
Sudah satu minggu ini Altea kembali beraktivitas seperti biasa, dan dalam satu minggu ini juga Altea memfokuskan dirinya belajar untuk menghadapi ujian akhir semester yang akan digelar minggu depan.
Desas desus di kampus juga tampaknya mulai berkurang, tidak ada lagi mahasiswa yang bergosip atau cuma sekedar membahas tentang kejadian kejadian yang sudah berlalu yang membuat Altea kadang emosi atau sekedar kesal.
Setelah kejadian itu juga Altea semakin banyak mengenal mahasiswa satu jurusannya yang baik dan peduli dengannya.
Setelah selesai mengikuti jadwal kuliah Altea memutuskan pergi ke perpustakaan untuk mengembalikan semua buka yang dia pinjam.
Awalnya Altea sudah merasakan pusing di kepalanya sebelum menaiki anak tangga, tapi karena ini adalah hari jadwal pengembalian buku dia tetap memaksakan kakinya melangkah.
Baru saja kakinya mendarat di lantai terakhir dia kembali merasakan kepalanya berputar hebat dan mengakibatkan tubuhnya terhuyung ke kiri dan ke kanan seolah kedua kalinya tidak sanggup untuk menopang tubuh Altea.
Beruntung petugas cleaning servis yang sedang membersihkan area melihat Altea kemudian menahan tubuh gadis itu agar tidak mengalami pembenturaan keras ke lantai.
"mbak bangun.... , Tolong ... tolong"
Para mahasiswa yang sedang lalu lalang langsung mengerumuni Altea dan membawa gadis itu ke rumah sakit terdekat.
Dirumah sakit
"Keluarga pasien ?
"Saya ayahnya dok bagaimana kondisi anak saya? Apa dia baik baik saja ? "
"Kalau dia baik baik saja tidak mungkin dia pingsan hehehe" Canda seorang dokter berniat mencairkan suasana.
"keadaan pasien sedang tidak baik,namun tidak ada juga yang perlu dikhawatirkan, dia hanya butuh istirahat total untuk memulihkan tenaganya, saya sarankan agar pasien dirawat beberapa hari dulu agar mempercepat pemulihannya"
Minggu ini Altea memang memberikan seluruh waktunya untu belajar sehingga melupakan jam istirahat dan makan teratur ,hal itu mengakibatkan tubuhnya kelelahan dan kurang nutrisi.
"Baik dokter terimakasih , boleh kami masuk ? " tanya Sofi . "Silahkan, saya tinggal dulu".
"Ibu masuklah terlebih dahulu, saya akan menyelesaikan administrasi Altea dulu" Ucap Ilham.
"Saya saja pak " Matteo langsung berjalan cepat menuju ruang administrasi tanpa menunggu jawaban Ilham.
Karena rumah sakit itu adalah rumah sakit milik keluarga Mahaprana jadi tidak membutuhkan waktu lama Matteo sudah kembali ke ruang IGD dan meminta perawat memindahkan Altea ke ruang VIP dengan fasilitas lebih baik tentunya.
"Terimakasih" Ilham menepuk pundak Matteo didalam lift. Bagaikan mendapat durian runtuh begitulah deskripsi perasaan matteo sekarang.
Dia tidak menyangka jika Ilham masih memperlakukannya dengan baik setelah insiden pengusiran yang terjadi malam itu.
"Dari mana kamu tau Altea dibawa ke rumah sakit?" tanya Ilham yang masih meletakkan tangan kirinya di pundak Matteo.
"Gio mengabari ku pak, " ucap Matteo kaku .
Bersamaan dengan itu lift kembali terbuka, perawat dengan hati hati mendorong Altea yang terbaring diatas brankar elektronik kedalam sebuah ruangan paling ujung yang diyakini sebagai ruang VIP.
__ADS_1
Sambil menunggu Altea sadar Ilham mengajak Matteo duduk di sofa.
"Bagaimana keadaan sepupumu yang koma itu ? Ilham menatap lekat wajah Matteo.
"Aku tidak tau pak , dan tidak mau tau juga" Ucap Matteo sambil mengedipkan kedua bahunya.
"Aku harap kau tetap menjenguknya, tetap jaga silaturahmi yang baik dengan keluargamu"
"Iya pak"
Dalam hati Matteo kembali tertegun mendengar ucapan Ilham. Dia benar benar bingung melihat pemikiran pria paruh baya yang masih bisa peduli dengan lelaki yang hampir saja memperkosa putrinya.
Dia memang sudah biasa mendengar kalimat berbentuk nasehat dari Ilham, tapi mendengar nasehat yang baru saja keluar dari bibir Ilham membuat Matteo tercengang sendiri.
"Baiklah pak, aku harus ke kantor sekarang nanti aku kemari lagi " Ucap Matteo kesal setelah melihat panggilan tidak terjawab dari Daniel yang berderet di ponselnya.
"Kamu hati hati dijalan "
"Saya permisi bu "
Saat menunggu lift rumah sakit dia masih menampakkan wajah kesalnya hingga membuat beberapa perawat gemetar.
Mereka tau jika pria yang sedang berdiri di hadapan mereka itu adalah anak dari pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja.
"Kenapa lift nya lama sekali !!! Matteo menendang pintu lift hingga menghasilkan suara dentuman keras, perawat dan pengunjung hanya diam sambil memegang jantung masing masing.
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi" Matteo mendengus kesal masuk dan segera menekan angka 1.
Setibanya di kantor Matteo langsung masuk kedalam ruangan Daniel.
"Untuk apa kau menghubungiku tadi !!" ucap Matteo kesal.
"Apa kau lupa jika dirimu adalah sekretaris ku" balas Daniel santai.
"Semenjak dia jatuh cinta aku rasa dia mulai pelupa sekarang " imbuh Ibra dari sudut ruangan.
"Untuk apa kau kesini? tanya Matteo.
"Aku mau mengadakan acara syukuran nanti malam dan ini undangan nya, aku harap kalian berdua datang " Ibra melempar undangan kepangkuan Matteo.
Matteo malah melempar kembali undangan itu ke atas meja tanpa berniat membukanya "Aku tidak bisa datang" ketus Matteo dengan wajah kesalnya.
"Kenapa ?
"Altea sedang dirawat dirumah sakit" Ucap Matteo malas sambil memandang tajam kearah Daniel yang diam menyimak.
Melihat tatapan tajam dari sekretarisnya, Daniel langsung paham apa yang membuat Matteo kesal.
__ADS_1
"Harusnya kau angkatlah panggilan ku dan jelaskan jika kau sedang dirumah sakit, maka aku tidak akan mengganggu acara berduaan mu dengan gadis itu" Ucap Daniel dengan nada penuh arti.
"Dengan tidak mengangkat panggilan mu itu menandakan aku sibuk " kesal Matteo.
"Kau pikir aku Tuhan yang bisa mengerti keadaan mu tanpa kau beritahu" gerutu Daniel.
"Sepertinya kau dan Altea memang pasangan yang cocok, sama sama pelanggan BPJS " ucap Ibra sambil tertawa terbahak-bahak.
Melihat Ibra yang tertawa mengejek, ia segera meraih meraih bantal dan melemparkan , Ibra langsung gelagapan menangkap bantal itu sebelum mendarat diwajahnya.
"Baguslah Altea sakit " Suara Daniel memecahkan keributan kecil kedua manusia yang duduk di sofa.
"Apa kau bilang ? suara Matteo meninggi melayangkan seolah memperjelas apa yang didengarnya.
"Dengan Altea sakit kau bisa melakukan banyak pendekatan " Ucap Daniel sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Caranya ? Matteo menoleh sambil mengerutkan dahinya.
"LakukanĀ perhatian perhatian kecil yang bisa membuat hatinya luluh" Imbuh Ibra sambil menyilangkan kakinya. "Paham ? tanya Ibra lagi .
"Seperti caramu meluluhkan hati wanita? Matteo menolah dan mencabikkan sebelah bibirnya seolah menyindir jika caranya itu tidak menarik.
"Hahaha sudah kubilang bukan, aku tidak perlu mengeluarkan tenagaku untuk meluluhkan hati wanita, mereka akan dengan senang hati naik keatas ranjang ku dan menikmati dunia bersamaku " Goda Ibra sambil menampilkan seringai liciknya.
"Siapa wanita yang tidak luluh dengan ketampanan ku? siapa coba ? tidak ada " Ucap Ibra sombong, sambil membusungkan dadanya .
"Altea ! dia tidak akan luluh dengan mu" Ucap Daniel polos.
"Apa kau sedang menantang ku untuk menaklukkan hati gadis itu?" Seringai licik membingkai wajah Ibra .
Matteo langsung melayangkan tatapan membunuh " Apa kau mau mati sialan !
"Jika aku bilang iya , kau bisa apa ? Ibra kembali menggoda Matteo dengan senyum jahilnya.
Matteo hanya mendengus kesal kemudian berlalu dari ruangan Daniel dan membanting pintu dengan keras.
Dari luar dia masih mendengar suara tawa yang berasal dari ruangan Daniel. Mungkin kedua sahabatnya itu sedang menertawainya kepergiaannya sekarang.
Matteo melihat jam di pergelangan tangannya
Masih jam 4 Pikirnya .
Akhirnya dia memutuskan mencuri start untuk pulang, rasanya dia tidak sabar menjalankan aksinya melakukan perhatian kecil untuk meluluhkan hati Altea.
Dia tidak gemetar lagi setelah Ilham sudah mulai berinteraksi dengannya seperti dulu. Dia merasa jika lampu hijau sudah kembali on untuk mendekati Altea.
Bersambung...
__ADS_1