
"Altea... aku mencintaimu mu" Dengan tidak sadar Matteo terus membisikkan kata kata namun itu membuat sekujur tubuh Altea merinding.
Matteo meneruskan aksinya mencumbui Altea dengan buas,tanpa mempedulikan jeritan keras gadis itu yang memenuhi seluruh ruangan.
Kadar obat perangsang yang tinggi membuat hasrat Matteo tidak dapat dibendung, meskipun Matteo masih mengenali wajah dan suara Altea tapi kesadaran Matteo mulai menipis dia tidak bisa mengalahkan gairah yang berkuasa dalam tubuh dan pikirannya.
"Aku mencintai mu Al jangan tolak aku " Matteo menggendong paksa Altea kedalam kamarnya dan menjatuhkan tubuh gadis lugu itu diatas ranjang empuk miliknya.
Altea melihat jelas wajah pria itu berubah, tatapan Matteo juga tidak lagi seperti terakhir kali dilihatnya. Altea seperti melihat sosok lain didalam diri Matteo. Altea benar benar ketakutan sekarang. Dia menyesal dengan keputusannya hendak menolong pria itu.
Saat tatapan keduanya beradu Altea kembali di ingatkan dengan tindakan sadis Matteo diatas ring.
Melepas kaos yang menempel ditubuhnya, Matteo segera merangkak mendekati Altea yang sudah beringsut jauh. "Jangan mendekat !!!. Altea meraih bantal untuk menutupi dirinya, sesekali dia memukulkan bantal itu ke wajah Matteo.
Jangan mendekat! " Teriak Altea sambil merangkak turun.
Sebentar Altea berhasil turun dari ranjang itu dan segera meraih handle pintu berharap dirinya bisa lepas dari pria itu. Namun Matteo dengan cepat meraih tubuh Altea dan melempar gadis itu kembali keatas ranjang kemudian menindihnya.
Deru nafas Matteo berhembus di wajah Altea.
"Lepaskan aku ,aku mohon" Altea menjerit sambil menahan bajunya yang mulai disingkap oleh Matteo. "Aku mohon ,jangan lakukan ini" Altea menggigit tangan Matteo namun tidak berarti sama sekali.
Dengan sekali tarikan baju atasan Altea lepas hingga menyisakan tank top putih yang membaluti bra gadis itu .
Dia semakin histeris ,deraian air mata bercucuran bak hujan lebat yang mengguyur seluruh kota mewakili perasaannya sekarang.
Dia sudah paham kemana arah tujuan pria itu sekarang.
"Lepaskan aku ,aku mohon "
"Aku akan menerima cinta mu"
"Aku akan menikah dengan mu seperti yang kamu mau waktu itu , Aku janji tapi jangan seperti itu ,aku mohon "
Altea terus meronta sambil mengucap kan kata kata bujukan penuh air mata dengan harapan Matteo menghentikan aksinya.
Namun sayangnya Matteo dikuasai oleh gairah seksual dengan kejantanan yang sudah bangkit sempurna. Tenaga Altea sama sekali tidak sebanding dengan tenaga Matteo.
__ADS_1
Matteo ******* bibir Altea dengan rakus tanpa mempedulikan Isak tangis wanita itu, yang didalam pikiran sekarang adalah segera menuntaskan hasratnya, sedangkan Altea sama sekali tidak mau membuka mulutnya. Dia terus melancarkan aksi perlawanan terhadap Matteo tapi kekuatan Matteo tidak bisa dia kalahkan.
Menyadari Altea melawan membuat Matteo semakin bertambah ganas, dia menahan kedua tangan Altea ke atas dan melakukan tarikan paksa untuk melepaskan celana panjang gadis itu.
Jenis celana Jogger pants yang berbahan longgar mempermudah Matteo melepaskan celana ini begitu saja.
Kini sebelah tangan Matteo bergerak maju mundur menjelajahi lengkuk tubuh Altea. Segala tangisan,jeritan dan air mata tidak bisa menghentikan Matteo lagi.
kondisi tubuh Altea semakin tidak dapat meronta lagi ketika kedua tangan Matteo bergerilya menyentuh area sensitif Altea dengan buas.
Kini tubuh Altea berada dibawah kungkungan Matteo, tautan bibir kembali terjadi untuk menyumpal mulut Altea yang masih berteriak teriak dan berusaha melepaskan diri.
Tubuh mereka sudah sama sama polos tanpa sehelai benang pun. Altea merasakan nyeri hebat ketika sesuatu merobek paksa bagian bawah Altea
Ingin rasanya Altea melawan atau sekedar meraih sesuatu untuk memukul Matteo, namun kondisi tubuhnya tidak memungkinkan, dia sudah kehabisan tenaga ,air mata dan teriakan tidak dapat lagi mewakilkan perasaannya saat ini.
Altea sudah tidak mempunyai tenaga lagi, dia sudah pasrah menerima semuanya. Air mata yang tadinya setia menemaninya sekarang sudah hilang dan mengering begitu saja. Yang tersisa hanyalah keringat dan isak pilu untuk menggambarkan perasaannya sekarang.
Dengan segala bentuk gerakan dan irama Matteo yang berada dibawah alam ketidaksadarannya berhasil menuntaskan hasrat yang berkuasa didalam dirinya dengan erangan kenikmatan yang panjang.
Altea melihat laki laki itu sudah diam dan memejamkan matanya dengan segala upaya Altea bangkit dari atas ranjang dan memunguti pakaiannya yang sudah terserak dimana mana.
Altea kemudian keluar dari apartemen Matteo dengan sempoyongan sambil menahan sesak di dada dan nyeri di bagaian itunya.
Dia kemudian menghentikan taksi yang sedang melintas. Rasanya dia ingin cepat cepat meninggalkan tempat horor itu.
Setibanya dirumah dia melihat keadaan rumah sepi menandakan jika kedua orang tuanya belum pulang dari rumah neneknya.
Altea langsung mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin. Dibawah shower dia menjatuhkan tubuhnya ke lantai dan kembali menangis sejadi jadinya meratapi nasib sial yang menimpanya .
"Aku sudah kotor !!!
"Aku tidak suci lagi !!
"Kau adalah iblis "
"Aku membenci mu !!!
__ADS_1
Segala umpatan dalam bentuk teriakan lolos mewakili hancurnya perasaannya gadis itu.
Dia kembali menumpahkan sebotol sabun ke atas telapak tangannya untuk membersihkan seluruh tubuhnya. Dia tidak mau kuman pria itu menempel di tubuhnya.
Setelah keluar dari kamar mandi kini dia berada di pantulan cermin, rasanya dia jijik dengan tubuh indahnya sekarang. Dia sama sekali belum menerima kejadian itu. Dia masih berharap bisa bangun dari mimpi buruk nya .
Sambil merebahkan tubuhnya dia kembali menangis dalam kesedihan.
Dia memutar ingatannya tentang pertemuan pertamanya dengan pria itu. "Kenapa kau jahat sekali " Altea menyeka air matanya.
Dua hari yang lalu dia begitu senang dengan sebuah boneka besar pemberian pria itu, meskipun dia kala itu kesal tapi dia tidak bisa berbohong jika dia bahagia mendapat boneka itu.
"Harusnya aku menyadari semua ini dari awal, kau baik karena ada maunya dari ku "
"harus nya aku mengikuti naluri ku untuk tidak menolong mu tadi"
"Harusnya aku lebih mematuhi nasehat ayah dan ibu"
Andai saja dia jadi anak yang patuh dan mendengarkan nasehat orangtuanya beberapa Minggu lalu,mungkin kejadian ini tidak akan terjadi. Sang ayah memang menegaskan jika Altea tidak dibenarkan keluar diatas jam 18.00 dalam bentuk alasan apa pun.
Andai saja dia tidak termakan bujukan Ibra yang memintanya datang ke arena untuk mencegah pria itu mungkin kejadiannya tidak seperti ini.
Dan lebih dia sesali adalah andai saja dia mengikuti nalurinya ketika Matteo menyuruhnya pulang, dia ingat betul Matteo sudah dua kali meminta Altea agar meninggalkannya namun dia tidak tega meninggalkan Matteo begitu saja dalam keadaan tidak baik.
Lalu siapa yang pantas disalahkan disini ?
Ini semua jelas diluar dugaannya, dia sudah membujuk dengan merelakan dirinya menikah dengan pria itu tapi tidak berhasil.
"Aku harus bagaimana ibu" Altea masih terisak sambil menahan sesak didalam dadanya.
"Aku sudah hancur sekarang "
Altea masih mengeluarkan suara suara pilu sambil sesenggukan. Dia benar benar merasa hancur sekarang.
Tidak ada kata atau kalimat yang mewakili perasaanya yang sudah menjadi serpihan debu.
BERSAMBUNG !!
__ADS_1