Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Cium lagi dan lagi..


__ADS_3

Matteo sudah rapi dengan setelan kerja tidak lupa menyemprotkan parfum agar tubuhnya lebih fresh.


"Kau duluan saja " Matteo melirik Gio


"Yakin bos? ini sudah jam 8 nanti bos terlambat"


"Apa kau pernah melihatku ragu ragu ? " Matteo malah bertanya balik.


"Baiklah .... Aku duluan " memperpanjang urusan bukanlah tipe gio apalagi jika berurusan dengan matteo, membantah sedikit saja bukan tidak mungkin Matteo melempar dirinya keluar.


"Altea aku pamit " Gio menyempatkan diri pamit kepada Altea yang sibuk mengoles selai diatas lembaran roti tawar. "iya gio hati hati dijalan " Altea menyahut .


Kau bisa bersikap ramah dengan orang lain tapi selalu acuh denganku . Matteo.


Sarapan roti tawar sudah disajikan diatas meja.


Altea duduk menunggu Matteo ikut bergabung ,akan tetapi pria itu masih duduk santai di sofa.


Ini adalah pertama kali Altea menyiapkan sarapan untuk Matteo mulai mereka menikah, biasanya dia akan sengaja bangun setelah Matteo pergi, tidak peduli pria itu sarapan atau tidak. Kadang juga Altea duluan bangun dan langsung sarapan kemudian pergi ke kampus tanpa mempedulikan Matteo.


Katanya mau rapat tapi masih santai disitu. Gerutu Altea didalam hati.


"Sarapan mu sudah siap " teriak Altea dari meja makan. Matteo mendekat kemudian duduk disebelah Altea dengan melipat tangan. "Matteo kenapa tidak dimakan ? Altea mengerutkan dahinya melihat Matteo diam saja . "Panggil aku sayang baru aku mau makan ! Matteo memalingkan wajahnya.


Kau benar benar membuatku emosi ya.... geram Altea mengepalkan tangan.


"Sayang...Sarapannya kenapa tidak dimakan, makan dong nanti kamu sakit " Altea berdrama ala anak remaja yang sedang membujuk pacarnya.


Sayang ? aku mau muntah sendiri mendengar aku menyebutnya sayang.


"Baiklah sayang aku akan makan terimakasih sudah menyiapkan sarapan untuk suami mu ini " Matteo tersenyum licik.


cih ! Senyum mu itu menjijikkan sekali !


" tapi..... " Matteo menunjuk pipinya sambil mendekatkan kepala kearah Altea. "kiss dulu "


"Apa !!!!!


"kiss dulu , apa kau tidak dengar ???"


"Aku tidak mau !! " Ketus Altea dengan rasa kesalnya.


"Kalau begitu aku tidak sarapan ,jika aku tidak sarapan aku tidak akan berangkat titik " Titah Matteo memalingkan wajahnya.


Kurang ajar . Kepalan tangan Altea sudah terbentuk sempurna.


"Gak mau ? ya sudah " Matteo menyandarkan punggungnya.


"cup " kecupan singkat mendarat di pipi kiri Matteo.


Jangan tanya bagaimana rona wajah Altea sekarang, mencium pria yang sudah dia kutuk adalah hal yang paling memalukan yang dia lakukan.


Matteo memakan sarapannya sampai habis sama dengan Altea juga melakukan hal yang sama karena wanita itu pagi ini ada ujian di kampus dia sengaja sarapan terlebih dahulu agar nantinya dia tidak kewalahan menghadapi perutnya.


"Ayo " Matteo menarik tangan Altea dengan senyum menyeringai. "Aku berangkat sendiri " Menepis tangan Matteo. Mereka sudah berada didepan rumah.


"Aku mengantarmu atau kau tidak usah kuliah lagi , pilih salah satu! " Matteo menghadapkan dua pilihan untuk Altea.

__ADS_1


Altea tidak menjawab dengan kesal dia segera masuk kedalam mobil Matteo dan menutup pintu. Senyum kemenangan terpampang di wajah Matteo.


Sepanjang perjalanan tidak ada suara diantara mereka ,Altea sibuk menatap jalanan yang begitu padat sambil mengerucutkan bibirnya.


"Aku mau nanya sesuatu " Ucap Altea memecah keheningan, tidak lupa intonasi dan raut wajahnya masih kesal.


"Mau nanya apa sayang.... " Matteo menoleh kepada Altea dengan senyum menggoda.


sayang ? dasar tidak tau malu.


Ingin sekali Altea mencakar cakar wajah pria itu sekarang karena dia masih bisa menggoda disaat Altea kesal.


"perihal uang dan kartu kredit yang kamu buat di dompet ku, aku lupa membahasnya kemarin " ucap Altea acuh.


"Oh itu .... Pin ke empat kartu itu sama, aku sengaja membuat nya tidak berbeda beda agar kau gampang mengingat , masih ingat pin nya kan ? " Matteo menoleh kemudian fokus melihat jalanan.


"Bukan itu masalahnya! " ketus Altea.


"Lalu apa masalahnya sayang ? " Matteo semakin menggoda Altea walaupun dia melihat tatapan wanita itu semakin kesal dan jengkel dia tidak perduli.


"Aku tidak butuh itu" ketus Altea lagi.


"Lalu dari mana kamu mendapat uang untuk biaya tambahan mu contohnya " Ucap Matteo.


"Kak Albert setiap bulan mengirimkan uang ke rekeningku kok... "


"Sebaiknya kamu jangan menerima itu lagi " Matteo menghembuskan nafasnya dengan kasar menyadari ada hal penting menyangkut Altea yang tidak dia ketahui.


"memangnya kenapa ? "


"Kau itu tanggungjawab aku sekarang, jadi jika kamu masih menerima uang dari kakak mu itu artinya kau mempermalukan ku " Desah Matteo menahan rasa sedih didalam hatinya.


"Aku tidak mempermalukan mu, itu memang sudah janji kak Albert sejak aku memutuskan berhenti bekerja dan fokus kuliah. Uang bulanan dan uang kuliah ku kak Albert yang tanggungjawab" berusaha membela diri.


"Aku ini siapa mu Al ? " suara Matteo sudah terdengar dingin ,pria itu meminggirkan mobilnya, menatap nanar Altea.


"kau su suamiku " suara Altea terbata ,dia tidak berani menoleh kepada Matteo.


"Seorang suami bertanggungjawab penuh atas istrinya dan itu berlaku untuk mu karena kita sah" Matteo menekankan kata bertanggungjawab penuh.


"Gunakan fasilitas yang aku berikan jika masih kurang kau boleh meminta lagi, jangan menerima uang dalam bentuk apa pun dari kakak mu lagi termasuk uang kuliah " ucap Matteo sambil menginjak pedal gasnya


"i iya iya... jangan marah lagi " ucap Altea mengerucutkan bibirnya.


"Aku tidak marah "


"Tapi suaramu seperti marah " melirik Matteo sejenak.


"Tidak sayang!!!... " Matteo memaksakan senyum untuk meyakinkan Altea.


Mobil Matteo sudah berhenti di depan gapura kampus dimana Altea kuliah. Wanita itu membuka seat belt yang melingkar ditubuhnya kemudian meraih handle pintu namun tidak terbuka.


"Aku mau turun" Altea menoleh kepada Matteo. Buka pintunya kira kira begitu maksud Altea.


"Password dulu " menunjuk pipinya dengan jari telunjuk, agar Altea menciumnya.


"Apa !!!!

__ADS_1


"Password !!!" lagi lagi menunjuk pipinya .


"apa kau pikir aku mau log in kedalam perangkat pake password segala!! " Kesal Altea.


"ya sudah jika tidak mau, biar saja kita sama sama terlambat. Kau bisa terlambat ujian dan aku terlambat ke kantor. " Matteo tersenyum devil.


Benar benar menyebalkan!!!!!!


Altea menggigit gigi geraham menahan geram serta mengepalkan tangan.


Dengan cepat Altea meraih wajah Matteo dengan kedua tangannya dan mendaratkan ciuman bertubi-tubi di seluruh permukaan wajah Matteo.


"cup cup cup cup" .....


"Puas !!!!!! "


"Kau puas sekarang !!! Altea sudah kehabisan kesabaran.


Dengan kesal membuka pintu dan ... Brakkk !!! menutupnya kembali dengan kasar.


Altea segera berlalu kedalam toilet umum untuk meredakan emosinya. Memandang wajahnya yang sudah merah merona di depan cermin. "aaa kau menyebalkan sialan !!! uhh .. uhh " Altea menendang nendang dinding toilet.


Rasanya dia begitu kesal melihat Matteo yang tidak ada habisnya mengerjai dirinya mulai subuh tadi. "Aaaaa dasar menjijikkan !!! " membuka keran wastafel dengan kasar kemudian membasuh bibir yang ia gunakan mencium seluruh permukaan wajah Matteo.


Diam sebentar menutupi rona wajahnya menggunakan tangan, tidak henti hentinya kedua kakinya menggertak gertak diatas lantai.


Berbeda dengan Matteo pria itu tertawa terbahak bahak sambil menyetir, puas sekali dia membuat Altea kesal hingga wanita itu menghadiahinya dengan ciuman bertubi tubi.


"hahahaha" .....


"Aku akan membuatmu mencium ku setiap hari" ...


Rasa bahagia Matteo berlanjut hingga ke kantor , dari mulai parkiran hingga masuk kedalam ruangannya pria itu tidak henti hentinya memamerkan senyum manis seolah tidak memiliki beban sedikit pun padahal di lantai paling atas Mike dan gio sudah gusar menunggu kehadirannya yang tak kunjung datang.


Matteo terus berjalan melewati beberapa orang karyawan yang sedang lalu lalang sambil memegang pipinya tempat dimana bibir Altea mendarat manja , jangan tanya bagaimana reaksi karyawan wanita yang melihat wajah tampan Matteo hari ini. Meleleh....


"Sebaiknya kita hubungi Presdir sekarang " Tutur Mike melirik Gio.


"Mau nyari mati loh " sindir Gio untuk menyudahi ide Mike .


"Lalu rapat ini bagaimana" Mike sudah gusar.


Para petinggi sudah terlihat mulai ragu menilai Presdir baru Orion Company, sebagian dari mereka sudah terlihat mengeluh karena waktu tidak sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.


Tak berapa lama yang ditunggu akhirnya datang. Matteo langsung berjalan menuju meja rapat yang sudah terisi penuh dengan wajah sumringah menyapa semua petinggi dan para klien tanpa merasa bersalah sedikit pun. Hahaha bos memang bebas..


Suasana hati Matteo memang sangat berpengaruh besar dalam pekerjaan, tempo hari dia menyelesaikan tugas di luar negeri dengan baik setelah mendapat dukungan dari Altea, dan hari ini juga agenda selesai dengan baik.


Jam menunjukkan pukul 16.00 , Mike menambah agenda baru atas perintah Matteo sendiri. Rapat tertutup para petinggi perusahaan Orion berlangsung kembali setelah rapat bersama klien selesai. Matteo langsung memaparkan target target baru yang tentunya tentang kemajuan perusahaan.


Banyaknya cabang perusahaan yang mulai lenyap membuat jati dirinya sebagai pemimpin merasa bertanggungjawab akan hal itu meskipun masalah itu tidak di era kepemimpinannya akan tetapi ini adalah sebagai pembuktiannya kepada Raymund dan keluarganya, terkhusus juga untuk Altea istrinya. Altea adalah alasan kuat mengapa dia mau menjadi seorang pemimpin seperti sekarang.


"Baik rapat hari ini kita tutup" Matteo mengakhiri agenda rapat tertutup itu setelah melihat jam sudah pukul 18.00 wib.


Bersambung...


Tinggalkan Like dan komentar !

__ADS_1


👌🤗🤗❤️


__ADS_2