Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Jangan Jauhi Putra Saya


__ADS_3

Altea duduk sambil meletakkan tasnya di atas pangkuannya, dirinya benar benar gugup luar biasa. Dia tidak bisa menebak apa yang ada didalam pikiran wanita yang mengaku ibu Matteo itu.


.


.


.


"Saya melihatmu keluar dari Mobil Matteo tadi, benarkah?


Ratna membuka percakapan terlebih dahulu.


" Iya benar tante ,maaf..... Altea menundukkan kepalanya karena merasa canggung dan segan.


"Tidak apa apa , apakah putra saya baik baik saja?


"Aku pikir kak Matteo baik baik saja tante, tidak seperti sebelum sebelumnya.


"Memangnya sebelumnya Matteo bagaimana nak?


"Sebelumnya kak Matteo pernah mabuk, dan kelelahan. tapi besoknya dia langsung baikan tante" Dengan nada gugup Altea mencoba menjelaskan.


Mendengar penuturan dari Altea seketika rasa sedih menyelimuti hatinya, dia paham betul seperti apa alur kehidupan pribadi putranya itu.


Ketika dia mengetahui jika putranya memilih tinggal di apartemen dan bekerja sebagai sekretaris Daniel dia sudah bisa menebak jika putranya itu akan semakin merajalela di luaran mengikuti kebiasaan buruknya.


Dia juga sudah berkali kali mencoba membujuk Matteo agar kembali ke rumah namun usahanya sia sia. Bahkan Matteo memblok semua panggilan telepon darinya.


"Dia memang seperti itu dari dulu" Ujar Ratna


Altea memperhatikan raut wajah wanita paruh baya itu, guratan kesedihan tergambar jelas ketika dia menanyakan kabar Matteo. Meskipun baru kenal beberapa menit namun Altea bisa menebak jika wanita paruh baya itu adalah sosok orang tua yang baik.


Altea juga memutar ingatannya tentang percakapannya dengan Matteo di mobil.


apa sebenarnya yang membuat Matteo tidak betah tinggal bersama orangtuanya?


Matteo sudah tiga kali menginap dirumahnya. Namun dia tidak pernah menanyakan kehidupan pribadi pria itu, bukan karena dia tidak perduli namun Altea merasa tidak sopan mengungkit kehidupan pribadi seseorang.


"Apa dia pernah menyakiti mu nak?


"Tidak tante, Matteo bahkan sering mengantar saya pulang kerja" Altea berbicara sambil menatap bola mata Ratna.


"Bagaimana kamu bisa mengenalinya? Ratna semakin penasaran dengan gadis yang duduk disebelahnya itu.


Altea kemudian menceritakan awal mereka bertemu dan bagaimana Matteo menginap dirumahnya, sampai kejadian sadis yang disaksikan oleh Altea ketika Matteo bertarung hingga babak belur di arena.


Altea menceritakan semuanya dengan jujur adanya tanpa menutupi apa pun. Dia menceritakan semua itu karena dia sudah mengetahui jika wanita paruh baya itu adalah orang tua dari pria aneh yang tiba tiba hadir dalam lingkaran kehidupannya.


Biar bagaimana pun orang tua Matteo berhak mengetahui keadaan putranya itu, kira kira seperti itulah isi pikiran Altea sekarang.


Alangkah terkejutnya Ratna mengetahui jika putranya sudah lebih dari satu kali menginap di rumah anak gadis itu. Dia bukan tidak percaya dengan cerita Altea namun ini adalah berita mengejutkan yang dia dengar.


Apa pun alasan putranya menginap di rumah anak gadis itu , Ratna langsung menyimpulkan jika gadis yang disampingnya ini adalah orang spesial bagi putranya.

__ADS_1


24 tahun mengenal putranya , Dia tahu betul sikap dan selera putranya itu. Sikap keras kepala, sulit bergaul, dan bertindak semaunya sepertinya sudah bawaan lahir seorang Matteo ke dunia ini.


"Apa kamu tau nak jika adik perempuan Matteo juga kuliah disini? Ratna mengalihkan pembicaraan sambil menarik senyum di bibirnya.


"Benarkah?


"Apa kamu mau menemuinya?


"Tentu saja aku mau tante...


"Berikan nomor ponsel mu nanti tante akan menghubungi mu" Ratna menyodorkan ponsel miliknya.


Kemudian Altea dengan cepat mengetikkan nomor ponsel nya dan menyerahkan kembali ponsel itu ke tangan Ratna.


"Maaf tante, sepertinya lain kali saja kita lanjut ngobrolnya aku ada kelas 5 menit lagi"


Altea berkata sambil memamerkan deretan giginya karena merasa tidak enak dengan wanita paruh baya itu.


"Baik nak, sampai ketemu lagi " Ratna tersenyum


"Permisi tante...saya duluan " Altea berdiri dan menenteng kembali tote bag miliknya, namun tiba tiba Ratna memegang tangan Altea, seraya menahannya.


"Apa tante bisa minta tolong nak? Ratna menggenggam tangan kanan Altea dengan lembut.


"minta tolong apa tante?


"Jangan jauhi putra saya hanya karena dirimu tau keburukannya " Dengan berat hati Ratna mengucapkan kalimatnya.


Ratna memang tidak tahu apa apa tentang Matteo dan Altea sebelumnya. Namun melihat putranya yang membukakan pintu untuk Altea dan mendengar cerita Altea tadi, dirinya sudah bisa memastikan jika putranya bungsunya itu sedang jatuh cinta dengan anak gadis yang di genggamnya itu.


.


.


.


.


Altea masuk kedalam ruangannya. Dirinya benar benar tidak bisa fokus dengan materi yang diberikan dosen pada jam itu. Sesekali dia membuka ponsel miliknya untuk melihat jam. Rasanya waktu berputar sangat lama.


Bayangan wajah Matteo memenuhi ruang lingkup dalam pikirannya. Untuk pertama kalinya gadis itu sampai gagal fokus hanya karena memikirkan pria yang tiba tiba hadir dalam kesehariannya itu.


Mengapa Altea bisa sampai gagal fokus? Apakah karena pertemuannya dengan Ratna mengakibatkan pikirannya melayang layang? .


Atau karena ucapan Ratna? ah entahlah biar waktu yang menjawab.


.


.


.


Jam yang ditunggu akhirnya tiba, satu persatu mahasiswa meninggalkan ruangan sambil membawa tas dan perlengkapan mereka.

__ADS_1


Altea menunggu ruangan sampai kosong kemudian dia duduk mengambil posisi menyandar. "Apa Matteo lebih buruk dengan apa yang aku lihat?


Setelah berargumen dengan pikiran, Altea memutuskan keluar dari ruangannya. Karena dia juga harus segera pergi ke restoran tempat dia bekerja. Dirinya tidak mau mendapat surat peringatan lagi karena terlambat.


Berjalan melewati satu persatu koridor kampus dia melihat Feren diujung taman sedang duduk berdua dengan pacarnya "Apa dia pikir dunia ini milik mereka berdua , menjijikkan sekali" .


Altea menggerutu dalam hatinya melihat tingkah sahabatnya itu.


Kemudian dia memutarkan badannya dan berjalan ke pinggiran jalan besar untuk menunggu angkutan umum, namun sebuah mobil sport berhenti di depannya dia melihat sekelilingnya tidak ada orang lain.


"Altea ... Kamu mau ke restoran bukan?


Ibra yang kebetulan melintas di area itu tak sengaja melihat Altea berdiri dipinggir jalan. Akhirnya dia menghentikan mobilnya.


"Ahh Iya pak ,saya menunggu angkutan umum


"Ayo Naiklah.


Altea kemudian masuk kedalam mobil Ibra, dirinya benar benar sangat segan dengan bos nya itu. "Kenapa kamu duduk di belakang?


"Memangnya kenapa pak?


"Kamu pindah ke depan sekarang.


"Tidak apa apa pak aku disini saja


"Aku tidak mau orang berpikir jika aku sudah beralih profesi jadi supir taksi"


Ibra berkata dengan nada menyindir. Dengan berat hati akhirnya Altea pindah ke depan dan duduk bersebelahan dengan Ibra, dirinya benar benar merasa segan duduk bersebelahan dengan bos nya itu. Apalagi raut wajah Ibra yang datar dan dingin.


Namun, dia juga segan menolak ajakan Ibra untuk naik ke mobilnya. Dia harus selalu menghargai atasannya itu dengan baik.


"Kamu kuliah disitu juga?


"Iya pak


"Mengapa kamu tidak fokus kuliah dulu?


"Bagiku menyenangkan bisa kuliah sambil kerja pak" Altea menjawab dengan nada malu malu.


"Mengapa demikian?


"Uang yang saya peroleh dari hasil kerja keras lebih memuaskan. Selain itu juga aku juga bisa belajar arti penting dari waktu dan uang.


Ibra cukup tertegun dengan pola pikir Altea yang masih bisa memikirkan waktu dan uang di zaman sekarang.


Bersambung.....


Hai Reader


Episode selanjutnya segera ya


bantu vote ,like dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2