![AmbarSita [Belum Di Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ambarsita--belum-di-revisi-.webp)
Bulan Juli pun datang, Ambar cs juga sudah selesai menjalani ujian kenaikan kelas mereka dan kini sekolah tengah libur kenaikan kelas. Pengumuman kelulusan Sita pun akan diberitahu seminggu lagi.
Sebelum pengumuman kelulusan, sekolah mengadakan perpisahan untuk murid-murid kelas 3 dengan begitu meriah ditengah lapangan.
Saat semua sedang menikmati hiburan yang disuguhkan sekolah tersebut. Sita mengajak Ana untuk meninggalkan acara perpisahan mereka lebih awal.
Sita menjalankan sesuai dengan perintah Ambar, kekasihnya itu meminta Sita membawa Ana kebalai desa karna Ujang akan mengungkapkan perasaannya pada gadis yang sudah lama ditaksirnya tersebut dibalai desa.
"Kenapa sih ta, tumben Sita ngajakin Ana ke Balai? Sita mau ketemu Ambar ya?" Tanya Ana mengikuti langkah kaki Sita menuju ke balai desa.
"Sebenarnya teman-teman SD kita dulu yang nyuruh Sita bawa Ana sekalian kesana" kata Sita jujur.
"Haaa? Kenapa tuh mereka, mau minta traktiran karna kita udah lulus mungkin hahaha" Ana berusaha menebak kenapa teman-teman SD nya dulu ingin bertemu dengannya.
Sita hanya tersenyum merespon ucapan Ana. Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju kebalai desa.
Wajah Ujang yang berubah pucat melihat Ana yang berjalan disamping Sita dari kejauhan.
"He datang juga nih, apa kabar Ana?" Sapa Abdul duluan setelah dua gadis itu menghampiri mereka semua.
"Baik Abdul" jawab Ana ramah.
"Tanyain dong Na kabar nya eek ngambang, eh Ujang maksudnya" Arul mulai meledek temannya Ujang yang berdiri kaku disampingnya saat ini.
"Hahaha kok Eek ngambang sih Rul! kamu ini jelas-jelas Ujang mau berubah jadi pejantan tangguh sekarang" Ismet pun ikutan meledek temanya tersebut.
Disaat semua teman-temannya sibuk menggoda Ujang dan Ana. Mata Ambar fokus dengan kekasihnya yang sebentar lagi akan pergi meninggalkannya.
__ADS_1
"Ana aku mau ngomong jujur sama kamu" kata Ujang mulai memberanikan diri, apalagi dia sudah muak mendengar lelucon teman-teman gilanya.
"Tentang apa? Tentang perasaan Ujang yang suka sama Ana?"
Ujang dan semua teman-temannya langsung terperangah mendengar perkataan Ana. Bahkan Ambar yang sedang senyum-senyum mesra dengan pacarnya ikut-ikutan kaget jika Ana sudah mengetahui apa yang akan disampaikan Ujang kepadanya.
"Makasih ya jang udah suka sama Ana, tapi Ujang tau kan Ana punya pacar.... Mohon maaf, Ana harap kita tetap bisa jadi teman seperti biasanya" kata Ana lagi dengan lembut dan tersenyum ramah menatap Ujang.
Cowok tinggi kurus itu menganggukkan kepalanya dengan lemah "Haha iya na" kata Ujang berusaha tegar.
"Yaudah, Ana balik ke sekolah dulu ya" pamit gadis itu dan melirik kearah Sita yang masih awet memandangi Ambarnya.
"Sita mau sama Ambar? Kalo gitu Ana pergi dulu ya"
"I...iya na... Sita langsung pulang bareng Ambar" Sita pun ikut-ikutan gugup merasakan suasana diantara mereka yang hawanya berubah jadi panas dalam seketika.
"Oh yaudah, Sita balik ke sekolah aja kalo gitu" Sita menurut perkataan kekasihnya itu, dia mengerti apa yang dimaksudkan Ambar kemudian mengikuti langkah Ana menuju kesekolah mereka lagi.
~~~♡AmbarSita♡~~~
Setelah Ana dan Sita pergi, suasana balai desa yang biasanya berisik masih hening dan sepi. Semua teman-teman Ujang terpaku karna melihat adegan penolakan cinta yang begitu singkat, padat dan cukup menyakitkan barusan.
"Dengarkanlah permintaan hati yang teraniya sunyi..... Dan berikanlah arti pada hidupku...... Yang terhempas....... Dan terlepaaaaas..........." Ambar langsung bernyanyi lagu Ruang Rindu memecah keheningan diantara mereka.
Dulu lagu itu booming banget dijaman mereka.
"Pelukaaan muuuuuu.......bersamaaa muuu...... Dan tanpa muuuuuuu..... Aku hilang selaluuuu........" Sambung semua teman-temannya kompak bersamaan.
__ADS_1
Kemudian mereka tertawa dengan keras untuk membuat Ujang ikut tertawa juga.
Tapi tetap saja hati Ujang sudah patah jadi dua saat ini dan parahnya masih dipatahkan oleh wanita yang sama lagi dan lagi !!!
"Haduuuuh jang, lem hati kamu yang kemarin aja belum nempel dengan sempurna, eeh malah mematahkannya lagi jang" nasihat Abdul dengan penuh penekanan.
"Moon maap jang, apa aku udah bisa berubah jadi Ultrament untuk menunjukkan jati diri aku yang sebenarnya pada makhluk dibumi?" Tanya Ambar dengan polosnya.
Ambar tetap berusaha menghibur hati temannya yang patah saat ini padahal perasaan Ambar yang sebenarnya pun sedang gundah gulana memikirkan Sita nya akan pergi sebentar lagi.
"Hahaha... liat jang, Ambar yang akan ditinggal Sita aja tetap berusaha untuk tegar saat ini. Hadapi semua dengan senyum jang, kamu lelaki lemah jang kalo sampe menangis karna ditolak wanita" ledek Ismet pada temannya tersebut.
"Iya jang malu sama burung kamu tuh!!" Teriak Arul lantang.
Semua teman-temannya kembali ngakak mendengar teriakan Arul yang berotak setengah barusan.
"Lagian ingat prinsip kita guys 'Taaruf itu lebih baik daripada pacaran!' jadi jangan patah hati ditolak oleh wanita. Karna itu satu pertanda Allah sudah menjauhkan kita dari perbuatan tercela! Setuju saudarah-saudarah!" Abdul memberikan nasihat relegiusnya yang sebenarnya bertujuan untuk menutupi kejonesan mereka saja selama ini.
"SETUJU!!!!" sahut mereka-mereka yang jomblo, kecuali Ambar seorang diri yang tidak mengeluarkan suara.
~~~♡AmbarSita♡~~~
**Terima Kasih Yang Sudah Mau Membaca Novel Ini
Sumbangsihkan Like, Vote, Dan Komen nya yaaah
🤗🤗🤗**
__ADS_1