
Menjabat sebagai Presdir baru bukanlah hal mudah, banyak tantangan perusahaan yang sudah menanti yang tentunya akan menguras tidak sedikit tenaga, hal itu juga berlaku untuk Matteo.
Harga yang harus dibayar menjadi seorang pemimpin adalah keseluruhan waktu, tenaga, pikiran dan lain lain.
Seorang pemimpin bisa dikatakan luar biasa (hebat) adalah di saat seseorang memilki pengaruh besar atau memilik kemampuan untuk menunjukkan sifat dasar dalam artian kewibawaan yang membuat banyak orang bersedia untuk mengikuti mereka atau jajarannya.
Itu artinya bahwa sikap kepemimpinan bisa jadi sudah menjadi bakat dari lahir dan juga kita lahirkan (dibentuk ) sendiri melalui jati diri kita.
Hal itu juga berlaku untuk Matteo Mahaprana, semenjak memutuskan menikahi Chelsea Altea pria itu langsung terjun kedalam dunia kepemimpinan perusahaan besar, bermodal hanya sebagai sekretaris CEO biasa dia langsung memimpin perusahaan dengan posisi tertinggi tentunya karena sebuah tuntutan.
Ya, dia dituntut karena kakeknya sudah tidak mampu memimpin lagi ditambah lagi dengan tanggung jawab untuk istrinya dan juga calon anaknya.
Menghidupkan mobilnya dia segera pergi ke kantor untuk menyelesaikan beberapa masalah yang mengganggu perusahaan. Banyaknya pengganggu di luaran sana yang mengancam nama perusahaan membuat dia harus benar benar ektra menangani setiap masalah dalam bentuk apa pun.
"bibi katakan pada Altea agar tidak lupa sarapan dan minum susu miliknya , jika dia menanyakan aku bilang aku sudah berangkat kerja "
"Baik den.. " Asisten rumah tangganya mengangguk sambil membukakan pintu.
Sudah satu Minggu ini Matteo dan Altea kembali dingin, wanita itu memilih diam dan sibuk dengan urusan kampus.
Sedangkan Matteo juga sudah seminggu ini bergelut dengan waktu untuk menetralkan kembali perusahaan yang meredup akibat para pengganggu yang tidak bertanggungjawab. Kadang dia harus pulang subuh akibat perjalanan keluar kota , kadang juga pulang tengah malam dari kantor menyelesaikan pekerjaan.
Lelah ? iya pastinya dia lelah, akan tetapi tampaknya pria itu tidak menyerah begitu saja, selain tangguh memperjuangkan cintanya dia juga tangguh memperjuangkan nama perusahaan.
.
.
.
"Bagaimana? "sambil berjalan Matteo bertanya kepada Mike perihal agenda dalam satu Minggu ini.
"Seperti yang anda inginkan semua berjalan dengan baik " tutur Mike.
Mike membuka Slide demi slide memperlihatkan grafik setiap waktu yang mulai membaik, memang ada angka yang turun akan tetapi lebih mendominasi naik atau rata kira kira seperti itulah.
"Apa perusahaan sudah aman ? " tanya Matteo datar seperti biasa.
"Saya pastikan semua sudah aman " Mike menutup laptop miliknya dan menundukkan kepala.
"Bagaimana dengan penghianat itu ?
"Sesuai instruksi anda mereka sudah di vonis mendekam di penjara 50 tahun, hak dan ketentuan ada di tangan anda "
"Baik terimakasih atas kerja keras mu " Mike berucap penuh wibawa kepada Mike karena pria itulah satu satunya orang jajaran kepercayaannya kakeknya yang tidak berkhianat.
"Sama sama itu adalah pengabdian saya kepada tuan besar" ucap Mike menundukkan kepalanya.
"Jangan bawa bawa nama tua bangka itu dia saja tidak mau namanya disebut lagi disini " ucap Matteo.
"Baik " Mike menarik senyum nya tipis merasa ucapan Matteo seperti hiburan untuknya.
__ADS_1
Matteo merasa sedikit lega disaat perusahaan sudah kembali normal, meskipun dia tetap harus teliti memantau selat belit yang belum bisa dia jangkau diluaran sana mana tau ada serangga yang masih bersembunyi didalam sarang.
Sejauh ini usaha Matteo tidak sia sia untuk membawa perubahan besar dalam sejarah Orion Company.
Berbekal kemampuan dan kejeniusannya dia bisa mematikan pergerakan para pengganggu yang sudah kenyang dengan uang perusahaan.
Sesuatu yang patut di apresiasi bukan ?
...----------------...
Di tempat lain Altea sedang berdiri didepan halte menunggu taksi, dia baru saja keluar dari area kampus.
Beberapa mahasiswa mulai memandangnya sinis, mungkin karena tubuh Altea yang tampak lebih berisi dari sebelumnya apalagi di sekitar perutnya, usia kandungannya yang memasuki bulan ke 3, mulai tampak permukaan perutnya membulat meskipun belum begitu terlihat jelas , namun samar samar bulatan itu sudah mulai tergambar jika diperhatikan dengan jelas.
Rasa percaya diri Altea pun mulai turun, baginya kehamilan ini adalah aibnya tersendiri. Inilah yang dia takutkan selama ini, pandangan beberapa mahasiswa kepadanya adalah beban yang selalu menghantui dirinya semenjak dia dinyatakan hamil. Karena sebelumnya namanya sudah dikenal di kalangan mahasiswa akibat kasus percobaan pemerkosaan yang dilakukan Alex padanya.
Memang di kampus tidak ada yang tau jika dia sudah menikah. Maka dari itu banyak mahasiswi yang mulai bergosip tentangnya.
Hari mulai terik tanda matahari berada diatas kepala. Altea merasakan perutnya mulai mengisap akhirnya dia memutuskan untuk bolos mata kuliah terakhir dan memilih pulang toh juga dia malas sekali dengan suasana kampus. Jika dulu dia selalu bersemangat berbeda dengan hari belakangan ini. Altea tampak lebih tertutup dan pendiam.
Melihat ada stand jualan makanan yang sedang mengadakan promo Altea memberanikan diri untuk membelikan sesuatu meskipun dia tidak percaya diri. Dengan sabar dia menunggu antrian yang begitu panjang.
Terlalu lama berdiri membuat kakinya kembali keram, belum lagi desakan desakan dari belakang membuat udara terasa sesak. "Ahh aku dudu saja dulu " gumam Altea melihat kursi di pojok.
Sambil menunggu antrian longgar dia membuka ponselnya untuk melihat notifikasi.
"Altea !!! "
Mendengar seseorang menyebutkan namanya dia menengadah ke sumber suara, dan ternyata yang memanggilnya adalah Rafael.
"Kak Rafael !! " Altea menelan ludahnya dengan kasar. Dia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan pria itu.
"Maaf aku tidak ngabarin kamu ,kemarin aku ada pekerjaan ke luar negeri " ucap Rafael . " Aku hubungi nomor kamu tidak bisa kamu ganti nomor? "
Sejenak Altea baru ingat ponsel nya hilang entah dimana pas malam itu. "iya aku ganti nomor " Ucap Altea lirih. tidak lupa mata Altea memperhatikan penampilan Rafael masih sama seperti terakhir mereka bertemu.
"Kamu sedang apa disini ? "
"hmhmhm mau beli itu kak " ucap Altea sambil menunjuk stand jual makanan cepat saji yang sedang ramai.
"Lalu kenapa tidak ke sana ?" tanya Matteo bingung.
"hehehe kakiku keram kelamaan antri " Altea cengengesan menahan malu.
"Kamu lapar ? " tanya Rafael lagi.
"Ayo kita cari makan ini juga sudah jam makan siang " tanpa menunggu jawaban dari Altea dia segera meraih tangan wanita itu dan membukakan pintu mobilnya. "ayo naik " .
Awalnya altea menolak akan tetapi menyadari kondisi perutnya yang mulai tidak bersahabat akhirnya dia menerima tawaran itu.
Mereka berhenti didepan sebuah restoran mewah di tengah kota, Altea yang sudah lama tidak bertemu dengan pria itu kembali merasa canggung.
__ADS_1
Berbeda dengan Rafael yang tampak begitu senang bertemu dengan Altea hari ini. Altea hanya memalingkan wajahnya karena malu setelah menyadari jika Rafael memandanginya sedari tadi.
"Kamu sudah punya pacar chel ? "
"Chel ???? " Altea menekankan kalimatnya.
"Namamu Chelsea Altea bukan ? jadi aku memanggilmu dengan singkatan nama depan mu saja lebih manis " ucap Rafael sambil tersenyum.
"Oh iya tidak apa apa " ucap Altea terkekeh.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku "
"Ah maaf kakak bertanya apa tadi ? " Sebenarnya Altea mendengar akan tetapi dia belum siap mengatakan bahwa dirinya sudah menikah.
"Aku tanya kamu.... "
"silahkan tuan dan nona, selamat menikmati " pramusaji meletakkan makanan diatas meja.
"ahh kita makan saja dulu kak, aku sudah lapar hehehe " Altea menghindar.
Menyadari Altea menghindar Rafael hanya tersenyum tipis "baiklah "
.
.
.
Di saat yang bersamaan Matteo baru saja keluar dari ruang VIP restoran bersama dengan Mike dan klien perusahaan Orion.
Dari jarak jauh Matteo menyipitkan matanya menangkap sosok Altea sedang duduk menyedot minuman menggunakan sedotan, awalnya dia mau mendekati Altea dan menanyakan dengan siapa dia kemari.
jarak kampus Altea tidak jauh dari restoran jadi Matteo sama sekali tidak menaruh curiga.
Saat hendak berjalan kearah Altea, langkahnya berhenti ketika menyadari seseorang yang sepertinya dia kenali juga duduk berhadapan dengan Altea.
Rafael !!!!
Matteo yang tadinya bersemangat mendekati pujaan hati langsung terpaku, pandangan masih lurus menatap keduanya dengan mengepalkan kedua tangan ini adalah pemandangan yang mengiris iris perasaannya melihat istrinya sedang berdua dengan pria lain.
Dan yang paling membuat dia terluka adalah tampak Altea sedang tertawa.
kau bisa tertawa dengan pria sialan itu sementara sama ku kau selalu acuh..
"Pulanglah duluan " ucap Rafael sambil menepuk bahu Mike. "Apa anda baik baik saja ? " Mike melihat guratan emosi membingkai wajah matteo.
"jangan pedulikan aku pulanglah !" ketus Matteo.
Kurang ajar !!
Matteo mengeraskan rahangnya, emosinya sudah memuncak melihat wajah Rafael yang sepertinya menaruh hati untuk Altea istrinya.
__ADS_1
Bersambung....
...Hai reader bantu like dan komen ! 👍🤗...