Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Ulangtahun kakek Raymund


__ADS_3

Hari ini adalah hari Minggu. Jarang sekali Matteo sudah duduk dengan setelan jas hitam miliknya. Tampan sudah pasti.


"Sayang... apa kamu ke kantor ? "


inikan hari Minggu.


Altea bangun dari tidur pulasnya. Merentangkan tangan mencoba untuk menyegarkan tubuhnya yang sudah kehabisan tenaga tadi malam.


"tidak sayang. " Matteo memberikan kecupan manis di dahi Altea sebelum dia melangkah keluar.


"hari ini ulangtahun kakek. Aku pergi duluan untuk menemuinya." Matteo berdiri sambil merapikan rambutnya dengan jari.


Dia menoleh lagi kearah istrinya. "Bersiaplah sebentar lagi Mike akan menjemput kalian " Ucap Matteo sambil menutup pintu dengan pelan.


"Hah!! Sudah jam berapa ini ! " Altea ternganga sendiri melihat hari diluar sudah terang benderang.


Gila!!!


Altea buru buru masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


.


.


.


Mobil sport hitam keluaran terbaru milik Matteo berhenti di depan rumah megah kediaman kakek Raymund.


Seperti biasa penjaga sudah tau siapa yang datang. Mereka sigap membuka pagar dan menundukkan kepala. Mempersilahkan Matteo masuk untuk menemui tuan besar mereka.


"Kenapa kakek pagi pagi sekali sudah minum susu seperti bayi " Matteo mendudukkan bokongnya di sofa kamar kakek. Kamar luas dengan desain elegan.


"Hahaha... kau datang boy! " Pria tua yang sudah mulai termakan usia itu menepuk pundak Matteo cucunya.


"Aku bahkan sudah lupa jika masih memiliki cucu.


Semenjak kau menikah jarang sekali kau kemari".


Terdengar Matteo mendesah.


"Pekerjaan ku banyak kek. Berhenti menyindirku dengan kalimat yang tidak jelas seperti itu."


Matteo berdiri dia menghampiri kakek Raymund dan memeluknya sekilas.


"Selamat ulang tahun kakek. Semoga kakek berbahagia. Sumpahku untuk kakek. Aku akan menepati janjiku meneruskan perusahaan Orion dengan segala kemampuanku".


Raymund tersenyum kembali menepuk pundak cucunya.


Senyum hangat tersungging dibibirnya.


Akhirnya keluar juga kata kata yang dia harapkan dari Matteo.


Tidak perlu kata kata. Dia melihat sendiri bagaimana perkembangan perusahaannya sekarang.


"Kakek harus bersiap sekarang " .


Matteo keluar dan meminta asisten untuk membantu kakek Raymund bersiap siap.


Sekitar 30 menit Raymund sudah tampil gagah dengan setelan jas hitam miliknya.


Dia sendiri yang memilih jas itu dari sekian banyak koleksi jas keren miliknya yang sudah lama berdiam di dalam lemari.


Walau sudah tua dan termakan usia namun wajah tampan miliknya masih menampakkan jika dia adalah orang yang memiliki keberadaan.


Bahkan saat dia melangkah keluar dari kamar sudah ada dua asisten yang menyiapkan sepatu di kakinya.


Matteo menuntun kakek Raymund kedalam mobil.


"maaf aku tidak biasa memakai mobil jelek seperti itu." Raymund membelok menuju mobil mewah miliknya yang terparkir.


Dasar tua Bangka! tidak tau tren baru huh! Matteo menutup pintu mobilnya dengan keras.


Matteo terdengar mengumpat kesal dia berjalan di belakang kakek Raymund yang sedang menahan tawa.


Matteo duduk sejajar dengan kakek.

__ADS_1


"Mengapa kau datang sendiri boy? mana anak dan istrimu ? " Kakek Raymund sedang memandang keluar. Dia menikmati pemandangan kota yang sudah jarang dia rasakan.


kesehatannya yang sudah menurun membuat pria itu lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama dengan asisten asistennya.


"Anak dan istriku akan datang di acara ulangtahun kakek nanti " Ucap Matteo memandang lurus kedepan.


Seharusnya altea pagi ini juga ikut menjemput mu. Tapi aku tidak tega membangunkannya tadi. Semalam dia.....


Matteo tersenyum sendiri ,hanya dia dan tuhan yang tau arti di balik senyum manisnya itu.


Mobil berhenti di depan sebuah hotel megah milik Orion. Hotel berbintang ternama di negeri ini.


Di lobby hotel sudah ada David, Ratna dan juga Juna berdiri menyambut kakek Raymund. Mereka sama sama tampil menawan.


Hotel itu tampak sepi. Pengunjung hotel itu pastilah hanya orang orang berada ataupun para selebriti tanah air.


"Silahkan non. " Mike membuka pintu mobil mempersilahkan Altea turun.


"Terimakasih pak " Altea juga tampil menawan dengan balutan dress Navy yang disiapkan oleh Matteo.


Tubuhnya yang tinggi langsing semakin mempesona dengan aura keibuan saat dia berjalan sambil menggendong Thiago.


Matteo tersenyum hangat. Yang dia tunggu akhirnya datang . Dia berjalan menghampiri istrinya dan mengambil Thiago.


"Anak Daddy tampan sekali " Ciuman sekali di pipi Altea kemudian sekali di pipi gembul Thiago.


Ya thiago tampil seperti Daddy nya. Memakai jas dan juga sepatu keren yang dipilih sendiri oleh daddy nya. Warna dan bentuk yang sama.


Tidak lupa dasi kupu kupu menempel di lehernya. Membuat Thiago semakin tampan


Bentuk sisiran rambut Thiago juga persis seperti Daddy nya.


Mungkin Thiago adalah Matteo versi kecil.


"Ayo sayang " Matteo menarik lembut tangan Altea. Sebelah tangannya menggendong Thiago.


Mereka berjalan beriringan menuju tempat dimana Kakek Raymund duduk.


Pria itu duduk paling depan. Dia adalah ikon dalam acara ini. Pria pendiri Orion company yang sedang berulang tahun.


"Aku juga membawa hadiah untuk kakek " Dia mengeluarkan paper bag kecil dan memberikan kepada kakek Raymund.


Dia membelikan hadiah itu ketika mereka liburan di barcelona. Tepat sekali saat ini kakek Raymund ulang tahun.


"Semoga kakek suka "


"Hahaha. Terimakasih nak. Kakek pasti akan bahagia." Dia menyentuh pucuk kepala Altea. "Terimakasih sudah mau menikah dengan pria nakal ini " Menunjuk dengan ekor matanya.


Matteo hanya bisa mendesah.


"Baiklah kami akan duduk" Matteo sudah ingin berjalan namun langkahnya berhenti ketika tangan mungil thiago menggenggam erat kerah jas kakek Raymund.


"Hei berikan dia padaku" Ucap Raymund tersenyum dia sudah merentangkan tangannya bersiap menerima thiago.


"Apa kakek yakin ? " Tatapan sinis. Matteo seolah ragu. Dia memandang dari ujung kaki sampai kepala kakek raymund.


"Hahaha... baiklah " Akhirnya Matteo mengalah karena melihat tatapan aneh kakek Raymund.


"hah! kemarilah boy. kau tampan sekali seperti kakek buyut mu ".


Untuk pertama kalinya pria tua itu menggendong cicit nya.


Semua undangan terpana melihat pemandangan itu.


Seperti biasa para undangan adalah orang orang yang berasal dari kalangan atas.


Pestanya para sultan memang seperti itu kan.


Pesta ulang tahun mulai.


Sebuah cake besar bertingkat dengan hiasan logo Orion company. Diatasnya ada angka 85 sesuai usia kakek Raymund.


Lagu selamat ulang tahun terdengar berkumandang. Tapi fokus para undangan bukan kesitu.


Undangan fokus melihat reaksi Thiago yang berada di gendongan kakek Raymund.

__ADS_1


Sepanjang acara dia memang memangku cicitnya.


Thiago bersorak kegirangan sambil memainkan tangannya. Mungkin Thiago berpikir jika ini adalah hari ulangtahunnya wkwkw.


Altea sendiri tidak bisa menahan tawa. Seperti biasa dia mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan dengan kamera.


Semua orang terlihat gemas dengan tingkah laku bayi itu.


Tidak kala ketika acara tiup lilin. bayi itu juga ikut memajukan kepalanya bersiap meniup lilin.


Tahapan demi tahapan acara berlangsung.


David terlebih dahulu maju untuk mengucapkan selamat ulangtahun kepada ayah mertuanya.


Begitu juga seterusnya keluarga dekat bergantian memberikan ucapan selamat.


Ilham ayah Altea juga mendapatkan kesempatan untuk mengucapkan selamat kepada kakek Raymund.


David sendiri yang meminta ayah Altea untuk berdiri bersama mereka pada saat acara keluarga.


Altea sampai kagum. bibirnya kelu tidak tau lagi menggambarkan Betapa baiknya pihak keluarga suaminya memperlakukan keluarganya.


Tidak memandang status sosial dan juga pergaulan para petinggi yang memiliki keberadaan.


orang orang sedikit bingung karena tidak mengenal Ilham. Tapi mereka tidak berani membuka suara.


Intinya jika ada yang mendapatkan kesempatan mengucapkan selamat kepada raymund berati itu adalah keluarga dekat. Itu saja kesimpulan mereka.


Pesta terus berjalan memakan waktu. Hidangan mewah dan juga para musisi tanah air turut memeriahkan acara ulangtahun kakek Raymund.


Dia selaku yang berulang tahun merasakan kebahagiaan yang sangat besar.


Setiap tahun David dan Ratna selalu menyiapkan pesta ulang tahunnya.


Namun tahun ini cukup berbeda dari sebelumnya.


Dia tau Matteo lah yang menyiapkan semua ini.


Para petinggi Orion company yang dulu adalah pendukung sejatinya terlihat datang dengan senyum kelegaan.


Mereka semua adalah orang orang setia dibawah naungannya.


Jauh sebelum Raymund memperkenalkan Matteo sebagai Presdir baru. Mereka sendiri sudah maju untuk melindungi Orion dari para pengganggu yang sedang menggangu gugat kekuasaan di Orion.


Raymund merasa lega. Dari sekian banyak jajarannya yang berkhianat ternyata masih lebih banyak yang setia di belakangnya.


Untuk kedepannya dia sudah memastikan kedaulatan perusahaan dibawah kepemimpinan Matteo.


Semua orang berbahagia kecuali seorang wanita yang sedang duduk di sudut. Dia sedang mencari posisi dan waktu yang tepat untuk bisa berbicara dengan Matteo.


Ini adalah waktunya. Sudah lama dia menahan nahan diri. Tapi sepertinya nihil. Matteo duduk sejajar dengan ayah mertuanya dan juga papa David di sebelah kanannya.


Dia tidak memiliki kesempatan sedetik pun mendekat ke arah Matteo.


Tidak terasa hari sudah berganti. Para undangan sudah terlihat mulai meninggalkan gedung hotel.


Hanya keluarga atau kerabat dekat saja yang tersisa.


"Ayah dan ibu pulang dulu. jaga dirimu baik baik " Ilham ayah Altea juga ikut berpamitan.


Altea melihat senyuman kebahagiaan untuk pertama kalinya dari ayahnya.


Ayah pasti sudah tidak lagi meragukan kebahagiaan putri semata wayangnya. Dan juga tidak meragukan cinta dan perasaan dari Matteo untuk anak perempuannya.


Dia bisa bernafas lega sekarang.


Terlepas dari pikiran pikiran negatif terhadap Matteo sudah hilang ditelan kenyataan. Menantunya adalah pria yang bertanggung jawab.


Ayah membelai pucuk kepala Altea. Memberikan kecupan hangat disana.


"Ayah dan ibu akan sangat senang jika sesekali kalian datang mengunjungi kami " sebuah kalimat yang mengandung arti kerinduan.


Kerinduan untuk anaknya. Orang tua memang selalu begitu kan. Walau jauh dekat, dia akan selalu rindu dengan anak anaknya.


"Kami akan lebih sering mengunjungi ayah dan ibu kedepannya" Matteo yang mewakili istrinya bicara.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2