AmbarSita [Belum Di Revisi]

AmbarSita [Belum Di Revisi]
Stalker


__ADS_3

Senin depan Sita dan seluruh anak kelas 3 SMP di Indonesia akan berjuang menghadapi ujian nasional yang menjadi penentu lulus atau tidak lulusnya mereka untuk melanjutkan ketingkat SMA. Sita duduk santai diruang kerja ayahnya, matanya tidak melihat pada buku pelajaran Bahasa Indonesia yang akan menjadi ujian pertamanya Senin besok. Tapi dia asyik membuka media social Facebook yang baru trend ditempat mereka.


Sita mengetik nama Ambar berulang-ulang kali di kolom pencarian, tapi tidak pernah muncul profil yang menampilkan wajah Ambar. Malahan yang keluar kebanyakan wajah-wajah orang luar negri yang umurnya hampir sama tuanya dengan ayahnya Sita.


"Apa Ambar belum daftar facebook ya?" tanya Sita pada layar computer didepannya.


"Ah udah deh kayaknya, toh dia orangnya hobi main ke warnet masa belum kenal facebook. Apalagi kerjaan nya main game online. Masa sih.... tapi apa ya namanya, dari tadi gak nemu Tuhan" gumam Sita sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Jangan-jangan gak pake nama dia lagi facebooknya, apa pake nama samaran yaa?" Sita kembali mengetik dikolom pencarian. Kali ini bukan nama Ambar, tapi sita menulis satu persatu nama teman-teman akrab Ambar. Untuk yang kelima kalinya baru muncul profil seseorang yang dikenal Sita dan orangnya adalah 'Abdul' si cowok yang otaknya tidak akan pernah digunakannya untuk belajar sampai kiamat karna Abdul sudah berhenti sekolah bersamaan dengan Yudi!


'Abdul guantenx's' nama itu yang tertulis di profilnya padahal nama aslinya 'Abdul Febrianto' tapi Sita tahu jika itu facebook milik teman Ambar karna melihat foto narsis Abdul sambil mengacungkan jari tengah.


Sita meluncur pada kolom pertemanan Abdul yang banyaknya sudah mengalahkan warga Peringi Hilir, memperhatikan satu persatu foto profil teman-teman dunia maya Abdul.


Matanya tidak boleh lelah sampai menemukan facebook milik orang yang paling ingin dicarinya. Sita tersenyum-senyum sendiri membaca nama-nama facebook milik teman-teman Ambar.


'arulcicowoxntengs' a.k.a Arul Dwi Syafrizal


'metliarboy' a.k.a Ismet.


Rasanya Sita sudah menscroll sampai kebawah tapi profile Ambar tidak kunjung ketemu. Memang jiwa stalker Sita untuk Ambar sudah mendarah daging, dia bahkan lupa dengan namanya belajar untuk ujian besok. Sita beralih ke akun profile milik teman paling akrab Ambar, yaap 'metliarboy' milik si Ismet.


"Gak mungkin, teman-temannya aja udah pake facebook. Aaah pasti ada nih, jangan nyerah Sita, Semangat!!!" kata Sita pada layar komputernya lagi.


Sita sampai membaca status-status yang dibuat Ismet yang alaynya bikin anak Alay pun tidak mau mengakui Ismet sebagai kelompok mereka! Sita focus pada status Ismet yang tertulis :


'cintahqyu 74tuh p4damu' pada status itu ada 20 komentar. Sita membuka kolom komentar, matanya terbelalak melihat profile facebook yang bernama:


'Korban Konspirasi bahrun&khadijah' ikut memberikan komentar.


Sita langsung tahu jika itulah facebook orang yang sedari tadi dicarinya. Senyumnya langsung merekah. Detak jantung Sita begitu kuat, darahnya berdesir kencang hingga ke otak. Hanya dengan mengetahui facebook Ambar saja Sita sudah seperti orang kesurupan setan bahagia.Dia sampai memukul-mukul meja kerja ayahnya untuk melampiaskan rasa senangnya.


Foto profile Ambar bukan dirinya sendiri melainkan foto anak ayam berwarna coklat yang dicomotnya dari mbah google. Warna bulu ayamnya sama dengan hasil penelitian mereka waktu SD dulu. Sita membaca komentar Ambar pada status temannya itu, dia tertawa ngakak dengan komentar-komentar Ambar yang selalu ngasal. Sampai pada komentar yang terakhir tawa Sita hilang karna Ismet membalas :


"hahaha Kau juga bajingan!"

__ADS_1


"***Enggak tuh, pacar aku satu dari dulu ampe sekarang (tetanggaku cintaku)udah kaya judul lagu"


"Iya buk Eli kan hahaha"


"Saingan sama pak Handsome dong hahaha"


"Halah ngaku aja kamu, yang sering ngasi beng-beng ke kamu kan buk Eli! kasi tahu ntar aku bayarin billing warnet kamu***!"


Ambar tidak membalas lagi komentar terakhir yang ditulis Ismet. Sita itu meskipun pintar tapi karna sifatnya yang minder, pemalu, tertutup, pendiam, dan penakut, membuat dia masih saja tidak mengetahui orang yang dimaksud Ambar tetangga itu siapa.


~~~**♡AmbarSita♡**~~~


Selama 4 hari menjalani masa ujian nasional, Sita benar-benar tidak pernah ketemu Ambar. Sita meminta ibunya mencaritahu kemana Ambar menghabiskan hari liburnya selagi murid kelas tiga ujian. Buk Ita memang orangtua yang begitu sayang dengan putri satu-satunya. Dia langsung meluncur menemui buk Khadijah sahabat kecilnya untuk menanyakan kemana Ambar pergi liburan.


"Kalo Hening belajar sama Dian, karna SD minggu depan ujian nasionalnya. Kalo si Ambar pergi ke Pakan, liburan sama teman-temannya. Mereka camping dibawa sama Jefri abangnya si Arul yang baru lulus SMA" kata buk Ita mengulangi jawaban ibunya Ambar.


"Dian siapa?" tanya Sita dengan wajah curiga.


"Anak pak Sayuti, kepala desa kita!!"


"Bukan!! Dia udah lulus SMA 6 tahun yang lalu kalo ibuk gak salah!" jawab buk Ita yang sudah begitu dongkol, karna anaknya masih saja tidak mengenal seluruh warga Peringi Hilir.


Sita hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dan masuk keruang kerja pak Adam, menghidupkan computer untuk men-stalking media social Ambar lagi.


"Rindu" ujar Sita dengan layar komputernya sambil memperhatikan foto anak ayam di profil facebook Ambar.


"Selamat ujian untuk kamu yang selalu diam-diam melirikku dari kejauhan" tulis Ambar pada status terakahirnya.


"Astagaaa..." kaget Sita sambil memegang bibir.


Matanya terbelalak pada status Ambar yang ditulisnya 5 hari yang lalu. Dihari minggu, hari yang sama dan dijam yang sama saat Sita sibuk mencari profile facebook milik Ambar waktu itu.


"Aiish kalo tahu Ambar online mending Sita add dia kemarin!" kata Sita geram pada dirinya sendiri, dengan cepat tangan gadis itu mengklik tulisan


'Tambah jadi teman'

__ADS_1


Sampai malam harinya Sita masih terus menatap layar komputer. Menstalking media sosial milik Ambar tidak pernah membosankan baginya. Meskipun cowok tersebut tidak alay seperti teman-temannya yang setiap apapun dibikin menjadi postingan facebook mereka. Ambar tidak, statusnya hanya beberapa dan salah satunya dia memposting penggalan lirik lagu :


'Dan biarkan aku jadi pemujamu'


Jangan pernah hiraukan perasaan hatiku


Tenanglah tenang pujaan hatiku sayang


Aku takkan sampai hati bila menyentuhmu


Sita terpaku menatap status yang ditulis Ambar 1 bulan yang lalu tersebut. Dia memposting tanggal 31 mei, sehari setelah ulang tahunnya. Dimana hubungannya dengan Sita rusak kembali waktu itu. Air mata Sita mengalir begitu saja memandangi layar komputernya.


"Menjadi pemuja rahasia itu tidak pernah menyenangkan Ambar!" gumam Sita terisak dan memegangi dadanya yang sakit menahan rindu melihat cowok yang begitu ingin dimilikinya.


Terdengar suara pintu rumah terbuka, sepertinya buk Ita baru pulang dari seberang. Wanita itu langsung mencari putrinya, karna hari ini dia pulang terlambat dari biasanya.


"Gak belajar ta? Kan besok ujian terakhir?"


"Udah buk" jawab Sita berbohong agar ibunya tidak nyinyir padahal seharian kerjaannya membuka media social Ambar.


"Loh kamu nangis? Kenapa?" tanya buk Ita lagi sambil duduk disamping anaknya.


"Sita tadi nguap, ngomong-ngomong kenapa ibuk pulangnya magrib?"


"Nenek tadi cegah ibuk buat pulang, entah kenapa nenek akhir-akhir ini selalu bilang kangen. Kangen terus sama ibuk, padahal ibuk tiap hari datang kesana. Nenek juga bilang kangen banget sama kamu, dia pengen habis ujian kita nginap di seberang rumah paman Alip"


"Iya Sita juga kangen sama nenek, tapi kenapa nenek gak tinggal disini aja sih"


"Ibuk juga pengennya gitu, tapi paman Alip kamu juga gak mau pisah dari ibuknya. Ya terpaksa deh kita yang ngalah buat biarin nenek dibawa dia"


"Lagian paman Alip manja banget, udah nikah juga, nenek pun juga gitu padahal dia itu cowok masih aja dimanjain"


"Heee besok kalo kamu udah nikah kamu bakal ngerasain gimana beratnya pisah sama anak. Lagian paman kamu itu anak bungsu ya wajar sih, jadi besok habis ujian kita kesana ya" ajak buk Ita lagi, sita hanya menganggukkan kepalanya untuk setuju.


__ADS_1


__ADS_2