Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Bandar Udara International Juanda


__ADS_3

Matteo mengantar Altea sampai ke depan rumah orangtuanya.


"Terimakasih sudah mengantar aku kak" ucap Altea sambil membuka salt belt yang melingkar ditubuhnya tanpa menoleh Matteo. Altea langsung meraih pintu mobil namun seketika Matteo mengunci kembali mobil.


"Kak.. aku mau keluar " ucap Altea dengan nada takut


"Bolehkah aku meminta nomor ponsel milikmu? Matteo menyadari jika Altea sedang takut ,maka dia mencoba mencairkan suasana dengan meminta nomor ponsel.


"Untuk apa kak ?


"Menurutmu untuk apa seseorang meminta nomor ponsel?


Matteo bertanya balik tanpa melihat Altea. Sambil menggeser layar ponsel miliknya dan bersiap mengetik nomor ponsel Altea.


"ta..tapi kak " Altea menggantungkan kalimatnya karena tanpa sengaja pemandangannya menangkap sang ayah yang sedang melihat dari balik kaca rumah.


"Baiklah jika dirimu tidak mau, aku tidak memaksa" ucap Matteo sambil kembali menekan tombol disampingnya agar pintu terbuka lagi.


Mendengar Matteo membuka pintu mobil, Altea langsung menyambar ponsel Matteo dan mengetikkan nomor ponsel miliknya, kemudian memberikannya kembali ke tangan Matteo dan segera keluar.


Matteo hanya tersenyum melihat tingkah Altea yang selalu melakukan penolakan terlebih dahulu .


Altea meraih gagang pintu dan memutarnya dengan hati hati.


"malam yah, aku sudah pulang" dengan nada rendah Altea mencoba menyapa Ilham ayahnya . Ilham hanya menatap putrinya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Ayah bukan membenci Matteo, tapi ayah hanya tidak menyukainya. Ayah harap kamu paham" Ilham memberi nasehat kepada putrinya dengan wajah datar.


"Aku tadi sudah menolak untuk diantar yah, tapi dia memaksa" Altea mencoba menjelaskan kepada Ilham agar Ilham tidak salah paham dengannya.


Ilham bukan tidak percaya kepada putrinya , namum dia kuatir Altea yang polos termakan dengan umpan Matteo.


Setelah melihat Matteo yang datang dalam keadaan mabuk , Ilham masih memberikan toleransi kepada Matteo.


Namun setelah pertemuan kedua dengan Matteo, Ilham melihat jelas luka di wajah Matteo, itu membuat Ilham mengubah pandangannya kepada Matteo.


Ilham tidak mau putrinya salah melangkah, karena dia menyadari di usia Altea yang baru menginjak 22 tahun masih rentan dengan hal hal yang membuat seseorang jatuh , maka dari itu dia terus memantau putrinya itu.


Altea membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mencoba untuk memejamkan matanya. Bayangan wajah Matteo sesekali melintas di benaknya.


Dari awal pertemuannya dengan Matteo dia tidak pernah berburuk sangka kepada Matteo, meskipun dia menolak setiap tawaran Matteo itu karena dia merasa segan ,Altea tau jika Matteo adalah teman Ibra yang tak lain adalah bos atau pemilik restoran tempat dia bekerja.

__ADS_1


Setelah mendapat nasehat dari sang Ayah Altea mencoba menjauh dari Matteo, dia tidak mau mengecewakan orangtuanya. Dia paham mengapa ayahnya menasehati dia agar menjauh dari Matteo.


Altea mungkin tidak tau banyak tentang sisi kehidupan Matteo, karena perkenalan mereka terbilang singkat. Tapi dia tetap menjaga jarak dengan pria itu.


Hal yang berbeda di alami oleh Matteo, semenjak mengenal Altea dia merasakan getaran dalam hatinya yang tidak bisa dia artikan. Dia juga seakan tidak bisa menjauh dari Altea, baginya Altea sudah seperti magnet yang menarik perhatian Matteo.


Ditambah lagi ketika Matteo pernah mendapat perlakuan hangat dari kedua orang tua Altea menambah nilai plus seorang Altea dimata nya.


Altea yang tumbuh dalam keluarga sederhana, dengan kedua orang tua yang perhatian dan penuh kasih sayang. Dia melihat sendiri bagaimana orang tua Altea memperlakukannya ketika dia Mabuk dan ketika wajahnya lebam.


Maka dari sana Matteo menyimpulkan jika Altea adalah gadis baik baik sama seperti kedua orangtuanya, bukan seperti wanita yang sering dia temui didalam club atau bahkan wanita yang sudah pernah menjadi pacarnya.


Matteo tidak menyangka jika nasehat Ilham lah yang membuat Altea mencoba menjauhinya.


****


Bandara


Matteo turun dari dalam taksi dan masuk kedalam bandara.


kemudian dia berjalan untuk melakukan check in, dengan menunjukkan e-tiket miliknya serta data diri (E-KTP).


Sebelum Matteo naik pesawat, dia terlebih dahulu melihat gate keberangkatan nya yang tertera pada boarding pass yang dia dapatkan saat check in.


Setelah mengetahui gate keberangkatan nya, dia memastikan untuk tak menunggu terlalu jauh dari gate. Hal ini bertujuan agar dia tak ketinggalan informasi seperti jadwal yang berubah atau bahkan kemungkinan pindah gate.


Sambil berjalan dia menyiapkan boarding pass dan KTP nya terlebih dahulu. Sambil memegang dua dokumen tersebut,kemudian dia berjalan menuju pesawat.


Sebelum naik pesawat, petugas memeriksa KTP dan boarding pass milik Matteo.


Setelah itu dia masuk ke dalam pesawat, dan memilih kursi sesuai yang tercantum di boarding pass miliknya. Tidak lupa dia memasukkan tas kecil kedalam kabin pesawat agar dia tidak terganggu.


Sebelum lepas landas, pramugari menjelaskan prosedur keamanan penerbangan, mulai menggunakan sabuk pengaman yang benar, mengenakan pelampung, mengetahui letak pintu darurat dan cara menggunakan masker. Dia duduk dan mencermati arahan dari pramugari-pramugari tersebut.


Sampai akhirnya Pesawat yang dia tumpangi lepas landas menembus awan.


Didalam pesawat sesekali dia melihat foto Altea yang sengaja dia potret diam diam .


Senyum tipis membingkai wajahnya mengingat wajah dan tingkah gadis itu.


Penerbangan yang berdurasi sekitar 1 jam itu membuat Matteo tidak mengantuk seperti biasa. Dia memilih melihat pemandangan awan putih dari kaca pesawat.

__ADS_1



Rasa hampa tiba tiba menyelimuti hatinya ketika mendengar pesawat sudah tiba di Bandar Udara Internasional Juanda.


Itu artinya dia sudah tiba di Surabaya. Apa lagi alasannya hampa kalau bukan karena Altea, dia seakan tidak bisa jauh dari wanita itu.


Jelas saja dia hampa dia belum menyadari jika dia mencintai gadis itu.


Saat Matteo keluar dari pesawat dia berjalan menyusuri bandara dan menemukan pintu Exit. Setelah itu dia memesan taksi bandara lewat aplikasi miliknya, dia mengarahkan supir taksi untuk mengantarnya ke hotel tempat dia menginap. Hotel itu sengaja dipesan oleh Daniel sahabat sekaligus atasannya itu.


Jika biasanya sekretaris yang menyiapkan penginapan kepada atasannya, maka ini kebalikannya . Atasan nya yang menyiapkan penginapan untuk sekretarisnya. Itu Daniel lakukan karena Matteo adalah sahabatnya.


Sesampainya di lobby hotel dia menuju ruang resepsionis untuk mendapatkan Acces card.


Setelah itu dia masuk kedalam kamarnya, tiba tiba dia teringat Diva, tadi dia lupa memberi kabar bahwa dia tidak bisa mengantar adiknya itu.


kemudian dia menghubungi Diva , namun tidak diangkat maka dia memutuskan untuk meninggalkan pesan.


.


.


.


.


Ketika Diva membuka ponselnya dia mendapati pesan belum terbaca dari Kakak nya. Segera dia membuka pesan itu dan membacanya.


"Aku sedang ada urusan pekerjaan keluar kota, selama satu minggu ini mintalah supir mengantarmu ke kampusmu"


Diva tidak tau harus senang atau sedih melihat kakak nya itu pergi keluar kota dengan urusan Pekerjaan.


Diva tau pekerjaan yang Matteo maksud pasti adalah perintah dari Daniel selaku atasan kakaknya itu.


Bersambung...


Kira kira Bab selanjutnya bagaimana ya..


ikuti terus ya


Jangan lupa like dan komen dibawah 🤗

__ADS_1


__ADS_2