Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Siapa Matteo sebenarnya.


__ADS_3

Ratna dan Altea menyelesaikan pertemuan mereka. "Ayo ,tante akan mengantar kamu pulang,dimana rumah mu nak?


"Tidak usah tante, aku naik angkutan umum saja'' tolak Altea halus.


"Tante juga mau pulang nak, katakan dimana rumahmu" Ratna bersikukuh.


Altea berhenti sejenak"Kenapa ibu dan anak sama saja? Altea mengingat bagaimana Matteo yang sering memaksa Altea pulang dengannya.


Ratna membuka pintu mobil dan mereka masuk, baru saja supir melajukan mobil terdengar ponsel Ratna berbunyi.


Ratna menggeser tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu di telinga nya.


"Iya saya akan segera ke sana" ....


"Pak Ahmad ... tolong lebih cepat ya, setelah itu kita ke rumah sakit Bina kasih" Ratna memberikan instruksi agar supir nya melajukan mobil dengan cepat.


"Ada apa tante? Altea bertanya bingung


"Tidak nak, tante akan mengantar kamu pulang, setelah itu tante mau ke rumah sakit" Ratna tersenyum.


"Siapa yang sakit tante ? Altea kembali melayangkan pertanyaan balik.


Akhirnya Ratna menceritakan jika Raymund ayahnya yang tak lain adalah kakek Matteo sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. "Kalau begitu aku ikut sama tante saja, aku mau jenguk kakek Matteo boleh ya...."


Altea mengatupkan kedua tangannya di dada seraya memohon.


Ratna hanya tersenyum melihat wajah Altea yang dihiasi lesung pipi dan itu terlihat sangat menggemaskan, kemudian dia menganggukkan kepalanya. "Ya sudah kamu ikut tante"


"Pak Ahmad kita langsung ke rumah sakit saja ya" Ratna mengubah instruksinya, "Baik nyonya".


Setelah sampai di rumah sakit Ratna dan Altea melewati koridor rumah sakit dan segera naik ke lantai 17 melalui lift.


Tampak dia membuka pintu ruang rawat inap 1701 kemudian menyuruh Altea untuk ikut masuk "Gimana keadaan papa saya? Ratna bertanya kepada dokter.


"Sebentar Bu" Dokter menempelkan stetoskop untuk memeriksa suara dalam tubuh Raymund. Dengan teliti dokter juga untuk mendengar suara jantung dan pernapasan, sesekali sang dokter juga mendengar Intestine dan aliran darah dalam arteri dan vein.


"Saya rasa keadaannya sudah normal bu, tapi tetap harus menjalani perawatan intensif beberapa hari ke depan" Dokter kemudian berlalu meninggalkan ruangan untuk memeriksa pasien lain.


Ratna menggenggam tangan Raymund sambil menciumnya. Sementara Altea hanya berdiri memperhatikan ayah dan anak itu.


"Dia siapa ? Raymund menunjuk Altea .


"Em saya Altea kek " Altea menampilkan deretan gigi nya dengan malu malu.


"Ini namanya Altea pa teman Matteo" , kemudian Ratna menarik lembut tangan Altea agar duduk disampingnya.


"Apa dia gadis yang diberitakan itu? Raymund bertanya dengan wajah yang sulit diartikan.


Ratna hanya mengangguk seraya mengiyakan pertanyaan Raymund. "Cantik" gumam Raymund pelan tapi masih terdengar oleh Altea.


"Lalu Matteo dimana ? Raymund bertanya karena dia hanya melihat Ratna dan Altea yang datang.


"Dia di apartemennya, tadi saya sudah menemuinya pa" Ratna menjelaskan.


"Suruh cucu durhaka itu kemari, apa dia hanya akan datang saat melihat ku mati saja? Raymund bertanya dengan nada kesal. Sudah berulang kali Ratna meminta Matteo agar menjenguk Raymund tapi Matteo selalu menolak dengan alasan bekerja.


"Aku akan menghubungi nya pa" Ratna meraih benda pipih dari tas nya dan menghubungi Matteo, namun Matteo tidak menanggapi sama sekali.


"Nak, coba kamu telpon Matteo , dia tidak mengangkat panggilan tante " Ratna mengelus pundak Altea. "Sebentar tante,"

__ADS_1


Ingin rasanya Altea menolak untuk menghubungi Matteo namun dia tidak enak hati kepada Ratna.


Belum lagi dia melihat kakek tua yang terbaring di atas bed rumah sakit. Seketika suara malaikat di telinga kanannya seakan berbisik dan menyuruh sarafnya agar menyalurkan aura positif dalam pikirannya.


Dan pada akhirnya dia meraih benda pipih dari sling bag yang dia gunakan kemudian mencari nomor Matteo di daftar kontak, namun dia tidak menemukan.


Akhirnya dia membuka galery pesan karena dia ingat bahwa Matteo pernah mengirimnya pesan, namum dia lupa menyimpan nomor Matteo, untunglah pesan itu masih ada.


"Halo Matteo.....


Berkali kali Altea memanggil nama Matteo namun tidak ada jawaban dari seberang.


Matteo sebenarnya sudah mengangkat panggilan dari Altea namun suaranya serasa tercekat di tenggorokan karena dia tidak percaya jika Altea menghubunginya.


"Halo Matteo, apa kau mendengar ku?


Altea masih mencoba memanggil nama Matteo


"Iya a a aku mendengar mu" suara Matteo terdengar gugup dari seberang. " Lalu kenapa tidak menyahut? Altea bertanya dengan sebal.


"Maaf Altea ada apa ? suara Matteo masih terdengar gugup.


"Tante Ratna meminta mu kesini"


"Apa???? , Altea kamu dimana ? "Suara Matteo meninggi lebih tepat nya berteriak.


Mendengar Altea menyebut nama Ibunya seketika andrenalin Matteo memuncak. Perkataan ibunya tadi pagi langsung terngiang memenuhi pikiran Matteo.


Sialan ! apa mama serius dengan kata perkataannya?" Matteo melempar vas bunga kedinding dan berubah menjadi keping keping yang tergeletak di lantai.


Kemudian Matteo meraih ponsel miliknya dan menghubungi Gio "Lacak GPS Altea sekarang !!Sekarang Gio!


Beberapa saat ponsel Matteo kembali bergetar tanda pesan masuk , seketika Matteo mengepalkan tangannya "Di rumah sakit? apa yang mama lakukan kepada Altea?"


Dari luar dia menerobos koridor dan menyingkirkan perawat yang sedang lalu lalang membawa pasien.


Kepala rumah sakit hanya mengelus dada melihat aksi Matteo yang sebenarnya diluar batas, Namum masing masing dari mereka


memilih diam dari pada berurusan dengan cucu pemilik rumah sakit itu.


Dengan cepat Matteo menaiki lift khusus dokter dan menekan tombol 17. "Kenapa lift ini lama sekali " Matteo menendang nendang dinding lift karena tidak sabar.


Para dokter yang melihat aksi Matteo hanya menelan ludah nya kasar, Jika saja Matteo bukan cucu pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja sudah pasti dokter itu langsung menyuntikkan cairan bius kedalam darah Matteo agar Matteo menghentikan aksinya.


Kemudian salah satu dokter menekan dua kali semua tombol untuk membatalkan dan menyisakan angka 17.


Lebih baik mereka terlambat menangani pasien yang sudah darurat dari pada terlambat menangani pria bak harimau lapar yang sedang mengaum itu.


Saat lift terbuka dokter menyaksikan jelas kepalan tangan Matteo yang siap meninju siapa saja yang menghalangi jalannya.


Matteo meraih ponselnya dan mengikuti titik merah yang bergerak di ponsel nya.


Matanya tertuju ke kamar rawat inap 1701.


Dengan cepat Matteo memutar gagang pintu dan langsung menerobos masuk kedalam. "Altea !!


Matteo membulatkan kedua matanya melihat ibunya dan Altea duduk di samping kakeknya Raymund yang sedang terbaring.


Matteo kemudian mendekat sambil menatap tajam ibunya yang sedang duduk mengupas apel untuk Raymund.

__ADS_1


"Apa kau baik baik saja? apa mama menyakiti mu? Matteo mencecar Altea dengan pertanyaan berturut turut.


"Tidak" Altea menggelengkan kepalanya sambil mengerutkan dahinya.


"Apa kau pikir aku akan menyakiti gadis yang tidak tau apa apa bodoh? Ratna berucap tanpa menoleh putranya sedikit pun.


"Ayo pulang, Matteo langsung meraih tangan Altea namun di tepis oleh Ratna, "Kamu apa apaan hah, apa kau tidak menghargai kakek mu disini? Ratna menatap tajam putranya itu.


Matteo hanya mendengus kesal sambil mendudukkan bokong nya di sofa yang tidak jauh dari Altea. Dia menatap sejenak gadis itu. "Bagaimana Altea disini?


"Tadi mama mengajak Altea bertemu, pada saat mama ingin mengantar Altea pulang dokter menghubungi mama dan memberitahu keadaan kakek mu, dan akhirnya Altea minta ikut menjenguk kakek mu kesini" Ratna menjelaskan kepada Matteo seakan tau apa yang ada dipikiran putranya itu.


"Selain Cantik kau juga baik hati" Matteo bergumam dalam hatinya.


"Kakek mau kamu hentikan kebiasaan buruk mu itu belajarlah lebih dewasa ,bukan begitu nak ? Raymund menoleh kepada Altea seakan meminta persetujuan dari anak gadis itu.


"Iya benar kek..." dengan kikuk Altea menyetujui pernyataan Raymund karena merasa segan.


"Kakek, tau apa soal aku? Mending kakek pikirkan kesehatan kakek, udah tua dan bau tanah masih aja ikutan urusan anak muda " Matteo menggerutu.


"Nak.. kamu harus pintar memilih lelaki pendamping hidupmu kelak, pilihlah lelaki yang baik dan bertanggung jawab" Raymund mengucapkan nasehat kepada Altea namum kalimatnya seakan menyindir Matteo.


"Dasar Tua Bangka ! " Matteo.


"Apa kakek pikir aku tidak bertanggung jawab?


Matteo menatap malas sambil menaikkan kedua kakinya keatas meja dan membaringkan tubuhnya.


Beberapa saat kemudian pintu terbuka lagi dan tampaklah David datang dengan dua antek antek nya. "Papa" gumam Matteo.


David menatap tajam kearah Matteo, Namun dia masih berusaha menahan emosinya mengingat jika mereka sedang di rumah sakit.


"Papa apa kabar ? David duduk di samping Raymund. "Papa sudah membaik nak" gimana perusahaan mu? Raymund menepuk pundak David.


"Semua baik pa" David menjawab sambil menampilkan senyum khasnya. Namun matanya memicing saat menyadari jika istrinya tidak duduk sendirian. Dia menatap istrinya seakan meminta penjelasan.


"Ini namanya Altea pa " Ucap Ratna kepada suaminya


"Altea, ini David papa nya Matteo" Ratna memperkenalkan suaminya .


Seketika Altea menundukkan kepalanya. Dia melihat penampilan pria paruh baya itu, dengan melihat penampilannya saja Altea menilai jika David adalah orang berkelas.


Belum lagi dia melihat dua orang sedang berjaga di pintu Altea langsung paham jika keluarga Matteo bukan orang sembarangan.


"Siapa Matteo sebenarnya? Batin Altea.


Setelah lama berbincang. Akhirnya David dan Ratna pamit pulang, dia juga meminta dua orang yang berjaga di pintu tetap stay di rumah sakit untuk menjaga mertuanya itu.


"Ayo Altea aku antar kamu pulang" Matteo meraih tangan Altea. "Aku pulang naik taksi saja " Altea memelankan suaranya.


"Nak... kamu pulang dengan Matteo ya , jika dia menyakitimu hubungi tante " Ratna mengusap kepala Altea dengan sayang.


Dari kejauhan tampak Ibra datang "Ini kunci mobil mu" Ibra melempar kunci mobil dan segera ditangkap oleh Matteo.


"halo om, Tante apa kabar? Ibra menyapa kedua orang tua Matteo, "Baik nak " Ratna membalas sapaan Ibra. Dia juga menyempatkan diri untuk menjenguk kakek Matteo.


Matteo memang sengaja mengirim pesan kepada Ibra untuk mengambil mobilnya di Apartemen, karena tadi dia sempat memperhatikan penampilan Altea yang menggunakan rok.


Bersambung....

__ADS_1


episode selanjutnya segera


Bantu like dan komen


__ADS_2