AmbarSita [Belum Di Revisi]

AmbarSita [Belum Di Revisi]
Selamat Jalan Sita Selamat Jalan Cinta


__ADS_3

Perjalanan menuju ke Pakan yang hanya 5 jam jadi terasa begitu lama karna pak Handsome menyetirnya dengan kecepatan 40km/jam. Terasa seperti menyetir dikawasan zona sekolah dasar.


Ambar benar-benar sudah tidak tahan berada didalam mobil tersebut karena ikutan mual melihat Yudi yang tidak berhenti mengeluarkan isi perutnya disamping Ambar.


Sedangkan Sita malah ingin pak Handsome mengurangi kecepatannya lebih pelan lagi. Dia begitu senang duduk sambil menggenggam tangan Ambar , selain itu pujaan hatinya terus merebahkan kepalanya di bahu Sita.


Pukul 2 Siang mereka akhirnya sampai di bandara. Masih ada waktu 1 ½ jam lagi sebelum keberangkatan Sita. Dengan kebaikan hati pak Handsome, kepala desa yang nyentrik dengan kopiah miringnya itu mengajak Ambar CS makan dulu di restoran yang ada dibandara.


Selesai makan siang mereka semua duduk diruang tunggu bandara. Ambar sengaja memilih bangku yang paling ujung agar dia bisa mengobrol banyak dengan Sita.


Untung saja teman-teman Ambar pengertian. Semua cowok-cowok itu membiarkan dua makhluk berbeda jenis kelamin tersebut mengobrol secara intens dan mereka memilih menyibukkan diri dengan meladeni tawa kepala desa 'Sedeng' Peringi hilir.


"Niiih" kata Ambar sambil menyerahkan boneka Pangeran Ken kepada Sita.


"Maaf sayang, bukan aku yang beli kadonya" ujar Sita dengan perasaan bersalah.


"Aku tahu kok, lagian kamu juga udah jelas ibu-ibu kita itu lahir dijaman primitive malah disuruh beli action figure. Bertahan hidup dijaman teknologi aja mereka udah syukur hahahah" kata Ambar sambil mengacak-acak rambut Sita gemas.


Sita hanya diam, saat ini hatinya tidak peduli dengan kado yang dibelikan ibunya. Airmata nya sudah tidak bisa ditahan lagi. Melihat Sita yang sudah menangis Ambar langsung mengajaknya pergi.


"Pak Ambar sama Sita keluar dulu ya" pamit Ambar dengan pak Handsome dan menggandeng tangan Sita menuju ketaman yang ada di dekat parkiran mobil.


Ambar duduk dihadapan Sita, dia kemudian mengeluarkan sapu tangan yang pernah diberikan Sita sebagai kado pertamanya.


"Naaah ada gunanya juga kan sapu tangan kamu" kata Ambar berusaha terlihat ceria dan menghapus airmata gadis yang ada dihadapannya tersebut.


Sita semakin merengek dan menatap wajah Ambar lekat kemudian menggelengkan kepalanya tidak jelas dalam hal apa. Mulutnya tidak bisa berbicara saat ini.


Ambar pun juga tidak tega melihat kekasihnya yang kesulitan mengontrol tangisnya, sesekali nafas Sita terdengar keras karna menahan tangis. Ambar menarik tangan Sita yang digenggamnya dan mengecupnya dengan mesra.


"Cuma empat tahun sayang, semoga aja kamu bisa menyelesaikan kuliah kamu dengan cepat. Belajar yang rajin disana ya" pesan Ambar dengan suara serak.


Sita semakin merengek mendengar nasihat Ambar tersebut "Kalo nangisnya gak berhenti aku bakar mobil pak Handsome!!" Ambar memgeluarkan ancamannya kali ini agar Sita berhenti menangis.


Sita memandangi wajah Ambar, bibirnya makin maju dan airmatanya juga masih awet mengalir dipipi nya. Ambar memeluk dengan erat gadis dihadapannya itu, membiarkan Sita menangis didalam dekapannya. Ambar sudah tidak peduli jika posisinya ditempat umum saat ini, karna hatinya juga begitu terpukul melepas kepergian Sita sebentar lagi.


"Aku akan rajin nelfon kamu selama disana. Ingat kata aku 'Perjuangan cinta kita baru dimulai dari sekarang' Aku mohon jaga diri baik-baik disana ya. Jaga hati kamu juga, jangan pernah naksir sama fizi! Meskipun dia yang paling ganteng dari teman-temannya" nasihat Ambar sambil membelai rambut Sita yang terkucir dengan rapi.


"Fizi siapa?" tanya Sita sambil terus merengek di dalam dekapan Ambar.


"Fizi, temannya upin ipin sayang! Kan dia yang paling ganteng diantara teman-temannya hahaha" kata Ambar sambil berusaha mentertawai leluconnya sendiri.


"Udah mau pisah tapi kamu masih aja ngomongnya ngaur!"


"Ya gak apa-apa, dari pada nagis-nangisan kaya kamu. Bagi aku airmata itu hanya perlu dikeluarkan dalam dua hal : Saat kita begitu bahagia sampai gak bisa mengeluarkan kata-kata maka kita boleh menangis. Yang kedua saat kita kehilangan hal yang paling kita sayangi!" Kata Ambar dengan bijak.


"Sekarang kamu bakal kehilangan aku, kenapa gak nangis?" Tanya Sita dengan rengeknya.


"Kalo aku kehilangan kamu, berarti kita gak akan ketemu lagi. Kita gak ada hubungan apa-apa lagi. Kamu mau yang kaya gitu biar aku nya nangis?"


Mendengar pertanyaan Ambar tersebut Sita langsung menangis lebih kencang lagi seperti ambulance bawa mayat. Dia memeluk tubuh Ambar dengan erat kemudian menggelengkan kepalanya.


"Naaah kan baru dikasi tau malah nangis lagi. Udah diam sayang...... Nanti aku di hajar masa karena bikin tuan putri nangis kaya anak kecil gini!" Bujuk Ambar sambil membelai mesra rambut pacarnya itu.

__ADS_1


Sita tetap saja menangis, dia tidak peduli dengan ocehan Ambar yang sedari tadi ngaur.


"Yaudah aku pulang deh!" ancam Ambar sambil berusaha melepaskan pelukan Sita darinya.


"Iyaaaa....... Aku diam nih!!" ujar Sita menuruti perintah Ambar.


"Kamu jangan selingkuh ya selama aku pergi, jangan dekat-dekat dengan yang namanya Suci! 100 kali nelfon aku dalam sehari" sambungnya lagi dengan suara tersedu-sedu efek dari menangis.


"100 kali sehari? Udah kaya orang sit-up pagi tuh! Yaudah lepas pelukannya ya, nanti kita direkam sama orang-orang trus dimasukin ke media sosial. Judulnya 'sepasang remaja melakukan hubungan yang tidak senonoh ditaman dekat bandara' hahaha" Ambar kembali mentertawai lelucon basinya sendiri.


"Biarin deh! Sayaaang..... Kamu gak ada yang mau diungkapin dengan jujur sama aku?" tanya Sita dan menolak tangan Ambar yang kembali berusaha melepaskan pelukan mereka.


"Apaan yaa? Emang kamu ada yang mau di ungkapin?" Ambar balik bertanya dengan gadis itu.


"Kalo aku sih ada! Aku mau jujur sama kamu..... Sebenarnya aku suka gosiipin kamu sama Tuhan" jawab Sita dengan manjanya.


"Loh kok sama?!" kata Ambar sok kaget "Gak apa-apa deh, menggosipin seseorang dengan Tuhan gak pernah dosa, yang ada malah dapat berkah"


"Trus kamu, apa yang mau di omongin secara jujurnya sama aku?" Tanya Sita penasaran meminta Ambar untuk mengatakan apa yang ada didalam hatinya selama ini tentang hubungan mereka.


"Sayang........" tiba-tiba saja Ambar menghentikan kalimatnya yang membuat Sita semakin penasaran.


Sita terus menunggu Ambar melanjutkan perkataannya, namun sepertinya cowok itu begitu sulit mengungkapkan isi hatinya sendiri saat ini. Karena Ambar tidak kunjung mengeluarkan suara, Sita akhirnya melepaskan pelukannya dan menatap wajah Ambar lekat.


Mata Ambar berkaca-kaca menatap wajah kekasihnya, Sita pikir Ambar akan menangis juga seperti yang dilakukannya sekarang ini. Tangan Ambar kemudian membelai pipinya dengan lembut.


"Sebenarnya...... Aku bohong sama kamu selama ini" ujar Ambar pelan.


Raut wajah Sita langsung berubah menatap kearah Ambar. Perasaannya jadi tidak enak melihat ekspresi Ambar yang berubah menjadi sedih, selain itu entah kenapa justru Sita menjadi ketakutan mendengar lanjutan pengakuan jujur dari Ambar tersebut.


"Hahaha bukan!! Yakin nih kamu gak mau dengar? Aku pikir kamu akan senang dengan pengakuan jujur aku ini" ujar Ambar dan mempererat pelukannya untuk Sita.


"Bukan kata-kata putus atau sejenisnya kan?" Tanya Sita pelan untuk meyakinkan hatinya.


Ambar langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat "Sebenarnya..... Selama ini aku selalu ngeledekin kalo dada kamu rata itu..... Aku bohong sayang. Dada kamu gak rata kok, aku malah senang dipeluk sama kamu kaya sekarang ini. Meski kalo lama-lama kepala aku jadi pusing dengan sendirinya"


'Dbuuuuuuuk'


Tinju Sita melayang kuat ke bagian perut Ambar, wajah gadis itu langsung berubah seketika. Sita melepaskan pelukannya dan menatap Ambar dengan sorot mata tajam.


"Hahaha Kamu gak senang ya? Itu pengakuan jujur aku loh"


"DASAR HENTAI!!" teriak Sita keras.


Ambar langsung menutup mulut Sita, meski taman tersebut sepi tidak ada orang tapi tetap saja teriakan gadis itu bisa mengundang warga beserta pilot-pilotnya datang menghampiri mereka.


"Jaga diri baik-baik selama disana ya" nasihat Ambar lagi sambil mengecup punggung tangan Sita dengan mesra.


Gadis itu langsung melepaskannya dengan kasar, dia masih kesal dengan pengakuan Ambar barusan.


"Aku serius!! Jaga diri baik-baik disana, tetap jadi Sita yang pemalu, jadi Sita yang pendiam kalo di depan cowok-cowok lain! Dan satu hal lagi, jangan pernah biarkan cowok lain yang bukain pintu rumah kamu dengan kunci mereka! Karna itu rumah aku!" nasihat Ambar yang kali ini terdengar tegas.


"Apaan sih! Kamu emang jorok banget pi______"

__ADS_1


"Itu nasihat seorang calon suami untuk calon istrinya yang akan pergi jauh" potong Ambar cepat.


Sita terpaku mendengar perkataan Ambar, dia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan menggenggam tangan Ambar lagi.


"Yaudah, pangeran Ken nya kamu yang pegang, biar aku pegang si barbie ini. Nanti kalo kamu kesal sama aku kamu tinggal tusuk aja pangeran Ken nya pake jarum"


"Hahahaha Kaya nyantet gitu ya sayang, trus kamu kesakitan" tawa Sita mendengar perintah pacarnya itu.


"Enggak! Yang kesakitan Arul, karna itu arwah nya si Arul yang aku isi"


"Loh kenapa arwahnya si Arul?!" Tanya Sita lagi semakin kebingungan.


"Biarin aja, jadi setiap kita berantem si Arul yang kesakitan" jawab Ambar dengan santainya.


"Kamu jahat banget sih, dia juga salah satu teman gila kamu loh"


"Justru itu, karna dia aku jadi gila! Yaudah yuk masuk lagi kedalam, bentar lagi kamu diterbangkan ke Malaysia, titip salam sama upin ipin ya kalo nyampe disana" ajak Ambar sambil bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangannya kepada Sita.


Gadis itu mengikuti langkah Ambar untuk menemui pak Handsome dan yang lainnya. Saat mereka masuk kedalam ternyata buk Ita dan adik manjanya juga sudah ada disana. Semua kompak melirik kearah dua makhluk yang tidak berhenti pamer kemesraan tersebut.


Pukul 3.20 saat nya buk Ita dan keluarganya pamit kembali dengan pak Handsome dan yang lainnya.


"Rajin-rajin telfon Sita nanti ya mbar, semoga hubungan kalian tetap awet ya nak" pesan buk Ita saat bersalaman dengan Ambar dan memeluk erat pacar anak gadisnya itu.


Ambar tersenyum menjawab pesan buk Ita. Semua teman-teman Ambar berurai airmata melepaskan kepergian Sita dan keluarganya, hanya pak Handsome yang tidak! Pria tua justru meledek pemuda-pemuda desa nya yang berubah cengeng karena melepas kepergian Sita.


"Buuuk, jangan lupa sama kami ya, kalo pulang ke Peringi jangan lupa juga oleh-olehnya juga buk" ujar Abdul dengan raut wajah sedih dan polosnya.


Buk Ita mantap menganggukkan kepalanya dan membelai rambut Abdul.


Kekasih hatinya Ambar? Jangan ditanya lagi, tangisnya sudah pecah sejak buk Ita bangkit dari kursi ruang tunggu dan berpamitan dengan semua warga Peringi tersebut. Pelukannya seolah tidak mau melepaskan tubuh Ambar darinya saat ini.


"Nanti sampe disana aku telfon yaaa" bujuk Ambar untuk menenangkan tangis Sita.


"Iya..... Kak Sita jangan nangis, kami pasti akan jaga Ultrament kak Sita ini dengan baik dan seksama. Kalo dia selingkuh nanti kami laporin dia sama Densus 88 kak" Arul yang berotak setengah juga ikut membujuk Sita sambil menghapus airmata nya yang mengalir karena melihat Sita menangis.


Pelukan erat Sita akhirnya harus terlepas juga. Dengan berat hati Sita meninggalkan pujaan hatinya. Ambar langsung terpaku berdiri disamping Ismet. Darahnya berdesir kuat memompa detak jantungnya melihat langkah Sita yang makin lama semakin menjauh darinya kemudian menghilang.


Ambar menarik nafas panjang untuk mengontrol perasaannya saat ini. Ismet melirik kearah Ambar kemudian merangkul pundak temannya itu dan tersenyum untuk memberi semangat kepadanya.


"Tantangannya baru dimulai bro!! jangan sampe lemah, jangan sampe lengah!" Kata Ismet mengingatkan.


Ambar hanya tersenyum simpul mendengar perkataan Ismet, kemudian mereka mengikuti langkah pak Handsome keluar bandara. Pria tua itu pun juga masih saja awet tertawa meledek teman-teman Ambar yang menangis.


"Harusnya aku isi arwah pak Handsome aja Met diboneka pangeran Ken tadi!" gumam Ambar pelan sambil menggandeng tangan Ismet.


"Hahaha kamu gak mau ngucapin 'selamat jalan Sita, selamat jalan Cinta' untuk mengakhiri cerita kisah asmara kalian?" Tanya Ismet mengggodanya.


Ambar tersenyum mendengar perkataan Ismet "Met........ Kamu benar!! Perjuangan cinta kami baru aja dimulai!" Kata Ambar mantap kemudian ikut tertawa tidak jelas dalam hal apa.


Seperti kebiasaan Ambar yang terus dilakukannya disaat hatinya tengah terluka.


♡End Story of AmbarSita♡

__ADS_1



__ADS_2