Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Ulang tahun Ratna


__ADS_3

Mendengar Altea diundang pikiran Matteo akhirnya berubah. Awalnya dia tidak berminat sama sekali untuk datang ke acara ulang tahun ibunya ,tapi sekarang sepertinya dia bimbang.


Altea merapikan meja kemudian menyimpan piring dan gelas ke dapur.


Tampak di dapur Sofi sedang mengiris wortel dan sayuran. "Kamu sudah bisa siap siap nak, sudah jam berapa ini" ucap Sofi singkat. "Iya bu".


Sofi mendekati Matteo yang sedang duduk di kursi depan. "Nak, kamu tunggu sebentar disini ya, Altea sedang siap siap ,biasalah perempuan agak lama " ucap Sofi yang berpikir jika kedatangan Matteo untuk menjemput putrinya.


"Baik bu, aku tunggu disini" balas Matteo dengan wajah ramahnya.


Sekitar satu jam Altea keluar dari kamarnya menggunakan dress navy selutut,tampilannya cukup sederhana namum sangat memukau.


Melihat Altea dengan tampilan berbeda sudah jelas membuat Matteo terperangah.


Kulit putih mulus dan lengkuk tubuh langsing begitu terlihat menarik.


"Matteo ayo.... " ucap Altea membuyarkan lamunan pria itu.


"A ayo ..." Matteo memasukkan ponsel kedalam sakunya dan segera berdiri.


Sebelum mereka keluar Altea dan Matteo pamit sejenak, tidak lupa sang ibu memberikan pesan kepada Matteo agar mengantar Altea pulang lebih cepat nantinya.


Matteo membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Altea masuk. Kemudian dia menghidupkan mesin mobil dan melajukannya.


"Aku dengar kamu berhenti bekerja " ucap Matteo sekilas melirik Altea dan fokus kembali menyetir.


"Iya , ini kemauan ayah dan ibu" Altea menunduk seolah dirinya belum rela berhenti bekerja.


"Kenapa begitu?"


"Ayah dan ibu menyuruhku fokus kuliah dulu" wajah Altea terlihat murung.


"Mungkin itu yang terbaik untukmu, dan ikuti saja" Ucap Matteo sambil memegang kendali setir.


Altea hanya mengangguk dan kembali menegakkan kepalanya dan memandang lurus ke depan. "Apa rumah mu jauh?


"Tidak ,hanya 30 menit saja dari rumah mu" Ucap Matteo tersenyum.


Setelah menempuh waktu sekitar 30 menit mobil Matteo tiba di halaman rumah kediaman orang tuanya.


Matteo sejenak diam ditempat, dirinya sebenarnya belum siap masuk kedalam rumah kediaman orang tuanya.


Tapi dia tidak mau menunjukkan sikap tidak terhormat nya di depan Altea gadis polos yang dia sukai.


"Ini rumah mu? tanya Altea sambil menoleh kepada Matteo. "Iya ,tunggu sebentar" Matteo melepas seat belt nya dan segera mengitari mobil dan membuka pintu Altea. "Rumah mu besar sekali " ucap Altea dengan polosnya.


"Ayo.. ucap Matteo sambil mengulurkan tangannya.


"Harus pegangan tangan? mode polos Altea semakin muncul.


"Harus ! Matteo menekankan kalimatnya dengan seringai licik sambil menarik lembut tangan Altea.


Meskipun belum mandi dan belum ganti baju ,tapi tampilan Matteo tetap gagah dan berkharisma.


Dia masih menggunakan setelan kerjanya dikarenakan sepulang dari kantor dia hanya berniat menemui Altea sebentar.

__ADS_1


Namun, pada akhirnya dia harus menerima kenyataan untuk menghadiri pesta ulang tahun mamanya bersama dengan Altea.


Wangi maskulin seakan menebarkan semerbak aroma khas seorang pria gagah ,ditambah lagi setelan jas navy nya senada dengan dress yang digunakan Altea, orang orang pun yang melihat mereka meyakini jika mereka adalah pasangan.


Para pelayan yang bekerja di keluarga Mahaprana terkejut dengan tuan muda mereka yang muncul kembali setelah tiga bulan tidak menampakkan diri.


Keterkejutan mereka pun semakin sempurna melihat tuan muda mereka menggandeng lembut seorang wanita cantik.


Terbiasa melihat Matteo yang sangar dan gampang meledak ledak membuat semua pelayan di keluarga mahaprana tidak percaya jika Matteo bisa memperlakukan wanita dengan lembut.


"Halo den apa kabar" ucap salah satu wanita paruh baya yang tak lain adalah pengasuh Matteo dari kecil. "Baik bibi" ucap Matteo singkat.


"Matteo, orang orang disini ramai sekali" ucap Altea sambil menyembunyikan kepalnya dibelakang lengan kekar Matteo karena merasa tidak percaya diri. "Kalau sepi namanya bukan pesta Al, "balas Matteo.


Dilantai 2 Ratna sedang menangis di pelukan David suaminya, sesekali David mencium pucuk kepala Ratna dengan sayang.


"Mama kita harus segera turun, tamu pasti sudah berdatangan. "ucap David sambil melepas dekapannya.


"Rasanya ulang tahun mama malam ini tidak lengkap tanpa ketiga anak kita pa... " Ratna masih dengan mode sedihnya.


"Sudahlah, masih ada Juna dan Diva disini" David mengelus kepala Ratna sambil membenarkan kerah gaun yang digunakan oleh istrinya.


Ratna menangis karena dirinya begitu sedih mengingat bagaimana tadi siang Matteo sang putra, menolak mentah untuk hadir di acara ulangtahunnya.


Ini adalah pertama kali ulang tahunnya tanpa Matteo, biasanya setiap tahun ketiga buah hatinya selalu ada disampingnya dan itulah kebahagian yang tak ternilai untuk Ratna.


Mendengar dan melihat bagaimana Matteo menolak tadi siang dia memastikan jika putranya memang tidak berniat datang malam ini.


.


.


.


"Mama buka pintunya !!! teriak diva sambil menggedor pintu kamar orangtuanya.


"Ayolah ma....pa...." Diva menghentakkan kakinya.


"Ada apa nak " David meraih kepala Altea dan mengecup dahi putrinya itu.


"Mama sama papa ayo turun, kak Matteo datang tuh dibawah " ucap Diva sambil melipat tangannya.


Mendengar itu Ratna yang sedang mode sedih langsung berbinar , dia segera berbalik meraih tisu diatas meja dan memperbaiki penampilannya.


"Ya sudah mama sama papa nyusul sayang, kamu duluan temui kakak mu " ucap David dengan lembut.


Diva kemudian menuruni anak tangga, dia melihat Altea dan kakaknya sedang membicarakan sesuatu.


"Altea kamu akhirnya datang juga " ucap Diva sambil mendekati Altea . "Halo kak " Diva kemudian menghambur kedalam pelukan Matteo. Matteo hanya mengelus rambut Diva sejenak.


"Kak kita ke sana yok, di situ sudah ada kak Juna sama kak Aurel " Diva menarik tangan Matteo , "Nanti kakak menyusul, kamu duluan lah" ucap Matteo.


David dan Ratna menuruni anak tangga sambil bergandeng tangan disertai senyum manis menyapa semua undangan.


Mata Ratna langsung tertuju kepada sosok putra yang sangat dia nantikan kehadirannya ,sejenak dia memandang sendu Matteo yang terlihat sibuk berbincang dengan Altea.

__ADS_1


Tatapannya semakin menghangat ketika melihat jika putranya datang bersama gadis polos yang mencuri perhatian nya tempo hari.


"Apa gadis ini yang membuat mu datang malam ini nak? Batin Ratna.


Matteo yang melihat Ratna sang ibu sedang menatapnya akhirnya mengajak Altea untuk mendekati Ratna dan mengucapkan selamat ulang tahun.


"Selamat ulang tahun ma" Matteo memeluk wanita paruh baya yang sudah melahirkannya 24 tahun silam.


Ratna tidak dapat menahan air mata bahagianya. "Makasi sudah datang untuk mama sayang" ucap Ratna dengan lirih.


"Halo pa" Matteo juga menyapa David sejenak. David menepuk pundak Matteo seakan mewakili bibirnya mengucapkan terimakasih.


"Selamat ulang tahun tante "Ucap Altea malu malu . "Terimakasih sudah mau datang sayang"ucap Ratna sambil menautkan kedua pipinya.


"Ma Altea sangat cantik ya, ditambah lagi pakaiannya senada dengan kakak" Ucap Diva nimbrung sambil melirik Matteo.


Altea dan Matteo tiba tiba saling memandangi, Mereka baru sadar jika ternyata warna baju yang mereka kenakan senada.


"Itu tidak sengaja , tadi ibu yang membelikan gaun ini" ucap Altea polos sambil gelagapan.


"Tidak sayang, kau manis sekali " ucap Ratna mencubit halus pipi Altea karena gemas.


"Ah maaf lupa, ini untuk tante" Altea memberikan paper bag warna silver berisikan kado untuk Ratna.


"Terimakasih sayang" Ratna kembali mencubit pipi Altea.


"Bisa bisa besok aku terkena varises karena kelamaan berdiri" Gerutu Matteo Karena kesal mama nya mengabaikannya.


"Ayo nak kita ke sana" Ratna menarik lembut tangan mungil Altea.


"Ah saya boleh duduk di sana saja tante" ucap Altea karena merasa sangat sungkan duduk di jajaran keluarga pihak Matteo sementara dia bukan siapa siapa.


Mendengar itu Matteo langsung menggenggam erat jemari Altea dan menariknya, dia menyadari jika gadis yang dia cintai itu merasa segan.


Altea hanya menunduk untuk mengurangi kecanggungan nya. "Tegakkan kepala mu, aku tidak mau besok kedua orangtuamu mengurungku di penjara karena mengembalikan mu dengan keadaan leher patah" Matteo berbisik ke telinga Altea sambil menekankan kalimatnya.


Altea dengan perlahan menegakkan kepalanya sambil menoleh kepada Matteo, pria itu hanya tersenyum seakan mengatakan semua baik baik saja.


Dengan canggung Altea duduk satu meja dengan Diva ,Matteo, Juna, dan Aurel istri dari Juna.


Matteo sama sekali tidak melepaskan tautan tangannya dengan Altea.


Matteo merasakan kenyamanan yang begitu luar biasa ketika menggenggam tangannya Altea.



Sedangkan Ratna dan David menjadi sorotan kamera di depan.


Bersambung.....


Selamat ulang tahun Tante Ratna.


Episode selanjutnya aku up besok ya reader


pantengin terus oke 👍

__ADS_1


__ADS_2