
Stadion Camp Nou.
Sore hari Juna mengirim pesan kepada Matteo bahwa anaknya Thiago akan bermalam bersama mereka.
"Jemput Thiago besok saja. kami sedang bersenang senang sekarang. malam ini dia tidur bersama kami " Isi pesan Juna .
Tidak lupa Juna juga mengirim sebuah foto Thiago sedang di suapi makan oleh istrinya.
Awalnya Matteo kesal sekali. Tidak sesuai perjanjian.
Kan perjanjian mereka hanya hari ini saja. berarti malam tidak termasuk dong.
Ini namanya penipuan. Ahh kesal sekali Matteo.
Namun dia juga tidak bisa berkata apa-apa. Juna menyayangi Thiago seperti anaknya. Tidak ada yang perlu di khawatirkan.
"Sayang apa sudah selesai? " Matteo sudah selesai mengikat tali sepatunya .
Dia beralih menatap Altea. Wanita itu sedikit kesulitan memakai sepatu boots miliknya.
"Ini susah sekali " Ucap Altea sambil terus memaksa kakinya masuk.
Matteo berjongkok membantu Altea. Dia dengan penuh hati hati mengikat sepatu istrinya.
"Sudah " Matteo kemudian menyambar Coat dan memasangkannya di tubuh Altea. "Cuaca di luar cukup dingin. "
"Terimakasih " Gemas gemas Altea spontan mencium pipi Matteo.
Mereka sudah berada di dalam mobil bersama dengan pengawal yang sudah di tugaskan Mike.
Laju mobil hanya kecepatan ringan.
Tadi Altea ingin jalan kaki saja menirukan kebiasan orang orang luar negeri.
tapi Matteo menolaknya.
Matteo mengancam jika Altea terus minta jalan kaki maka lebih baik mereka di rumah saja tidak usah jadi jalan jalan.
Akhirnya mobil berhenti.
Altea ternganga melihat pemandangan di depannya.
Oh Tuhan !!! Jadi ini stadion Camp Nou ! Amazing !!!!!
Wanita itu samar samar tersenyum kaku. Dia memang sudah menebak pasti mereka akan mampir ke tempat ini. dan betul saja.
Mereka tiba di luar stadion Camp Nou.
Stadion kebanggaan Barcelona.
Stadion itu menjadi markas tim sepak bola Barcelona, Camp Nou. Stadion berkapasitas 99.354 orang ini menjadi yang terbesar di Spanyol dan Eropa, sekaligus menjadi yang terbesar ketiga di dunia dari segi kapasitas penonton.
"Sayang..... " Lirih menatap matteo. "Sayang ini berlebihan " Menutup wajahnya dengan kedua tangannya. menyembunyikan rona malu bercampur dengan bahagia.
Matteo tersenyum tipis. "Ayo turun sekarang " Ucapnya. Setelah Matteo dan Altea turun.
Para pengawal langsung mengambil posisi jarak aman dari tuannya.
Sebelum masuk mereka melakukan pemeriksaan sekilas. Kemudian salah satu pengawal menunjukkan tiket nonton yang sudah di booking oleh Mike beberapa hari yang lalu.
Matteo dan Altea masuk tanpa hambatan.
Setelah pemeriksaan lewat. Matteo menoleh kepada pengawal yang jaraknya tidak terlampau jauh.
"Kalian pergilah terlebih dahulu. Nikmati malam kalian. Aku bisa menjaga istriku " Ucap Matteo.
"Tapi tuan " Salah satu pengawal maju untuk memastikan.
Matteo mengambil tumpukan uang dari sakunya. "Ambil ini. Nikmati saja liburan kalian juga " Ucapnya.
"Apa artinya kami juga bisa ikut menonton kedalam ? " Ucapnya dengan takut takut.
Hari ini adalah duel El clasico. Duel mautnya dua klub raksasa Spanyol dan ini adalah laga yang dinanti semua orang.
Para Fans seluruh dunia selalu menunggu saat ini.
para pengawal yang notabenenya manusia biasa juga ingin sekali menyaksikan ini secara langsung.
Kapan lagi bisa menonton pertandingan langsung ya kan.
"Terserah. Lakukan apa yang kalian suka. jangan menggangguku dan istriku "
Mengapa anda baik sekali !
Semoga anda sehat selalu!
__ADS_1
Pengawal masih diam memegang setumpuk uang di tangannya.
Dia segera tersadar dan membagi bagi uang itu kepada yang lain. Padahal mereka sudah mendapat jatah uang dan fasilitas sebelum berangkat semua di persiapkan oleh Mike. Tapi sepertinya tuannya cukup perhatian dan baik hati.
Mereka yang di siagakan oleh Mike untuk berjaga ternyata di ikutkan Liburan.
Matteo tetap memperlakukan mereka dengan baik.
Mereka tidak bisa menyembunyikan rona senangnya. "Ayo masuk ! " Ucap mereka dengan girang.
Matteo dan Altea terlebih dahulu masuk kedalam stadion. Suara gemuruh para pendukung atau supporter sudah terdengar riuh.
Dentuman lagu El can del Barca sedang dikumandangkan oleh para penggemar Barcelona tanda pertandingan El clasico di mulai.
Altea merinding.
Apa ini hanya mimpiku ahh.. rasanya senang sekali.
ini seperti mimpi.
Matteo terus memegang tangan Altea hingga mereka tiba di tribun. Altea ternganga melihat pemandangan itu.
Lautan manusia! Indah sekali!. Ternyata yang di televisi itu yang biasa aku tonton adalah nyata ! oh God !
Matteo sengaja memilih tempat duduk mereka yang strategis. Jadi Altea bisa dengan jelas melihat para punggawa Blaugrana berjibaku di lapangan hijau.
Dia juga bisa melihat lautan manusia memenuhi tribun hingga ke atas.
"Sayang selfi yok! aku mau buat di stori ku. " Wajah Altea memelas ingin sekali mengabadikan momen ini.
Wanita itu mengambil ponsel dari sakunya kemudian berselfi dengan Matteo.
"Ahh manisnya !!! aku post yaaa "
Matteo mengangguk. Senyumnya selalu hangat dari tadi. Dia tau istrinya sedang bahagia .
Altea sudah membuka akun media sosialnya. Dia ingin meng-upload momen berharga ini.
Namun seketika dia mengurungkan niatnya.
Tidak jadi.
Altea baru ingat jika dia juga berteman dengan banyak saudara sepupunya dan juga teman temannya semasa SMA.
Dan mereka semua belum tahu menahu soal pernikahan Altea.
Ngomong ngomong soal feren dia apa kabar di Medan sana ya . Aku jadi merindukannya.
Dia temanku satu satunya.
Altea kembali memasukkan ponselnya kedalam tas.
"Kenapa tidak jadi upload ? " Matteo yang sedari tadi memperhatikan akhirnya buka suara.
"Tidak apa apa sayang. nanti aku mempostingnya. kita fokus nonton ya... lihat dia idola ku.. huaaaa dia ganteng banget !!! " Altea mengalihkan topik dengan memperlihatkan para pemain Barcelona dan Real Madrid sudah masuk ketengah lapangan.
Suara para supporter semakin menggema.
"Hei ! Siapa yang kamu katakan ganteng ??? " Sorot mata tajam memperlihatkan jika Matteo kesal.
"Ehh maksudnya" Altea sudah bingung mau mengatakan apa.
"Aku tidak suka kau memuji laki laki lain tanpa terkecuali !! " Tegas Matteo.
"Iya sayang aku tidak memuji" Sudah gusar sendiri. "Kan kenyataan memang begitu " Lagi lagi mulut nya tidak bisa diajak kompromi.
"Apa ! " Matteo semakin kesal "Coba ulangi "
"Eh .. eh... tidak sayang. hehehe bukan begitu"
Tatapan mu kenapa menusuk begitu. aku kan jadi takut.
"Kau yang lebih ganteng dibandingkan siapa pun. " Altea berusaha mencari pembelaan. Sorot mata Matteo belum lunak.
"Suamiku yang lebih tampan! "
"Suamiku yang lebih keren !" Altea setengah berteriak di tengah kerumunan supporter Barcelona. "Hehehe suami ku tidak ada tandingannya " Altea tersenyum kikuk saat Matteo belum juga mengendurkan wajah ketatnya.
"Jangan memuji pria lain ! " ucap Matteo datar.
"Iya sayang. Aku akan memujimu saja.
"Matteo Avhdio !! "
muah muah muah "
__ADS_1
Altea semakin meninggikan suaranya. menegaskan jika dia hanya akan memuja Matteo.
"Katakan dengan serius ! " Tegas Matteo menahan tawa.
"Aku hanya akan memuja suamiku yang paling tampan! Matteo avhdio" Semakin mengeraskan teriakannya.
Semoga di tribun ini tidak ada orang Indonesia !! Aaaa Paling tidak semua orang disini kan tidak bisa bahasa Indonesia.
Altea cekikikan.
"Nah gitu dong... " Matteo mencubit gemas pipi Altea.
Kick off. Wasit yang memimpin laga El Clasico membunyikan peluit tanda menit pertandingan dimulai.
Para pemain sudah terlihat saling oper bola sana sini.
Altea melihat jelas wajah idolanya. Karena jarak tempat duduk Altea dengan lapangan hanya beberapa meter.
Lionel Messi !
iya benar Itu Messi!
Gila ! wow...
Dan itu itukan Ronaldo.. wahh keren sekali...
Aaaaaaa Aku ingin memeluknya. Eh apa yang aku pikirkan. Altea melirik Matteo yang duduk disebelahnya.
Matteo terus memperhatikan bagaimana istrinya bersemangat sekali saat menonton laga.
Terlihat Altea bertepuk tangan ria saat idolanya mencetak gol.
Aku pikir aku akan kehilangan senyum mu untuk selamanya.
Matteo mengenang kejadian masa lalu saat Altea mengusirnya dan melarang Matteo muncul di hadapannya.
Saat itu Matteo hanya diam di dalam villa di puncak. Satu bulan dia seperti orang linglung. Pikirannya terus dipenuhi oleh Altea.
Rasa sakit dan rasa bersalah terus menghantuinya.
Sebahagia inikah dirimu hanya untuk hal kecil seperti ini.
Matteo samar samar tersenyum saat Altea berteriak memberikan semangat untuk idolanya.
Wanita itu sepertinya lupa bahwa ada laki laki di sampingnya yang sedang menahan cemburu.
.
.
Saat laga sudah usai. Matteo menggandeng tangan Altea menuju tribun paling atas.
Mereka sudah duduk di kursi VIP. Walau stadion penuh tapi ruangan ViP tersebut tampak sepi.
Hanya dihuni oleh beberapa orang saja. termasuk Tim media yang meliput pertandingan.
"Kamu bisa melihat tempat impian mu ini sepenuhnya dengan jarak yang dekat." Ucap Matteo menunjuk ke arah lapangan dari ketinggian.
Altea dari balik kaca melihat Stadion itu bentuknya bundar. Dia menarik senyumnya tipis.
"Matteo!!" dia memeluk tubuh Matteo. "Aku senang sekali. Impianku kesini benar benar terwujud. "
"Ini impianku dari dulu" Masih di pelukan Matteo.
"Berapa uang yang kamu habiskan untuk mendatangi tempat ini ? .
Pasti banyak sekali kan ! iya kan ? Aku saja pernah melihat tafsiran uang kesini itu hampir ratusan juta. " ucap Altea sambil terus menatap Matteo.
"Dari mana uangmu membawa aku kesini ! Aku jadi tidak enak hati sama kamu. " Jadinya sedih kan.
"Kamu bekerja seharian untuk mengumpulkan uang sedangkan aku hanya dirumah " Semakin sedih dengan posisinya.
Altea terus menatap wajah Matteo.
"Aku tidak tahu harus bilang apa sama kamu. kamu baik sekali " . Dengan kedua tangan mungilnya dia menangkup kedua pipi Matteo.
"Maafkan aku hanya tau menghabiskan uangmu ? " Ucap Altea membelai pipi Matteo. Tidak perduli dengan tatapan orang orang di sekelilingnya . Ini kan dunia luar negeri pikir Altea.
"AKU AKAN MELAKUKAN APA PUN AGAR KAU TETAP MENATAPKU SEPERTI INI" Ucap Matteo pada akhirnya buka suara.
Kalimatnya penuh penekanan di selipi dengan sedikit senyum.
Bersambung...
Hah hai reader kalian tau tidak aku salah satu fans dari klub Ac Milan. Dan impianku sama seperti altea.
__ADS_1
Doain ya aku bisa kayak Altea. Menonton langsung ke Italia sana wkwkwk...
👻👻👻👻