
" Aku duluan Ya Fer... ucap Altea
"Ishhh kau tidak setia kawan sekali, Tunggulah sebentar lagi Cowok ku akan datang menjemput ku" Balas Feren
"Trus aku jadi obat nyamuk lagi gitu? ketus Altea
"kami akan mengantarmu pulang juga tenanglah.. balas Feren
Beberapa saat ..
tin..tin..tin.. (Anggap clakson motor)
Feren dan Alte keluar dari Ruang Loker sambil membawa tas masing masing.
Feren menatap bingung Pacarnya ketika pacarnya datang menjemput dengan Motor Ninja. Feren mendekati pacar nya "Kok Naik motor? , trus temanku gimana dong? " tanya Feren kepada pacarnya.
Pacarnya hanya menggaruk kepalanya sambil tertawa malu karna lupa bahwa Feren mengirim pesan tadi agar dia membawa mobil.
Melihat hal itu Altea langsung paham,
"Sudah sudah pulanglah duluan.. aku naik taksi saja" ucap Altea
"Tapi kan naik taksi mahal Tea!" ucap Feren lagi
"Aku masih sanggup jika sekali jalan ," ucap altea sambil tertawa agar Feren tidak merasa bersalah.
"Ya sudah aku duluan ya Tea, kamu hati hati". Ucap Feren...
"Baiklah... Sampai besok " Balas Altea
Altea Hanya membuang Nafasnya kasar Bagaimana tidak dia tidak memiliki cukup uang cash untuk naik Taksi. Angkutan umum juga tidak ada lagi yang lewat, jalanan semakin sepi. Sebenarnya dia ada tabungan di ATM nya tapi untuk mengambil uang dari ATM maka di harus berjalan lagi ke Minimarket yang menyediakan mesin ATM di daerah situ dan itu akan memakan waktu.
Saat Hendak Keluar dari parkiran suara Bass mengejutkan nya.
"Mau aku antar pulang?" Tanya Matteo
"Tidak usah tuan saya naik taksi saja, terimakasih" balas Altea dengan sedikit senyum canggungnya .
"Rumah mu satu arah denganku..." balas Matteo lagi
"Tapi Tu..tuan.....
"Jika kamu pulang sendiri pada jam segini sangat tidak baik, tapi saya tidak memaksa " ucap Matteo
"Baiklah Tuan terimakasih sebelumnya" ucap Altea dengan canggung
Altea memikirkan Jika dia harus berjalan ke persimpangan untuk mencari Minimarket maka akan membuang waktunya apalagi jalanan sudah hampir sepi.
Hening di Mobil, Altea lebih memilih memandang ke luar kaca, Berbeda dengan Matteo dia sesekali mencuri pandang kearah Altea.
" Maaf Tuan bisakah kita berhenti di minimarket didepan itu? aku ada perlu sebentar" ucap Altea Memecah keheningan diantara mereka.
"Aku harus pintar, Dan tidak bisa ceroboh" Orang diam memang terkadang menghanyutkan" Batin Altea
"Baiklah, sebentar.... " ucap Matteo
Bukan tidak ada alasan Altea memilih ke minimarket untuk mengambil uang cash,sedari tadi dia berpikir Bahwa dia harus ada uang Cash, mana tau di jalan Matteo bersikap kurang ajar , agar dia bisa langsung keluar dari mobil dan naik taksi itulah isi pikiran polos Altea.
Matteo memilih turun dari mobil, dan menunggu Altea di luar minimarket yang membuat Altea semakin bingung.
__ADS_1
Setelah Altea menarik tunai di mesin Atm dia melihat Matteo diluar , Maka dia berinisiatif Membeli air mineral dan minuman segar.
Matteo yang melihat Altea keluar dari minimarket sambil menenteng Plastik kresek
langsung membuka pintu mobil seraya mempersilahkan Altea Masuk.
"Bisakah jangan beradengan bak romantis? tolonglah . aku segannn aaaaa" Batin Altea
"Apakah Tuan Haus ? " tanya polos Altea sambil menyodorkan Air mineral yang dibelinya tadi.
Entah mengapa Matteo tidak bisa menolak
Sambil menahan Gejolak di dada yang semakin menjadi jadi, dia menerima dan menenggak Air mineral itu Setengah dan meletakkan nya kembali di pintu mobil.
"Terimakasih " ucap Matteo masih dengan Wajah datarnya sambil menginjak pedal gas dan melajukan mobil kearah rumah Altea.
"Terimakasih Tuan ,sudah mengantarkan saya pulang, Apa tuan mau masuk dulu? " tanya Altea sopan
"Tidak terimakasih ... lain kali saja " Ucap Matteo
" Baik Tuan hati hati dijalan" ucap altea seraya melepas salt belt yang melingkar di dadanya. Dia turun dan menutup pintu mobil sambil membungkukkan kepalanya menunggu Matteo Berlalu.
Dia melajukan Mobilnya ke Apartemen miliknya, Keluar dari Mobil dia masuk ke Lift menekan tombol 20. Sesampainya di pintu apartemen dia menempelkan acces card miliknya untuk membuka pintu apartemen.
Masuk ke kamar dan membersihkan diri.
Saat dia hendak berbaring di Ranjang miliknya dia teringat dengan Altea yang memberinya air mineral.
Sontak dia berdiri dan Dengan cepat turun ke Base ment untuk mengambil Air mineral yang tinggal 1/2 dari botol air mineral itu.
Membuka pintu mobil , mengambil botol itu dan membawanya ke apartemennya.
Dia meminum sisa air itu dengan perlahan sambil mengingat Wajah Cantik Altea yang 2 hari ini mengisi Pikirannya.
menenggak nya sampai habis. Saat dia hendak membuang Botol mineral kosong itu berbalik dan menyimpan Botol itu di nakas samping tempat tidurnya.
drrtt drttt drttt
"Kak Besok aku mau ketemu kakak, aku butuh penjelasan kakak, kakak jemput aku dikampus ya.. mama papa pergi ke Sidney untuk mengurus proyek papa yang baru"
isi pesan Diva Adik perempuannya.
"baiklah jam 1 aku kesana, bersiaplah. "
isi pesan Matteo
****
Diperusahaan milik Daniel
"Pagi... sapa Matteo
"Pagi juga.. sapa Daniel Seraya masuk keruangan diikuti oleh Matteo .
Melakukan aktivitasnya seperti Biasa .
mengerjakan laporan demi laporan dan menyelesaikan pertemuan dengan rekan bisnis Daniel ,Matteo merasa hari harinya Banyak berubah . Dulunya dia hanya menghabiskan harinya di Arena dengan gengnya di sana, jika tidak dia akan berkumpul dengan 2 sahabatnya di Club' menghabiskan waktu yang tidak berguna. Sekarang sedikit berubah.
Meskipun banyak waktu yang terbuang di Arena dan di Club' seperti kemarin kemarin setidaknya masih ada waktu yang berguna yang dia habiskan sebelum matahari terbenam.
__ADS_1
Dengan tinggal sendiri , dia akan mempertanggungjawabkan dirinya tanpa meminta bantuan dari kedua orangtuanya.
jam menunjukkan Jam 12.30 Tanda jeda istirahat
sembari membereskan mejanya
dia berlalu ke parkiran,dan pergi ke kampus Diva
Sesampai kampus Diva dia memarkirkan Mobilnya .
Saat hendak parkir dia menangkap Sosok wanita yang mengisi pikirannya tadi malam.
"Alteaaaaaa Tungguuu .... Teriak Feren dari jauh
"Jadi namanya Adalah" A L T E A " gumam Matteo sejenak memandang teduh Altea yang menyandar di dinding dekat mading kampus .
Altea Hendak Pulang karena Mata kuliah dia sudah selesai.
Akhirnya Matteo Tau Altea ternyata kuliah satu kampus dengan Diva adiknya.
"Kak ... akhirnya datang juga seraya mendekat kearah Matteo ,Diva berjalan
" kak Ke kantin aja yok, ajak diva
"Kita keluar saja jika kamu tidak ada urusan lagi di kampus " Ucap Matteo seraya membuka pintu mobil Milik Ibra yang dia pinjam semalam.
Matteo memang berencana mengembalikan Mobil Ibra setelah dia pulang bekerja.
Dan ternyata adiknya meminta bertemu maka dari itu dia mengajak Diva ke Restoran milik Ibra. Alasannya karena dia ingin mengembalikan mobil Ibra
Diva hanya mengangguk paham.
Padahal jauh di lubuk hatinya dia ingin bertemu dengan Altea karena dia sekarang tau Bahwa Altea bekerja paruh waktu di Restoran milik Ibra sore hingga malam dan paginya dia kuliah.
"Kak...., Apa kakak tau kak Juna akan menikah " Diva membuka keheningan
" kapan ?
tanya Matteo dingin
"Entahlah Waktu dekat katanya,
"Dengan siapa dia menikah ? tanya Matteo Penasaran.
Matteo yang tau sifat Juna yang tidak terlalu tertarik dengan wanita dari dulu sedikit bingung, Tiba tiba dia mendapat kabar bahwa kakaknya akan segera menikah
"Dengan Kak Aurel " jawab Diva santai
Sejenak Matteo ingat makan malam keluarga 2 bulan lalu yang menyebabkan dia memilih pindah ke apartemen miliknya. Saat itu mereka makan malam dengan keluarga Salim dan istrinya .
" Ternyata tentang Perjodohan... gumam Matteo pelan
Bersambung....
Hai Reader ....
Episode berikutnya semakin seru ya
jangan lupa like dan komennya 🙏❤️
__ADS_1