Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Cemburu


__ADS_3

Matteo berbaring di atas tempat tidur. Dia melirik istrinya tidak bergeming. Tidur menyamping dengan selimut menutupi setengah tubuhnya. Dengan hati hangat dia meraba punggung istrinya. Tangan kekar Matteo berhenti pas di perut altea .


"Sayang kau sakit ? " Altea masih diam.


"Hmhmh.... sepertinya tidak " Matteo menempelkan tangannya di kening altea.


Sejak sore tadi sikap istrinya sedikit berubah. Ada yang aneh,tapi Matteo tidak bisa menebak.


karena tidak sabar Matteo menggulingkan tubuhnya berpindah ke hadapan altea. Namun altea malah memutar tubuhnya membelakangi Matteo.


"kau semakin berani sekarang ya! " Matteo menarik paksa selimut dan melempar ke lantai. "Mau ku lahap ? "


"Apa sih !! " Altea meringsek jauh. Dia berdiri dan mengambil selimut yang di lempar oleh Matteo tadi. kemudian dia menggulung tubuhnya yang mungil hingga tidak terlihat.


"Pergi sana kau ! pergi sama wanita calon pelakor itu. huh ! " ucap altea dari balik selimut.


Matteo tergelak melihat tingkah altea yang menggemaskan. 😂.


Dia ini kenapa sih ? apa yang salah . Matteo semakin menikmati pemandangan di depannya. Pelakor ? Apa itu pelakor ?


"Nanti kau tidak bisa bernafas hei ! " Matteo menarik paksa selimut itu namun altea menggulungnya semakin kuat.


wah wah wah.... sepertinya ada yang merajuk ini. Matteo semakin gemas sendiri.


"Jangan sampai aku benar benar melahapmu. aku pastikan malam ini kau tidak akan tidur sedetik pun ! " Matteo sebenarnya ingin tertawa. "Yakin mau bergulung saja ? " .


Dengan wajah muram muram gemas akhirnya altea membuka selimutnya.


"Nah gitu kan manis." Matteo mengacak rambut altea namun ditepisnya.


"Kau !!! Matteo terkejut saat altea menepis kasar tangannya. Dan terkejutnya lagi altea mengusap kepalanya tempat dimana Matteo tadi meletakkan tangannya. Seperti baru terkena benda menjijikkan.


"Aku tidak mau berbagi sentuhan dengan wanita lain. Sana kau !! " Altea menendang kaki panjang Matteo.


"Selain main tangan kau sekarang pandai main kaki ya! Siapa yang mengajarimu hah ! "


Sebenarnya tawa Matteo sudah ingin pecah namun di tahan.


Dia masih terkagum menikmati suasana hati altea yang buruk .


"Kalau iya kenapa ! " Altea langsung berjongkok dengan suara berkobar. Dia meraih merah kaos Matteo.


"Kau pikir kau saja yang bisa bela diri ?? hah !! " Dengan satu gerakan altea membalikkan tubuh Matteo dan menindihnya . Satu tangannya terkepal bersiap meninju kepala Matteo.


"Hahahah!!!! " Karena tidak tahan tawa Matteo pecah.


kurang ajar ! dia malah ketawa.


Altea belum melepaskan kepalan tangannya.


posisinya masih diatas Matteo. Bahkan wajahnya bersiku siku menandakan jika dia sedang marah tidak dibuat buat.


"Hahahha" Matteo tertawa lagi .


"Bugh!! " Satu pukulan telak di punggung Matteo.


ahh!! kenapa tanganku yang sakit !

__ADS_1


Matteo terkejut. Dia segera berbalik dan menarik tangan istrinya . " Dasar bodoh ! " Dia memeriksa tangan istrinya "Sakit ? " Tanyanya dengan wajah merasa bersalah.


Altea malah mendorong tubuh kekar Matteo agar menjauh. "Gak usah sok peduli! " Ingin beranjak pergi. Sepertinya level hati buruknya sudah di ambang batas.


"Bisa bisa nya kau Sok perduli gak jelas setelah menghabiskan satu hari berdua dua dengan wanita ular itu. " Mengibaskan lengannya yang di sentuh Matteo.


"Hahahaha" Matteo semakin gemas. Dia mulai tau kemana arah kata kata telak istrinya.


"Kenapa? oh bahagia ya ? " berkacak pinggang.


"Diapain wanita itu kau tadi ha? "


"Diciumnya ? "


"Di peluknya ? "


"Di suapin dia kau makan ?? "


"Di belai belai ???? "


Altea mempraktekkan cara membelai wanita penggoda suami orang yang sangat brutal, seperti yang sering dia tonton di film drama. Namun hal itu semakin membuat Matteo tergelak .


Karena gemas sendiri Matteo berdiri menghampiri istrinya. Dengan gerakan cepat dia mendorong tubuh istrinya ke tembok namun satu tangannya melindungi kepala istrinya.


Altea terpojok. Kedua tangan althea sudah ditahan di atas kepala. gerakan brutal Matteo langsung melahap habis bibir istrinya yang tidak berhenti mengoceh dari tadi.


"Ayo lawan aku seperti tadi " bisik Matteo di telinga altea. Bulu kuduk altea langsung meremang.


"Sana kau ! jangan sentuh aku ! " altea mendorong Matteo hingga terjerembab ke atas tempat tidur.


"Hei nona cantik! bajunya mau buka sendiri atau saya bukain " Goda Matteo dengan tawa hangat nya.


"Ahh.... Matteo!!!! " Teriak altea saat tangan kekar Matteo menarik paksa bajunya hingga tidak tersisa satu benang pun.


"Panggil aku tuan perkasa !! " Lirih Matteo. "Karena malam ini kau tidak akan bisa melawanku ".


Matteo membalikkan posisi istrinya hingga berada di bawah kunkungannya. Sekarang giliran Matteo yang melepaskan bajunya sendiri.


"Ahhh Matteo !!!!! " Altea menjerit keras saat bibir Matteo mengisap lehernya hingga menyisakan bekas merah merah biru gimana gitu.


"Ayo balas aku kalau kau bisa ! " ucap Matteo membalikkan tubuh altea membuat posisinya dibawah.


Karena kesal altea melakukan hal yang sama. Dia mengusap keras leher Matteo hingga si empunya meradang.


Matteo semakin gemas sendiri.


"Kau semakin pintar ya " Godanya dengan bibir menyeringai. Satu tangan Matteo mulai merayap rayap di punggungnya.


Kalau sudah seperti ini Altea tidak bisa berkutik sama sekali.


Gerakan panas Matteo membuatnya benar-benar melayang layang.


Dia hanya bisa pasrah dan berusaha mengimbangi permainan dan gerakan brutal suaminya.


Kekuatan wanita mungil vs pria berotot kekar.


Malam semakin larut. namun hasrat keduanya belum larut. Semakin lama semakin berkobar. Suara kecapan dan erangan kecil menghiasi hening malam.

__ADS_1


Tidak ada diantara mereka yang mengalah.


Matteo seakan bertarung habis habisan di atas ring. Sedangkan istrinya seolah olah terbang bersayap ke angkasa menikmati setiap keindahan langit ciptaan tuhan yang begitu besar.


"Ahhhh..... "


Tidak tau ini sudah jam berapa . Matteo menghadiahkan kecupan manis di dahi istrinya.


Dia melihat selimut yang teronggok di lantai. Mengambilnya dan menutup tubuh istrinya.


"Tidur nyenyak wanitaku !! "


Matteo dengan tubuh penuh keringat berjalan menuruni tangga. Mengambil minuman segar dari kulkas. Dan menenggaknya.


Kemudian dia duduk di sofa dan menyandarkan tubuhnya sambil mengatur mengatur deru nafasnya yang masih memburu.


Sejenak dia tertawa kecil mengingat apa yang dikatakan istrinya tadi.


Menghabiskan satu hari berdua dengan wanita ular ?


Kata kata ini terngiang di kepalanya.


"Apa altea tadi ke kantorku ya" Dia hanya bisa menebak nebak.


"Hahahaha" tertawa lagi. Setelah dirasa tenang . Dia menghabiskan minumannya dan segera naik menyusul istrinya.


Setelah membuka kamar. pemandangan pertama yang dia lihat adalah, ring tempat dia bertempur dengan istrinya tadi sudah hancur berantakan. Bantal berserak bersama dengan baju dan juga dalaman istrinya.


Gelak tawa masih tersungging di bibir Matteo.


Dia melompat ke atas tempat tidur menyusul istrinya.


Aku senang kau cemburu.


Terimakasih sudah cemburu Al. aku sangat mencintaimu


Matteo merebahkan tubuhnya dan menarik istrinya yang tidak berdaya ke pelukannya. Dia mulai memejamkan matanya menunggu pagi tiba.


Begitulah malam ini terlewati dengan sedikit drama suami istri.


Yang satu merasa tidak melakukan apa-apa.


Satu lagi merasa di khianati. Hingga menimbulkan salah paham.


Namun laki laki yang sedang memeluk istrinya itu menikmati suasana hati istrinya yang cemburu.


Malam terus bergulir. Penduduk di belahan bumi pasti sudah berada di alam mimpi. Begitu juga dengan Altea dan Matteo.


pendar lampu tidur menemani keduanya yang berpelukan mesra hingga pagi nanti.


Bersambung.....


Bantu like dan komen ya kakak.


aku minta dukungan kalian ...


🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2