notabenenya tidak ada hubungan apa apa dengan pemuda itu
Meskipun Altea adalah alasan Ilham datang tapi disini Matteo merasa mendapat perhatian lebih. Setidaknya masih ada orang yang peduli dengannya dalam keadaan seperti ini.
" Nak ,apa kamu sudah menghubungi keluarga Matteo?
"belum ayah " Altea menunduk
"Tadi kamu bilang orangtuanya mungkin besok datang , sekarang kamu bilang belum, Boleh kau jelaskan nak???
Ilham memijat pangkal hidungnya, menghadapi putrinya malam ini membuat vertigo nya kembali kambuh.
"Awalnya aku mau menghubungi pihak keluarganya, tapi pak Ibra melarang ku" ucap Altea lirih.
"Ibra ,siapa itu Ibra ? Ilham kembali bertanya.
"Pak Ibra itu atasan tempat aku kerja waktu di restoran , dia teman Matteo juga" Sahut Altea.
Sejenak Ilham ingat jika Altea pernah pulang diantar oleh Ibra. Kemudian dia menganggukkan kepalanya seolah mengenali pria yang dimaksud oleh Altea.
"Siapa sebenarnya yang membawa Matteo kesini? Ilham berpikir ada masalah yang terlewatkan mengenai Matteo masuk rumah sakit.
"Aku, pak Ibra ,dan satu lagi aku lupa namanya, mereka teman Matteo juga" ucap Altea polos
Altea memang tidak terlalu mengenal Daniel, karena mereka jarang bertemu, dia juga lupa menanyakan nama Daniel ketika mereka di IGD tadi. Lebih tepatnya dia tidak kepikiran sama sekali karena sudah dilanda kepanikan.
"Jadi kemana mereka?
__ADS_1
"Pulang ayah, katanya ada urusan " ucap Altea.
" Dia meninggalkan mu disini lalu mereka pergi? Dasar tidak bertanggungjawab" Ilham mengeraskan rahangnya.
"Ayah.... " Altea menggenggam tangan Ilham seolah menenangkannya.
"Kalian udah terlalu berani mengambil tindakan sejauh ini tanpa sepengetahuan orang tua! " Ilham mendudukkan bokongnya di sofa sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Lalu bagaiman jika besok terjadi apa apa dengan Matteo ? siapa yang disalahkan? terpaksa kamu adalah sasaran utama ! " Tambah Ilham lagi dan menekankan semua kalimatnya.
"Aku tidak tau apa apa ayah, mereka hanya minta tolong jaga Matteo, lalu aku harus bagaimana? " Air mata Altea kembali menetes.
"Apa kamu punya nomor keluarga Matteo ?
"aku punya ayah" Altea segera meraih tas dan mencari ponselnya.
"Tapi ayah, kata pak Ibra ayah Matteo akan marah besar jika tau Matteo dirawat akibat bertengkar" Altea menatap Ayah nya seolah meminta tanggapan.
"Apapun yang terjadi dengan Matteo ,orangtunya wajib mengetahui " Ilham dengan tegas mengucapkan kalimatnya.
"Bagaimana bisa kalian mendiamkan masalah serius seperti ini , bukan main main nak ini menyangkut nyawa" Ilham menggerutu.
Mendengar Ilham ingin menghubungi keluarganya ingin rasanya Matteo membuka matanya sekarang ,kemudian melarang Ilham menghubungi keluarganya, namun ia tidak bisa berbuat apa apa.
Rasa lemas di sekujur tubuhnya seolah menenggelamkan tenaga Matteo walaupun hanya untuk sekedar membuka mata dan suara.
"Maaf ayah " lirih Altea sambil menyerahkan nomor ponsel Ratna .
Ilham kemudian menyalin nomor itu kedalam ponsel miliknya, sebelum menekan tombol call, Ilham terlebih dahulu memastikan jam agar tidak menggangu nomor tujuan.
"Mudah mudahan orang tuanya belum tidur" Ilham kemudian menekan tombol call.
"Halo dengan siapa ini? " terdengar suara bas dari seberang .
"Maaf, apa ini dengan orang tua Matteo ? "ucap Ilham melalui sambungan ponselnya.
"Benar ini ayahnya, anda siapa ? Ternyata yang mengangkat ponsel Ratna adalah suaminya karena melihat nomor tanpa nama.
"Saya orang tua dari teman Matteo, ingin memberitahu bahwa putra anda sedang dirawat di rumah sakit Pelita Murni ,besar harapan saya anda datang ke sini" Ilham mencoba memberitahu dengan tenang.
"Terimakasih informasinya saya ke sana sekarang" Terdengar suara tergesa dari seberang.
Ilham bernafas dengan lega, setidaknya dia sudah menghubungi keluarga Matteo.
Bersambung....
Hai reader...
__ADS_1
episode selanjutnya aku up besok yah
jangan lupa pantengin terus 🤗