AmbarSita [Belum Di Revisi]

AmbarSita [Belum Di Revisi]
Teman Gila = Teman Curhat


__ADS_3

Saat dikelas Ismet tidak henti-hentinya memperhatikan wajah teman akrabnya yang dari tadi pagi terlihat murung.


Orang seperti Ambar itu memang paling mudah membaca mood nya. Karna mulut nyinyir dan cerewetnya tidak keluar sama sekali itu pertanda hatinya tengah galau saat ini.


Ismet menepuk pundaknya keras untuk mengagetkan Ambar yang sedang merebahkan badannya diatas meja. Cowok ganteng itu langsung bangun dan beralih merebahkan kepalanya kepundak Ismet. Mereka berdua sudah seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran saja.


Arul dan Ujang yang duduk di belakang  mereka sampe bergidik ngeri melihat kemesraan dua teman mereka tersebut.


"Mulai dari sekarang kita jaga jarak deh jang, aku jadi takut" bisik Arul pelan pada Ujang.


"Bener! Kayanya Sita itu hanya Alibi yang dipake Ambar untuk menutupi hubungan terlarangnya dengan Ismet" ujar Ujang yang ikut berbisik.


Dua cowok yang sedang mesra itu kompak mengangkat jari tengah mereka masing-masing untuk menunjukkannya pada Arul dan Ujang.


"Met, nanti pulang sekolah jangan pulang dulu ya, aku mau curhat" rengek Ambar sok manja.


"Iyaaah, Aku tahu kok kamu pasti lagi ada masalah ya?" Sahut Ismet lembut.


"Iiiih, Ismet kok tahu" rengek Ambar lagi yang sengaja dibuat-buatnya untuk memancing emosi Arul dan Ujang agar semakin jijik memandangi mereka.


"Tau dong, tuh bulu idung Ambar keluar lagi kalo Ambar lagi galau, sini cabut dulu" jawab Ismet sambil memegang kepala temannya dan merapatkan wajahnya pada Ambar.


Ujang dan Arul kompak berdiri dari bangku mereka, tangan keduanya mendarat dengan mulus kepunggung Ambar dan Ismet.


"Anjiiir!! Jangan coba-coba pancing-pancing Dajjal buat muncul lebih cepat yaa! Kiamat makin dekat dengan dosa-dosa kalian itu tau gak! Dasar kaum Sodom!" bentak Arul dengan keras.


"Tau nih, mana aku belum berhasil dapatin hati Ana, udah kiamat aja karena kalian!" sahut Ujang tidak kalah sewotnya.


"Apaan sih! Ganggu aja nih alien-alien dari planet Pluto! Kesel ya karna planetnya udah gak diakui!?!" kata Ambar yang masih sok imut. Bibirnya langsung maju memandangi dua temannya yang ada dibelakang mereka.


"Aku sama Ismet kan______"


"Ngomong sekali lagi aku patahin nih junior kamu! Dipikir aku gak jijik juga apa dia sok imut gitu. Bukan kalian berdua aja yang jijik, aku lebih jijik tau gak!" potong Ismet cepat dan ikut memukul kepala Ambar dengan keras.


"Kalo jijik kenapa kamu ikutan?!" bentak Arul dan Ujang bersamaan.


"Ya gimana lagi, udah jelas teman kita ini lagi sedih. Kalian gak liat sedari tadi mulutnya terkunci aja. Ambar diam itu juga salah satu tanda-tanda kemunculan Dajjal tau gak" cerca Ismet panjang lebar.


Arul dan Ujang kembali kompak menutup mulut mereka dan beralih memandangi wajah Ambar lekat.


"Bener juga, nih Ultrament enggak ngeluarin suara dari tadi. Kenapa kamu? Karna Sita gak sekolah hari ini kamu sedih berangkatnya sendirian tadi pagi?" Tanya Arul dan kembali memukul pundak Ambar.


Wajah Ambar berubah sangar seketika. Tinju kuatnya melayang ke perut Arul yang membuat cowok hitam manis itu meringis kesakitan duduk dibangkunya.


"Nah tuh, meski Ambar lagi galau tapi tinjunya tetap sakit tau kan kamu! Haaah... untung aku gak mukul-mukul teman ganteng kita ini" kata Ujang penuh semangat kepalsuan demi melindungi dirinya dari pukulan Ambar juga.

__ADS_1


~~~♡AmbarSita♡~~~


Sepulang sekolah Ambar dan Ismet memutuskan pulang kerumah Arul karna Ambar benar-benar ingin curhat dengan teman-teman berotak setengahnya itu. Didalam kamar Arul Ambar langsung menceritakan apa yang menganggu pikirannya salama dua hari belakangan ini. Dua temannya langsung ikutan diam setelah mendengar cerita Ambar tersebut.


"Jangan percaya Alif, lagian apa alasan pak Adam sampe gak suka sama kamunya kan kita gak tahu. Sebelum dia pergi keluar negri hubungan kalian masih baik-baik aja tuh" ujar Ismet untuk menenangkan hati temannya.


"Mungkin karna pak Bahrun miskin met" ujar Ambar pelan.


"Mbar!!! Dulu becandaan kamu itu terdengar lucu, kamu ngatain ayah kamu sendiri! Tapi sekarang enggak lagi!" kata Arul yang wajahnya berubah tegas.


Ambar dan Ismet bahkan sampai kaget melihat cowok itu bisa juga diajak ngomong serius.


"Benar kata daki choi siwon ini, eeeeh daki choi siwon, Arul maksudnya! Sampe salah ngomongkan aku. Lagian Sita itu sedang pacaran sama kamu. Cinta dia ke kamu itu suci, kaya judul sinetron yang episode nya ampe beribu-ribu itu mbar______"


"Suci itu adiknya Khaidir" potong Arul cepat.


"Iya tau, maksud aku cinta Sita ke kamu itu suci, murni, tulus dari hati! Salah satu buktinya dia milih kamu dari pada Alif yang kaya juga!"


"Iya kaya Anjing!" potong Arul sekali lagi.


Ambar langsung mengangguk setuju dan mengangkat kedua jempolnya untuk ucapan Arul barusan.


"Tapi yang ini lebih kaya lagi met, apalagi ayah mereka temanan. Kalo aku menyandingkan pak Bahrun dengan ayah Rio itu, hati aku jadi miris met. Gak tega bayanginnya, ini aja aku pengen nangis met. Kenapa Allah bisa ngasi gitu coba? wajah ayahku bisa jelek sama kaya nasibnya" ujar Ambar yang terus berusaha memperlihatkan senyum diwajahnya meski matanya berkaca-kaca mengatakan hal itu.


"Yang mana sih orangnya, coba kasi liat? Kalo kaya tapi wajahnya mirip Ujang mah mending Sita milih kamu. Karna pak Syafri pernah ngomong faktor keturunan hasil bibitan kita itu juga penting bro. Nasib bisa diubah, kalo wajah keturunan itu mutlak hahaha makanya aku pengen cari calon istri yang cantik seperti Suci. Aku mau ganti wajah garis keturunan aku menjadi bibit unggul juga nantinya" kata Arul bersemangat.


Ambar kembali mengangguk setuju dan mengangkat dua jempolnya kali ini untuk Ismet.


Arul hanya diam dan menyerahkan handphonenya pada Ambar. Ketiga cowok itu kompak menjadi stalker di media social milik Rio. Mata Arul dan Ismet fokus memperhatikan setiap foto-foto di media social milik cowok tinggi putih itu secara bersamaan.


"Waah mbar dia juga kerabat Juventini" kata Ismet memperlihatkan salah satu foto Rio yang berlatar belakang di stadion juventus, klub bola favorite nya Ambar.


"Ahhhh kerabat mu mbar, gimana itu? Bahkan dia udah pernah ke stadionnya mbar, eeh apa editan ya? Jangan-jangan foto dia aja di tempel dibelakang gambar stadion juventus nih. Tenang mbar ntar kita edit juga foto kamu dibelakang kuburan!" ujar Arul memberi semangat.


"Pinter kamu rul, sekalian aja kamu editin foto Ambar pake kain kafan!" Sahut Ismet ketus.


Ambar hanya bisa tertawa dengan tingkah dua teman-temannya itu. Biarlah Arul tetap dengan kebodohannya yang penting hati Ambar bisa sedikit terhibur dengan ocehan dua makhluk yang paling sering disusahkan olehnya tersebut.


"Liat nih mobil dia, Harga mobil si Rio aja lebih mahal dari pada harga diri si Arul, mbar" kata Ismet kembali memperlihatkan salah satu foto Rio yang berdiri disamping mobil Lamborghini nya.


"Aaah mobil orang itu! Dia kebetulan lewat trus liat mobil cantik nebeng foto deh. Kita juga bisa mbar, ntar kita fotoin juga kamu disamping truk pasir bapak aku. Kan warnanya sama-sama kuning juga tuh, meski truk bapakku agak kusam gitu kuningnya" ujar Arul lagi yang masih berusaha memberi semangat untuk temannya.


Ambar tidak mau lagi melihat foto-foto milik Rio. Kini hanya dua temannya yang menstalker media social Rio sampai habis tidak tersisa. Setelah mereka selesai Arul dan Ismet kompak memandangi wajah Ambar yang terlihat murung.


"Gimana? Udah liatkan? Apa aku ikutin saran Alif aja? Mundur dari sekarang?" Tanya Ambar dengan dua temannya yang sedari tadi memuji-muji foto Rio dan membandingkan dengan dirinya.

__ADS_1


Tangan Arul dan Ismet langsung menepuk pundak Ambar.


"Pertahankan Sita!" jawab mereka bersamaan.


Ambar semakin bingung dengan perkataan dua teman goblok nya itu.


"Pertahankan orang yang kamu cintai sampai cinta kamu itu sendiri yang meminta kamu menyerah!" ujar Arul bijak.


"Ada banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang! Salah satunya 'ketulusan sebuah cinta' kamu udah dapat itu dari Sita" sambung Ismet ikut memberi petuahnya untuk Ambar.


"Tul ngets tuuh, lagian si tiang listrik kalo maki-maki kamu lagi, kamu kasi tahu ke tu orang 'kalo dia udah kalah dalam perebutan hati Sita dari awal' sekarang yang bersaing dilintasan itu cuma kamu sama Rio!" Ujar Arul tegas.


"Nah tuh, bener lagi daki Choi Siwon! Lagian dia pake sok-sok an bilang pesaing hati Sita makin banyak. Padahal antara kamu sama dia aja Sita milih kamu! Gak sadar diri tuh tiang listrik" umpat Ismet yang jadi kesal membayangkan wajah Alif.


"Satu hal lagi, meski dilintasan si Rio naik lambo sedangkan kamu lari pake kaki tapi dia harus tau, kalo Ambar ganteng kita ini udah lama mencuri Start duluan dari dia! Itu keunggulan kamu mbar, kamu udah mendapatkan hati Sita! Yang kamu butuhkan hanyalah mempertahankannya!"


"Kamu cinta kan sama Sita?" Tanya Ismet tegas.


"Kamu sayangkan sama dia?" Arul ikut-ikutan bertanya juga.


"Cinta, banget! Sayang! Melebihi sayang aku dengan buk Eli!" Jawab Ambar mantap.


"Nah pertahankan cinta kamu itu! Aku yakin gak mudah berpaling dari orang yang kita cintai mbar, kaya kamu sekarang seandainya ada cewek kaya raya yang tiba-tiba naksir sama kamu_____"


"Kaya Suci aja contohnya" potong Arul dengan cepat.


Ambar dan Ismet sampai kaget mendengar Arul kembali membahas masalah mereka beberapa bulan yang lalu tersebut.


"Aku serius! Kaya Suci aja contohnya, padahal Ranger pink aku itu juga cantik, juga dari keluarga yang tajir. Tapi kamu tetap gak mau menduakan hati Sita kan? Berpaling menutup perasaan sayang itu tidak semudah mencongkel taik hidung pake jempol tau gak!" Ujar Arul dengan bijak.


"Hahaha bener tuh makin pinter daki Choi Siwon!" puji Ismet bangga.


"Iya nih, kok kamu bisa pinter gini ngomong nya sekarang?" Tanya Ambar ikutan kagum dengan ucapan-ucapan Arul yang sedari tadi banyak benarnya tidak seperti kebiasaannya yang suka ngomong ngaur.


"Sorry broh, aku udah beli otak di rumah makan padang waktu kita mendaki kemarin, makanya jadi sedikit pintar gini. Yaudah kita sibuk ngomongin kisah AmbarSita sampe lupa makan siang nih. Kalian mau makan apa? Sebut aja! Dirumah aku ni semua tersedia!" kata Arul kemudian mengajak dua temannya kedapur.


"Aku mau ayam balado ada gak" pinta Ambar memelas.


"Kalo aku, Ayam rendang deh" pinta Ismet juga.


Arul mengangguk-anggukkan kepalanya kemudian membuka tudung saji dimeja makannya.


"Yaaaah sayang sekali sodarah-sodarah kalian kurang beruntung. Hari ini ibuk Negara hanya masak telur dadar dan tumis sayur singkong Hahahahaha" ujar Arul bahagia melihat masakan yang ada didepannya.


Ismet dan Ambar hanya diam, tak apalah! sudah syukur mereka diberi makan gratis dirumah cowok berotak setengah itu pikir mereka berdua.

__ADS_1



__ADS_2