AmbarSita [Belum Di Revisi]

AmbarSita [Belum Di Revisi]
Pernyataan Cinta Alif !


__ADS_3

Sampai liburan kenaikan kelas berakhir dan semua murid harus kembali kerutinitasnya sebagai pelajar. Sita tetap tidak pernah melihat atau mendengar suara Ambar lagi. Padahal jarak rumah mereka kurang lebih hanya 200 meter, karna Sita terus mengurung diri dirumah jadinya dia tidak tahu kalau orang yang ditunggunya sudah kembali melewati jalanan yang biasa dia pakai untuk pergi bermain dengan teman-temanya.


"Taa... Ada Alif diluar, katanya dia mau ngajakin kamu" bisik buk Ita dengan anaknya yang terus menatap lukisan dikamarnya.


"Kemana?"


"Gak tahu, udah sana siap-siap"


"Panas, lagian mau kemana coba naik sepeda siang-siang gini"


"Hee sejak kapan cuaca disini panas? Gak boleh gitu, lagian kalo pake motor pun mana bisa, kan kalian masih kelas 2 SMP!" Sita tetap diam dan memilih merebahkan tubuhnya keatas kasur.


"Pergi gak!! Orangnya udah disini juga! Malah ditolak, sampe kapan kamu mau didalam kamar terus?! Gak berkembang hidup kamu, liat tuh, sekarang didekat balai desa juga mau dibangun Jembatan sama stadion buat anak-anak main bola!" mulut buk Ita langsung nyinyir melihat respon anaknya.


"Terus hubungannya sama Sita apa?! Sita gak bisa main bola! Udah ibuk aja yang pergi sama Alif nya"


"Kalo Alif nya mau bawa ibuk sih gak apa-apa. Tapi yang dijemput kan kamu, Udah sanaaa!"


Jika Sita tidak bergerak juga maka mulut buk Ita akan nyinyir seperti knalpot bocor. Jadi dengan terpaksa Sita mengikuti keinginan ibunya tersebut. Lagipula temannya selama didesa Peringi hilir ini hanya Alif seorang.


Alif langsung berdiri saat melihat Sita keluar "Lagi ngapain? Sibuk?" Tanya alif sambil memberikan senyuman.


"Kita mau belajar?" Tanya sita balik.


"Enggak, aku mau ajak kamu ke toko buku di Mandau"


"Pake apa?" Meskipun sudah tahu kendaraan yang akan mereka gunakan tapi Sita terus berusaha mencari celah untuk menolak ajakan Alif.


"Sepeda... Kenapa, kamu gak mau ya?"


"Bukan gak mau sih lif, cuma panas, lagian capek kamu ngayuhnya, aku berat loh"


"Hahaha gak apa-apa kalo kamu aku kuat" Sita diam kemudian menatap wajah cowok yang berdiri didepannya saat ini. Rasanya kalau menolak juga kasihan tapi dia benar-benar tidak suka keluar rumah selama ini.


"Udah pergi aja lagian bentar lagi kalian mau ujian" sahut buk Ita yang baru muncul dari dalam rumah"


"Aku gini aja gak apa-apa nih?"


"Gak apa-apa gini aja kamu cantik kok"


Sita langsung tersenyum dengan jawababnya. Ini pertama kalinya untuk Sita keluar bersama dengan temannya ketempat yg lumayan jauh menurutnya.


Perjalanan dari Peringi ke Mandau cukup memakan waktu kurang dari satu jam jika menggunakan sepeda. Tapi Alif mengayuh nya begitu sangat pelan, saking pelannya mungkin siput ngeledekin. Sesampainya di toko buku, sita melihat buku "Persiapan untuk UN Sekolah dasar"


"Buat apa sama kamu?" Tanya alif heran karna Sita terlihat begitu ingin membelinya.


"Sepupu aku kelas 6 SD sekarang"


"Loh yang punya kamu kemarin udah gak ada?"


"Haa? Ada sih? Tapi apa materi nya gak beda tuh?"


"Enggak lah, kalo beda pun paling gak banyak"


Sita mengangguk kemudian meletakkan kembali buku yang sebenarnya ingin dibelinya tersebut. Sita akhirnya hanya pergi untuk menemani Alif membeli buku nya saja.

__ADS_1


"Banyak yang kamu beli, itu novel kan?" Tanya Sita saat mereka akan pergi ke taman kecil yang ada di Mandau.


"Iyaa.. Kaka aku suka baca novel, aku jadi nya ikutan"


"Aku juga suka... itu genre nya apa?"


"Romance... kamu juga suka baca novel ya, dirumah aku banyak loh. Kakak aku suka novel sastra klasik, karya Jane Austen dia punya semua tuh. Kalo kamu mau bisa pinjam punya dia"


"Bener nih aku boleh pinjam? Kerumah kamu aja yuk sekarang, sebenarnya aku gak suka ditempat keramaian gini"


"Yaudah yuk" kata Alif menuruti kemauan Sita untuk kembali masuk ke desa indah mereka.


Alif membawa Sita kerumahnya yang terbilang cukup besar di desa Peringi hilir. Alif anak bungsu dari 3 bersaudara, dia anak laki-laki satu-satu nya dari ayah yang berprofesi sebagai polisi dan ibunya kepala sekolah di SMAN Peringi. Sifatnya juga tidak ada bedanya dengan Ambar, bar-bar dan suka bikin rusuh, dulunya! Semenjak kenal Sita dia bisa jadi kalem dan tenang. Perubahan sikapanya sudah jelas karna cinta.


Berada dirumah Alif membuat Sita begitu nyaman. Kakaknya yg kini duduk di kelas 3 SMA dan 1 SMA begitu ramah dan baik pada Sita. Apalagi ibunya, hampir tidak pernah berhenti menatap Sita sambil tersenyum-senyum sendiri.


"Niih Kamu mau yang mana?" Tanya Alif sambil menyodorkan setumpuk novel kepada Sita.


"Haa? Aku pinjam satu aja" ujar Sita gugup dan mengambil satu buah buku karya dari Jane Austen tersebut.


Keduanya begitu asyik mengobrol tentang buku, dua-duanya benar-benar memiliki karakter yang sama dan terlihat begitu cocok. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Alif langsung mengantarkan Sita kembali kerumahnya.


  ~♡AmbarSita♡~


"Makasih ya, oh ya ntar kalo aku udah selesai bacanya aku balikin novelnya lagi"


"Ah gak usah, ambil aja buat kamu"


"Haa... Kenapa? Ntar kakak kamu marah loh"


Sita pun membalas senyumnya. Alif belum mau pamit, dia masih anteng duduk di atas sepeda sambil memandangi Sita. Gadis itu pun demikian. Entah kenapa senyumnya tidak berhenti keluar saat menatap Alif. Azan magrib yang akhirnya menghentikan ketersimaan dua remaja yang sudah mengerti soal cinta tersebut.


"Yaudah aku pulang ya" pamit Alif dengan berat hati.


"Oh iya... Hati-hati ya"


Alif kemudian mengayuh sepedanya untuk pulang. Sita masih terus berdiri disamping jalan, memandangi teman cowok nya itu sampai menghilang. Namun tiba-tiba Alif kembali lagi menemui Sita.


"Kenapa balik?" Tanya Sita heran.


"Besok aku jemput ya?"


"Hahaha aduh padahal udah jauh, malah balik lagi cuma buat ngomong itu"


"Hahah iya nih, besok berangkat sama aku ya?"


"Iyaah... Udah pulang sana ntar keburu gelap"


Alif menganggukkan kepalanya dan kembali pulang kerumahnya. Saat Sita juga akan masuk, tiba-tiba dia melihat Ambar. Sepertinya si anak nakal baru pulang dari balai desa. Ambar memberikan senyum lebarnya untuk menyapa Sita. Gadis itu terpaku, orang yang sudah lama ingin dilihatnya itu tiba-tiba kembali muncul sambil memberikan senyuman. Sampai Sita pun tidak sadar jika Ambar sudah berbelok masuk ke pekarangan rumahnya dan kembali menghilang. Padahal dia belum sempat membalas senyum Ambar barusan.


~~~**♡AmbarSita♡**~~~


Alif sudah berdiri didepan rumah Sita untuk menjemputnya, mereka pun berangkat kesekolah bareng. Sita memperhatikan jam ditangannya, pukul 7:15. Setelah masuk SMP memang Sita tidak pernah bisa lagi memperhatikan orang yang paling ingin dilihatnya.


"Dulu suara Ambar sampai terngiang-ngiang ditelinga. Senyum merekah yg memperlihatkan lesung pipi langkanya itu. Tapi sekarang jangankan wajahnya, langkah kaki Ambar pun Sita lupa. Karna begitu lamanya kami tidak pernah berjumpa" gumam Sita dalam perjalanan menuju kesekolahnya.

__ADS_1


"Main kerumah aku lagi yuk" ajak Alif ketika jam pulang sekolah.


Sita mantap menganggukkan kepala untuk dibawa Alif lagi main kerumahnya. Rasanya di dekat Alif juga nyaman. Dia begitu baik, dia lembut, Sita memang dibuat bak putri di hatinya. Saat tengah asyik membaca buku yang ada ditangannya. Sita mengalihkan pandangannya pada Alif. Sedari tadi cowok disampingnya itu tidak berhenti memperhatikannya meskipun Sita sudah sadar dan ikut melirik kearah Alif.


"Kenapa?" Tanya Sita sambil tersipu malu.


"Sita.... Aku suka sama kamu" ujar Alif mantap.


Sita tersentak dengan pengakuan Alif. Rona merah di pipinya langsung terlihat, Sita tidak bisa menyembunyikan senyum manisnya karna ungkapan jujur cowok disampingnya itu.


"Kamu mau jadi pacar aku?" Tanya Alif sekali lagi.


"Tapi kita masih kelas 2 SMP, apa gak aneh udah pacaran?"


"Emang aneh nya kenapa? Aku pengen terus dengan kamu sampai kita dewasa nanti"


Sita menelan ludah, hatinya begitu bahagia mendengar perasaan Alif untuknya itu


"Kita kaya gini aja terus, aku juga senang bisa dekat dengan kamu dan ingin terus jadi teman kamu"


"Tapi aku mau hubungan kita lebih dari teman" potong Alif cepat.


"Kalau untuk saat ini aku masih takut buat pacar-pacaran, soalnya nanti kalau kita putus hubungan kita selanjutnya gak akan baik lagi"


"Enggak .. Aku gak akan pernah mau putus dari kamu, aku janji untuk berusaha selalu menjaga kamu"


Sita menarik nafas panjang, berusaha mengatakan apa yang ada di pikirannya "Alif aku senang dengar ungkapan perasaan kamu tadi. Aku juga suka sama kamu, tapi untuk pacaran rasanya belum, aku mau kita fokus untuk sekolah sampai lulus"


"Yaudah Aku bakal tunggu kamu bisa jawab perasaan aku ya, aku mohon"


"Iyaaa" jawab Sita mantap.


~~~**♡AmbarSita♡**~~~


Sampai naik kekelas 3 SMP pun hubungan mereka berdua bertambah semakin dekat. Meskipun pernyataan cinta Alif tidak dijawab oleh Sita. Tapi semua orang kompak berpikir jika mereka adalah sepasang kekasih yang sedang terkena candu asmara dari cinta monyet yang dialami remaja.


Ambar pun kini sudah lulus dari SD nya bersama dengan ketiga teman-temannya, Ismet, Arul, dan Ujang (yang dulunya saat dikelas 5 harus tinggal kelas juga) Sedangkan Abdul dan Yudi masih setia naik turun naik turun dalam dunia pendidikannya. Karna tahu teman-temannya akhirnya lulus SD dan akan masuk ke SMP keduanya menjadi semakin malas kesekolah.


"Wuiih lulus juga kamu mbar" sapa Khaidir saat menemui teman-temannya yang sedang nongkrong di balai desa.


"Hahaha iya nih kok bisa ya" Jawab Ambar dengan raut wajah polosnya.


"Masuk SMP mana kalian?" Tanya Thalib juga.


"SMP mana lagi, kamu pikir kami harus milih sekolah yang ada di desa seberang apa!" jawab Ismet yang sewot sendiri karna nilai nya begitu rendah.


"Ya tapi kan masuk SMP disini emang nilai kamu cukup met? Lagian anak-anak lain juga rebutan untuk masuk ke sekolah yang ada didesa kita ini, banyak saingannya"


"Ah udah berisik aja kalian, Ismet jelas-jelas langsung masuk tanpa perlu daftar tahu gak!" ujar Ambar berusaha membela temannya.


"Mbar ntar kalo MOS kamu bakal ketemu sama Alif" kata Khaidir memberitahu.


"Emang kenapa? Yaiyalah ketemu, dia kan sekolah disana"


"Dia osis loh mbar, kalo dia masih marah sama kamu bisa-bisa dia ambil kesempatan buat balas dendam sama kamu mbar". Ambar hanya manyun mendengar perkataan Khaidir. Rasanya dia tidak tertarik dan tidak peduli juga dengan Alif. 

__ADS_1



__ADS_2