Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Menolak lagi


__ADS_3

Dibawah terik matahari seorang wanita berjalan tergesa sambil membawa tote bag miliknya.


sesekali dia melirik angkutan umum namun tak kunjung lewat.


Wanita itu adalah Altea, hari ini dia mendapat jadwal 3 mata kuliah ,biasanya jam 13.00 siang dia sudah pulang dari kampus, namun hari ini dia pulang jam 13.30.


Beruntung lah kampus dan tempat dia bekerja tidak terlalu jauh sehingga dia bisa menempuhnya dengan berjalan kaki.


"Hei kamu terlambat ? tanya pak Edward sambil melihat jam dipergelangan tangannya, karena biasanya setiap hari senin jam 13.45 mereka briefing dan jam 14.00 mereka sudah berada di area masing masing, saat ini Edward selaku Asisten manager yang sengaja keliling area menemukan Altea masuk dari pintu belakang dan menuju loker.


"Maaf pak tadi saya ada urusan mendadak di kampus. Maafkan saya pak."


Altea menjawab dengan nada takut dan menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap wajah pak Edward.


"Sudah jam berapa ini? Ini jam 14.20"


"Bertugas bagian mana kamu?


pak Edward bertanya kepada Altea dengan wajah datar.


"Pelayan pak... jawab Altea dengan wajah takut


"Jumpai pengawas mu dan ambil surat peringatan mu dari kepala pelayan" tegas Edward sambil meninggalkan Altea .


****


Di perusahaan


"Kamu kenapa ? Daniel penasaran dengan wajah Matteo yang kusut dari tadi pagi.


"tidak apa apa , hanya lelah saja" balas Matteo dengan nada sedikit rendah dari biasanya.


"kamu tidak sanggup jadi sekretaris ku? apa aku perlu memindahkan mu ke bagian lain saja? tanya Daniel sambil menahan tawanya.


"menggantikan posisi mu sekalipun aku sanggup. " balas Matteo sambil memutarkan tubuhnya meninggalkan ruangan Daniel .


"kenapa dia ? Batin Daniel.


Jam menunjukkan pukul 17.00 , alarm singkat perusahaan membuat lega seluruh karyawan, karena ini adalah jam yang ditunggu tunggu.


Matteo membereskan mejanya dan memasukkan ponsel miliknya kedalam saku.


Terlihat Daniel sudah keluar dari ruangannya sambil memegang jas kerjanya menuju lift.


Matteo melihat wajah lelah para karyawan yang berjejer menunggu lift. Sama dengan dirinya juga lelah. Hanya saja dia tidak perlu mengantri karena posisinya sebagai sekretaris Daniel membuat dia bisa turun ke lobby lewat lift khusus CEO.


"Pulang ke apartemen atau ke restoran Ibra ?


sambil menunggu lift terbuka Daniel membuka pembicaraan dengan sekretarisnya itu.


"Pertanyaan macam apa itu " balas Matteo malas.


"Aku sering melihatmu pergi ke sana...


"Benar bukan?


"Apa ada yang menarik perhatian mu di sana ?


"Atau Ibra yang menarik perhatian mu?


Daniel sengaja menggoda Matteo dengan banyak pertanyaan aneh, dia memang senang menjahili sahabat sekaligus sekretaris nya itu.


"Kau berisik sekali,Aku masih lelaki normal" balas Matteo dengan wajah kesal nya

__ADS_1


"Kalau kau normal lantas kenapa kau tidak memfungsikan punya mu itu? Tanya Daniel sambil terkekeh geli .


"Punyaku tidak mau masuk ke sembarang tempat " balas Matteo telak


"aku hanya menduga saja kalau bukan untuk Ibra lalu untuk apa kamu ke sana " balas Daniel.


"untuk makan " jawab singkat Matteo sambil keluar dari lift.


"Aku tidak yakin" balas Daniel lagi.


"Memangnya ke restoran mau ngapain lagi selain makan? sambil memijat pilipisnya Matteo bertanya balik karena kesal melihat Daniel yang melontarkan banyak pertanyaan yang membuat kepalanya berdenyut.


Sambil melihat jam dipergelangan tangannya Matteo melajukan mobilnya membelah kemacetan di ibu kota. Dia menyetir sambil menenggak sebotol air mineral yang tersedia di mobilnya.


Suara Adzan yang berkumandang serta suara suara alarm dari gedung pencakar langit dan suara klakson mobil yang sahut menyahut disepanjang perjalanan seakan menyambut kepulangannya.


Sesekali dia melirik banyaknya kendaraan bermotor yang sedang membonceng seseorang yang memakai id card dia meyakini bahwa orang itu juga sama seperti dirinya yang baru saja selesai berjibaku dengan pekerjaannya.


Dia juga tak kalah menyaksikan seorang anak yang sedang berdiri dipinggir jalan sambil menawarkan minuman yang dikemas didalam botol.


Sambil membuka kaca mobilnya dia memanggil anak itu.


"mau minum apa bang? Ada ini, ini, dan ini".


Anak itu mendekat dan berusaha menawarkan dagangan miliknya kepada Matteo.


"Air mineral satu saja " ucap Matteo datar


Matteo menerima sebotol air mineral dan memberikan selembar uang 100,000 ribu rupiah kepada anak itu.


"Wah sebentar ya bang,aku ambil kembaliannya dulu" anak tersebut langsung merogoh plastik kresek yang dia jadikan sebagai tempat uangnya .


"Tidak usah, simpan saja untukmu" dengan secepat kilat Matteo menolak dan wajah anak itu seketika berbinar "Benarkah? tapi ini banyak sekali bang" anak itu masih berdiri meyakinkan Matteo.


"ambil lah dan beli sendal mu yang baru" Ucap Matteo seraya melihat kaki anak itu yang hanya menggunakan sendal lusuh yang tidak layak pakai.


Dia membandingkan hidupnya dengan anak itu, dan itu berbeda jauh bahkan sangat jauh dengan masa kecilnya yang hidup bergelimang harta membuat dia tidak kekurangan apa pun.


Tak terasa dia memasuki area parkir di apartemen. Berjalan menaiki lift dan masuk ke dalam kamar, kemudian dia membersihkan diri dan kembali merebahkan tubuhnya di atas sofa didalam kamarnya.


Dia mengambil ponsel dan berniat mengirim pesan kepada Altea bahwa nanti dia akan menjemput Altea dan mengantarkannya pulang .


Tapi niatnya berhenti karena dia tidak punya nomor ponsel milik Altea.


"kenapa aku sampai lupa meminta nomor ponsel nya" gerutu Matteo dalam hati,dia menyesali dirinya yang bahkan tidak kepikiran dengan nomor ponsel Altea.


Sampai akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke resto milik Ibra untuk menemui Altea langsung. Setelah Matteo melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya Matteo kembali melajukan mobilnya ke restoran milik Ibra.


Setelah memarkirkan mobilnya Matteo masuk kedalam restoran, dia melihat jam menunjukkan pukul 21.00 , itu artinya ada waktu satu jam lagi menunggu Altea pulang,maka dia memutuskan untuk memesan beberapa hidangan makan malamnya terlebih dahulu.


Sesekali dia mengedarkan pandangannya mencari seseorang,hingga pandangannya menangkap Altea yang sibuk melayani pengunjung ruang depan.


Setelah menerima bill dan melakukan transaksi pembayaran Matteo kembali kedalam mobilnya ,dari kejauhan dia melihat Altea menggandeng tangan Feren keluar dari restoran.


Altea dan Feren berhenti karena mobil mendengar klakson mobil dari belakang, saat Altea menoleh dia melihat Matteo.


"Altea, kamu sudah mau pulang?


"iya kak,Aku pulang dengan Feren"


Matteo menyatukan kedua alisnya, belum juga Matteo mengeluarkan kalimat ajakan namun Altea sudah lebih dahulu menolak dengan mengatakan pulang dengan Feren.


"Aku juga mau pulang, aku antar kalian kalau begitu" Matteo menawarkan untuk mengantar mereka berdua .

__ADS_1


"Ahh tidak kak, kami pulang naik taksi saja terimakasih kak" tanpa mendengar jawaban Matteo lagi Altea langsung menarik tangan Feren agar menjauh dari mobil Matteo.


"kenapa dia menjauh?


Matteo hanya membatin melihat,Altea pergi dengan Feren . Matteo menyadari bahwa Altea sedang menjauhinya.


Secepat mungkin dia pergi ke club untuk menghibur dirinya sendiri.


"Kau kemari? Tanya Ibra sambil duduk di samping Matteo.


"jika kau melihatku disini itu artinya aku disini" ketus Matteo.


"Aku hanya bertanya ... balas Ibra lagi


"Jika sudah tau ngapain bertanya lagi, ucap Matteo sambil menenggak wine dari gelasnya.


Ibra sudah biasa menghadapi sikap dingin Matteo yang melekat dari dulu.


"Bagaimana cara membujuk wanita ? Tanpa sadar Matteo melontarkan kalimat yang membuat Ibra langsung tersedak.


Matteo sendiri bukan ahli bagian wanita. Dia tidak seperti Daniel dan Ibra yang ahli merayu wanita . Maka dari itu dia spontan bertanya kepada sahabatnya itu.


"Apa kau sudah mabuk hanya menenggak segelas wine ? Tanya Ibra mengalihkan pembicaraan karena tidak percaya dengan apa yang ditanyakan oleh Matteo.


Matteo langsung melirik tajam Ibra dan berkata


"Aku tanya apa kau jawab apa !


"oke baiklah, aku tidak tau cara membujuk wanita,karena aku tidak pernah membujuk wanita.


Matteo mengerutkan keningnya mendengar bahwa Ibra tidak pernah membujuk wanita.


"Wanita dengan senang hati merangkak ke pelukan ku tanpa ku bujuk" Ibra menyadari jika Matteo bingung maka dia langsung menjelaskan .


"Bukan wanita seperti itu maksudku, tapi wanita baik baik" ucap Matteo malas karena dia tidak mendapat jawaban yang memuaskan.


"Apa kau sedang menyukai seseorang? Tanya Ibra antusias.


"Hei apa kau tidak sadar jika dia menyukaimu?Dia bahkan sering membuntuti mu.


ucap Daniel sambil duduk didepan kedua sahabatnya.


Ibra semakin tersedak dan refleks pindah tempat duduk kesamping Daniel. Daniel memang sudah dari tadi tiba di club' dan mendengar obrolan kedua sahabatnya.


Matteo menatap tajam kedua sahabat nya itu.


"Aku masih normal sialan! ucap Matteo sambil melempar kunci mobil kearah Daniel dan secepat mungkin Daniel menangkap.


"Jadi itu alasannya kau sering datang ke Restoran ku??? tanya Ibra dengan nada sensual menggoda Matteo yang sudah menahan geramnya. Daniel dan Ibra saling pandang dan tiba tiba tertawa bersama.


Ibra kembali memutar ingatannya saat dia keluar dari Restoran miliknya dia melihat plat mobil Matteo terparkir di area parkiran VIP, namun dikarenakan dia sedang ada kepentingan maka dia tidak ambil pusing .


.


.


.


"Aku datang ke sana bukan untuk mu, Tapi Karyawan mu! Tanpa sadar Matteo mengatakan hal yang membuat kedua sahabatnya langsung menghentikan tawa nya dan menatap bingung Matteo.


.


.

__ADS_1


.


bersambung ...


__ADS_2