Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Sadarlah kau menyukainya


__ADS_3

"Jika sebentar lagi saja kamu tidak sampai disini akan ku bakar restoran mu ini tanpa sisa!Ucap Matteo dengan nada emosi sambil menginjak pedal gas mobilnya.


"Kau kenapa ? Ibra bertanya sambil melingkarkan seat belt di tubuhnya.


"Kau tau jika menunggu itu hal yang paling membosankan ha ? Matteo masih dengan nada marah sambil menyetir dengan kecepatan tinggi.


"Sepertinya kau sedang ada masalah bukan? "


Ucap Ibra dengan nada tidak bersalah dan seakan melemparkan kalimat menyindir. Ibra tidak merasa membuat Matteo menunggu lama. Seingatnya setelah Matteo menghubunginya, dia langsung bergegas turun.


Matteo diam tak bergeming, sambil menyetir mobil dengan kecepatan tinggi ,dirinya dipenuhi amarah mengingat laki laki yang dilihatnya bersama Altea.


"Kalau kau mau mati silahkan, aku tidak melarang tapi tolong jangan bawa aku, aku masih ingin hidup"


Ibra menggerutu karena melihat Matteo menancap gas tanpa ada perhitungan.


"Tidak bisakah kau diam ?


Ibra hanya mendengus jengkel melihat tingkah Matteo yang tidak pernah berubah. "Dari dulu kau selalu begitu" Ibra masih menggerutu.


Mendengar gerutu Ibra, Matteo malah menambah kecepatan mobilnya dan hampir saja menabrak pejalan kaki yang sedang lalu lalang di pinggir jalan.


"Apa Kau sudah gila??? Ibra akhirnya terpancing emosi melihat tingkah Matteo.


Ibra menyadari jika Matteo sedang emosi, maka dari itu dia tidak mau mengambil resiko membiarkan Matteo berjibaku di jalanan.


Akhirnya Ibra keluar kemudian mengambil alih kemudi mobil dan menyuruh Matteo duduk di samping. "Aku tidak mau mati konyol bersama orang konyol" Ibra masih menggerutu namun dihiraukan oleh Matteo.


Ibra melajukan mobil ke apartemen milik Matteo, dia melihat sahabatnya itu masih menggunakan setelan kerja. Itu menandakan jika Matteo dari kantor langsung ke restoran miliknya.


Setelah sampai di apartemen Matteo dan Ibra naik ke lantai 20 menggunakan lift.


Matteo menempelkan kartu akses miliknya agar pintu terbuka. Setelah pintu terbuka dia langsung masuk dan melemparkan jas nya dengan kasar ke lantai.


"Kamu kenapa? Ibra bertanya sambil mendudukkan bokong nya di sofa dan meraih cemilan ringan yang tersedia di atas meja. Dirinya benar benar penasaran dengan perubahan sikap Matteo.


Matteo kembali mendudukkan bokongnya di sofa dan mengusap wajahnya sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Ternyata Altea benar benar sudah punya pacar" Matteo membuka suara setelah beberapa menit ruangan itu hening.


"ha ha ha ha......


Suara Ibra menggelegar memenuhi ruangan. Dirinya benar benar mendapat hiburan sekarang.


"Jadi kau sedang frustasi begitu kah?


Ibra bertanya dengan nada meledek.


"Jangan meledekku sialan! Matteo mengambil bantal di sofa dan melemparkan bantal itu ke wajah Ibra.


"apa kau sudah menyukainya?


"Tidak ! Matteo menggeleng , mungkin dia belum paham akan alam sadar nya yang sudah menyukai Altea, atau karena gengsi entahlah.


"Apa kau cemburu melihat dia dengan pacarnya?


"Aku tidak cemburu, tapi...


Matteo menggantungkan kalimatnya karena dia bingung menjawab apa.


"Lanjutkan kalimat mu". Ibra memperbaiki posisi duduk menyandar dan mengangkat Kaki kanan nya agar terlihat santai.


"Aku hanya tidak suka kalau... Matteo memberikan jeda diakhir kalimatnya.


"Kau tidak suka dia bersama pacarnya , Itu artinya kau menyukainya bodoh ! Ibra langsung memotong kalimat Matteo sambil memasukkan cemilan kedalam mulutnya.

__ADS_1


"Aku sudah bilang bukan, aku tidak menyukainya hanya mengaguminya saja! Matteo menatap tajam sambil bersikukuh dengan alasannya .


"Jika kau mengaguminya seharusnya kau juga mendukung nya dengan pacarnya " ucap Ibra dengan santai, sambil menutup cemilan, dan meletakkannya kembali di atas meja kemudian dia bangkit berdiri setelah menerima pesan dari seseorang.


"mendukungnya dengan laki laki itu? tidak ! tidak! " Matteo membatin sambil menggerakkan giginya.


.


.


.


"Tunggu dulu, kau mau kemana? Matteo berdiri dan menarik ujung baju Ibra.


"Aku mau menghabiskan malam indah ku"


Rasanya Ibra malas harus berdebat dengan pria gengsi seperti Matteo.


Mendengar malam indah Matteo melepaskan tangannya dirinya sudah tau maksud Ibra.


"Pergilah, aku akan ke arena sendiri" Matteo mendudukkan kembali bokongnya di sofa.


"Sesekali bawa punya mu itu refreshing agar otak mu segar dan bisa berpikir jernih ! Ibra mencoba menggoda sahabatnya itu dan langsung dibalas tatapan tajam oleh Matteo.


.


.


"Sadarlah, kau menyukainya , bukan hanya mengagumi atau jangan jangan kau sudah mencintainya" sebelum Ibra menutup pintu apartemen dia masih menyempatkan diri menggoda kembali sahabat nya itu.


.


.


.


Akhirnya Matteo memilih pergi sendiri ke arena , rasanya satu minggu berlalu kurang lengkap jika dia tidak menemui gengnya di sana.


Dengan mengendarai motor ninja miliknya dia membelah kemacetan ibu kota dengan kecepatan tinggi.


Dirinya bahkan tidak peduli dengan lampu merah yang menyala, masa bodoh ditangkap polisi toh juga polisi takut melihat wajah sangar Matteo, ditambah lagi dengan status Matteo adalah anak pengusaha ternama di kota itu membuat dirinya benar benar tidak merasakan takut sama sekali.


Bagi Matteo semua bisa dibayar dengan uang.


Dari luar parkiran arena terdengar suara gemuruh sahut menyahut dan keributan menghiasi gedung bundar itu.


Sudah dipastikan jika para petarung di sana sedang bertaruh dengan otot masing masing.


Meskipun Matteo terbilang akhir akhir ini jarang menginjakkan kaki di arena karena dia bekerja namun wajahnya masih lah disegani di sana.


Dirinya yang berstatus ketua geng dan anak orang terpandang membuat anggotanya benar benar tunduk kepadanya.


Matteo melewati lorong gelap dan tiba di tribun penonton, dirinya langsung disapa oleh gengnya dengan menempelkan kepalan tangan tanda keakraban.


"Bos, bagaimana pendapatmu?


Salah satu anggota gengnya menunjuk seorang pria dengan tubuh atletis sedang menggandeng wanita.


"Sikat ! Matteo tersenyum menyeringai sambil memainkan kunci motornya menggunakan jari.


Salah seorang dari gengnya nya kemudian merapat kesebuah ruangan privat yang di terletak di ujung.


"Ganti pakaian mu Gio !! Matteo menepuk pundak pria disebelahnya bernama Gio.


Matteo kemudian melihat Gio sudah mengganti pakaiannya, kemudian dia berbisik "Jangan kasi ampun anak itu ! Matteo tersenyum menyeringai sambil berbisik di telinga Gio.

__ADS_1


"Baik bos , Ada lagi? "Gio bertanya sambil melilit Hand Wrap di kepalan tangannya.


"Katakan jika aku ingin Alexander malam ini" Matteo tersenyum penuh arti dengan tatapan membunuh sambil menggerakkan giginya.


Setelah Gio menyelesaikan misinya ,Matteo tersenyum penuh arti dan menatap Alexander.


"Akan ku hancurkan hidupmu sialan! Batin Matteo.


Matteo pernah memberikan tugas kepada geng nya untuk menyelidiki siapa yang mengirim video nya kepada Ilham yang tak lain adalah ayah Altea .


Tidak membutuhkan waktu yang lama Gio memberikan informasi yang mengejutkan. Dugaannya tidak meleset sedikit pun jika Alexander adalah sumber video itu.


Dan yang lebih membuat emosi adalah Ternyata Alexander juga sering mengirim video kebrutalan nya kepada sang ayah yang tak lain adalah David.


.


.


.


Matanya mengunci pandangan penuh amarah ke arah Alexander, seketika andrenalin nya naik melihat Alexander dan gengnya keluar dari arena.


"Kejar Anak itu !


Suara Matteo meninggi memerintah Gio mengejar Alexander dan gengnya keluar Arena.


Aksi saling mengejar menggunakan kereta ninja menghiasi jalanan ibu kota.


Matteo fokus mengejar Alex , sedangkan Gio dan yang lainnya mengejar geng Alexander.


Matteo menyelip satu persatu mobil agar tidak ketinggalan jejak Alex, dari kejauhan dia melihat Alex membelok ke kiri, akhirnya dia memutuskan mengambil jalan pintas agar bisa menghentikan Alex .


Meskipun Alexander dan Matteo sepupu, namum hubungan keduanya terbilang tidak baik, Alexander juga terkenal dengan statusnya sebagai ketua geng.


.


.


Matteo akhirnya berhasil menghentikan Alex dengan menyilang motornya di depan motor Alex ,aksi kejar kejaran itu berhenti di depan sebuah minimarket.


"Apa maksudmu dengan video itu bajingan !!! " Matteo turun dari motornya sambil melepaskan helm yang menempel di kepalanya.


Senyum tersungging dibibir Matteo melihat wajah licik Alex . Dirinya benar benar dilingkupi amarah. Tanpa pikir panjang Matteo mencengkeram kerah baju Alex dan menghajarnya membabi buta.


Alex tidak mau kalah , dia membalas Matteo dengan pukulan yang mendarat tepat di wajah Matteo.


Beberapa orang yang sedang lewat berusaha memisahkan kedua insan yang saling menyerang itu namun tampaknya mereka kewalahan .


Para wartawan tak mau ketinggalan untuk meliput pertengkaran itu. Mereka tau jika Matteo adalah anak pengusaha yang mempunyai kekuasaan tinggi di ibu kota.


Sampai akhirnya pihak keamanan setempat turun tangan dan berhasil memisahkan Matteo dan Alex.


Meskipun sudah terpisah namum kedua manusia itu masih saling melempar tatapan membunuh.


Bersambung ...


❤️❤️


Apa yang terjadi selanjutnya ? .


Ada di episode berikutnya ya reader ...


bantu like dan komen


mohon maaf jika bahasa ku terlalu kaku. maklum ini adalah karya pertamaku.

__ADS_1


semoga kalian suka 🤗


__ADS_2