Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Altea dan Ibu Matteo


__ADS_3

Matteo terbangun dari tidurnya saat samar mencium aroma masakan Sofi yang menyeruak memenuhi setiap ruangan dirumahnya. Dia mengedarkan pandangannya menyapu setiap sudut ruangan , ada perasaan tenang ketika dia menyadari jika dia tidur di rumah Altea.


Saat itu juga terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan lamunan nya "Bisa ibu masuk?


Setelah mendapat izin , Sofi memberikan handuk kecil dan menyuruh Matteo membersihkan diri. "Segeralah bersihkan dirimu nak, ibu tunggu diruang makan ya" Sofi kemudian keluar dan berlalu ke kamar Altea.


Ilham, Sofi ,dan Altea sudah berada di meja makan sambil menunggu Matteo tapi pria itu belum muncul juga, akhirnya Ilham menyuruh Altea memanggil "Coba kamu temui kedalam kamarnya , mungkin dia segan datang sendiri kesini"


Altea melangkah ke kamar dan mendapati Matteo yang sedang duduk di tempat tidur.


"Apa kakak sudah selesai ? "


"sudah, maaf agak lama"


"Ya sudah ayok "


Altea menarik tangan Matteo karena tidak sabar , ini adalah kedua kalinya Altea memegang tangan pria itu, meskipun hanya unsur ketidaksengajaan namun hal ini membuat jantung Matteo kembali berpacu, namun dia menikmati tangan lembut Altea yang menempel di pergelangan tangannya.


"Pagi Bu, pagi pak" Matteo menyapa kedua orang tua paruh baya itu.


"Duduk nak....


Matteo duduk bersebelahan dengan Altea , meskipun ini bukan pertama kalinya Namum rasa canggung itu tetap ada. Dan sebagai manusia itu hal wajar.


Menikmati sarapan pagi bersama, Ilham sesekali membuka pembicaraan ringan agar Matteo nyaman. "Apa kamu sudah mengabari orang tua mu jika kamu menginap disini nak?


"Belum pak"


"Harusnya kamu kabari orang tua mu,biar mereka tidak kwartir.


Senyum tersungging dibibir Matteo saat mendengar pernyataan dari Ilham, ada rasa sedih yang dirasakan pria itu.


Dia tau jika Ilham tidak menyukainya karena tahu keburukannya, namun pria paruh baya itu tetap memperlakukannya dengan baik. Bahkan Ilham dengan tulus memberikan perhatian kepada Matteo.


Setelah menyelesaikan sarapan yang dibumbui dengan perbincangan halus, akhirnya Matteo memutuskan untuk mengantar Altea ke kampusnya.


"Kami berangkat dulu ayah , ibu...


"Iya hati hati dijalan nak e ....


Matteo kemudian melajukan mobil nya menuju kampus Altea.


"Apa kakak tidak bekerja?


"Memangnya kenapa?


"apa nanti kakak tidak terlambat? ini sudah jam 07.00" Altea menunjukkan jam di ponselnya.


Matteo menyadari jika dia mengantar Altea duluan ke kampus sudah pasti dia terlambat,karena dia harus kembali lagi ke apartemen dahulu untuk mengganti pakaiannya, belum lagi lalu lintas macet di pagi hari.

__ADS_1


"Apa kamu bisa menungguku sebentar, aku akan ganti pakaian dahulu" Akhirnya Matteo mendapatkan ide .


" iya sudah ,tidak apa apa kak...


Matteo memutar arah dan melajukan mobil ke apartemennya dengan kecepatan sedang. 5 menit kemudian mereka tiba di parkiran apartemen. Dia turun dari mobil di ikuti oleh Altea. "Rumah kakak disini?


Altea menatap bingung tempat itu, dia menyadari jika itu bukanlah rumah melainkan tempat elit. "apa dia tinggal disini?


Menempelkan acces card Matteo mengajak Altea masuk. Dengan ragu ragu Altea mencoba melangkahkan kakinya masuk kedalam apartemen milik Matteo.


"Kamu tunggu disini sebentar"


"Baiklah...


Dia menyuruh Altea menunggu di ruang tamu. Altea tak henti hentinya memandangi tempat itu dan mengaguminya sesekali matanya mengedarkan pandangannya namun dia juga tidak menemukan siapa siapa.


"Kemana orangtuanya? Altea hanya membatin dalam hatinya.


Sebelum Matteo keluar dari kamarnya dia menyempurnakan penampilannya terlebih dahulu di cermin. Menggunakan sedikit gel pada rambutnya dan menyemprotkan parfum maskulin di seluruh badannya, setelah itu di keluar .


Jika kebanyakan wanita menghabiskan waktu berjam jam ketika berdandan atau hanya sekedar mengganti pakaian, maka itu tidak berlaku bagi pria.


5 menit kemudian Altea melihat Matteo sudah rapi dengan stelan jas Navy dan kemeja putih. Tampaklah aura gagah yang dimiliki pria itu. Sejenak Altea memandang Matteo dari jauh tubuh tegap,langkah gagah dan rahang tegas .


Matteo tampak berbeda ketika menggunakan setelan kerja nya. Sosok elegan dengan aura pria tegas melekat dalam penampilannya.


Tidak ada wajah malu malu seperti yang dilihat Altea tadi pagi di meja makan. "Dia tampan sekali". Sebagai wanita normal Altea cukup mengagumi penampilan Matteo.


"Kakak tampan sekali" Altea bergumam, tapi masih bisa didengar oleh Matteo, sebenarnya dia tanpa sadar mengatakan apa yang dipikirannya, buru buru dia menutup mulutnya dan berharap Matteo tidak mendengar.


"Terimakasih kamu mengakui ketampanan ku" Matteo menampilkan senyum licik dibibir nya ketika mendengar pujian dari Altea.


Seketika wajah Altea berubah pucat, Rasanya dia malu sekali "aaaa bisakah aku sembunyi di lubang semut".


Ketika mereka melewati lobby, para petugas menatap bingung Matteo ,untuk pertama kalinya dia membawa wanita kedalam apartemennya. Namun, tatapan itu dihiraukan oleh Matteo dia lebih fokus berjalan agar tidak terlambat sampai di kantor.


"Dimana orang tua kakak?


"Di rumah ...


"Tapi tadi aku tidak melihat mereka" Altea mengingat jika tadi dia mengedarkan pandangannya namun tidak menemukan siapa siapa.


"Itu bukan rumahku, itu apartemen ku"


"Apa kakak termasuk orang pendatang disini?


"Tidak


Altea mengerutkan keningnya merasa bingung dengan pria disebelahnya itu.

__ADS_1


"Aku tinggal di apartemen, aku tidak betah tinggal di rumah orang tua".


"Mengapa seperti itu ? Altea kembali melayangkan pertanyaan karena rasa penasarannya.


"Setiap orang punya alasan masing masing " Matteo hanya menjawab datar sambil fokus menyetir.


"Apa karena kakak ingin bebas seperti kakak ku?


"Ingin lebih mandiri lebih tepatnya " ujar Matteo memperhalus, sebenarnya yang dikatakan Altea benar, ingin bebas adalah alasan Matteo memilih tinggal di apartemen.Dia tidak suka dengan orang tuanya yang sering mengekangnya.


Mobil Matteo berhenti di depan kampus. Matteo keluar dan membukakan pintu dan mempersilahkan Altea keluar " Terimakasih kak" Altea kemudian turun dan menutup kembali pintu mobil.


Setelah melihat Matteo sudah pergi, Altea melangkah kakinya kedalam kampus, namun langkahnya berhenti ketika dia mendengar suara merdu menyapanya. "Hai cantik, apa saya bisa tau nama kamu ?


Seorang wanita paruh baya menyapa Altea penuh keramahan.


"Saya Altea Tante ". Altea memperhatikan penampilan wanita itu usianya kira kira beda tipis dengan ibunya Sofi, namun wanita itu lebih cantik dengan penampilan modis dan tampak segar dengan kulit putihnya.


"Apa kamu buru buru nak?


Altea melihat jam di ponsel miliknya "Tidak tante, aku tidak buru buru ada apa ya? Altea bertanya to the poin.


"Apa dirimu kekasih Matteo?


"Tidak, maaf apa ibu mengenal kak Matteo?


"Aku ibu nya" Ratna tersenyum manis sambil memandang sendu Altea.


***


Flash back


Pagi hari Ratna mengendarai mobilnya berniat menuju rumah sakit untuk melihat keadaan ayahnya Raymund Orion yang tak lain adalah kakek Matteo, namun tak sengaja pandangannya menangkap plat mobil Matteo keluar dari sebuah apartemen dia memutuskan mengikuti mobil Matteo , Dia melihat mobil Matteo berhenti di kampus Altea, awal nya dia ingin keluar dari mobil dan menghampiri Matteo.


Namun dia menghentikan niatnya karena dia melihat seorang gadis keluar dari Mobil Matteo, dia penasaran siapa gadis itu , akhirnya dia memutuskan menemuinya langsung.


***


Flash On.


"Kita duduk sebentar di sana bisakah? Ratna menunjuk kursi di taman yang tak jauh dari pintu masuk ke ruangannya.


"Boleh Tante...


Altea merasa takut dan bersalah dengan wanita itu, dia mengingat bahwa tadi pagi Matteo mengatakan dia tidak mengabari orangtuanya untuk menginap di rumah Altea. "Harusnya aku memaksa dia pulang semalam" .


Bersambung....


Hai reader bantu like dan vote nya ya...

__ADS_1


Thank you


Up date selanjutnya besok siang jam 11


__ADS_2