AmbarSita [Belum Di Revisi]

AmbarSita [Belum Di Revisi]
Salah Orang


__ADS_3

Setelah pulang sekolah Ambar langsung kabur menemui teman-temannya yang sedang asyik nongkrong dibalai desa.


"Kamu sekolah tadi mbar?" kaget Arul dan melirik kearah tas bekal yang dijinjing Ambar.


"Widih ada angin apa ni mbar? Kesekolah, bawa bekal juga" Abdul ikut-ikutan kaget.


Arul kemudian mengambil tas bekal Ambar. Temannya itu berharap masih ada isinya "Sial, udah abis baru dibawa kesini" umpat Arul kesal dan melemparkan tas bekal tersebut ke lantai.


"Aiiish ambil Rul! Itu punya orang, ntar dia marah" kata Ambar yang masih loyo. Dia juga mengantuk karena memaksakan diri untuk menyimak pelajaran dikelas.


"Punya siaapa?" tanya Arul dengan raut wajah penasaran.


"Ada! Teman satu kelas aku juga"


"Kan kami juga teman sekelas kamu! Siapa? Ah Ambar sementang ganteng jadi banyak yang ngasi sumbangan, ya gak rul" ledek Ismet.


"Nih mbar, biar semangat lagi" kata Yudi menyodorkan rokoknya pada Ambar.


Karena mengantuk Ambar akhirnya mengambil rokok tersebut. Padahal dua minggu yang lalu pak Bahrun melayangkan rotannya pada Ambar karena melihatnya merokok di pinggir sungai dengan Ismet. Sekarang masih di ulangi, mau bagaimana lagi matanya juga sudah lima watt.


Setelah pulang sekolah Khaidir dan Thalib datang menemui teman-temannya dibalai desa. Saat itu Sita dan Alif juga ikutan lewat dengan sepeda motornya. Gadis itu melihat tas bekal yang diberikannya pada Ambar tergeletak dihalaman balai desa. Emosinya langsung naik ke atas kepala. Gadis itu berpikir tas bekalnya memang Ambar yang buang.


"Lengkap sudah!" Ambar ngebathin dengan dirinya sendiri saat melihat Sita dari kejauhan. Becandaan teman-temannya sudah tidak nyambung lagi di otak Ambar. Rasa humornya hilang karena pikirannya melayang pada Sita.


"Pulang dulu ya, Lapar" pamit Ambar dengan semua teman-temannya.


"Balik lagi ya" pinta Ismet dan Arul.


  ~♡AmbarSita♡~


Dalam perjalanan pulang dia berpapasan dengan buk Ita. Wanita itu tersenyum sambil menepuk pundaknya "Mau kemana buk?" tanya Ambar berbasa-basi busuk.


"Kerumah paman nya Sita"


"Ouh Sita nya gak ikut buk?"


"Haduh mana pernah mau dia keluar rumah mbar" jawab buk Ita sambil tersenyum ramah kemudian berlalu meninggalkan cowok tersebut.


Ambar mengangguk dan terus memperhatikan langkah buk Ita sampai hilang. Dia berpikir ini kesempatannya menemui Sita. Meski Ambar sendiri tidak tahu apakah Sita marah atau tidak. Karena tas bekal yang diberinya tadi pagi dibuang Arul kelantai. Niatnya menemui Sita jadi tidak bisa terlaksana saat melihat Alif tengah asyik mengobrol didepan rumah gadis tersebut 'Nanti aja pas Alif udah pulang' pikir Ambar saat itu. Jadi dia memutuskan untuk pulang kerumah mengisi perutnya lagi.


Setelah puas makan Ambar kembali mengecek keadaan rumah tetangganya. Alif tidak kunjung pergi dari rumah Sita, malah mereka terlihat semakin asyik bercerita ditemani secangkir teh. Beberapa kali Ambar bolak balik memastikan kepulangan cowok itu. Namun sampai jam 6 sore Alif baru mengakhiri obrolannya dengan Sita dan sayangnya buk Ita juga sudah ada dirumahnya kembali.



Jam 7.45 pagi Ambar berangkat kesekolahnya tidak ada Sita yang menunggu seperti kemarin. Seharusnya memang tidak ada karena Sita sudah berangkat kesekolah pukul 7.20 jika tidak dia pasti akan terlambat. Ambar kembali menerima ajakan Ismet dan Arul untuk bolos, kali ini Ujang juga ikut-ikutan.

__ADS_1


"Aku pengen ke SMA" kata ujang tiba-tiba saat teman-temannya tengah asyik bermain kartu.


"Kenapa?" tanya Abdul.


"Pengen liat Ana" jawabnya lagi kemudian tersenyum dengan sendirinya. Semua teman-temannya langsung tahu maksud tujuan Ujang.


"Astaga, masih aja cinta sama Ana. Udah tembak aja jang, ntar keduluan orang lain" nasihat Ismet sambil menepuk pundak temannya itu.


"Apalagi murid SMA banyak loh, bukan warga Peringi hilir aja. Warga desa lain banyak yang milih masuk ke SMA kita, karena kualitas pendidikannya yang paling bagus ya sekolah-sekolah di Peringi hilir dari pada desa-desa lain" Arul ikut menambahkan agar Ujang mau bergerak lebih cepat.


"Apa Ana mau ya? Soalnya aku udah tinggal 2 kali, trus aku juga gak cakep"


"Jangan ngomong gitu! Pikir positive aja dulu. Meskipun kamu gak ganteng tapi masih ada yang bisa menjadi daya tarik di diri kamu jang, contohnya_________" Arul menghentikan kalimatnya, berusaha mencari sambungannya sambil memperhatikan Ujang lekat. Kemudian dia cengengesan meminta bantuan temannya yang lain menemukan hal yang bisa dibanggakan dari Ujang.


"Usaha aja dulu, hasil mah serahkan sama Allah. Toh Allah yang maha membolak-balikkan hati manusia" nasihat relegius Abdul mampu membuatnya mendapatkan tepuk tangan keras dari teman-teman seperjuangannya.


Ambar hanya melongo mendengar obrolan teman-temannya. Karena dia sendiripun lebih bodoh jika soal asmara dari pada Ujang.


"Ngelamun aja kamu" kaget Arul dengan Ambar.


"Kamu juga mau nembak Sita?" tanya semua teman-temannya.


"Haaa? Hahaha kenapa kalian bisa mikir gitu?" tanya Ambar kaget. Karena selama ini kedekatannya dengan Sita hanya Tuhan dan Malaikat saja yang tahu.


"Soalnya dulu kamu kan ngaku-ngakunya suka juga ama Sita pas masih SD" ledek Abdul sambil mengingatkan.


Ambar hanya cengengesan seperti orang bodoh mendengar perkataan temannya


"Lagian Sita pacaran sama si Alif " gerutu Abdul kesal. Karena dia juga menjadi fans setianya Sita selama ini. Rasanya hati Ambar panas dengan sendirinya. Benar sih apa yang dikatakan Abdul, karena benar itu lah dia jadi dongkol. Niat hatinya untuk menemui Sita lagi saat pulang sekolah langsung pupus.


"Yaudah ayok aku temani ketemu Ana, sekalian mau cari cewek-cewek SMA yang jomblo dink" ajak Arul bersemangat.


"Ntar lagi aja, setengah jam lagi mereka pulang kok" ujar Ismet memberi saran.


Setelah menunggu mereka langsung bergerak ke TKP. Padahal Ujang yang ingin melihat Ana, tapi Arul yang semangat 45. Soalnya dia mau caper didepan cewek-cewek SMA.


"Ayo mbar, kamu gak ikut?"


"Nanti deh" jawab Ambar malas.


"Ah kamu, udah jelas eek ngambang ini butuh support kita" bentak Abdul dengannya.


Ambar akhirnya mau tidak mau ikut dengan teman-teman sarapnya menuju ke SMA. Mereka memilih duduk dipinggir lapangan menunggu pujaan hati Ujang. Beberapa menit kemudian Ana dan Sita keluar kelas mereka. Lalu disamping Sita, siapa lagi kalau bukan Alif yang memang selalu pulang bersamanya. Ambar membuang muka, takut-takut membuat kontak mata dengan gadis tersebut. Ujang belum juga memanggil Ana, karna dia begitu grogi apalagi melihat ada cowok yang dari dikelas sebelah ikut bergabung berjalan disamping Ana.


"Cieeee tungguin aku ya?" sapa Khaidir menemui teman-teman seperjuangannya.

__ADS_1


"Itu yang jalan sama Ana siapa?" tanya Ismet langsung mencari tahu.


"Ouh itu, itu Yudi. Tinggal di Gambas"


"Pantesan kaya gak pernah liat, pacaran sama Ana?"


"Gak tahu. Tapi mereka emang akrab, kayaknya iya"


Ujang menelan ludah, belum apa-apa hatinya sudah patah duluan. Soalnya cowok disamping Ana tadi lebih ganteng, lebih putih dan pastinya lebih tajir darinya. Semua teman-temannya termasuk Ambar mengajak Ujang menyusul keempat orang yang akan pergi ketempat parkiran tersebut. Ana langsung menoleh karena suara bisik-bisik dari mantan teman-teman sekelasnya dibelakang mereka.


"Kenapa mbar?" tanya Ana pada yang lebih ganteng.


"Ngapain kamu tanya Ambar, ujang nih tanyain!" bentak Ismet tiba-tiba.


"Haaa? Kenapa Ujang?" tanya Ana lagi mengulangi.


"Nah gitu dong, jawab jang kenapa?" kata Abdul lega dan menolak Ujang maju satu langkah.


Ujang tidak berani mengeluarkan suara, lidahnya terasa kelu apalagi Sita, Alif dan cowok yang disamping Ana tadi ikutan melihat kearahnya. Semua teman-temannya juga diam menunggu ujang menyampaikan perasaannya. Arul sampai mengadahkan tangan memberi dukungan doa dari belakang.


"Aku tunggu ditempat biasa" ujar Ambar pelan memecah keheningan diantara mereka yang terpaku melihat Ujang yang gugup. Sudah jelas dia mengatakan hal itu untuk Sita meskipun matanya melihat kearah Ana. Semua teman-temannya bertepuk tangan karena berpikir Ujang yang mengeluarkan suara.


Ujang menoleh kebelakang "Bukan aku" katanya dengan pelan.


"Haaa? Jadi siapa?" Ismet kaget mendengar pengakuan temannya.


Ujang mengangkat tangan dan menunjuk pada Ambar. Semua langsung memukul badan Ambar saking dongkolnya.


"Ouh jadi kamu mau jadi pagar makan tanaman buat teman kamu sendiri!!" bentak Arul sambil terus memukul Ambar meskipun yang lain sudah berhenti.


"Udah!!! Ketagihan namanya itu!!" bentak Ambar balik. Arul mundur tiga langkah menjauh sebelum Ambar membalas.


"Dimana tempat biasa nya?" tanya Ana sambil tersipu malu menatap Ambar.


"Jangan didengerin, dia rese kalo lagi lapar" sahut Ismet yang masih dongkol.


"Iyaah! Jangan mau diajak ketemuan, dia suka makan temen soalnya. Ati-ati bisa dimakan kamu na" Abdul ikut memberi peringatan.


Tapi Ana masih menunggu jawaban Ambar yang terlihat kebingungan. Ambar langsung menjentikkan jarinya "Bener itu, aku rese kalo lagi lapar na, suka makan orang juga kadang-kadang" kata Ambar ngasal.


"Bego!" ujar Alif pelan dan meminta Sita untuk naik ke atas motor setelah itu pergi meninggalkan manusia-manusia rusuh tersebut.


 


~**♡AmbarSita♡~

__ADS_1


 



__ADS_2