
Altea berlari kecil menuju taman kecil belakang rumahnya.
Senyum mengembang ketika melihat tanaman stroberinya sudah siap di panen.
Tanaman berdaun hijau itu tampak sudah dipenuhi dengan bulatan warna merah cerah. Batangnya juga sudah mulai menjalar keluar dari pot.
Ibu bilang ayahlah yang merawat tanaman itu dengan baik setelah Altea menikah.
"Apa kamu suka bercocok tanam ? " Matteo berjongkok sambil membantu Altea memetik satu persatu buah yang menurutnya sudah layak dipetik.
"jangan ambil seperti itu ! itu masih mengkal. Ambil yang sudah merah " protes melihat Matteo memegang buah yang belum sepenuhnya matang. Altea memperlihatkan contoh buah strawberry yang layak di petik.
"oh baik lah " Matteo mengangguk.
"Ibu suka bunga. Jadi bunga yang di depan rumah itu semua milik ibu. Dia tidak membiarkan aku menyentuhnya. maka dari itu aku menanam strawberry" Ucap Altea.
"Sejak kapan ?"
"Aku menanamnya pertama kali sama dengan mengenalmu pertama kali " altea memutar ingatannya.
"Mengenalku? " Menghitung mundur waktu pertama kali mereka bertemu. Tampak Altea mengangguk. "iya "
"Aku menanamnya dengan penuh semangat dan merawatnya dengan pupuk organik. Lihat buahnya kecil kecil sih tapi manis " Altea memakan satu strawberry. "mmmhh ..manis "
"Sama aku juga " ucap Matteo.
"Sama apanya ? " Altea sudah berdiri. Memegang keranjang kecil yang sudah penuh. Acara memetik strawberry sepertinya sudah selesai.
"Aku juga menanam benihku dengan semangat, dan penuh cinta dan sekarang sudah berbuah manis " Matteo menyentuh perut Altea dengan senyum licik.
Altea hanya memutar bola mata malas. Menggoda juga jangan sampai kelewatan.
Semangat sih iya.
tapi penuh cinta??
Hiks... apanya yang penuh cinta. dasar !!
"Kan kita sudah mengganti kenangan pahit itu dengan penuh cinta " . " Anggap saja ini hasil dari yang kedua kali kita melakukannya" mengerlingkan sebelah matanya. Altea langsung merona.
Perlahan memutar tubuhnya untuk menyembunyikan wajahnya yang hampir sama merahnya dengan buah stroberi.
"Bisa bisanya siang bolong kau membahas itu " ucapnya sambil berjalan.
"Siang sampai sore memang membahas sayang.. kalau malam itu prakteknya " Goda Matteo menciumi seluruh wajah Altea.
Altea menghentikan langkahnya. "lalu kemarin itu kau melakukannya sore !! " Ucap altea menatap tajam.
"Sore sampai malam lebih tepatnya.... " Tidak ada habisnya Matteo menggoda istrinya.
"Sepertinya akan hujan " Altea menatap langit yang mulai mendung tanda sebentar lagi hujan turun. Tampak tetangga sebelahnya sudah sibuk mengambil kain dari jemuran.
__ADS_1
para ibu ibu sudah berteriak memanggil anak anaknya agar segera masuk kedalam rumah.
"Sebaiknya kita cepat masuk " Matteo segera meraih keranjang kecil dari tangan Altea. dan memapah wanita itu menuruni tangga.
"Cuci dulu baru masukkan ke kulkas " Altea menunjuk wastafel. "Baik yang mulia ratu " Tidak boleh membantah. Altea adalah ratunya. Perintah ratu harus segera dilaksanakan.
Dan hanya berselang beberapa menit terdengar rintikan hujan menetes di atap rumah. "Tik tik tik... "
Gemuruh pun mulai terdengar.
Ilham yang tadinya mau kembali ke bengkel mengurungkan niatnya.
Dia kembali meletakkan helm dan membuka jaketnya.
"Aku akan menghubungi anak anak agar menutup bengkel saja Bu " Ilham meraih ponselnya. "Biarlah mereka pulang saja "
"Terserah ayah saja, lagi pula sesekali tidak apa apa toh tutup cepat " Sofi juga tidak tega kalau suaminya menembus hujan. Apa lagi akhir akhir ini suaminya giat sekali pergi ke bengkel kadang sampai lupa makan siang karena sibuk membimbing siswa yang sedang PKL di bengkelnya.
Setelah memasukkan stroberi kedalam kulkas. Altea dan Matteo kini sudah berada di kamar. Kehamilan Altea membuat wanita itu gampang lelah.
Kakinya terasa pegal setelah berjongkok memetik stroberi tadi.
Beruntung Matteo selalu sigap memijit kaki Altea.
Pria itu tidak lagi bertanya apa kaki mu pegal ?
Melihat gelagat Altea dia sudah paham istrinya butuh apa.
"Tidak.. aku hanya takut kehilanganmu " Matteo menarik bantal agar Altea berbaring. Pria itu juga melakukan hal yang sama. Berbaring di samping Altea. Menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya.
Sambil membuka obrolan kecil Matteo membelai lembut rambut Altea.
"Apa kau menyesal mengenalku ? " Pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Matteo. Tidak pernah membayangkan langkahnya dengan Altea sudah sejauh ini.
Gadis polos yang begitu lugu dulu, kini sudah menjadi tempat hatinya berlabuh.
"Aku tidak mau menyesal. Karena itu akan melukai perasaan ku nantinya. " Altea sudah duduk menyandar.
Boneka beruang raksasa dia jadikan alas punggungnya untuk bersandar.
"Aku hanya bisa menuntun diriku untuk berdamai dengan masalalu "
Altea juga tidak menyangka jika pertemuan pertamanya dengan Matteo membawa pertemuan kedua, ketiga .. dan selanjutnya terjadilah peristiwa memilukan itu.
Pemerkosaan yang dialami Altea sekaligus membawa wanita itu memasuki fase kehidupan yang baru.
Status yang baru, dan tantangan yang baru.
Lembar lembar masa muda sudah tertinggal. kini hanya menjadi pemanis perjalanan hidupnya.
Tidak ada lagi Altea yang dulu selalu bangun pagi, bekerja , kuliah dan berbagai macam.
__ADS_1
"Terimakasih sudah mau berdamai dengan ku" Matteo mengelus perut rata Altea dengan lembut.
"Istirahatlah... "
Matteo menarik selimut tebal untung menutupi tubuh Altea. AC dia matikan agar suhu di dalam ruangan itu tidak terlampau dingin.
Suara keributan hujan deras masih terus terdengar, itu membuat Altea mengantuk dan mulai kehilangan kesadaran. "Hoam..... " Altea tidur.
Kemudian dia keluar dari kamar. Mengedarkan pandangannya. "Bapak disini ? "
Tadi Ilham berpamitan untuk pergi ke bengkel. Dan ternyata tidak jadi Matteo tau itu karena hujan.
Tanpa diminta Matteo duduk tepat di seberang Ilham. Pria paruh baya itu tidak bergeming.
"Apa bapak masih kecewa denganku....." ini adalah saat yang tepat untuk berbicara dengan lugas kepada Ilham.
Altea sudah mencintainya kalau pun Ilham masih kecewa setidaknya cinta Altea sudah mampu menguatkan dirinya.
"Waktu akan mengubah segalanya nak, dan aku tidak akan menghalangi mu. " Terdengar hembusan nafas Ilham.
"Dulu aku pernah berdoa agar dia menemukan laki laki yang baik untuknya. Dan aku yakin tuhan tidak pernah salah mengirim" Ucapan ilham seolah menegaskan jika Matteo adalah jodoh yang tepat untuk Altea.
"Kecewaku tidak akan berlaku nak. Tetapi... jika suatu saat nanti kau tidak lagi mencintainya kembalikanlah dia padaku. Aku akan menjemputnya. Jangan menelantarkan dia "
"Aku mencintainya lebih dulu dari padamu. Dan tempat di hatiku selalu ada untuknya " Ilham mengucapkan kata kata yang begitu menyentuh.
Begitulah cinta seorang ayah kepada putrinya. Cinta yang tidak bisa diukur dengan apa pun. Cinta yang tidak membutuhkan balasan.
Ayah adalah cinta pertama bagi seorang wanita.
Meskipun seorang perempuan telah menikah dan mendapatkan laki laki yang baik dan penuh cinta. namun tidak ada yang bisa menandingi kekuatan cinta dari seorang ayah.
Cinta seseorang ayah kepada putrinya adalah hal yang sakral. Hadir dengan sendirinya dan tidak akan berakhir.
Ayah selalu siap untuk memberikan kebahagiaan untuk anak perempuannya.
Begitu juga dengan sebaliknya. Ayah adalah cinta pertama anak perempuannya. Bagi anak perempuan ayah itu laki laki yang berbeda dengan siapa pun.
"Aku melihat ada cinta diantara kalian berdua. semoga bahagia nak... "
Satu harapan yang selalu dipanjatkan ilham dalam doanya adalah kebahagiaan Putri dan menantunya. Mencintai satu sama lain dan mendapatkan kesempurnaan rumah tangga.
Matteo tidak bisa berkata apa-apa. Dia menerawang ke dunia masa depan. Nanti dia juga pasti merasakan hal yang sama. Memiliki anak perempuan. Ah.. rasanya Matteo tidak sabar menanti hal itu.
Ilham sudah berdiri karena mendengar hujan telah reda bersamaan dengan pembicaraan mereka. Seolah hujan yang meminta agar mereka berbicara. Setelah selesai bicara dia berhenti.
"Terimakasih pak... " Ilham sangat bersyukur karena berhadapan dengan pria yang bisa mengerti dirinya. Sifat Ilham selalu membuat Matteo takjub.
Ilham menepuk pundak Matteo. Dan pelukan singkat itu terjadi. Dia yakin pria itu adalah pria yang baik. "Bapak ke bengkel dulu" Ilham sudah mengenakan jaketnya.
Bersambung....
__ADS_1