Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Mengetahui semuanya


__ADS_3

Altea bangun dari tidur pulasnya, perlahan merentangkan tangan untuk merenggangkan otot yang pegal akibat sisa pertempuran panas semalam yang masih terasa.


"Kemana Matteo ? " Menurunkan kedua kaki namun niatnya diurungkan setelah menyadari tubuhnya masih polos tanpa sehelai benang.


"Dia hanya tau membuka bajuku saja tanpa tau memasang Kembali dasar!!!... "Altea menggerutu karena melihat gaun yang dia kenakan semalam sudah teronggok di sudut ruangan.


"Kau sudah bangun sayang ? " Matteo datang. Pria dingin itu sekarang lebih banyak berbicara ketimbang dulu.


"Mau aku bantu ke kamar mandi ? " Matteo menawarkan jasa untuk membantu Altea dengan seringai licik yang menghanyutkan. Sudah bisa ditebak apa maunya.


"Tidak ... tidak.. aku bisa sendiri " Altea mengeratkan selimut yang membungkus tubuhnya.


"Kenapa ? Ayolah aku juga mau mandi ! " Matteo langsung menggendong Altea kedalam bath up. Sepertinya dia tidak bisa menerima penolakan dari istrinya.


"Kenapa kau suka sekali memaksa ? " Altea menggerutu tidak suka.


"Kau saja yang suka menolak " Matteo melepaskan pakaiannya dan bergabung dengan Altea kedalam bath up, tanpa mempedulikan wanita itu sudah memalingkan wajahnya, Matteo tau jika istrinya malu.


"Kenapa kulitmu mulus sekali ? " Matteo menyentuh punggung mulus Altea kemudian memberi kecupan keras yang membuat wanita itu mengerang. "Akhh.... ".


"Jangan macam macam Matteo !! "


"Panggil aku sayang ! "


Bibir Matteo sudah menempel di ceruk Altea dan memberikan kecupan kecupan kecil.


"Sini aku bantu menggosok punggung mu.. " Tanpa menunggu jawaban, Matteo langsung menuang sabun ke atas spons mandi yang sudah di basahi. Tidak lupa Matteo ******* ***** spons agar menghasilkan busa terlebih dahulu.


Altea Menggerakkan punggung karena merasa geli Matteo bukan menggosok memakai spons tapi malah bermain main memakai telapak tangan dan juga jemari entah apa tujuannya.


"Kenapa punggungmu kecil sekali ?"


"Udah kecil kurus lagi .. "


"kemana semua makanan yang kau makan itu ? "


Mengoceh panjang lebar tapi Altea tidak bereaksi. Malas sekali dia menanggapi pria itu sekarang.


"Ini pakaian mu " Matteo memberikan paperbag kepada Altea.


"Kapan kau menyiapkan ini ? " Altea mengernyit.


"Semalam. " Matteo menggosok gosok rambutnya menggunakan handuk kecil.


"Semalam?? " Altea semakin bingung. Semalam kan pesta. jangan bilang kau sudah menyiapkan semua ini dari awal.


"Ibra sudah menyiapkan semuanya sebelum kita naik kesini "


"Apa !!! "


"Kalau ini semalam sudah ada lantas kenapa aku harus tidur tanpa baju!! " Meremas paperbag . Kau benar benar ya! .


"Kalau aku bisa memberimu kehangatan kenapa enggak " Matteo tersenyum devil.


"Apa kau sengaja mengerjaiku ? " Tatapan tajam. Sedangkan yang ditatap seperti tidak ada masalah. Menyemprotkan parfum maskulin agar tubuhnya fresh.

__ADS_1


"Cepat pakai baju mu kalau tidak aku akan melahap mu sekarang juga " Matteo mulai mendekatkan diri, membuat Altea langsung pergi kedalam toilet.


"Jangan ngintip !!!!!!! " teriaknya dari dalam sana.


...----------------...


Matteo sudah seloyoran diatas tempat tidur sambil menunggu Altea naik disampingnya. Tapi wanita itu belum juga keluar dari kamar mandi. Tadi mereka sudah sarapan pagi. Karena hari ini adalah hari Minggu jadi Matteo memutuskan agar bersantai di kamar hotel bersama istrinya, toh tidak ada yang mau dikejar.


Pagi ini Matteo juga mendapat kabar dari Mike bahwa keadaan Gio sudah jauh lebih baik. Itu jelas saja membuat Matteo bisa bernafas lega. Biar bagaimanapun juga Gio yang dirawat di rumah sakit sangat mempengaruhi pikiran Matteo.


Tidak lupa dia juga meminta bantuan Ibra dan Daniel sahabatnya agar tetap memantau dan menyelidiki kasus yang menimpa Gio.


"Kemarilah " Matteo mengulurkan tangannya saat melihat istrinya sudah berada di depan pintu kamar mandi sambil mengeringkan tangan menggunakan tisu.


Saat mendekat Matteo meraih tangan Altea dan menempelkan di keningnya "pijat aku ".


Matteo memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut tangan istrinya.


"Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab tentang itu, Apa kau sedang berdua dengan Clarish waktu itu ? " Memancing reaksi Matteo, dan benar saja pria itu membuka mata.


"Aku tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan wanita itu " Tutur Matteo.


"Dia bilang semalam....


"Iya, dia adalah dalang dari semuanya "


seminggu setelah kejadian pemerkosaan altea Mateo tidak henti-hentinya mencari Ada apa yang terjadi di malam itu, dia juga bukan pria bodoh . Melalui bantuan temannya Ibra dan Daniel kasus itu akhirnya terpecahkan ternyata orang yang berada di balik semua kejadian itu adalah Clarish.


"Dalang ? "


Matteo menceritakan kembali saat kejadian bagaimana dia awalnya terpancing untuk naik ke atas ring saat itu.


"Aku ? " Tanya altea.


"Iya " Matteo membenarkan. Pria itu sudah bersandar kemudian menarik Altea kedalam pelukannya.


Altea cukup tertegun, ternyata alasan Matteo bertengkar malam itu adalah untuk membelanya.


"Saat itu aku tidak mempunyai pilihan" Matteo menghela nafasnya. "Mau tidak mau aku harus datang, Daniel dan Ibra sudah melarang ku untuk tidak terpancing namun aku adalah Matteo." ungkap Matteo menekankan jika namanya adalah orang yang tidak mengenal batas dan takut.


Matteo menyadari jika dia malam itu ia tidak datang maka pemerkosaan itu tidak akan terjadi. Namun, bisa jadi Altea dalam bahaya. Maka dari itu dia tidak banyak penyesalan. Karena dia posisinya salah duduk salah berdiri.


"Apa itu artinya yang dikatakan pak Ibra benar ? menjemputku untuk menghentikan mu? " Altea mendongak.


"Sepertinya begitu, disaat kau tiba di arena disaat itu juga aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku karena aku dulu pernah merasakan itu. "


"Merasakan apa ? " Altea yang sedang di pelukan Matteo perlahan melepaskan pelukannya dan mensejajarkan pandangannya dengan suaminya.


"Aku merasa seluruh tubuhku panas dingin " Matteo Terkekeh.


"Setelah itu aku sudah tidak ingat apa apa, dalam ingatanku hanya tersisa mengatakan agar kau pergi dari apartemen" Samar samar ingatan Matteo masih tersisa.


"Iya tapi aku tidak tega meninggalkan mu sedang terluka " Altea menyesali hal itu, karena itu membawa kedalam kejadian menyakitkan itu. walau saat itu Altea kecewa, namun sebagai manusia biasa tidak mungkin dia meninggalkan Matteo babak belur.


"Dan aku rasa kaulah yang mengingat kejadian itu bagaimana, karena aku sadar setelah pagi hari " sambung Matteo.

__ADS_1


Matteo tidak bisa membayangkan sehancur apa perasaan Altea saat itu. Bagaimana wanita itu pulang dari apartemen membawa luka parah. semua tidak bisa dibayangkan oleh Matteo.


"Sebulan setelah itu Daniel mengabari ku jika Clarish yang membuatku tidak sadar malam itu itu, entah apa tujuannya "


Apa ! sebulan setelah itu dia sudah tau semuanya ?


kenapa dia tidak pernah mengatakannya padaku ?


"Karena dia mencintaimu " Ucap Altea malas sambil mengerucutkan bibirnya.


"Kau tidak perlu cemburu sayang.. " Matteo Terkekeh Menciumi seluruh wajah Altea karena merasa gemas. Disela sela keseriusannya dia merasa terhibur melihat istrinya seolah cemburu. "Aku tidak ada hubungan apa apa dengan wanita itu lagi "


"Tapi Clarish bilang kau pernah ...


"Menidurinya ?? " Tanya Matteo sinis.


"Iya " ucap Altea lirih.


"Kau boleh percaya apa yang dia katakan soal itu, karena memang itu kenyataan" Matteo tidak menyangkal sama sekali jika dia pernah tidur dengan Clarish.


"Apa ! " "Ka... kau... ?? " Altea terbata, melihat Matteo sinis tadi awalnya dia mengira jika Clarish mengada Ngada namun hal mengejutkan terjadi tenyata matteo membenarkan.


"Itu jugalah alasan kenapa aku memutuskannya dulu " Jawab Matteo.


"Kenapa? " Semakin kesini ternyata semakin banyak hal yang membuat altea penasaran dengan masa lalu suaminya.


"Aku menidurinya sama seperti yang aku lakukan denganmu malam itu, semua diluar kesadaran ku, dan penyebabnya adalah orang yang sama " Ucap Matteo lugas.


"Maksudmu Clarish sengaja ?? " Altea menutup mulutnya merasa tidak percaya, apa ada wanita waras yang merelakan dirinya seperti itu. "Kenapa dia rela melakukan itu ? " Altea benar benar bingung.


"Bukannya kau yang mengatakan jika dia mencintaiku? ". Matteo sudah duduk sambil bersandar. Tidak lupa senyum manis itu terlihat licik.


"Apa saat itu dia hamil ? " Tanya Altea bingung.


"berpura-pura hamil lebih tepatnya." ucap Matteo sambil terkekeh. Matteo memutar ingatannya dulu. bagiamana Clarish dengan bodohnya datang menunjukkan testpack bergaris dua pada Matteo.


"Kenapa kau tidak menikahinya ? padahal kau sudah menidurinya? " Altea tidak mau sampai ada masa lalu Matteo yang tidak dia ketahui.


"Aku hanya dijebak , lain hal kalau itu kemauan ku maka mau tidak mau aku harus menebusnya." Ucap Matteo.


Altea cukup salut melihat Matteo, walau terlihat pria itu sangar dan acuh diluar namun dia adalah pria yang bertanggungjawab.


"Aku cuma memberitahu saja, 2 tahun aku pacaran dengannya tapi dia menipuku lewat tindakannya yang tidak terhormat. Dan malam itu dia kembali datang untuk melakukan hal yang sama. Tariklah kesimpulannya"


Altea hanya bisa diam sambil mencerna setiap ucapan suaminya. Matteo yang dia kenal adalah pria yang tidak ada ampun dan belas kasihan ternyata menyimpan banyak kenangan pahit tentang kehidupan pribadi.


...----------------...


"Aku tidak menyangka sebentar lagi aku akan jadi orang tua " Matteo melirik perut Altea dan menutupinya menggunakan selimut. Memberikan kehangatan agar baby yang masih bersemayam itu tidak kedinginan.


"aku juga tidak menyangka di usiaku yang masih muda, aku sudah mengandung " Membelai lembut perutnya.


"Maafkan aku " meskipun Mateo begitu bahagia karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah dari buah hatinya, tapi ada kalanya dia sedih karena sudah membuat altea wanita yang dicintainya memutuskan masa muda.


"Kau tidak bersalah..." Altea mengelus pipi Matteo dengan perasaan campur aduk. Setelah mengetahui kebenaran yang diucapkan Clarish semalam. Banyak hal yang dia sesali sekarang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2