
Pagi hari Altea menyelesaikan sarapan paginya dan segera kembali ke kamar. Di memasukkan Jersey, syal dan jam tangan pemberian Matteo di ulang tahunnya semalam kedalam sebuah paper bag.
"Halo Altea
"Kamu dimana? tanpa membalas sapaan hangat Matteo.
"Dirumah sakit, ada apa?
"Rumah sakit mana?
"Bina kasih, ada apa Al? suara Matteo sudah turun satu oktaf karena merasa sinyal bahaya.
"Tunggu di sana! Tut... Altea segera menghentikan taksi dan menyusul Matteo ke rumah sakit Bina kasih.
"Memangnya dia pikir aku bisa dibeli begitu saja" Gerutu Altea sambil menutup pintu Taksi.
Dia duduk sambil memegang paper bag berisi Jersey ,syal dan jam dari Matteo. Altea memang berencana mengembalikan barang itu karena dia merasa itu sangat berlebihan.
Tampa pikir panjang Matteo segera turun ke lobby, "Mau apa Altea kesini! apa dia pikir aku masuk rumah sakit lagi, sial !
Dari jauh tampak Altea berjalan sambil menenteng paperbag ukuran sedang , " Aku lupa bertanya dia dirawat di ruangan mana ya " ucap Altea sambil berjalan.
"Mau apa kemari Al?
Matteo langsung mendekati Altea.
"Apa? bukannya dia dirawat ,kenapa bisa jalan begini ?
Terbiasa dengan Matteo yang bolak balik masuk RSU membuat Altea berpikir jika sekarang Matteo sedang dirawat.
"Kamu baik baik saja?
"Baik, kenapa ? apa kau khawatir dengan ku? Matteo menampilkan senyum licik.
Lihat harimau lapar ini ,senyum nya itu mengerikan.
"Tidak aku pikir kamu sedang dirawat, jadi siapa yang sakit makanya kamu disini?
"Kakek , keadaannya memburuk mama sama diva juga sedang diatas" Ucap Matteo dengan tatapan melekat.
"Boleh aku menjenguk kakek mu?
"
Altea sejenak lupa dengan tujuan utamanya menemui Matteo.
"Ayo, " Matteo tidak mau ambil pusing lagi intinya pria itu sedang senang bertabur bahagia melihat Altea mendatanginya. "Ternyata kamu sangat perhatian denganku".
"Tante , diva.... Altea menyapa kedua wanita yang saling berpelukan itu. "Altea kamu kesini? Diva melepas pegangannya dari pundak sang ibu dan meraih tangan Altea, " duduk " .
"Gimana keadaan kakek mu? Altea langsung bertanya.
"Masih diperiksa oleh dokter Al" Diva menggenggam tangan Altea.
Sejenak Altea kembali teringat dengan tujuan utamanya menemui Matteo.
" aaaaaa mampus ! aku kelupaan jadinya kan "
Namun melihat tatapan teduh Matteo yang mengarah ke pintu ruang rawat kakeknya, rasanya dia tidak tega harus membahas soal kado itu.
__ADS_1
"Baiklah nanti saja " Sambil menutup rapat mulut paperbag.
.
.
.
.
"Keluarga pasien? Dokter mengedarkan pandangan.
"Saya anak nya dok, bagaimana keadaan papa saya?
"Pasien mencari nama Matteo " Ucap dokter.
"Saya sendiri dok ! segera berdiri dan mendekat.
"Sebaiknya anda menemui pasien" perintah dokter.
"Baik dok" Matteo segera masuk menemui sang kakek. "Apa kabar kek ,maaf baru menemui mu sekarang".
"Hahaha aku sudah hapal tabiat mu anak muda" Raymund tertawa seolah menyembunyikan penyakit dari tubuhnya.
"Sebaiknya kakek istirahat dulu" Matteo menaikkan selimut hingga menutupi dada Raymund.
"Umurku tidak lama lagi dan nanti akan ada saatnya aku istirahat selamanya " suara Raymund terdengar tulus.
"Kakek jangan seperti itu, kami semua sayang kakek" Matteo mencoba menepis semua perkataan Raymund.
"Umur kakek sudah kadaluarsa boy, kau harus ingat itu." Raymund menatap lekat wajah cucu yang sangat dia sayangi. " Dimana gadis cantik itu? apa kau tidak mengajaknya kesini?
Meskipun Matteo memiliki pribadi yang buruk baik di dalam keluarga atau di luar, namun nama Matteo spesial didalam hati Raymund.
"Altea, iya namanya Altea jika tidak salah" Raymund mengucapkan kalimatnya sambil memutar ingatan pertemuannya dengan Altea bulan lalu.
"Dia ada disini kek, apa kakek mau menemuinya ?
"Suruh dia kemari boy " Suara serak Raymund terdengar lirih.
"Bagaimana keadaan kakek mu nak, apa yang dia katakan? Ratna langsung memberondong Matteo pertanyaan.
"Kakek seperti biasa, tapi dia ingin menemui Altea" Mengedarkan padangan mencari sosok Altea "Altea kemana ma? apa dia pulang???
"Dia menemani Diva pergi membeli sesuatu kebawah sayang " Ratna mengusap lengan Matteo yang terlihat cemas.
"Bagaimana keadaan papa? David yang baru tiba bersama Juna langsung menghampiri istrinya didepan pintu.
Akhirnya Matteo meminggir agar ayahnya bisa melihat langsung kedalam ruangan, Juna dan Ratna juga mengekor di belakang David.
.
.
.
1 jam berlalu , ceklek pintu terbuka...
Tampaklah Diva dan Altea masuk sambil menenteng plastik keresek
__ADS_1
"Hei gadis cantik ke marilah " Mata Raymund tertuju kepada gadis yang sedang menunduk seolah menutupi permukaan wajahnya yaitu Altea.
"Hah iya kakek..
Gadis cantik? hahaha Aku merinding mendengarnya.
"Apa kau mencintai pemuda itu nak? Raymund menunjuk Matteo melalui tatapannya.
"hahaha Aku mencintai semua orang kek, termasuk kakek juga " Altea tersenyum manis karena merasa jika Raymund sedang berbasa-basi.
"Baguslah nak, Aku ingin kalian menikah ! "
Deg...
Deg...
Deg...
Altea dan Matteo saling memandang.
Hei kakek tua jangan paksa jantungku berolahraga di siang bolong, bisa bisa besok namaku hanya tinggal huruf.
"Aku setuju " Diva antusias sambil menarik senyum manis melihat wajah blongo Altea. "Aku harap ini jalan terbaik kak Matteo berubah"
"Baiklah pernikahan kalian segera dilaksanakan" Titah Raymund dengan suara tidak boleh dibantah.
"Kakek jangan seperti itu " Matteo berdiri melayangkan protesnya. "Altea masih kuliah".
"Intinya disini kau tidak menolak bukan? Raymund menatap Matteo dengan tatapan tajam. "Kakek ingin kau berubah , dan jalan satu satunya kau harus menikah " Raymund menutup mata seolah keputusannya sudah bulat.
"Tapi.. tapi... Suara Altea tercekat tenggorokan.
"Katakan kau setuju nak , Tante mohon" Ratna
"Jangan menolak Al.... Kak Matteo mencintaimu, please " Diva
"Mereka butuh waktu untuk berdiskusi, pernikahan tidak segampang itu dibahas disini" David yang memahami suasana yang semakin canggung akhirnya buka suara.
"Aku boleh ke toilet sebentar ?
Wajah Altea pucat dan terdengar suaranya tidak bersahabat lagi.
"Menikah ? Katakan ini sedang bercanda Aku mohon!!! Altea gelisah di toilet sambil menghidupkan keran air untuk meredupkan suara kakinya yang gusar.
"Kita tidak bisa memutuskan sesuatu secara sepihak, Altea juga memiliki orang tua jika memang Altea dan Matteo sudah satu suara kita harus menemui orang tua gadis itu terlebih dahulu " David mengungkapkan pendapatnya.
"Aku sudah menyiapkan wasiat untuk Matteo, perusahaan juga akan segera serah terima, tapi syaratnya dia harus menikah " suara lirih Raymund terdengar serius.
"Hei tua bangka! Apa kau pikir aku mata duitan ? aku tidak butuh harta mu " Matteo tersenyum sinis.
"Bicaralah lebih dewasa Matteo " Emosi David mulai terpancing.
"Aku akan menikahi Altea jika dia mencintaiku, bukan karena wasiat mu yang tidak berguna itu " Sifat menyebalkan Matteo muncul tanpa memandang lawan bicaranya.
"Matteo !! David menatap tajam putranya.
"Jika mama bisa memberikan saran, kalian tunangan lah dulu setelah itu kita akan menjalani bagaimana finalnya nanti" Ratna membuka suara ketika melihat Altea sudah keluar dari toilet.
"Bagaimana nak ? kau setuju bukan? Ratna menarik tangan Altea dengan lembut.
__ADS_1
"Aku tidak bisa menjawabnya sekarang, maaf" Akhirnya Altea menemukan kalimat yang bisa menghentikan pembicaraan konyol ini.
Bersambung....