Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat

Aku Mencintaimu,Tanpa Syarat
Akhir cerita


__ADS_3

Urutan acara demi acara berlangsung. Sampailah saat dimana Matteo berjongkok di depan altea dan membuka kotak kecil berisi mahkota yang di hiasi diamond. Matteo sengaja merancang itu jauh jauh hari. Entah berapa milyar dia menempah mahkota itu.


"Chelsea altea Maulana. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersama mu dan anak anak kita . Kau mau bukan ? " Sorak Sorai dan tepuk tangan menggema.


Biasanya Matteo akan sangat tidak suka dengan acara lebay seperti ini.


Namun dia akan melakukannya demi istrinya. Awalnya dia protes dengan ide Daniel memberikan mahkota. Dia ingin menghadiahkan cincin mahal untuk altea. Kau kan sudah punya cincin pernikahan untuk apa kau memberikan cincin lagi bodoh. Iya pula pikir Matteo.


Altea tersipu malu. Dia mengangguk.


Matteo berdiri dan memasang mahkota kecil di kepala istrinya.


"Selamat ulang tahun pernikahan kita yang pertama Al. Aku sangat mencintaimu tanpa batas. Aku dan Thiago akan selalu ada untuk mu. Terimakasih sudah hadir dalam hidupku mengubah duniaku dan melahirkan anakku."


Suara riuh tepuk tangan kembali menggema di seluruh ruangan.


Ratna berjalan memberikan Thiago agar digendong oleh daddy-nya.


Salah satu petugas memberikan sejenis pisau panjang kepada Matteo dan altea.


Mereka akan memotong kue raksasa yang sudah di siapkan. Altea dan Matteo memotong kue itu dengan tawa bahagia mereka. Thiago juga begitu antusias. Tangan mungilnya ingin sekali menyentuh kue .


Tawa haru dari kedua orang tua Altea melihat kebahagiaan Anak perempuannya. Sofi tidak pernah membayangkan anaknya akan mendapat Kebahagiaan sebesar ini di usianya yang masih sangat muda.


Dulu dia masih ingat jelas betapa hancurnya masa muda altea. Setahun lalu lebih tepatnya. Namun kehancuran itu awal mula altea bahagia.


Pesta masih berlangsung dengan riuh. Beberapa artis kalangan atas memeriahkan acara demi acara.


Altea dan Matteo sibuk menerima ucapan selamat dari kerabat ibu dan ayahnya.


Sambil menikmati makan. David terlibat banyak percakapan dengan Ilham ayah altea. Albert kakak altea juga sama.


Albert bercerita tentang bengkel barunya yang sedang dia rintis. David antusias mengajari Albert tentang bisnis. Dia menyarankan Albert membuka cabang langsung. David berjanji akan mempromosikan dan memberikan sponsor untuk bengkel milik Albert nanti.


Walau masih ada rasa canggung, namun tidak seperti dulu. Mereka bertukar cerita layaknya keluarga.


Ratna Ibu Matteo juga banyak menyapa kerabat sofi yang juga di undang.


Acara masih berlangsung sampai matahari tenggelam.


Altea memilih duduk bersama dengan Matteo. Sepanjang acara Matteo tidak melepaskan tautan tangan mereka.


Thiago sudah berpindah ke pangkuan Sofi. Ilham yang melihat anak kecil itu merasa haru.


Belaian hangat tangan Ilham di kepala Thiago. Ingatannya kembali saat dulu Albert anak laki laki satu satunya lahir.


Dia senyum senyum sendiri mengingat momen itu.


Saat altea duduk. Seorang laki laki familiar datang menghampiri. Namun dia tidak sendiri ada wanita di sampingnya.


"Selamat atas ulang tahun pernikahan mu chel " Ucapnya.


"Kak Rafael " Altea melirik Matteo yang tidak bergeming "Terimakasih kak" .


"Kenalkan ini Citra tunangan ku " Ucap Rafael memperkenalkan gadis manis yang berdiri di belakang Rafael.


"Halo aku citra." Ucapnya dengan senyum manis.


"salam kenal kak citra " Altea tersenyum hangat.


"Matteo yang mengundang aku kesini. Bahagia selalu ya chel. Aku mendoakan mu selalu "


Kak Rafael bahkan masih memanggilku dengan sebutan chel.


Tatapan Matteo tidak suka dengan panggilan Rafael.


Dia langsung melingkarkan tangan di pinggang altea.


"Terimakasih sudah datang " Ucap Matteo dingin.

__ADS_1


Hanya di balas senyum oleh Rafael. Bukan tentang suka atau apa. Namun sampai hari ini ada tempat tersendiri dihatinya untuk altea. Hanya dia yang tau sedalam apa perasaannya dulu.


Namun, waktu terus berjalan. kini dia sudah memiliki tunangan. Dia juga berkomitmen dengan tunangannya.


malam hari sudah datang. satu persatu orang sudah meninggalkan pesta. baik dari keluarga maharana dan juga keluarga altea mereka berpamitan tadi.


Altea bersama dengan Tiago dan Matteo memilih tinggal di hotel.


altea sedang memberikan ASI kepada Thiago. bayi itu langsung melahap susu yang diberikan althea. sejujurnya dia juga sangat lapar. Dia tidak minum dengan baik pada saat pesta tadi.


setelah menghabiskan susunya matanya sayup-sayup tertutup. "apa anakku sudah tidur? " Mateo mengusap kepalanya dengan handuk kecil.


"sudah..." dengan gerakan hati-hati altea memindahkan Thiago ke atas tempat tidur. Menyelimutinya dan menciumnya.


Matteo menghampiri istrinya yang sedang duduk memperhatikan wajah Thiago.


"Sayang.... "Kecupan manis di kepala Altea. Wanita itu menoleh.


Matteo berjalan menuju sofa. Dia menepuk sofa meminta altea agar duduk di sampingnya.


"Apa kau masih cemburu ? " Tanyanya dengan serius. "Diam mu aku anggap iya " ucap Matteo.


"Aku melihat mu seharian di ruangan mu dengan wanita itu . bagaimana aku tidak cemburu. "


"Al... kau hanya melihat dari luar bukan? kau tidak masuk ke dalam ?"


"Aku memang tidak masuk. Tapi aku bisa melihat tatapan wanita itu seperti menyukai mu "


Matteo tersenyum hangat membawa altea dalam pelukannya.


"Jangan cemburu sayang. Cemburu hanya akan menyakiti mu. Dan aku tidak sebodoh itu menyakiti mu dengan membuatmu cemburu"


"Iiihh... sebenarnya kau ngapain sih sama wanita itu seharian "


"Hanya sebatas pekerjaan sayang . tidak lebih. Aku minta maaf sudah membuat mu cemburu oke? " .


"Kau tidak tergantikan Al "


Dia mengacak kepala Altea dan mengantarkan tidur. "Aku di balkon sebentar. Cari angin " Matteo sudah berjalan menuju balkon.


Namun altea menyusulnya. "Matteo "lirih altea. Dia memeluk suaminya dari belakang. Matteo hanya tersenyum tipis. Tadi Dia menyuruh istrinya tidur namun ternyata altea malah menyusulnya.


Matteo duduk dan memangku tubuh kecil altea.


"Terimakasih untuk semuanya sayang .. " Ucap altea "Aku sangat bahagia. aku bahagia memiliki mu. "


"Jangan berterimakasih. sudah kewajiban ku membahagiakan mu al sesuai janjiku " Matteo mencium bibir altea sekali lagi. Entah mengapa kalau sudah di pancing sekali malah kecanduan.


"Ayah dan ibu berterimakasih untuk semua kebaikan keluarga Mahaprana" Mata altea berkaca kaca.


"Lain kali jangan memberikan hal hal yang berlebihan untuk ayah dan ibu mereka sangat tidak enak hati "


"Matteo tersenyum hangat. Mereka semua keluarga ku juga sayang ".


"Tapi kau tidak pernah cerita apa apa samaku soal bengkel ayah " Altea yang tadinya hanya berkaca kaca pada akhirnya air matanya jatuh.


Itu membuat Matteo merasa bersalah.


"Memangnya ayah bilang apa ? "


"Ibu yang cerita padaku. Ibu bilang kamu membelikan bengkel baru untuk ayah dan mendonasikan uang yang tidak sedikit."


Matteo semakin merasa bersalah. "Maaf sayang aku pikir itu bukan masalah. lain kali aku tidak akan mengulanginya. Aku akan cerita apa pun ke kamu. oke .. maaf sayang . aku minta maaf "


Pelukan hangat Matteo menenangkan altea.


"Jangan terbebani perihal apa pun sayang. Aku memperlakukan ayah dan ibu layaknya orangtuaku sendiri."


"Soal bengkel , itu Ucapan terimakasih ku karena sudah memberikan anaknya yang cantik menjadi istriku "

__ADS_1


"Terimakasih sayang " Altea mengecup pipi kiri Matteo. "Terimakasih sudah seperti ini, sehat selalu suamiku. "


"aku akan melakukan apa pun agar kau tetap menatapku seperti ini " Matteo menyatukan keningnya dengan kening Altea.


"Aku mencintaimu tanpa syarat Matteo "


"Aku juga mencintaimu tanpa syarat Al "


Matteo yang mulai terbawa suasana menuntun altea masuk ke ruangan lain. Dia tidak mau gerakan liarnya membangunkan anaknya.


Dan malam itu mereka memadu kasih kembali dengan mesra penuh gelora.


.......


Di akhir cerita, Altea bangun pagi-pagi karena mual muntah hebat yang di alaminya.


Matteo menyusul istrinya ke kamar mandi.


"Kita ke dokter saja sayang." Matteo merasa bersalah karena membuat altea kelelahan. semalam mereka di pesta seharian. Malamnya juga altea tidak ada istirahat. Mereka baru tidur setelah subuh.


Altea merasa badannya begitu lemas tidak berdaya.


"Ada apa nak ? apa yang terjadi ??? " Mendengar altea sakit Ratna langsung segera ke rumah sakit.


"Altea lagi di periksa dokter ma. "


Beberapa menit kemudian. Dokter Bagas keluar dengan senyum hangatnya.


"Nona altea tidak apa apa ...


"Tidak apa apa bagaimana? jelas jelas dia muntah tadi ! " Langsung memotong kalimat dokter.


Dokter tersenyum kemudian melanjutkan diagnosanya.


Matteo masuk kedalam ruangan altea. Dia melihat istrinya berbaring. Masih dengan wajah pucat dan lesu. Matteo bersimpuh. Dengan mata berkaca-kaca. tidak . air matanya sudah menetes.


"Kenapa kau tidak bilang kalau kau hamil ? "


Altea yang lemah langsung tertawa melihat ekspresi wajah Matteo.


"duduk sini sayang. " Altea manarik tangan Matteo agar duduk di sampingnya. "Aku juga tidak tau aku sudah hamil lagi. "


Begitulah cerita itu berakhir.


terkadang kita tidak akan pernah tahu rezeki atau kesialan apa yang menanti di depan kita. seburuk apapun hal yang kita jalani. percayalah akan ada keindahan yang akan kita dapatkan.


perjalanan cinta Mateo dan Altea begitu berliku-liku.


kehamilan mendadak, kehancuran pemerkosaan ,Air mata , perjuangan hidup. dan perjuangan cinta bercampur menjadi satu.


Diawali dengan kisah yang sakit dan berakhir bahagia.


Semua akan indah pada waktunya.


T A M A T .....


Hai semuanya Aku Wasty.


terima kasih telah singgah di novel pertamaku.


terima kasih buat para readers dan para authors yang membantu aku dan memberikan aku dukungan dan juga mengoreksi karyaku.


maaf kalau karya aku tidak begitu menarik.


Aku akan berusaha memperbaikinya ke depannya.


dukungan dari kalian adalah semangat untukku.


dengan segala kemampuanku Novel ini tamat hampir berdurasi 1 tahun lamanya.

__ADS_1


🤗🤗🤗


Nanti aku akan membuat karya baru juga di NT tetap pantengin ya reader ku.


__ADS_2