Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Selamat ulang tahun Altea


__ADS_3

Setelah tiba di apartemen Matteo membaringkan tubuhnya ingatannya kembali lagi kepada Altea.


Dia kemudian meraih ponsel diatas meja kecil dan mengetik nama Altea di pencarian laman salah satu media sosial.


Tampak dari hasil pencarian nama Altea terpampang dibarisan paling atas. Kemudian Matteo melihat beranda Altea , "Dia tidak begitu menyukai media sosial ternyata " gumam Matteo.


"apa ? Altea akan berulang tahun besok ?" Matteo buru buru menyelesaikan keingintahuannya.


.


.


"Halo ada apa menghubungiku larut malam? ucap Ibra.


"Apa kau tau benda apa yang disukai wanita?


"taulah


"Apa cepat kasi tau " desak Matteo.


"Senjata milik pria " ucap Ibra datar seolah serius.


"Sialan !


"Aku menyatakan kebenarannya bodoh, wanita memang menyukai itu, kalau soal ukuran itu beda beda tergantung wanitanya juga " Ibra menambahkan kalimatnya seakan memaparkan.


"Apa kau gila!!! ,Aku bukan menanyakan itu anak keparat!" Matteo tampak emosi.


"Lalu ?


"Altea ulang tahun besok aku mau memberinya kado " Ucap Matteo dengan nada naik satu oktaf.


"oh itu, makanya kalau bertanya jangan gantung " ucap Ibra merasa tidak bersalah.


" Otak mu saja yang tidak beres!


"Terserah!


"jadi gimana ,apa kau tau kado yang cocok untuk wanita"


"Mana kutahu, aku hanya sering memberi wanita kenikmatan, kalau kado itu bukan bagian ku" Ucap Ibra datar.


"kau memang tidak berguna sialan !


"Otak mu saja yang lelet, kau punya ponsel, ya tinggal kamu search di google,selesai kan bodoh! " Ibra memutuskan sambungan teleponnya. "Dia menanyakan itu mana kutahu " Gumam Ibra.


Akhirnya Matteo benar benar browsing melalui sambungan internet di ponselnya.


Dengan mengetikkan kata inti dia mulai membaca satu per satu isi laman yang dia kunjungi. "Boneka ,bantal nama, bunga.....


Matteo dengan telaten membaca apa saja barang yang disukai wanita.


"Altea suka yang mana ya ? Matteo bergumam.


Matteo mengingat tadi dia melihat sekilas foto Altea bersama dengan Albert menggunakan Jersey Barcelona. "Sepertinya Altea juga menyukai klub sepakbola itu"


Akhirnya dia menghubungi Gio agar membeli semua daftar yang sudah dia kirim melalui pesan WhatsApp.


.


.


.


Cerita berpindah dengan Altea yang menggeliat diatas tempat tidur, hari ini adalah hari Sabtu biasanya dia akan pergi agak siang ke kampus.


"Mau ibu masak apa nak?


"Terserah ibu saja


"ya sudah nanti ibu ke pasar dulu, ibu akan masak ayam getah kesukaan mu , selamat ulang tahun anak gadisku " Sofi mencium pipi Altea dengan sayang.


"aku bukan anak kecil lagi Bu, jangan seperti itu ah " Altea mendesah tidak suka.


"Ibu akan selalu memberimu ciuman , meski kau tidak menyukainya" Sofi kembali mencium kepala Altea.

__ADS_1


Altea kemudian berangkat ke kampus setelah menyelesaikan sarapan paginya tentunya dengan drama ayah dan ibunya yang menjahili Altea karena hari ini ulangtahun Altea menggenapi usianya ke 22 tahun.


Di kampus dia bertemu dengan Gio dan anggota gengnya, "Hai Al...


"Hai Gio, apa kabar kalian ?


"Seperti yang kau lihat aku baik" ucap Gio


"Kita baik kalau si bos baik " salah satu anggota geng menimpali.


"Yoi betul.... " ucap mereka sama sama sambil tertawa .


"Mau pulang? tanya Gio.


"Iya ,sebentar lagi .... Altea membenarkan anak rambut yang beterbangan di tiup angin sambil memeluk bukunya.


"Cantik " Gio mengakui kecantikan Altea, meskipun polos tanpa sapuan make up dia begitu fresh dan menarik.


"Masih ada kelas ? tanya Gio.


"Tidak ,aku hanya masih ingin disini? ucap Altea .


"Mau kami antar pulang? Gio kembali bertanya.


"Ah tidak usah, aku bisa naik angkutan lagi pula ini siang bolong. " ucap Altea.


"Kau jangan sungkan jika butuh bantuan anggap saja kita teman " ucap Gio.


"Itu tuh namanya Guntur" Gio menunjuk pria sedang sibuk dengan ponsel. " Hai Al " ucap Guntur.


"Yang ini namanya Bagas , " Hai Al " Bagas melambaikan tangannya.


"Ini namanya Galang " Gio menunjuk galang yang sedang asik dengan ponsel nya " Hai Al" Galang kembali menyapa Altea.


Gio memperkenalkan satu persatu hingga 9 orang yang menjadi anggota geng yang diketuai oleh Matteo.


Setelah berbincang singkat akhirnya mereka memutuskan duduk di area kantin kampus.


Altea mulai membaurkan diri dengan Gio dan gengnya perlahan rasa canggung dengan sepuluh pria itu mulai berkurang.


"Aku tidak bilang kalian buruk kok " Altea terpaksa berbohong.


"Aku paham " ucap Gio.


"apa kamu sudah kenal lama dengan Matteo?


"Sudah, sekitar 6 tahunan, ketika aku masih SMA " sahut Gio


"Apa Matteo sering melakukan hal seperti itu? maksudku bertengkar"


Rasanya Altea begitu penasaran.


"seringlah , itupun sudah mulai berkurang" Gio menyeruput soda miliknya.


"Memang sebelumnya gimana? " jiwa kekepoan Altea mulai berpacu.


"Yang kamu lihat itu masih kerak kerak nya" Gio terkekeh sambil mengingat bagaimana buasnya seorang Matteo hingga dijuluki penguasa ring.


"Apa kamu juga seperti itu ?


"Menurutmu ? Gio tersenyum penuh arti.


"Apa fungsi kalian melakukan itu ? Altea menggigit burger miliknya.


"Kepuasan tersendiri" ucap Gio datar..


" Puas bagaimana? Matteo bahkan harus masuk ke IGD karena hal konyol seperti itu, aku merasa itu hanya merugikan" Altea tersenyum tipis.


"aku tidak mengatakan pendapatmu salah, tapi itu sejenis olahraga untuk melatih seni beladiri ,hanya saja Matteo menjadikan itu sebagai sarana untuk melampiaskan emosinya" Gio menghela nafasnya dengan ringan.


"Emosi ? Altea menaikkan sebelah alisnya.


"Iya, tapi bukan cuma Matteo saja, semua yang di arena itu malah menyalahartikan " Gio kembali menyeruput soda nya.


"Tetap saja itu merugikan" Altea bersikukuh.

__ADS_1


Gio hanya mengangkat kedua bahunya seolah tidak tertarik lagi dengan topik itu.


Tongkrongan itu berakhir dengan Gio dan gengnya mendahului Altea pulang, sementara Altea kini sudah duduk di angkutan umum hendak pulang.


Setibanya di halaman rumah dia terkejut mendapati mobil Matteo terparkir di halaman rumahnya.


"Kamu disini? Altea datang sambil melepaskan jaket dan meletakkannya di atas sofa.


"Iya maaf mengganggumu" Matteo menatap wajah Altea yang masih dihiasi keringat.


"Ah tidak , ada perlu apa ya ? Altea langsung bertanya to the poin.


"Sebentar, Matteo kembali kedalam mobilnya.


Kemudian Matteo masuk dengan membawa sebuah goodie bag.


"Ini untuk mu" ucap Matteo sambil mengeluarkan kotak berwarna biru liris merah berukuran sedang dari dalam goodie bag.


"apa ini ??? Altea mengerutkan keningnya.


"Selamat ulang tahun Altea " Matteo menatap bola mata Altea sambil tersenyum penuh kehangatan.


"Kamu tau hari ini ulangtahun ku? Rasanya lidah Altea kaku.


"Iya aku tau" Ucap Matteo dengan tatapan mata yang masih belum berpaling.


"Terimakasih " ucap Altea lembut sambil memeluk kotak itu, wajahnya tampak dihiasi rasa gembira.


"Baiklah aku pulang dulu, " Matteo berdiri


"Eh jangan langsung pulang nak, ayo makan siang kamu harus coba ayam getah kesukaan Altea, Ayo" Sofi yang kebetulan sedang mengambil sesuatu tak sengaja mendengar jika Matteo hendak pulang.


"Baiklah " Matteo tidak mau mengecewakan Sofi.


Di meja makan Sofi sudah menyiapkan ayam getah didalam wadah kaca bening, aroma lada dan kencur serta bumbu khas Nusantara begitu menyeruak membuat lapar semua orang yang tidak sengaja mencium nya.


Altea langsung duduk berseberangan dengan Matteo, "Makan yang banyak, ibu tinggal dulu ya,tetangga depan katanya mau lahiran ibu mau lihat dulu" ucap Sofi bergegas pergi.


"Apa aku harus mengisi piring mu ? Altea menatap Matteo yang bergeming. Sementara dia sendiri sudah tidak sabar menyantap hidangan spesial yang sudah memancing indra penciumannya.


Matteo kemudian menyendok nasi kedalam piringnya tapi tangannya begitu kaku hingga menyebabkan nasi belepotan. "Maaf" ucap Matteo melirik Altea.


"Susah ya jadi laki laki, kau sama dengan kak Albert selalu harus disiapkan makanannya " gerutu Altea sambil mengambil alih piring Matteo dan mengisinya dengan nasi dan ayam serta sayur rebusan.


Matteo memang terlahir dari keluarga berada, dirinya sudah terbiasa dilayani oleh pelayan dirumahnya, jadi hal sederhana seperti ini wajar menjadi tabu untuknya.


"Ini sangat enak cobalah" Altea mengambil paha ayam dan meletakkannya diatas piring Matteo.


"apa kau tau ibu hanya akan memasak ini jika aku atau kak Albert ulangtahun saja, jadi nikmatilah karena ini hanya akan ada sekali setahun" ucap Altea bersahabat.


"Apa sejenis makanan khusus ? Ucap Matteo.


"Anggap saja begitu " ucap Altea sambil mengecap jarinya satu persatu.


Matteo menganggap melihat Altea begitu lahap menyantap makan siangnya, Altea bahkan tidak sadar jika Matteo belum menyentuh piringnya sama sekali.


Pria itu hanya sibuk memperhatikan gerakan lincah Altea memasukkan suapan demi suapan kedalam mulutnya.


"Kau makan lahap sekali "ucap Matteo sambil menyingkirkan sisa nasi yang menempel dibibir Altea menggunakan ibu jarinya.


Altea hanya cengengesan sambil mengusap kembali permukaan mulutnya dengan tisu.


Makan siang berakhir, Matteo memilih kembali pulang sedangkan Altea langsung menyambar kotak biru liris merah yang diberikan oleh Matteo,rasanya dia tidak sabar untuk membuka kotak itu.


"Dari mana dia tau aku penggemar Barcelona ? Altea merasa heran.


"Jersey dan syal ? "Altea melihat tag harga yang masih tertempel di jersey " 7 juta dan 10 juta ??? Altea terkejut sambil membulatkan matanya.


Kemudian dia melihat ada sebuah kotak unik yang berisi jam tangan, belum selesai keterkejutannya dengan harga 7 juta dan 10 juta, Matanya semakin membulat sempurna melihat tag harga 37juta .


"Apa ?? , 37 juta untuk jam tangan ini ????


"Apa dia gila membeli barang barang mahal tidak berguna seperti ini? Altea menggelengkan kepalanya.


Bersambung....

__ADS_1


Episode selanjutnya segera aku liris ya reader 🤗


__ADS_2