Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Jas Dan Kameja


__ADS_3

Sesampainya di rumah orang tua Altea, Matteo mengekor masuk kedalam rumah.


"Buuuuu, Altea pulang" sahut Altea


"Dibelakang nak....


"Ibu ngapain?


"Menjemur pakaian.....


Altea melangkah kebelakang rumah dan melihat ibunya menjemur pakaian.


"Bu kak Matteo datang lagi tuh... ,katanya menjemput jas dan kemeja yang tertinggal dikamar Altea semalam.." sahut Altea


"Suruh dia masuk dulu,nanti ibu jelaskan ..


Altea meminta Matteo duduk di sofa dan menyodorkan beberapa cemilan ringan untuk Matteo. Dia pamit ke kamarnya untuk membersihkan diri.


"Kamu datang nak... " sapa Sofi


"Iya bu,maaf mengganggu bu sa...


"Iya , Jemput Lah pakaian mu besok, ibu pikir kamu tidak akan datang lagi kesini,jadi ibu menyucikannya dan rencananya ibu akan titipkan sama Altea agar mengembalikannya Besok" Sahut Sofi langsung memotong kalimat Matteo.


Matteo mengangguk paham, bersamaan dengan itu Altea keluar dengan Baju rumahan .


hari ini memang jadwal Altea off day , Ibra selaku pemilik Restoran memberikan jadwal off kepada masing masing karyawannya .


"Ayok kita makan siang dulu nak ibu sudah memasak tadi..


Matteo dan Altea duduk Dimeja, Bersamaan dengan itu tampak Ilham dan Albert masuk dari pintu samping. Ilham memang seperti itu, dia akan pulang makan siang ke rumah, jika tidak istrinya akan datang mengantar bekal makan siangnya ke bengkel kecil milik mereka yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Dari bengkel sederhana itulah penghasilan orang tua Altea untuk memenuhi kebutuhan.


"Ehhh ayah sudah datang,Ayo duduk ...


Sofi menarik kursi untuk anak sulung dan suaminya itu ,tak lupa Ilham mencium pucuk kepala istrinya sebelum duduk.


"Nak ini yang namanya Albert , anak ibu paling besar, "


"Al ini nak Matteo , teman adik mu" ujar Sofi . Albert menjulurkan tangannya dan Matteo menerima.


"Gimana Keadaan mu nak? " Sambil melirik Matteo suara Ilham memecah keheningan.


"Baik pak..saya sudah baikan" jawab singkat Matteo.


Sambil membuka obrolan kecil, Sofi menyendok Tahu Krispy buatannya ke piring Matteo , karena Sofi menyadari Matteo canggung. Disini Matteo sangatlah gugup, antara gugup dan senang itulah yang ia dirasakan. Dia tidak pernah membayangkan bahwa akan berkumpul dengan orang yang tidak dikenalnya sama sekali, dan mendapat perhatian.

__ADS_1


"bu sore ini aku akan kembali ke Malang" Ujar Albert.


"Kenapa cepat sekali,Biasa kamu akan 3-4 hari disini, ini baru aja dua hari" protes ibu.


"Bu, sabtu Albert akan mengikuti seleksi dari tempat kerja mana tau bisa mengembangkan karirnya bu" Sahut Albert


"Lah 3 hari lagi kan? yasudah kamu pulangnya besok atau lusa saja,kan masih sempat nak. Ibu masih kangen. ujar Sofi dengan wajah sendunya


"Biarlah Bu, Albert juga butuh istirahat supaya nanti pada saat seleksi pikirannya jernih. lagi pula biar ada waktunya untuk mempersiapkan diri bu" Balas Ilham sambil memandang istrinya


"Baiklah kalau begitu... " Balas Sofi membenarkan ungkapan suaminya.


"Kamu makan banyak nak ,Biar tubuh mu punya kekuatan menghadapi hari harimu nanti, Ucap Ilham seraya melirik Putra sulungnya.


"Nanti Ayah akan membelikan tiket pesawat untuk mu, kamu naik pesawat saja biar cepat sampai ,jangan naik kereta..." Ujar Ilham lagi


Matteo yang mendengar obrolan kecil itu merasa salut kepada Ilham, dia masih memberikan perhatian kepada putra sulungnya seperti anak kecil. Keluarga sederhana dengan sejuta kebahagiaan.


Apa aku layak untuk cemburu? Batin Matteo.


Makan siang berakhir , Ilham memilih tidak pergi ke bengkel lagi , dia memilih bercengkerama dengan Matteo dan Albert, sambil menasehati putra sulung nya sesekali juga dia memberikan nasehat kecil utuk Matteo . Altea memilih memasak Cake dengan ibunya untuk mengisi jadwal kosongnya. Menghidangkan Cake sederhana dengan teh manis di meja, mereka menikmati obrolan sederhana itu.


Sesekali Matteo melirik Altea dengan senyum penuh arti,


Ilham menyadari bahwa Matteo sedang tertarik dengan anak gadisnya. Sebagai orang tua dia juga pernah muda dan menyadari tingkah Matteo, jika kedatangan Matteo karena Jas dan Kemeja ,Ilham tidak percaya. Bagaimana mungkin Matteo yang bekerja di perusahaan besar masih memikirkan Jas dan kemeja, maka Ilham menyimpulkan bahwa anak gadisnya lah alasan Matteo datang.


"yah sepertinya aku sudah bisa bersiap , ucap Albert seraya melirik jam dinding.


"Baiklah, ayah pesankan driver online dulu"


"Tidak usah pak, aku saja yang mengantar ,Balas Matteo sambil merogoh sakunya untuk mencari kunci mobil.


Albert spontan menolak tawaran itu, dia merasa segan.


Setelah melakukan perdebatan kecil, Akhirnya Albert setuju diantar oleh Matteo ke Bandara.


"Altea ikut ya bu " Rengek Altea manja


Sofi mengangguk setuju, Senyum mengembang tergambar di wajah Matteo. Entah mengapa dia bahagia bersama Altea.


Bahkan dia datang ke rumah Altea bukan untuk Jas dan kemeja ,Tapi dia ingin sekali berdekatan dengan Altea, meskipun Altea tidak menyadari hal itu.


Sesampainya di Bandara , Albert berjalan ke Terminal keberangkatan setelah mendapat Boarding pass.


Altea melambaikan tangan dan pulang bersama Matteo. Diperjalanan Altea masih merasakan canggung duduk bersebelahan dengan Matteo. Dia memilih memandang keluar jendela sambil menikmati jalan Tol mereka lewati.

__ADS_1


"Apa besok kamu akan bekerja atau masih Off day? tanya Matteo


"Tidak kak , besok aku bekerja lagi setelah pulang dari kampus" balas Altea.


Hanya suara radio lokal lah yang mengisi keheningan mereka selama perjalanan, hingga mereka tiba didepan rumah Altea.


"Terimakasih kak Matteo" ucap Altea sambil melepas salt belt nya .


"Katakan kepada bapak dan ibu aku pamit pulang" Balas Matteo.


"Nanti ku sampaikan " Balas Altea.


Matteo pulang saat mendapat pesan dari temannya Ibra. Melajukan mobilnya dia pergi ke club' sebagai tempat pertemuan mereka.


Sesampainya dia turun dan masuk keruangan VIP di sana tampaklah Daniel dan Ibra, kali ini mereka tidak dengan wanitanya. Ibra menyodorkan undangan kepada kedua temannya itu.


"Undangan???? tanya Matteo seraya membuka


"iya undangan, aku berharap kalian datang saat peresmian restoran baruku. " ucap Ibra sambil menenggak Wine dari gelasnya.


"Baiklah.... ucap Matteo .


"Bawalah pasangan mu jika kau tidak mau duduk sendirian nanti. " Ucap Daniel dengan senyum meledek Matteo.


Matteo yang sadar di ledek hanya berdecak, dia ingin menuang Wine ke gelasnya tapi sejenak dia berhenti dan mengembalikan gelasnya ke meja. Dia teringat dengan nasehat Ilham tadi siang ketika sedang menasehati Albert . Meskipun nasehat itu ditujukan Ilham untuk Albert putra sulungnya, tapi Matteo merasa jika nasehat itu juga ditujukan untuknya.


Daniel yang melihat Matteo membalikkan gelasnya mengerutkan


dahinya.


"Sudah tidak sanggup lagi minum sekarang?


Daniel dan Ibra tertawa kecil sambil meledek Matteo . Mereka menyadari ada yang aneh dengan temannya itu.


Matteo yang mereka kenal adalah Matteo yang buas dengan Minuman keras.


Akhirnya Matteo menuangkan wine ke dalam gelasnya untuk menghindari ledekan kedua teman nya.


Mereka menghabiskan malam dengan menenggak miras sampai sempoyongan, berbeda dengan Matteo dia masih menjaga kesadarannya . Dia hanya meminum sedikit malam ini.


Sampai akhirnya masing masing mereka meninggalkan club, dan pulang ke tempat tinggal.


bersambung......


HAI READER .. JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMEN YA !!!

__ADS_1


🙏❤️🤗


__ADS_2