AmbarSita [Belum Di Revisi]

AmbarSita [Belum Di Revisi]
Perjalanan


__ADS_3

Bunyi klakson mobil pak Handsome mencairkan suasana tegang diantara mereka. Pak Handsome memberi kode pada Ambar dan Sita untuk segera naik keatas mobilnya.


"Yaudah kamu duluan sana, kalo cepat nyampe kan bisa main dulu sama teman-teman" usir buk Ita dengan anak gadisnya agar secepatnya enyah dari hadapannya.


Mulut Sita yang masih manyun kemudian menyalami buk Khadijah dan pak Bahrun. Setelah berpamitan kedua sejoli itu pun naik keatas mobil pak Handsome yang sudah di isi oleh teman-teman berisik Ambar.


"Kami berangkat dulu yaaa HAHAHAHA" teriak pak Handsome dengan orang-orang tua yang ada didepan halaman rumah Ambar tersebut.


"Dadah Aruuun" pamit pak Handsome sok manja pada ayahnya Ambar.


"Dadah uga Utiii" sahut pak Bahrun tak kalah manjahnya.


~~~♡AmbarSita♡~~~


Setelah mobil mereka berjalan, mata Yudi tidak lepas-lepas pada boneka yang sedang dipegang Ambar saat ini.


"Sejak kapan kamu main boneka berbie gitu!!" Ujar cowok berbadan gempal itu dengan raut wajah kebingungan.


"Hahahah si Ambar, wajah doang yang ganteng tapi mainannya boneka berbie Hahahaha" pak Handsome yang sedang    menyetir di depan langsung meledeknya.


Ambar hanya tersenyum dan mencegah Sita yang ingin merebut boneka yang ada ditangannya. Sepertinya gadis itu benar-benar kesal mengetahui action figure yang dititip nya kepada buk Ita waktu itu ternyata diganti ibunya dengan boneka barbie dan pangeran Ken!


Saat ini dibangku tengah diisi Yudi Ambar dan Sita. Sedangkan dibangku paling belakang di isi Arul, Ismet, Thalib dan Ujang yang saat menjemput Ambar ke empat cowok itu sudah ngorok duluan didalam mobil.


Ambar memberikan bahunya untuk Sita bersandar agar gadis itu bisa kembali tenang dan ikutan tidur selama perjalanan mereka.


Awalnya masih aman-aman saja, pak Handsome dan Abdul yang ada di depan masih awet tertawa tidak jelas entah dalam hal apa. Namun tiba-tiba saja suara wluk..wluk..wluk.. terdengar didalam mobil.


Arul yang sedang tidur dengan nyenyaknya langsung bangun dan menepuk kepala Ujang dengan keras.

__ADS_1


"KAMU MABUK?!" bentaknya kuat pada cowok kurus tersebut.


Ujang menggelengkan kepalanya cepat membantah tuduhan Arul dengannya.


"Trus siapa itu yang muntah?" Bentak Arul lagi.


"Huuuft...Huuft.... bau apa niih!!" Kali ini Ismet ikut-ikutan mengeluh dan langsung memukul kepala Ambar yang duduk tepat didepannya.


"Kamu kentut yaa!!" tuduh Ismet dengan teman akrabnya tersebut, sampai-sampai Sita yang sedang menyenderkan kepalanya dibahu Ambar langsung bangun dan melirik kearah pacarnya itu.


Abdul menoleh kebelakang melihat teman-temannya yang saling tuduh menuduh saat ini. Matanya langsung terbelalak melihat Yudi, duplikatnya boboho itu tertunduk lesu disamping Ambar.


"Kamu mabuk yud?" Tanya Abdul kaget.


Semua langsung melirik kearah Yudi dan benar saja sisa-sisa nasi dan mie rebus yang dari dalam perutnya sudah bertumpahan dibawah kakinya.


"Aggggh si Yudi, pak AC nya dimatiin aja, bauk niiiiih!!!" perintah penghuni bangku belakang bersamaan.


"Hahahahaha" pak Handsome masih bisa tertawa puas meski mobilnya dimuntahi oleh Yudi, kemudian membuka semua kaca mobil.


"Maaf ya guys....wluek..wluek...wluek..." perkataan Yudi terpotong karena dia kembali mengeluarkan isi didalam perutnya 🤮


"Aiiish.... Brengsek ni Buto Ijo!!" kali ini Ambar yang mengeluh karena posisinya duduk tepat disamping Yudi.


Dan tentu saja Ambar bisa melihat dengan jelas muntahan temannya tersebut. Pak Handsome dan Abdul lamgsung mentertawai nasib sial Ambar saat ini.


Sedangkan empat manusia-manusia hasil cloningan Tuhan yang duduk dibelakang Ambar saling menutup hidung mereka masing-masing. Ke empat cowok itu takut mabuk perjalanannya Yudi akan nular dengan mereka.


"Mau ganti posisi?" Tanya Sita menawarkan diri karna melihat wajah Ambar yang ikutan pucat.

__ADS_1


Ambar menggelengkan kepalanya, terlambat untuk Sita menyelamatkan kekasih hatinya tersebut, mabuk perjalanan Yudi sudah tertular pada Ambar sekarang.


"Hahahaha kenapa kapten? Ikutan mabuk?" ledek Ismet melihat Ambar memiringkan posisi duduknya menghadap kearah Sita.


"Hahaha si Ambar, makanya jangan suka main Barbie kamu mbar Hahaahaha Liat orang mabuk perjalanan dia nya jadi ikutan Hahaha!" ledek pak Handsome kembali.


Rasanya hati Ambar benar-benar kesal saat ini dengan pria tua yang tidak berhenti tertawa dan meledeknya sedari tadi.


"Gak ada yang bawa minyak kayu putih ya?" Tanya Sita dengan semua penghuni mobil.


Semua langsung diam mendengar pertanyaan Sita yang begitu lembut. Bahkan pak Handsome yang kerjaannya tertawa pun ikut-ikutan diam mendengarkan Sita berbicara. Yudi langsung menyodorkan minyak kayu putihnya pada Sita dengan raut wajah ketakutan.


"Hahahaha Kamu udah persiapan ya Yud?! Tapi kenapa masih mabuk perjalanan! Hahaha" ujar pak Handsome menghentikan kesunyian didalam mobilnya karena suara si Tuan Putri tadi.


"Sabar ya sayang" kata Sita pelan sambil mengoleskan minyak kayu putih dikening Ambar.


Empat teman Ambar yang dibangku belakang bengong memandangi pasangan yang dari tadi pamer kemesraan didepan mereka. Setelah Sita mengolesi semua minyak kayu putih di badan Ambar, gadis itu meminta Ambar untuk menyandarkan kepala dibahunya. Ambar nurut bak anak kecil dan langsung merebahkan kepalanya di bahu Sita.


"Pak mobil bapak bisa diterbangin aja sampe ke bandaranya gak?! Kami gak tahan melihat dua makhluk beda kelamin ini pak!!!" Umpat Arul dengan kesal.


"Hahahaha makanya kalian jangan Jomblooo Hahahaha" ledek pak Handsome lagi dan lagi.


"Emang bapak ada pasangannya!!" teriak semua cowok itu bersamaan.


Pak Handsome langsung terdiam seketika kemudian tertawa kembali "Hahahaha" pria tua itu mentertawai nasib mirisnya sendiri saat ini.


~~~♡AmbarSita♡~~~


__ADS_1


__ADS_2