
Sekuat tenaga Ilham memapah Tubuh kekar Matteo agar bisa masuk kedalam rumah.
Sofi membantu Ilham sementara Altea sudah masuk ke kamarnya untuk membereskan tempat tidurnya.
" Ayah Bawa ke kamarku aja " Sahut Altea Panik
Ilham dan Sofi memapah Matteo ke kamar Altea. Setelah membaringkan Matteo Sofi dengan cepat membuka Jas dan kemeja Matteo dan mengenakan kaos Bahan Katun dingin ke tubuh Matteo agar memperlancar sirkulasi Darah dan agar tubuh matteo terasa ringan .
Sambil menekan pergelangan tangan, dan meletakkan tangannya di dada Matteo dia sedikit Lega. Ternyata lelaki itu hanya lemah akibat minuman keras yang dikonsumsinya di klub
Sofi yang pernah berprofesi sebagai ners (Perawat) Sedikit paham apa yang dialami Lelaki yang dikamar Anak gadisnya itu.
Ilham mendudukkan dirinya di sofa ruang keluarga. Sambil menunggu anak gadisnya membersihkan diri.
Sofi datang sambil tersenyum menenangkan sang suami, dia paham apa yang dipikiran suaminya itu.
Bagaimana tidak anak gadisnya pulang dengan lelaki keadaan Mabuk parah seperti itu.
"Bu Dia sudah sadar? tanya Altea sambil memasang handuk di kepalanya.
"Belum nak biarlah dia istirahat malam ini disini, keadaannya lemah." Ucap sofi
" Dia baik baik saja bukan? Balas Altea
"Iya dia baik baik saja nak e" balas sofi
"Ayah mencium Bau alkohol ditubuhnya,sepertinya dia mabuk. apa sebenarnya yang terjadi?" Tanya sang ayah dengan wajah cemas memandang Putri semata wayangnya.
" Iya ayah sepertinya begitu. jawab Altea Santai
"Begitu gimana? tanya ayah dengan raut wajah penasaran.
Altea yang paham maksud ayahnya berusaha menjelaskan sedetail mungkin agar ayahnya jangan salah sangka.
"Gini bu,ayah . Altea sudah dua kali diantar olehnya kesini ketiga kali inilah. Dia teman Pak Bos tempat Altea Bekerja .
"Lanjutkan ... balas sang ayah dengan terus memperhatikan pemaparan putrinya.
Altea menjelaskan kepada ayah dan ibunya Awal mula Matteo mengantarnya sampai sekarang.
Ilham Mengangguk paham dan percaya penjelasan putrinya . Dia menyadari Bahwa Anak gadisnya menjelaskan Tanpa menutupi apapun.
Tak disangka saat Pertama kali Altea diantar oleh Matteo, Ilham melihat dari kaca jendela . namun dia tidak langsung menanyakan kepada Altea.
Dari penjelasan Altea baru saja, juga memberitahu Bahwa Matteo lah yang dilihatnya tempo hari mengantar anak gadisnya.
"Ya sudah kamu istirahat dikamar , Albert saja.kakakmu sedang bermalam dirumah nenekmu "
Albert 24 Tahun, Adalah Kakak Altea Seumuran dengan Matteo. Namun Albert bekerja di Malang,Jawa timur sesekali dia akan pulang ke Ibu kota ketika dia ada jadwal Libur.
Sebelum ke kamar Albert Altea sempat melirik Matteo yang tertidur pulas.
"ayah... ibu melihat keadaannya sebentar ya....
Ilham mengangguk dan berlalu ke kamar ,duduk ditempat tidur sambil menunggu istrinya masuk.
Sofi masuk ke kamar Altea melihat keadaan Matteo. Dia tersenyum kala melihat wajah Polos matteo saat tidur.
Dia sejenak mengingat Albert Putra sulungnya yang juga pernah seperti Matteo pulang mabuk akibat ulah Temannya.
Menarik selimut hingga dada Matteo dan mengunci pintu kamar Altea.
__ADS_1
" Dia masih Tidur pulas yah... Wajahnya polos sekali persis seperti Albert saat tidur" ucap Sofi Istri nya
" Biarkan saja dia istirahat, jangan tutup pintunya saat dia bangun kita bisa mendengar suaranya " ucap Ilham .
Sofi mengangguk, dan membuka kembali pintu Kamar Altea.
Altea yang sedari tadi tidak bisa memejamkan matanya memilih ke kamarnya untuk melihat Matteo.
Dia memandang Matteo dengan seksama . Tidak ada wajah datar dan dingin saat Matteo Tidur.
"*ichh dia tampan sekali,Kayak Aktor Mario Casa s"
"Tapi apa ayah dan ibunya tidak mencarinya" bagaimana kalau ibu dan ayahnya mencarinya kemana mana"
Batin Altea bermonolog dengan dirinya sendiri*
****
Matteo bangun merasakan sedikit denyut di kepalanya. Jam menunjukkan pukul 04.00 WIB. Dia bingung dengan tempatnya tidur
"Achh Dimana aku!! Matteo sedikit berteriak
Sofi yang sudah bangun dari tidurnya mendengar suara Matteo.
Mendekat kearah Matteo dan mengusap pundak Lelaki itu.
"Kamu sudah sadar nak? Istirahatlah sebentar lagi ini masih terlalu pagi untuk bangun" ucap Sofi seraya duduk di samping tempat tidur.
" iyah hmhmh maaf" Matteo sedikit gugup melihat wanita paruh baya itu.
"Siapa namamu nak? tanya sofi
"Matteo ,Namaku matteo bu... " ucap matteo sedikit canggung
Matteo masih mengumpulkan kesadarannya ,Sampai dia mengingat Terakhir kali dia mengantar Altea.
"Apa aku dirumah Altea? gumam Matteo
Sejenak dia mengedarkan pandangannya sampai pandangannya berhenti pada Foto Altea diatas Meja.
Akhirnya dia tau bahwa dia di kamar Altea.
"Lalu kemana Altea? Batin Matteo lagi
Kepalanya yang masih berdenyut tidak bisa diajak kompromi memaksa saraf otaknya agar mengirim sinyal ke mata nya supaya dia tidur lagi .
Dan akhirnya dia Tidur lagi.
"Apa Dia sudah sadar ? " tanya Ilham sambil menyeruput Teh Hijau yang disediakan Istrinya dimeja makan
"Sudah yah .. tapi sepertinya dia Tidur lagi " ucap Sofi sambil meletakkan omelette Buatannya diatas Piring.
"Akan ku bangunkan sebentar ya ... ucap Sofi lagi
Sofi masuk ke kamar Altea dia menemukan Bahwa Matteo sudah duduk diatas tempat tidur sambil memegang keningnya.
"Nak Kamu sudah bangun. Bersihkan dirimu sebentar , Ibu tunggu ya ... " ucap Sofi lembut
seraya memberikan handuk kecil ke tangan Matteo. Sofi berlalu dari kamar Altea menuju kamar Albert memanggil Altea untuk sarapan.
Matteo masuk ke Kamar mandi kecil milik Altea ,Membasuh wajahnya dan menyegarkan pandangannya . Perutnya terasa diputar dan sejenak dia memuntahkan Alkohol yang dikonsumsinya tadi malam .
__ADS_1
Dia merasa lega saat berhasil mengeluarkan Alkohol dari tubuhnya.
Membasuh wajahnya kembali dan keluar dari kamar mandi.
Saat hendak keluar dia mendengar Suara dari ruang makan dan dia berjalan ke sana.
"Duduklah nak , ucap sofi menarik kursi mempersilahkan Matteo duduk disebelah Altea , dan berhadapan dengan Ilham.
"Minumlah teh Hijau milikmu,agar Lelah mu berkurang"Ucap Ilham menatap Matteo
"Te. .. terimakasih pak" ucap Matteo gugup
"Siapa Namamu Nak? dan bagaimana keadaanmu sekarang? " tanya Ilham
"Matteo pak, namaku Matteo
Aku sudah baik Terimakasih"
Ilham mengangguk dan Kembali menyeruput teh miliknya.
Sofi Menyendok nasi dan lauk serta omelette buatannya ke piring Ilham.
Bergantian dengan Altea , kemudian mengisi piring Matteo .
"Makanlah Matteo,kamu harus sarapan, jangan biarkan Perutmu kosong... "ucap Ilham
Matteo sedikit Tertegun dengan sikap Ilham . Dengan Wajah dingin Ilham,dia masih bisa memberikan sedikit perhatian kepada seorang Matteo yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali.
Berbanding terbalik dengan Ayahnya, Matteo tidak pernah mendapat kalimat se berharga ini dari bibir sang ayah yaitu David.
Makanan Sederhana yang tidak biasa dikonsumsi oleh Matteo ,tapi dia tetap menghabiskan sarapan itu. Baginya bukan soal rasa makanan, Tapi Tulus nya orang tua Altea, Membuat makanan itu terasa enak di lidah Matteo.
"Ayah , Ibu aku berangkat dulu nanti aku telat " ucap Altea ,seraya mencium tangan Ilham dan Sofi .
"Aku akan mengantarmu" suara Matteo terdengar
"Jangan paksakan dirimu dulu nak ,jika masih lemas istirahatlah dulu disini, sebentar lagi Albert akan datang jika kamu segan dengan ayah dan ibu" Ucap Ilham seraya memandang sendu Matteo .
"Albert Anak Ibu paling besar, besarnya hampir sama dengan kamu nak.. " ucap Sofi
"tidak pak bu, terimakasih banyak .
Aku sudah sangat baik sekarang. " Ucap Matteo menampilkan senyum manisnya yang menghanyutkan.
"Baiklah... Jika demikian,Kalian hati hati dijalan " Ucap Ilham
"kami pamit Ayah ,ibu" Suara Altea seraya memakai hodie Miliknya.
Hening di dalam Mobil Altea memilih Memandang Keluar.
"Apa aku me repotkanmu Nona? Suara Matteo memecah keheningan.
"ahh tidak sama sekali tuan, Namaku Altea panggil namaku saja tuan" Balas Altea menampilkan Deretan giginya
"Namaku Matteo , panggil Namaku saja jangan panggil Tuan" ucap Matteo.
"Baiklah Ma matteo... "
balas Altea canggung
Bersambung.....
__ADS_1
Hai reader, jangan bosan ya ikutin bab selanjutnya..
LIKE DAN KOMEN YA GUYS.. .BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT , AYOLAH PLEASE 🤗🤗🙏😂❤️