![AmbarSita [Belum Di Revisi]](https://asset.asean.biz.id/ambarsita--belum-di-revisi-.webp)
Waktu liburan Sita masih ada seminggu lagi. Tapi dia benar-benar sudah tidak tahan mendapatkan kabar tentang kekasihnya. Untuk pertama kalinya Sita mau repot-repot menghubungi semua teman-teman Ambar.
Dimulai dari Thalib! Cowok kemayu itu mengatakan saat ini dia ada dirumah sakit karna kecelakaan motor bersama Abdul dan Ambar belum datang menjenguk mereka. Setelah itu Sita menghubungi Khaidir. Cowok yang kini giginya sudah rapi tersebut mengatakan jika dia sedang di Mandau liburan ditempat ayahnya dinas.
"Coba hubungi Arul atau Ismet Ta. Kan mereka berdua juga ikut mendaki sama Ambar" usul Khaidir dari dalam handphone.
"Sita gak ada kontak mereka dir" Jawab Sita lirih.
"Ouh Mau Khaidir kirimkan?"
"Boleh deh" jawab Sita dan mematikan teleponnya.
Beberapa menit kemudian nomor kontak Arul dan Ismet sudah dikirimkan oleh Khaidir. Sita langsung mencoba menghubungi nomor kedua orang itu. Tapi tidak ada yang aktif sama sekali. Sita kemudian menelfon Khaidir lagi.
"Gak aktif dir" ujar Sita langsung saat temannya itu baru mengangkat panggilannya.
"Haaa? Gak aktif juga ya? Mmmm si Ujang deh kalau gitu coba hubungi. Kan dia juga harus daftar SMA. Sama dengan ketiga orang itu ta" Khaidir kembali memberi saran.
"Yaudah kirim! Semua nomor yang ada di kontak Khaidir yang bisa ngasih tau tentang Ambar saat ini tolong kirimi ke Sita!!" ujar gadis itu tegas.
Entah kenapa dia justru melampiaskan rasa khawatir dan kesalnya kepada temannya itu.
"I...i... iya ta" jawab Khadir gelagapan.
Setelah panggilan mereka berakhir, tiba-tiba 15 kontak nomor langsung dikirimkan oleh Khaidir ke handphone Sita. Bahkan ada nomor pak Handsome juga, kepala desa nya Peringi hilir. Gila saja jika Sita sampe menghubungi kepala desa hanya untuk mencari informasi keadaan dan posisi Ambar!
Sita langsung menelfon Ujang, Yudi, Ana, Imay dan rasanya satu persatu teman SD mereka dulu sudah di hubunginya. Hanya tinggal pak Toni dan pak Handsome yang tidak ditelfon Sita. Tapi jawaban mereka tetap saja sama :
'Gak tau Ambar dimana sekarang'
Hal itu membuat Sita semakin kesal dan khawatir dengan kekasihnya tersebut. Yah namanya juga cinta itu buta, terus bisa bikin orang jadi bego dengan sendirinya. Tanpa rasa takut atau malu Sita memberanikan diri menghubungi pak Toni, teman akrabnya pak Bahrun tersebut.
Namun sayangnya nomor pria tua itu tidak aktif. Pilihan terakhir hanya tinggal Pak Handsome! Sita menekan tombol panggilan dilayar handphonenya dan dalam waktu beberapa detik terdengar suara orang mengucapkan salam kemudian tertawa.
"Hahahahaha siapa ini?" tanya pak Handsome ramah.
"Ha..... Halo waalaikumsalam pak" jawab Sita dengan gugup.
"Ya siapa ini hahahahaha?" tanya pak Handsome lagi dan dia masih tetap saja tertawa.
"I...ini Sita pak, anak buk Ita...."
"Ooooh nak Sita, apa kabar hahahaha? Gimana liburannya hahahaha? Dimalaysia ya sekarang, kapan nih pulang lagi ke Peringi hahahaha? Bapak ibuk nya sehat kan hahahaha?"
Sita benar-benar jengkel mendengar seluruh pertanyaan kepala desanya itu yang banyak Hahahaha nya setiap berbicara.
Karna bosan mendengar Hahahaha nya pak Handsome. Sita langsung saja menanyakan keberadaan kekasihnya. Padahal tidak lah mungkin seorang kepala desa mau repot-repot mengurusi hal seperti itu.
Tapiiiiiiii.......diluar dugaan jawaban pak Handsome adalah :
"Ambar? Hahahaha dia kan pergi mendaki sama dua temannya Ismet dan Arul Hahahaha. Belum pulang, kalo udah pulang pasti bapak direcoki sama preman Peringi itu Hahahahaha. Sekarang mah desa adem ayem aja Hahahahaha. Itu tandanya dia masih pergi dari desa ini Hahaahaha. Memang kenapa nak Sita nanyain cowok nakal kaya Ambar? Hahahaha. Mending sama Yudi, badannya sehat, udah kerja juga dia nya di sawah Hahaahaha bantu-bantu ayahnya karna gak sekolah lagi Hahaahaha" ujar pak Handsome panjang lebar bak karet kolor yang longgar!
Sita benar-benar geram dan langsung memutuskan panggilannya. Hatinya sudah sakit namun sekarang kupingnya juga ikut-ikutan sakit. Sita tidak peduli dianggap tidak sopan dengan si kepala desa yang hobi ketawa tersebut. Karna mendengarkan pak Handsome berbicara lebih lama lagi kuping Sita harus dibawa ke spesialis THT pastinya.
Sita menarik nafas panjang, airmatanya tiba-tiba mengalir begitu saja. "AMBAAAAAR!!!" Rengek Sita dengan kesal. Saat Sita menangis didalam kamarnya tiba-tiba handphone Sita kembali berbunyi, panggilan dari pak Handsome. Sita pikir pria itu ingin memarahinya karna mematikan panggilan secara sepihak. Sita langsung mengangkatnya dengan perasaan takut.
"Assalamualaikum nak Sita Hahahahaha. Ini bapak lagi di rumahnya Ambar Hahaha. Kata buk Khadijah si Ambar belum pulang Hahahaha. Bener kan apa kata bapak Hahahaha. Nih ibuknya ada didepan bapak nih Hahahaha nak Sita mau ngomong? Hahahaha"
Sita menggigit bibirnya mendengar perkataan pak Handsome.
'Ya Allah, maafin Sita pak Handsome' ujarnya didalam hati setelah mengetahui kepala desa nyentrik itu sampai mau merepotkan diri datang kerumah Ambar hanya untuk memastikan posisi cowok tersebut. Rasanya pantas seluruh warga Peringi hilir langsung menunjuk pak SAYUTI MALIK saat penggantian kepala desa waktu itu.
"Nih... nih...ngomong sama ibuknya aja ya Hahahahaha" ujar pak Handsome lagi karna Sita tidak menjawab perkataannya.
"Hallo nak Sita? Apa kabar?"
Terdengar suara perempuan yang begitu lembut dari dalam handphone Sita. Gadis itu langsung tahu yang berbicara dengannya saat ini adalah calon mertuanya dimasa depan nanti.
"Iya halo buk, Assalamualaikum" jawab Sita cepat.
"Waalaikumsalam, kenapa? Sita sehat? Ayah sama ibuk juga sehat?"
"Sehat buk, buk Ambar gimana? Dia kapan pulang? Kan pendaftaran masuk sekolah 4 hari lagi, jadi kapan Ambarnya mau pulang buk?" tanya Sita sambil menghapus airmata yang masih awet mengalir dipipinya.
"Ambar? Heee anak itu, gak jelas. Dua hari yang lalu dia nelfon ibuk juga di handphone pak Handsome_____"
"Iyaaa.... Bapak juga yang dihubungi sama dia Hahaahaha" teriak pak Handsome memotong perkataan buk Khadijah.
"Hahaha iya, dia nelfon ke handphone pak Handsome. Katanya dia sehat, sebelum mendaki gunung mereka camping dulu. Habis itu baru mendaki, besok baru turun. Dua hari lagi pulang ke Peringi gitu katanya. Ibuk kurang jelas sama omongan dia. Lagian nak Sita gak usah khawatir. Ibuk aja orangtuanya gak khawatir kok. Ambar emang liar jadi biarin aja. Kalo dia ingat pulang ya pulang. Kalo enggak ya tinggal aja di atas gunung itu. Ibuk gak apa-apa, pak Bahrun juga ikhlas" ujar wanita itu diiringi gelak tawa pak Handsome.
Sita benar-benar makin kesal mendengar perkataan buk Khadijah 'Gimana sih, sama anak sendiri gak khawatir. Yaudah kalo ibuk gak sayang sama Ambar! Ambarnya dikasi ke Sita aja, biar Sita yang urus dia!' gumam Sita didalam hati. Tapi Sita tidak berani ngomong begitu ke calon mertua masa depannya.
"jadi dua hari lagi Ambar pulang ya buk?" tanya Sita lagi meyakinkan hatinya
"Iya sayang, dua hari lagi. Nak Sita kapan pulang ke Peringi?"
"Sita sabtu baru pulang buk. Buk Sita kangen sama Ambar" ujarnya sambil terisak.
Sita sudah tidak bisa lagi menahan perasaannya. Terdengar tarikan nafas buk Khadijah yang begitu keras saat wanita itu tahu Sita menangis.
"Aduh sayang, Ambar pasti kangen juga sama Sita sekarang. Nanti kalo dia udah pulang ibuk suruh hubungi nak Sita ya" bujuk buk Khadijah lembut.
"Hahahahaha Iya.... Nanti bapak pinjami hp bapak sama si Ambar buat nelfon nak Sita Hahahaha" teriak pak Handsome lagi.
"Bener ya buk? Janji?" rengek Sita
"Iya sayang, janji. Sita juga nikmati ya liburan disana, jangan karna kangen sama Ambar sampe murung dan sedih didepan pak Adam. Nanti beliau jadi ikutan sedih, dengar ya kata ibuk. Pak Handsome kan juga janji bakal minjemin handphonenya buat Ambar nanti" ujar buk Khadijah meyakinkan.
"Hahahaha iya, bapak mah sayang sama Ambar meski dia jahil Hahahaha. Tenang aja, dua hari lagi si biang onar itu balik kok Hahaahah" teriak pak Handsome lagi dan lagi.
Pria itu selalu saja menyahut obrolan Sita dan buk Khadijah. Tapi kali ini Sita tidak merasa terganggu dengan suara tawa pak Handsome. Malahan dia begitu bersyukur punya kepala desa yang baik dan peduli seperti pak Handsome.
Dua hari kemudian pagi\-pagi jam 8 Sita sudah menghubungi kepala desanya. Pria itu tertawa\-tawa lagi mengangkat panggilan Sita kemudian mengatakan jika dia akan pergi kerumah Ambar dulu untuk mencari cowok berisik tersebut. Sita sampai berdoa agar Tuhan mempermudah pak handsome mencari Ambar. Beberapa menit kemudian handphone Sita kembali berbunyi panggilan dari pak Handsome. Dengan cepat Sita mengangkatnya.
__ADS_1
"Telfon kesini! Pak Handsome gak ada pulsa!! " kemudian panggilan berakhir begitu saja.
Yang berbicara barusan adalah seorang cowok dengan suara yang begitu berat, sepertinya dia baru bangun tidur. Sita langsung menangis mendengar suara jutek itu. Tangan Sita sampai menggigil memegang handphonenya dan menekan tombol panggilan ke nomor pak Handsome, beberapa detik kemudian.
"Ya halooo"
Panggilan Sita dijawab oleh suara yang sama.
"Ka... kamu udah pulang?" tanya Sita sambil merengek didalam handphonenya.
"Udah, tadi subuh nyampe di Peringinya. Aku masih capek nih, mau tidur lagi! Besok aja kalo kamu udah balik ke sini kita cerita" jawab Ambar dengan ketus.
"GAK MAUUUUUUU" rengek Sita dengan keras sebelum Ambar mematikan panggilannya.
"Iiiiish! Gak di Peringi, di Malaysia kerjaan kamu itu nangis aja!" bentak Ambar keras.
"Hahaha kangen sama kamu katanya kemarin mbar Hahaha. Harusnya kamu bersyukur dikangeni nak Sita hahaha" sahut pak handsome.
"Kamu gimana keadaannya? Sehat? Besok kamu harus daftar sekolah loh, udah disiapin semua berkas\-berkasnya?" tanya Sita dengan suara serak.
"Udah! Sebelum liburan udah aku siapin. Makanya sekarang aku butuh mengumpulkan tenaga lagi nih buat daftar sekolah besok!" jawab Ambar kesal.
"Aku tu kangen sama kamu tau gak! kamu bisa ngomong lembut dikit gak sih! kam\_\_\_\_\_\_"
Sita tidak bisa melanjutkkan perkataannya karna tiba\-tiba panggilannya langsung terputus. Bukan pulsa Sita yang habis, tapi si cowok nakal itu dengan tega mematikan panggilan dari pacarnya yang sudah menangis semalaman karena merindukan dirinya. Sita kembali berusaha menelfon pak Handsome dan pria itu langsung mengangkatnya.
"Mbar niih di telfon lagi ni Hahahaha. Asem kamu ini katanya nak Sita yang matiin Hahahaha. Kalo dia yang matiin kenapa dia nelfon balik Haahahah. Udah layani dulu pacar kamu ini Hahahaha. Dia rindu sama kamu Haahahah. Ah kamu ini bapak kan dulu pernah muda juga mbar Hahahahaa" teriak pak Handsome dengan cowok tersebut. Tapi suaranya dapat didengar dengan jelas oleh Sita karna pria itu berteriak sambil mendekatkan mulutnya kelayar handphone!
Sita sampai menutup mata mendengar perkataan Ambar. Gak warga gak kepala desa sama saja gilanya saat ini!
"Ah kamu aja yang bilang Hahaha nih ngomong. Kemarin nak Sita nangis bilang kangen sama kamu Hahahaha Harusnya kamu bersyukur nak Sita mau sama kamu Hahahaah kalo gak nak Sita nya buat bapak aja deh kalo gitu Hahahaha"
"Yaudah AMBIL!" Jawab Ambar jutek.
Mendengar percakapan dua manusia aneh itu rasa sedih Sita sudah bercampur aduk dengan kesal juga saat ini.
"OH JADI KAMU MAU AKU DIAMBIL PAK HANDSOME!" teriak Sita kencang didalam handphone.
"Aiiish ngomongnya jangan kencang\-kencang. Emang aku budek kaya pak Handsome!" Kata Ambar yang tiba\-tiba kaget karena Sita berteriak saat dirinya baru saja meletakkan handhphone dikupingnya.
"Hahahaha siapa yang budek! Kamu tuh Hahahah yaudah nanti handphone bapak balikin lagi ya, jangan sampe di jual loh Hahahaha" pamit pak Handsome.
"Iyaaa! Nanti Ambar jual ke warung buk Eli!!" teriak Ambar kencang kemudian disusul suara tawa yang makin lama makin menghilang.
Tiba\-tiba Hening seketika, Sita menunggu Ambarnya berbicara. Tapi cowok itu malah masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya keatas kasur sambil terus meletakkan handphone pak Handsome ditelinganya.
"Halooo" panggil Sita meyakinkan jika Ambar masih diujung sana menerima panggilannya.
"Haaaa?" jawabmya dengan suara yang semakin tambah berat.
"Kamu tidur?!"
"Rencananya" jawab Ambar santai dan memang memejamkan matanya saat ini.
__ADS_1
"Ambaaaaaaaar!!!! Aku kangen sama kamu, kenapa kamu malah tidur!" rengek Sita kesal.
"Yaudah kalo kangen sini, pulang! Ngapain kamu masih disana\_\_\_\_"
Setelah mengatakan itu Ambar langsung terdiam, kemudian melanjutkan kalimatnya.
"Sorry...sorry kamu lagi liburan sama ayah kamu ya hehehe lupa! Maaf ya" ujar Ambar dengan lugunya.
"Kamu beneran pengen aku pulang?"
"Pengen!" jawab Ambar mantap.
Sita yang tadinya mewek langsung tersenyum mendengar jawaban Ambar.
"Aku nunggu oleh\-olehnya" sambung Ambar lagi.
Cowok itu berhasil mengubah mood dan raut wajah Sita yang bahagia menjadi sedih kembali dalam sekejap.
"Kamu mau dibeliin oleh\-oleh apa sayang?" Tanya Sita mesra.
"Suruh buk Ita bungkusin anak dia buat aku. Udah itu aja cukup"
Raut wajah Sita berubah bahagia lagi mendengar jawaban Ambar.
"Haaah sayangnya kita jauh, coba didekat aku kamu ngomong gitu pasti langsung aku peluk" ujar Sita manja.
"Iyaaa, Syukur deh kita jauh, kalo gak dosa terus aku nya karena meluk anak gadis orang"
"Hahahaha kaaan setiap balik dari gunung pasti berubah jadi relegius. Gimana gak makin cinta aku sama kamunya" puji Sita dengan suara yang terdengar girang.
"Yaudah aku tinggal di gunung aja deh, biar dicintai kamu terus"
"Jangan dong! Kalo tinggal digunung aku nya gimana?!"
"Ya ikut lah masa aku tinggal" jawab Ambar cepat.
"Terus tidurnya dimana, entar badan kita bakal sakit\-sakit dong tidur didalam tenda"
"Gak akan! Kamu tidur diatas badan aku aja biar gak sakit" jawab Ambar dan kali ini dia berusaha menggoda kekasihnya itu.
Sita tidak bisa melanjutkan pembicaraannya. Hati dan jiwa raganya sudah melayang ke angkasa mendengar perkataan Ambar. Gadis itu berharap minggu depan berlalu dengan lebih cepat agar dia bisa bertemu Ambar secepatnya.
"Kenapa diam? Kamu tidur? Yaudah aku mau\_\_\_\_\_"
"Enggak!! Aku gak tidur, aku terlalu bahagia dengar kamu ngomong barusan" jawab Sita cepat sebelum Ambar ingin memutuskan panggilannya lagi.
"Oh! yaudah aku yang tidur deh"
"Jangan jugaaa, aku masih kangen sayang" rengek Sita mencegah keinginan Ambar.
"Ya!" jawab Ambar singkat.
Sita terus mengoceh tentang liburannya di Malaysia. Bahkan dia juga menceritakan soal Rio teman masa kecilnya yang baru bertemu dengannya lagi. Ambar dengan setianya mendengar setiap cerita Sita meski arwah ditubuhnya sesekali hilang\-hilang timbul karna efek mengantuk dan kelelahan.

__ADS_1