
Kau adalah Iblis bertubuh manusia , kau Iblis !!!!! " Hanya kalimat ini yang keluar dari mulut Altea sekaligus mengakhiri pertemuannya dengan Matteo.
Matteo masih memandangi punggung Altea yang perlahan menjauh dan akhirnya hilang dibalik pintu taksi. Dia sama sekali tidak bisa mengeluarkan kalimat untuk menepis anggapan Altea mengatakan dirinya Iblis bertubuh manusia karena memang seperti itulah wujud Matteo dimata Altea sekarang.
Setelah taksi itu berjalan pergi, Matteo melajukan mobilnya tanpa mempedulikan Ibra yang menggedor kaca mobil. Membelah jalanan ibu kota akhirnya Matteo tiba dipinggir sebuah danau buatan, tempat dimana dia dan Altea pernah menghabiskan waktu bersama saling bertukar cerita dan memahami satu sama lain. Ditempat ini juga dirinya berjanji dengan komitmennya mendapatkan Altea.
Matteo menatap air tenang yang di tetesi oleh hujan gerimis, kemudian dia bersimpuh lesu dibawah gerimis yang perlahan lahan menjadi hujan deras mengguyur seluruh ibu kota.
Perasaannya begitu hancur melihat Altea pergi membawa luka darinya. Dengan posisi bersimpuh dia menghadapkan wajahnya ke langit sambil berteriak mengeluarkan semua rasa emosionalnya yang tidak dapat dituntaskan.
"Aaaaaaa" Suara itu menggema dengan kuat dan mengusir burung burung yang sedang bertengger di ranting pohon. Tak terasa air mata Matteo juga turun bersamaan dengan hujan yang membasahi seluruh permukaan wajahnya.
Angin yang meliuk-liuk dan dentuman petir yang menyambar nyambar membuat suasana semakin dramatis. Alam pun seolah berduka melihat hancurnya perasaan pemuda itu.
Ingin rasanya dia menceburkan dirinya ke danau itu atau membenturkan kepalanya ke tembok pembatas agar emosinya tersalurkan.
"Kenapa harus kau yang mengantarkan aku malam itu Al !!!!! "
"Kenapa kau tidak mau mendengarkan aku malam itu Al "
"Dan kenapa kau harus datang ke Arena !!!
"Aku di sana untuk menyelamatkanmu dari mereka tapi kenapa aku jadi pelaku yang sesungguhnya Al " Matteo terus mengoceh meluapkan emosinya.
Altea adalah gadis yang dia kagumi saat pertama kali bertemu, bahkan gadis lugu itu sudah mencuri apa yang tersisa dalam hidupnya yaitu perhatian sang kakek Raymund Orion. Dia sudah maju lima langkah untuk mendapatkan cinta gadis itu tapi karena sesuatu hal yang bukan sepenuhnya kesalahannya dia harus menerima kenyataan pahit jika dia tidak berhak lagi muncul dihadapan Altea.
Saat ini juga dia menyadari jika dirinya telah melakukan kesalahan yang begitu besar yaitu memperkosa seorang Altea.
Dirinya memang tidak sepenuhnya bersalah, karena semua itu diluar kesadarannya. Jangan kan memerkosa Altea mendengar Altea sakit saja sudah membuat jantungnya hampir saja copot. Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur.
"Aku memang Iblis Al "....
"Aku adalah Iblis " ucap Matteo lirih sambil menundukkan kepalanya. "Maaf kan iblis ini telah menyakiti malaikat tak bersayap seperti mu " ucap Matteo sambil menutup kedua matanya agar air mata itu berhenti untuk mengalir.
Dari kejauhan juga Ibra dan Daniel melihat betapa hancurnya perasaan sahabatnya itu.
24 tahun berteman dengan Matteo,mereka hapal betul bagaimana jiwa perkasa pria yang sedang bersimpuh itu. Jika Matteo sedang terpuruk dia akan melampiaskan emosinya diatas ring dengan membabi buta lawannya tanpa ampun setelah itu ia berpesta miras didalam klub, selesai .
Dan kenyataannya pria perkasa yang berkuasa diatas ring itu sekarang bagaikan bayi kucing yang menderita karena ditinggal induknya.
__ADS_1
Setelah hujan mulai reda, Daniel dan Ibra memberanikan diri mendekati Matteo yang sudah duduk membenamkan kepalanya di sela kedua lutut seolah menyembunyikan wajah perkasanya itu.
"Kau harus melakukan apa yang harus kau lakukan " Ucap Daniel menepuk punggung Matteo.
"Tinggalkan aku sendiri " Matteo berucap tampa menoleh sedikitpun, dia sudah tau siapa pemilik suara itu.
"Masalah tidak akan selesai dengan kau bunuh diri sekalipun " ungkap Daniel.
"Ayolah bangkit bersama kami, kau tidak sendirian " Tutur Ibra.
"Jangan suruh aku aku mengulangi kata kata ku!!! " ketus Matteo.
"Kami akan ......
Belum selesai Ibra mengatakan kalimatnya Matteo sudah berdiri dan langsung meninju wajah Ibra dengan brutal, tidak sampai disitu Matteo juga mencekik leher Ibra dengan keras.
"Berhenti mengurusi urusan !!!!
"Kau adalah penyebab semua ini !
"Andai saja kau tidak mencampuri aku dan Altea semua akan baik baik saja ! Kau harus mengganti semua ini dengan nyawa mu sialan !! " Matteo sudah mulai gelap mata.
"Apa kau gila ?
Sekuat tenaga Daniel menarik paksa tangan Matteo tapi tidak berhasil, akhirnya Daniel memukul pundak Matteo dengan keras hingga pria itu sadar dan menghentikan aksi nya.
"Kau mau kemana ? " tanya Daniel
"Urus si brengsek itu"
Ibra kemudian pergi meninggalkan Matteo dan Daniel, karena merasa kesal dengan perlakuan Matteo yang hampir saja membuat dirinya merenggang nyawa. Biar bagaimana pun juga dia manusia biasa yang punya harga diri , ada rasa tidak terima ketika Matteo sering menjadikan dirinya sebagai pelampiasan emosi.
"Ikut aku pulang !
"Aku tidak mau !
"Jangan tambahi masalah mu ! " Daniel mencengkram lengan Matteo.
Setelah lama beradu mulut akhirnya Matteo memutuskan untuk ikut pulang karena dirinya juga begitu menggigil.
__ADS_1
Diperjalanan Matteo hanya diam dengan tatapan kosong.
"Aku sudah menggerakkan orang khusus menyelesaikan semua itu, kamu tenang saja " Ucap Daniel.
"Tidak ada gunanya lagi , aku bahkan tidak berhak muncul dihadapan Altea " ucap Matteo lirih.
"Untuk sementara sebaiknya kau ikuti saja dulu kemauan Altea , dia pasti masih syok "
"Aku tidak bisa jauh darinya "
"Bisa ! asal ada kemauan mu, demi kebaikan gadis itu juga " tutur Daniel.
"Kau membawaku kemana ?
Mobil Daniel berhenti di parkiran apartemen Matteo. "maksudmu ?
Tampa menjawab pertanyaan Daniel, Matteo segera turun kemudian menutup pintu mobil Daniel. Setelah beberapa langkah seseorang memanggil namanya.
"Maaf pak, ini kunci mobil bapak " ucap pria paruh baya yang tak lain adalah supir pribadi Daniel.
"Terimakasih " Daniel menyambar kunci itu dan segera berlalu kedalam lift.
Setelah tiba didalam apartemennya dia segera pergi ke kamar, namun langkahnya spontan berhenti di depan pintu kamar, entah mengapa langkahnya begitu berat melintasi kamar itu.
Mengedarkan pandangannya matanya menangkap jaket Altea yang berada di sudut ruangan, dengan hati hati Matteo meraih jaket itu dan mencium dengan dalam aroma parfum Altea yang masih menempel pada benda itu.
Kemudian dia kembali melihat ranjang empuk miliknya yang masih berantakan , tempat dimana dia memperkosa Altea seorang gadis yang dia cintai dengan tulus.
Dia memang tidak mengingat semua kejadian itu, tapi samar samar dia masih bisa mengingat suara jeritan gadis itu. Dia duduk dengan perasaan hampa sambil meratapi semua yang sudah hancur menjadi kepingan masa lalu.
Rasa sedih dan rasa bersalah itu kembali hadir, dengan cepat dia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah itu dia melajukan mobilnya ke sebuah Villa sederhana miliknya yang terletak di puncak, untuk sementara dia memilih tinggal di villa itu.
Rasanya dia semakin tersiksa jika dirinya harus tinggal di apartemen, bayangan dan jeritan Altea membuat pikirannya semakin kacau.
Hai reader....
Bantu like dan komen nya dong...
__ADS_1
oh iya , mohon maaf jika up nya tidak beraturan karena author juga bekerja, jadi mohon dimaklumi ya reader.
❤️🤗🤗